Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MOTIVASI KERJA GURU NON SERTIFIKASI DALAM MENINGKATKAN MUTU PROSES PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI 3 KENDARI Rahmawati M.; Ulianti Ulianti
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2022): Volume 7 Nomor 1 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v7i1.5936

Abstract

Motivasi merupakan serangkaian sikap dan nilai-nilai yang dapat memberikan pengaruh terhadap setiap individu yang dapat mencapai hal yang lebih nyata dengan tujuan individu. Motivasi kerja mengarahkan daya potensi bawahan agar mau bekerja secara produktif, berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimanakah motivasi kerja guru non sertifikasi dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran di SMK Negeri 3 Kendari. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana penulis memberikan deskriptif dan gambaran mengenai motivasi kerja guru non sertifikasi dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja guru non sertifikasi/honerer dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran di SMK Negeri 3 Kendari meliputi motivasi intrinsik: 1) kepemimpinan kepala sekolah, 2) suasana kerja yang menarik sedangkan motivasi ekstrinsik: 1) gaji yang sesuai, 2) kehormatan dan pengakuan, 3) keamanan kerja yang terjamin, dan 4) perlakuan adil. Akan tetapi dari keenam indikator tersebut ada tiga indikator yang belum maksimal yaitu gaji yang sesuai, pengakuan dan keamanan kerja yang terjamin, namun guru non sertifikasi telah berupaya semaksimal mungkin dalam strategi pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya potensi bawahan agar mau bekerja secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan
ANALISIS MINAT MAHASISWA DALAM MELAKUKAN PENELITIAN TENTANG MEDIA PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI Agil Muharam; Zila Razilu; Rahmawati Rahmawati
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.9758

Abstract

This research is motivated by the importance of learning media in the digital transformation of education and the need for prospective educators in the Information Technology Education Study Program to have research competencies in this field. The focus of the problem in this study is to analyze the interest and trends of students in conducting research on learning media and the factors that influence it. The research method used is quantitative with a descriptive approach, where data were collected through an analysis of 64 thesis titles from students and alumni as well as questionnaires. The results showed that student research was dominated by Learning Media topics with 28 titles (43.75%), followed by Information Systems with 12 titles (18.75%), while other categories such as Educational Games and Mobile Applications still had a low proportion. The main conclusion of this study is that there is a strong orientation of students towards the development of technology-based learning products in response to the need for innovation in schools, but academic policies are needed to encourage a balance between developmental research and evaluative research and analysis so that the contribution of student research becomes more comprehensive. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran media pembelajaran dalam transformasi digital pendidikan serta perlunya calon pendidik di Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi untuk memiliki kompetensi riset di bidang tersebut. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis minat dan kecenderungan mahasiswa dalam melakukan penelitian tentang media pembelajaran serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui analisis terhadap 64 judul skripsi mahasiswa dan alumni serta penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa didominasi oleh topik Media Pembelajaran dengan jumlah 28 judul (43,75%), diikuti oleh Sistem Informasi sebanyak 12 judul (18,75%), sementara kategori lain seperti Game Edukasi dan Aplikasi Mobile masih memiliki proporsi yang rendah. Simpulan utama penelitian ini adalah terdapat orientasi yang kuat dari mahasiswa terhadap pengembangan produk pembelajaran berbasis teknologi sebagai respon terhadap kebutuhan inovasi di sekolah, namun diperlukan kebijakan akademik untuk mendorong keseimbangan antara penelitian pengembangan dengan penelitian evaluatif dan analisis agar kontribusi riset mahasiswa menjadi lebih komprehensif.  
ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI Agil Muharam; Zila Razilu; Rahmawati Rahmawati
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i1.9437

Abstract

The quality of study program services is an important factor in creating student satisfaction as users of higher education services. This study aims to analyze the level of student satisfaction with the service quality of the Information Technology Education Study Program based on five modified SERVQUAL dimensions, namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The research method uses a quantitative approach with descriptive survey techniques for active students of the Information Technology Education Study Program. Data were collected through closed questionnaires with a five-level Likert scale that had been tested for validity and reliability, then analyzed using descriptive statistics to calculate the average score and percentage of satisfaction in each dimension. The results showed that the overall level of student satisfaction was in the good category with an average score of 3.95 (78.96%). The assurance dimension obtained the highest score (4.08 or 81.60%), followed by reliability (4.01 or 80.20%), tangibles (3.92 or 78.40%), empathy (3.88 or 77.60%), and responsiveness (3.85 or 77.00%). These findings indicate that the study program has been able to meet student expectations, but still needs to improve aspects of service responsiveness and individual attention to student needs. This research contributes in the form of mapping service gaps specific to the context of information technology-based study programs and data-based recommendations for continuous improvement of educational service quality. ABSTRAK Kualitas pelayanan program studi menjadi faktor penting dalam menciptakan kepuasan mahasiswa sebagai pengguna layanan pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi berdasarkan lima dimensi SERVQUAL yang dimodifikasi, yaitu bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei deskriptif terhadap mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert lima tingkat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung rata-rata skor dan persentase kepuasan pada setiap dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa secara keseluruhan berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 3,95 (78,96%). Dimensi jaminan memperoleh skor tertinggi (4,08 atau 81,60%), diikuti keandalan (4,01 atau 80,20%), bukti fisik (3,92 atau 78,40%), empati (3,88 atau 77,60%), dan daya tanggap (3,85 atau 77,00%). Temuan ini mengindikasikan bahwa program studi telah mampu memenuhi harapan mahasiswa, namun masih perlu meningkatkan aspek responsivitas layanan dan perhatian individual terhadap kebutuhan mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan gap layanan yang spesifik pada konteks program studi berbasis teknologi informasi dan rekomendasi berbasis data untuk peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan..
PELATIHAN PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KETERAMPILAN CODING MAHASISWA Rezki Wulandari; Zila Razilu; Rahmawati Rahmawati
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.10057

Abstract

Coding skills have become a crucial competency for Information Technology Education (ITE) students in the era of Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0. However, ITE students at Muhammadiyah University of Kendari still face difficulties in understanding and applying Object-Oriented Programming (OOP) concepts, particularly abstract paradigms such as encapsulation, inheritance, and polymorphism. This research aims to evaluate the effectiveness of OOP training in enhancing students' coding skills. The research method employed a descriptive qualitative approach involving 45 students who participated in online training for 2 hours via teleconference on November 14, 2025. Data were collected through pre-tests and post-tests, participation observation, coding implementation evaluation, and identification of learning obstacles. The results showed a significant improvement with the average score increasing from 52.8 to 78.4 (48.5% improvement). The participation rate reached 90% with 84.4% of students completing the exercises. Students successfully mastered basic concepts such as class creation (93.3%) and encapsulation (84.4%), but still required reinforcement in inheritance (68.9%) and polymorphism (53.3%). The main obstacles included unstable internet connection (17.8%) and difficulty focusing on online learning (26.7%). The conclusion of this research is that OOP training proved effective in improving students' conceptual understanding and coding skills, thus it needs to be integrated as a continuous reinforcement program in the ITE curriculum.
KOMPETENSI TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI SMK NEGERI 05 BOMBANA Hasfina Hasfina; Rahmawati M; Halima Halima
Edum Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v9i1.603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas administrasi pendidikan di SMK Negeri 05 Bombana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, tenaga kependidikan, guru, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian dan sosial tenaga kependidikan di SMK Negeri 05 Bombana berada pada kategori sangat baik. Hal ini tercermin dari sikap tanggung jawab, kedisiplinan, integritas, serta kemampuan menjamin komunikasi dan kerja sama yang efektif dengan seluruh warga sekolah. Sebaliknya, kompetensi teknis dan manajerial masih belum berkembang secara optimal. Tenaga kependidikan masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi informasi serta pengelolaan administrasi berbasis digital. Selain itu, kemampuan manajerial yang mencakup perencanaan kerja, pembagian tugas, dan pengelolaan waktu belum tertata secara sistematis. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya efektivitas dan efisiensi layanan administrasi pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemupukan kompetensi teknis dan manajerial agar kualitas administrasi pendidikan dapat ditingkatkan secara profesional dan berkelanjutan Kata Kunci: kompetensi, tenaga kependidikan, kualitas administrasi.
Implikasi manajerial dari penerapan metode pembelajaran interaktif oleh non-guru (mahasiswa): Sebuah studi refleksi Muhammad Fadli; Rahmawati M; Nurzaima Nurzaima
Edum Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v9i1.594

Abstract

This study explores the experiences of non-teacher university students in applying interactive learning methods and their managerial implications within the Kampus Mengajar Program at junior high schools. It focuses on how these students manage interactive learning, handle classroom dynamics, and collaborate with school stakeholders to achieve program success. Using a qualitative reflective case study design, data were gathered through semi-structured interviews, participatory observations, and document analysis involving four Kampus Mengajar students, one supervising teacher, and one school principal. Analysis revealed three key themes: first, lesson planning and classroom management that require a balance between creative improvisation and structured preparation; second, the enhancement of student engagement through interactive activities that foster motivation, collaboration, and active learning; and third, the vital role of coordination and institutional support among students, teachers, and principals in ensuring learning effectiveness. Findings indicate that interactive learning by non-teacher students not only enhances classroom participation but also develops their managerial and reflective competencies as future educators. Theoretically, the research contributes to the discourse on social constructivist-based learning management, while practically it strengthens the foundation for collaboration between universities and partner schools. Future research is encouraged to examine the application of this model in various educational contexts.