Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Sivitas Akademika dalam Menghadapi Bencana di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tanjungsari, Gunungkidul Danardono Danardono; Afif Ari Wibowo; Dewi Novita Sari; Ecky Safira Maharani; Kartika Cindi Wulandari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.967 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3556

Abstract

SMK Negeri 1 Tanjungsari merupakan sekolah yang terletak pada Wilayah Kepesisiran Gunungkidul. Wilayah Kepesisiran Gunungkidul merupakan bagian dari pesisir selatan Jawa yang sangat rawan terhadap bencana tsunami. Keberadaan zona penunjaman samudera di sisi selatan Gunungkidul menyebabkan wilayah ini sering terjadi gempabumi yang dapat memicu tsunami. Hal ini menyebabkan perlunya upaya untuk meningkatkan kapasitas sivitas akademika SMK Negeri 1 Tanjungsari dalam menghadapi bencana tsunami. Berdasarkan pada masalah tersebut, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilaksanakan dengan tujuan (1) memberikan pelatihan kepada siswa dan guru dalam kesiapsiagaan dan pemetaan bencana; (2) meningkatkan pemahaman sivitas akademika utamanya siswa terkait bencana dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM yaitu pelatihan yang didalamnya terdapat pemberian materi dan tutorial terkait pemahaman kebencanaan dan pemetaan kebencanaan di wilayah pesisir. Kegiatan PkM ini telah dilaksanakan secara luring di SMK Negeri 1 Tanjungsari dan diikuti oleh 31 peserta. Hasil kegiatan dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait kebencanaan dan pemetaan kebencanaan yang dapat dilihat dari meningkatnya nilai hasil evaluasi sebesar 20%. Respon terhadap kegiatan PkM ini sangatlah baik dari peserta maupun mitra sekolah dimana peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Mitra sekolah meminta untuk dilaksanakan kegiatan lanjutan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dan guru dalam pemetaan kelautan.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) Untuk Pemantauan Kerusakan Lahan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau Danardono Danardono
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 1 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i1.247

Abstract

Land management, especially soil that is not in accordance with the rules, can cause damage / change in soil properties which ultimately impacts on the disruption of biomass production. The lack of existing data on land and or soil damage, especially in Tanjungpinang City, leads to less than optimal supervision and control of land management. Mapping the condition of land damage is absolutely necessary to be able to control land management. The purpose of the research is to assess land degradation in Tanjungpinang City, Riau Islands for biomass production. Land degradation can be modeled by scoring and overlaying four parameters: land use, slope, soil type, and rainfall, resulting in a map of potential land degradation. The results show that the criteria for land degradation in Tanjungpinang City are lightly degraded and moderately degraded. Moderately degraded criteria have the largest area spread across Dompak, Batu Sembilan, Melayu Kota Piring, Bukit Cermin, Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Timur, Kampung Baru, and Tanjung Ayun Sakti urban villages. The main limiting factors that restrict land use in Tanjungpinang City are soil type and slope.
Speleoclimate Monitoring to Assess Cave Tourism Capacity in Gelatik Cave, Gunungsewu Geopark, Indonesia Danardono Danardono; Eko Bayu Dharma Putra; Eko Haryono; Emilya Nurjani; Muhammad Iqbal Taufiqurahman Sunariya
Forum Geografi Vol 32, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v32i2.6958

Abstract

Increased of the number of visitor at Gelatik Cave is a challenge in terms of cave management. In natural conditions, Caves are vulnerable with environmental changes especially microclimates condition. The change of microclimate inside the cave can destruct cave ornaments.Therefore, it is necessary to calculate the cave carrying capacity with microclimates as the main parameter. This research aims to (1) explore the daily variation of speleoclimate in Gelatik Cave Tourism and (2) analyze the cave tourism capacity in Gelatik Cave. Microclimate parameter that was measured in this research was temperature, relative humidity, and carbon dioxide inside the cave. Measurement of microlimate parameter was carried out automatically for 24 hours during peak season in December 2017 and low season in May 2018. Cave tourism capacity was measured using Lobo method (Lobo, 2015). The results showed that temperature, relative humidity, and carbon dioxide in the Gelatik Cave varry due to tourism activities. The most sensitive parameter is the carbon dioxide concentration inside the cave. The maximum of tourists allowed to visit Gelatik Cave is 76 visitors/ day during holidays and working days. Meanwhile, the maximum time of stay accepted for a particular area inside Gelatik Cave is 17 minutes 10 seconds during weekdays and 12 minutes 53 seconds during the holiday season.
Pemetaan Partisipatif Potensi untuk Arahan Pengembangan Desa Patemon Kabupaten Purbalingga Danardono Danardono; Aditya Saputra; M. Iqbal Taufiqurrahman Sunariya; Stevie Husein; Syahid Nur Khotib; Saiful Ridwan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7518

Abstract

Desa Patemon merupakan desa yang memiliki kekayaan potensi baik dari sisi kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan lokal. Disisi lain muncul beberapa masalah yang dihadapi Desa Patemon seperti kondisi pendapatan desa yang sangat kecil serta masalah persampahan. Adanya potensi dan masalah di Desa Patemon belum teridentifikasi dan dipetakan sebelumnya sehingga perlu dilakukan pendampingan dalam upaya pemetaan potensi dan masalah tersebut. Selain itu, adanya potensi dan masalah perlu dirumuskan secara bersama dengan adanya fasilitasi untuk merumuskan rencana pengembangan desa berbasis potensi dan masalah. Oleh karena itu maka kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Patemon dalam mengelola potensi desa, menghasilkan rencana pengembangan desa yang ditentukan secara bersama dengan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan adanya pengembangan desa. Metode yang digunakan untuk mengkaji pengembangan desa dilaksanakan dengan metode Participatory Mapping. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu inventarisasi potensi dan masalah di Desa Patemon pada tiap dusun, survei lapangan bersama masyarakat terhadap potensi di Desa Patemon, dan terakhir FGD dengan fasilitator untuk merumuskan arahan pengembangan Desa Patemon. Hasil menunjukkan bahwa terdapat banyak potensi yang dapat dikembangkan di Desa Patemon baik dari sisi alam (Lembah Silangit dan Mataair), budaya lokal (Ebeg Banyumasan) dan UMKM (abon lele, olahan nanas, produk pengolah sampah). Berdasarkan potensi tersebut maka disusun arahan pengembangan Desa Patemon berupa Integrated Water Tourism. Hasil arahan pengembangan desa ini akan mengembangkan sektor wisata perairan dengan atraksi wisata utama yaitu Kawasan Lembah Silangit dan disertai beberapa atraksi wisata pendukung seperti sumber mataair, sektor UMKM sebagai souvenir wisata, dan sektor wisata budaya.
Peningkatan Kapasitas Sivitas Akademika dalam Menghadapi Bencana di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tanjungsari, Gunungkidul Danardono Danardono; Afif Ari Wibowo; Dewi Novita Sari; Ecky Safira Maharani; Kartika Cindi Wulandari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3556

Abstract

SMK Negeri 1 Tanjungsari merupakan sekolah yang terletak pada Wilayah Kepesisiran Gunungkidul. Wilayah Kepesisiran Gunungkidul merupakan bagian dari pesisir selatan Jawa yang sangat rawan terhadap bencana tsunami. Keberadaan zona penunjaman samudera di sisi selatan Gunungkidul menyebabkan wilayah ini sering terjadi gempabumi yang dapat memicu tsunami. Hal ini menyebabkan perlunya upaya untuk meningkatkan kapasitas sivitas akademika SMK Negeri 1 Tanjungsari dalam menghadapi bencana tsunami. Berdasarkan pada masalah tersebut, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilaksanakan dengan tujuan (1) memberikan pelatihan kepada siswa dan guru dalam kesiapsiagaan dan pemetaan bencana; (2) meningkatkan pemahaman sivitas akademika utamanya siswa terkait bencana dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM yaitu pelatihan yang didalamnya terdapat pemberian materi dan tutorial terkait pemahaman kebencanaan dan pemetaan kebencanaan di wilayah pesisir. Kegiatan PkM ini telah dilaksanakan secara luring di SMK Negeri 1 Tanjungsari dan diikuti oleh 31 peserta. Hasil kegiatan dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait kebencanaan dan pemetaan kebencanaan yang dapat dilihat dari meningkatnya nilai hasil evaluasi sebesar 20%. Respon terhadap kegiatan PkM ini sangatlah baik dari peserta maupun mitra sekolah dimana peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Mitra sekolah meminta untuk dilaksanakan kegiatan lanjutan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dan guru dalam pemetaan kelautan.
Pemetaan Partisipatif Potensi untuk Arahan Pengembangan Desa Patemon Kabupaten Purbalingga Danardono Danardono; Aditya Saputra; M. Iqbal Taufiqurrahman Sunariya; Stevie Husein; Syahid Nur Khotib; Saiful Ridwan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7518

Abstract

Desa Patemon merupakan desa yang memiliki kekayaan potensi baik dari sisi kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan lokal. Disisi lain muncul beberapa masalah yang dihadapi Desa Patemon seperti kondisi pendapatan desa yang sangat kecil serta masalah persampahan. Adanya potensi dan masalah di Desa Patemon belum teridentifikasi dan dipetakan sebelumnya sehingga perlu dilakukan pendampingan dalam upaya pemetaan potensi dan masalah tersebut. Selain itu, adanya potensi dan masalah perlu dirumuskan secara bersama dengan adanya fasilitasi untuk merumuskan rencana pengembangan desa berbasis potensi dan masalah. Oleh karena itu maka kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Patemon dalam mengelola potensi desa, menghasilkan rencana pengembangan desa yang ditentukan secara bersama dengan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan adanya pengembangan desa. Metode yang digunakan untuk mengkaji pengembangan desa dilaksanakan dengan metode Participatory Mapping. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu inventarisasi potensi dan masalah di Desa Patemon pada tiap dusun, survei lapangan bersama masyarakat terhadap potensi di Desa Patemon, dan terakhir FGD dengan fasilitator untuk merumuskan arahan pengembangan Desa Patemon. Hasil menunjukkan bahwa terdapat banyak potensi yang dapat dikembangkan di Desa Patemon baik dari sisi alam (Lembah Silangit dan Mataair), budaya lokal (Ebeg Banyumasan) dan UMKM (abon lele, olahan nanas, produk pengolah sampah). Berdasarkan potensi tersebut maka disusun arahan pengembangan Desa Patemon berupa Integrated Water Tourism. Hasil arahan pengembangan desa ini akan mengembangkan sektor wisata perairan dengan atraksi wisata utama yaitu Kawasan Lembah Silangit dan disertai beberapa atraksi wisata pendukung seperti sumber mataair, sektor UMKM sebagai souvenir wisata, dan sektor wisata budaya.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) Untuk Pemantauan Kerusakan Lahan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau Danardono Danardono
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 1 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i1.247

Abstract

Land management, especially soil that is not in accordance with the rules, can cause damage / change in soil properties which ultimately impacts on the disruption of biomass production. The lack of existing data on land and or soil damage, especially in Tanjungpinang City, leads to less than optimal supervision and control of land management. Mapping the condition of land damage is absolutely necessary to be able to control land management. The purpose of the research is to assess land degradation in Tanjungpinang City, Riau Islands for biomass production. Land degradation can be modeled by scoring and overlaying four parameters: land use, slope, soil type, and rainfall, resulting in a map of potential land degradation. The results show that the criteria for land degradation in Tanjungpinang City are lightly degraded and moderately degraded. Moderately degraded criteria have the largest area spread across Dompak, Batu Sembilan, Melayu Kota Piring, Bukit Cermin, Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Timur, Kampung Baru, and Tanjung Ayun Sakti urban villages. The main limiting factors that restrict land use in Tanjungpinang City are soil type and slope.
Pemanfaatan Teknologi Drone untuk Pembelajaran Geografi Spasial Era 4.0 di Smk Negeri 2 Surakarta Danardono; Arijuddin, Basyar Ihsan; Wibowo, Afif Ari; Pramono, Wahyu Tyas; Dewi, Ecky Safira Maharani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11116

Abstract

Semua bidang pendidikan, termasuk geografi, harus mengembangkan teknologi yang canggih, mudah diakses, dan berbasis internet karena munculnya era baru masyarakat 5.0. Drone untuk pemetaan adalah salah satu teknologi yang berkembang dalam bidang keilmuan geografi. Walau bagaimanapun, kemajuan teknologi di bidang geografi masih belum dimasukkan ke dalam pembelajaran geografi, terutama di tingkat pendidikan menengah kejuruan, seperti yang terlihat di SMK N 2 Surakarta. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa guru di sekolah menengah masih belum mengetahui perkembangan teknologi ini. Ini adalah latar belakang kegiatan pengabdian ini, yang bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan pemahaman guru di tingkat pendidikan menengah tentang penggunaan drone untuk berbagai kajian geografi. Penyebaran informasi tentang teknologi drone, pelatihan, dan simulasi pengoperasian drone adalah bagian dari pengabdian. Peserta sangat antusias untuk mengikuti kegiatan, dan mereka mengapresiasi bagaimana kegiatan dilakukan karena menarik dan memberi mereka banyak pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai antara hasil pre-test dan post-test, yang menunjukkan bahwa peserta lebih memahami penggunaan teknologi drone. Bahkan, peserta meminta kegiatan lanjutan yang lebih khusus yang membahas penggunaan drone dalam satu kajian tertentu, mulai dari pengumpulan data hingga pengolahan
Revitalizing Umbul Tlatar: A Strategic Plan for Post-COVID Tourism Recovery Saputra, Aditya; Danardono; Sunariya, M Iqbal Taufiqurrahman; Prasetyo, Ari; Setiawan, Ilyas Nur; Farida, Rahma Afifah Nur; Altair, Garin Rachmad; Rahmadi, Dinda Putri
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v4i2.8731

Abstract

The Umbul Tlatar area is a water tourism destination with considerable potential. Its proximity to the city of Surakarta, good accessibility, and abundant surface water resources makes it an attractive site for bathing and water sports. However, the lack of a defined tourism concept and development planning, as well as the absence of an integrative approach, has resulted in the area appearing underdeveloped and poorly maintained. This has led to suboptimal tourist appeal, with fluctuating visitor numbers, particularly in the post-COVID-19 period (2023–2024). Therefore, there is a need for a strategic development plan to maximize the tourism potential of Umbul Tlatar, enabling it to compete with other tourist destinations in Boyolali Regency and the surrounding areas. The objective of study us to construct integrative tourism planning in Umbul Tlatar. The combination drone mapping and field observation was conducted to obtain the hidden potency of Umbul Tlatar. The results shows that the Umbbul Tlatar has several tourism attcraction that could be developed more such as Umbul Pengilon, National standar swimming pool, Etasia-Ecotourism, Tlatar Cullinary, Sumber Rejeki Fishing pond, and Karunia Outbound Centre. Those several tourism spots will be planned as integrated tourism area, thus at least can extend the tourist time to stay. To address this, a collaborative effort between the local government and community is required to develop an integrative tourism site plan that can increase visitor numbers to Umbul Tlatar.
Spatio-temporal analysis of built-up area and land surface temperature in Surakarta using Landsat imageries Vidya Nahdiyatul Fikriyah; Danardono Danardono; Muhammad Iqbal Taufiqurrahman Sunariya; Munawar Cholil; Tegar Abdul Hafid; Muhammad Islam Ismail
Sustinere: Journal of Environment and Sustainability Vol. 6 No. 2 (2022): 92-173 (August 2022)
Publisher : Center for Science and Technology, IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/sustinerejes.v6i2.187

Abstract

The need for built-up areas continues to increase, along with the increasing population in the city of Surakarta and its surrounding. This condition affects the land surface temperature which then leads to the change in climatic conditions. The availability of land for settlement and surface temperature will affect the comfort level of living in a city. For this reason, this study aims to map the distribution of built-up area and the surface temperature of Surakarta city and discusses the relationship between these two aspects spatially and temporally. The data used are Landsat imageries recorded in 2000, 2013, and 2019. The built-up area was identified using Normalized Difference Built-Up Index (NDBI), while the temperature data was obtained through thermal band processing using Land Surface Temperature (LST) method. The results showed that during the period of the study, the built-up area and the surface temperature in Surakarta and its surroundings increased, especially in the eastern and southern parts of Surakarta. The results also showed that there is a positive correlation between the built-up index and its surface temperature.