Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Sivitas Akademika dalam Menghadapi Bencana di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tanjungsari, Gunungkidul Danardono Danardono; Afif Ari Wibowo; Dewi Novita Sari; Ecky Safira Maharani; Kartika Cindi Wulandari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.967 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3556

Abstract

SMK Negeri 1 Tanjungsari merupakan sekolah yang terletak pada Wilayah Kepesisiran Gunungkidul. Wilayah Kepesisiran Gunungkidul merupakan bagian dari pesisir selatan Jawa yang sangat rawan terhadap bencana tsunami. Keberadaan zona penunjaman samudera di sisi selatan Gunungkidul menyebabkan wilayah ini sering terjadi gempabumi yang dapat memicu tsunami. Hal ini menyebabkan perlunya upaya untuk meningkatkan kapasitas sivitas akademika SMK Negeri 1 Tanjungsari dalam menghadapi bencana tsunami. Berdasarkan pada masalah tersebut, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilaksanakan dengan tujuan (1) memberikan pelatihan kepada siswa dan guru dalam kesiapsiagaan dan pemetaan bencana; (2) meningkatkan pemahaman sivitas akademika utamanya siswa terkait bencana dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM yaitu pelatihan yang didalamnya terdapat pemberian materi dan tutorial terkait pemahaman kebencanaan dan pemetaan kebencanaan di wilayah pesisir. Kegiatan PkM ini telah dilaksanakan secara luring di SMK Negeri 1 Tanjungsari dan diikuti oleh 31 peserta. Hasil kegiatan dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait kebencanaan dan pemetaan kebencanaan yang dapat dilihat dari meningkatnya nilai hasil evaluasi sebesar 20%. Respon terhadap kegiatan PkM ini sangatlah baik dari peserta maupun mitra sekolah dimana peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Mitra sekolah meminta untuk dilaksanakan kegiatan lanjutan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dan guru dalam pemetaan kelautan.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) Untuk Pemantauan Kerusakan Lahan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau Danardono Danardono
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 1 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i1.247

Abstract

Land management, especially soil that is not in accordance with the rules, can cause damage / change in soil properties which ultimately impacts on the disruption of biomass production. The lack of existing data on land and or soil damage, especially in Tanjungpinang City, leads to less than optimal supervision and control of land management. Mapping the condition of land damage is absolutely necessary to be able to control land management. The purpose of the research is to assess land degradation in Tanjungpinang City, Riau Islands for biomass production. Land degradation can be modeled by scoring and overlaying four parameters: land use, slope, soil type, and rainfall, resulting in a map of potential land degradation. The results show that the criteria for land degradation in Tanjungpinang City are lightly degraded and moderately degraded. Moderately degraded criteria have the largest area spread across Dompak, Batu Sembilan, Melayu Kota Piring, Bukit Cermin, Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Timur, Kampung Baru, and Tanjung Ayun Sakti urban villages. The main limiting factors that restrict land use in Tanjungpinang City are soil type and slope.
Speleoclimate Monitoring to Assess Cave Tourism Capacity in Gelatik Cave, Gunungsewu Geopark, Indonesia Danardono Danardono; Eko Bayu Dharma Putra; Eko Haryono; Emilya Nurjani; Muhammad Iqbal Taufiqurahman Sunariya
Forum Geografi Vol 32, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v32i2.6958

Abstract

Increased of the number of visitor at Gelatik Cave is a challenge in terms of cave management. In natural conditions, Caves are vulnerable with environmental changes especially microclimates condition. The change of microclimate inside the cave can destruct cave ornaments.Therefore, it is necessary to calculate the cave carrying capacity with microclimates as the main parameter. This research aims to (1) explore the daily variation of speleoclimate in Gelatik Cave Tourism and (2) analyze the cave tourism capacity in Gelatik Cave. Microclimate parameter that was measured in this research was temperature, relative humidity, and carbon dioxide inside the cave. Measurement of microlimate parameter was carried out automatically for 24 hours during peak season in December 2017 and low season in May 2018. Cave tourism capacity was measured using Lobo method (Lobo, 2015). The results showed that temperature, relative humidity, and carbon dioxide in the Gelatik Cave varry due to tourism activities. The most sensitive parameter is the carbon dioxide concentration inside the cave. The maximum of tourists allowed to visit Gelatik Cave is 76 visitors/ day during holidays and working days. Meanwhile, the maximum time of stay accepted for a particular area inside Gelatik Cave is 17 minutes 10 seconds during weekdays and 12 minutes 53 seconds during the holiday season.
Pemetaan Partisipatif Potensi untuk Arahan Pengembangan Desa Patemon Kabupaten Purbalingga Danardono Danardono; Aditya Saputra; M. Iqbal Taufiqurrahman Sunariya; Stevie Husein; Syahid Nur Khotib; Saiful Ridwan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7518

Abstract

Desa Patemon merupakan desa yang memiliki kekayaan potensi baik dari sisi kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan lokal. Disisi lain muncul beberapa masalah yang dihadapi Desa Patemon seperti kondisi pendapatan desa yang sangat kecil serta masalah persampahan. Adanya potensi dan masalah di Desa Patemon belum teridentifikasi dan dipetakan sebelumnya sehingga perlu dilakukan pendampingan dalam upaya pemetaan potensi dan masalah tersebut. Selain itu, adanya potensi dan masalah perlu dirumuskan secara bersama dengan adanya fasilitasi untuk merumuskan rencana pengembangan desa berbasis potensi dan masalah. Oleh karena itu maka kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Patemon dalam mengelola potensi desa, menghasilkan rencana pengembangan desa yang ditentukan secara bersama dengan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan adanya pengembangan desa. Metode yang digunakan untuk mengkaji pengembangan desa dilaksanakan dengan metode Participatory Mapping. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu inventarisasi potensi dan masalah di Desa Patemon pada tiap dusun, survei lapangan bersama masyarakat terhadap potensi di Desa Patemon, dan terakhir FGD dengan fasilitator untuk merumuskan arahan pengembangan Desa Patemon. Hasil menunjukkan bahwa terdapat banyak potensi yang dapat dikembangkan di Desa Patemon baik dari sisi alam (Lembah Silangit dan Mataair), budaya lokal (Ebeg Banyumasan) dan UMKM (abon lele, olahan nanas, produk pengolah sampah). Berdasarkan potensi tersebut maka disusun arahan pengembangan Desa Patemon berupa Integrated Water Tourism. Hasil arahan pengembangan desa ini akan mengembangkan sektor wisata perairan dengan atraksi wisata utama yaitu Kawasan Lembah Silangit dan disertai beberapa atraksi wisata pendukung seperti sumber mataair, sektor UMKM sebagai souvenir wisata, dan sektor wisata budaya.
Peningkatan Kapasitas Sivitas Akademika dalam Menghadapi Bencana di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tanjungsari, Gunungkidul Danardono Danardono; Afif Ari Wibowo; Dewi Novita Sari; Ecky Safira Maharani; Kartika Cindi Wulandari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3556

Abstract

SMK Negeri 1 Tanjungsari merupakan sekolah yang terletak pada Wilayah Kepesisiran Gunungkidul. Wilayah Kepesisiran Gunungkidul merupakan bagian dari pesisir selatan Jawa yang sangat rawan terhadap bencana tsunami. Keberadaan zona penunjaman samudera di sisi selatan Gunungkidul menyebabkan wilayah ini sering terjadi gempabumi yang dapat memicu tsunami. Hal ini menyebabkan perlunya upaya untuk meningkatkan kapasitas sivitas akademika SMK Negeri 1 Tanjungsari dalam menghadapi bencana tsunami. Berdasarkan pada masalah tersebut, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilaksanakan dengan tujuan (1) memberikan pelatihan kepada siswa dan guru dalam kesiapsiagaan dan pemetaan bencana; (2) meningkatkan pemahaman sivitas akademika utamanya siswa terkait bencana dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM yaitu pelatihan yang didalamnya terdapat pemberian materi dan tutorial terkait pemahaman kebencanaan dan pemetaan kebencanaan di wilayah pesisir. Kegiatan PkM ini telah dilaksanakan secara luring di SMK Negeri 1 Tanjungsari dan diikuti oleh 31 peserta. Hasil kegiatan dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait kebencanaan dan pemetaan kebencanaan yang dapat dilihat dari meningkatnya nilai hasil evaluasi sebesar 20%. Respon terhadap kegiatan PkM ini sangatlah baik dari peserta maupun mitra sekolah dimana peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Mitra sekolah meminta untuk dilaksanakan kegiatan lanjutan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dan guru dalam pemetaan kelautan.
Pemetaan Partisipatif Potensi untuk Arahan Pengembangan Desa Patemon Kabupaten Purbalingga Danardono Danardono; Aditya Saputra; M. Iqbal Taufiqurrahman Sunariya; Stevie Husein; Syahid Nur Khotib; Saiful Ridwan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7518

Abstract

Desa Patemon merupakan desa yang memiliki kekayaan potensi baik dari sisi kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan lokal. Disisi lain muncul beberapa masalah yang dihadapi Desa Patemon seperti kondisi pendapatan desa yang sangat kecil serta masalah persampahan. Adanya potensi dan masalah di Desa Patemon belum teridentifikasi dan dipetakan sebelumnya sehingga perlu dilakukan pendampingan dalam upaya pemetaan potensi dan masalah tersebut. Selain itu, adanya potensi dan masalah perlu dirumuskan secara bersama dengan adanya fasilitasi untuk merumuskan rencana pengembangan desa berbasis potensi dan masalah. Oleh karena itu maka kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Patemon dalam mengelola potensi desa, menghasilkan rencana pengembangan desa yang ditentukan secara bersama dengan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan adanya pengembangan desa. Metode yang digunakan untuk mengkaji pengembangan desa dilaksanakan dengan metode Participatory Mapping. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu inventarisasi potensi dan masalah di Desa Patemon pada tiap dusun, survei lapangan bersama masyarakat terhadap potensi di Desa Patemon, dan terakhir FGD dengan fasilitator untuk merumuskan arahan pengembangan Desa Patemon. Hasil menunjukkan bahwa terdapat banyak potensi yang dapat dikembangkan di Desa Patemon baik dari sisi alam (Lembah Silangit dan Mataair), budaya lokal (Ebeg Banyumasan) dan UMKM (abon lele, olahan nanas, produk pengolah sampah). Berdasarkan potensi tersebut maka disusun arahan pengembangan Desa Patemon berupa Integrated Water Tourism. Hasil arahan pengembangan desa ini akan mengembangkan sektor wisata perairan dengan atraksi wisata utama yaitu Kawasan Lembah Silangit dan disertai beberapa atraksi wisata pendukung seperti sumber mataair, sektor UMKM sebagai souvenir wisata, dan sektor wisata budaya.
ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2022 TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BOYOLALI Saifuddin, Muhammad; Danardono, Danardono
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.1.7

Abstract

Land use is defined as human intervention in natural and human-made resources with the aim of fulfilling spiritual and material needs. Land use is inseparable from the phenomenon of land use change. Boyolali District is certainly not exempt from the phenomenon of land use change. Land use conversion has an impact on the inconsistency between land use and its designated plan. This study aimed to analyze land use changes from 2011 to 2022 and assess the suitability of land use in 2022 with the spatial plan of Boyolali District. This study applied survey and spatial analysis methods. The overlay technique produces maps of land use changes and the suitability of land use in 2022 with the Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW = Regional Spatial Planning) of Boyolali District. The results of the research showed that Kabupaten Boyolali experienced a land use conversion of 210.74 km2. Kecamatan Juwangi had the largest change in land use, covering an area of 30.37 km2, while Kecamatan Banyudono had the smallest change of 1.05 km2. The suitability of land use in 2022 with the Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW = Regional Spatial Planning) of Boyolali District indicates a suitable class covering an area of 797.24 km2, while an unsuitable class covers an area of 297.15 km2.
Pendampingan Drone Mapping Untuk Membantu Mitigasi Bahaya Banjir Rob di Kawasan Pesisir Kabupaten Tegal, Jawa Tengah Saputra, Aditya; Danardono, Danardono; Wibowo, Afif Ari; Surachman, Dedi; Altair, Garin Rachmad; Al-Ghowazi, Sholakhuddin Akhmad; Natsir, Muhammad
Abdi Geomedisains Vol. 5, No. 1, June 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/abdigeomedisains.v5i1.3374

Abstract

The phenomenon of tidal flood in the northern coastal areas of Java Island, which frequently occurs nowadays, is likely a consequence of rising sea levels due to global warming. The phenomena of urbanization and industrialization in the northern coastal areas of Tegal Regency can also contribute to the increase in built-up areas, adding pressure to the land surface in the coastal regions. Additionally, intensive groundwater extraction is occurring in densely populated coastal areas due to various activities. The high concentration of industrial and residential zones along the coast of Tegal Regency, coupled with extensive land subsidence due to intensive water abstraction, can lead to subsidence phenomena. The combination of rising sea levels and land subsidence can exacerbate the impact of tidal floods, making them more widespread and severe. The coastal areas of Tegal Regency are among those frequently affected by tidal floods. Analyzing tidal floods is crucial for integrated coastal management to support regional development. Assistance in developing a tidal flood mitigation plan in this coastal area is instrumental for local governments in planning and spatial arrangement in Tegal Regency. Support has been provided to local authorities, including BAPPEDA and Litbang Tegal Regency, to plan spatial arrangements in the northern coastal areas of Tegal Regency. The assistance activities include drone photography in the most severely affected areas, such as Kramat District. Additionally, the team periodically measures elevation to help local governments identify the potential occurrence of land subsidence. Furthermore, a Forum Group Discussion has been conducted to formulate the most suitable mitigation plan considering the conditions in Tegal Regency.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) Untuk Pemantauan Kerusakan Lahan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau Danardono Danardono
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 1 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i1.247

Abstract

Land management, especially soil that is not in accordance with the rules, can cause damage / change in soil properties which ultimately impacts on the disruption of biomass production. The lack of existing data on land and or soil damage, especially in Tanjungpinang City, leads to less than optimal supervision and control of land management. Mapping the condition of land damage is absolutely necessary to be able to control land management. The purpose of the research is to assess land degradation in Tanjungpinang City, Riau Islands for biomass production. Land degradation can be modeled by scoring and overlaying four parameters: land use, slope, soil type, and rainfall, resulting in a map of potential land degradation. The results show that the criteria for land degradation in Tanjungpinang City are lightly degraded and moderately degraded. Moderately degraded criteria have the largest area spread across Dompak, Batu Sembilan, Melayu Kota Piring, Bukit Cermin, Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Timur, Kampung Baru, and Tanjung Ayun Sakti urban villages. The main limiting factors that restrict land use in Tanjungpinang City are soil type and slope.
Perbandingan Iuran Normal Pensiun Metode Entry Age Normal dan Projected Unit Credit dengan Suku Bunga CIR (Cox Ingersoll Ross) Marwinda, Tyas Dwi Nurta; Danardono, Danardono
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v10i2.5881

Abstract

Perhitungan iuran normal pensiun dengan menggunakan metode Entry Age Normal (EAN) dan Projected Unit Credit (PUC) dengan mempertimbangkan fluktuasi suku bunga yang digambarkan oleh model Cox Ingersoll Ross (CIR). Model CIR adalah model matematika yang dirancang untuk memproyeksikan suku bunga di masa depan dengan mempertimbangkan sifat mean reversion dan non-negativity. Model ini memberikan dasar yang lebih baik untuk menghitung iuran normal pensiun, karena memungkinkan perhitungan yang lebih akurat tentang tingkat pengembalian yang diharapkan pada dana pensiun di masa depan. Metode EAN digunakan untuk mencari nilai sekarang manfaat pensiun sesuai dengan iuran normal saat mulai masuk kepesertaan. Sebaliknya, metode PUC membagi total manfaat pensiun pada usia pensiun normal dengan keseluruhan masa kerja untuk menghasilkan satuan unit manfaat pensiun, yang kemudian dialokasikan ke setiap tahun masa kerja yang telah dijalani. Parameter model CIR akan dihitung dengan menggunakan teknik estimasi kuadrat terkecil bersyarat.