Articles
EFFECTS OF THE TEMPERATURE ON THE OUTPUT VOLTAGE OF MONO-CRYSTALLINE AND POLY-CRYSTALLINE SOLAR PANELS
Hamzah Eteruddin;
Atmam Atmam;
David Setiawan;
Yanuar Z. Arief
SINERGI Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (424.288 KB)
|
DOI: 10.22441/sinergi.2020.1.010
People can make solar energy alternative energy by employing solar panels to generate electricity. The utilization of solar energy on a solar panel to generate electricity is affected by the weather and the duration of the radiation, and they will affect the solar panel’s temperature. There are various types of solar panels that can be found on the market today, including Mono-Crystalline and Poly-Crystalline. The difference in the material used needs to be observed in terms of temperature changes in the solar module. Our study’s findings showed that a change in the temperature would impact the solar panel’s output voltage, and the solar panel’s output voltage would change when it was connected to the load although the measured temperatures were almost the same.
IoT Dalam Agrobisnis Studi Kasus : Tanaman Selada Dalam Green House
Nurliana Nasution;
Muhammad Rizal;
David Setiawan;
Mhd Arief Hasan
IT Journal Research and Development Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : UIR PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5917.414 KB)
|
DOI: 10.25299/itjrd.2020.vol4(2).3357
Petani membutuhkan informasi pertanian dan pengetahuan yang relevan untuk membuat keputusan yang berpengetahuan dan untuk memenuhi kebutuhan informasi. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah terbukti memperluas peluang untuk mempromosikan pertanian pada beberapa aspek dan domain di negara berkembang. Internet of Things (IoT) merupakan sebuah paradigma dalam teknologi komunikasi yang terbaru saat ini yang membuat konsep zaman depan semakin lebih tampak, di mana semua benda di kehidupan sehari-hari akan dibekali dengan perangkat mikrokontroler, teknologi wireless digital, dan kumpulan protokol-protokol sesuai yang membuat mereka saling berkomunikasi antar satu dengan lainnya dan kemudian pengguna, menjadi bagian integral dari Internet. Konsep IoT ada bertujuan agar internet lebih imersif dan meresap. Selain itu, dengan memungkinkan akses dan interaksi yang mudah dengan perangkat elektronis lainnya. Teknologi IoT sangat tepat untuk di realisasikan pada bidang pertanian hal ini dikarenakan fungsi elektronisasi yang disediakan oleh IoT mampu menjawab semua tantangan yang di miliki oleh para petani. Sensor-sensor yang dimiliki IoT mampu dalam mendeteksi tingkat kesuburan tanah, pengendalian penyakit maupun hama. Dan juga teknologi wireless yang ada mampu untuk mendeteksi cuaca dan iklim. Kemudian produk teknologi IoT mampu dalam penjadwalan otomatisasi penyiraman, penyemprotan pestisida dan pemupukan. Oleh karenanya tim peneliti sangat tertarik untuk mengembangkan Teknologi IoT dalam agribisnis pertanian.
Game Bola Tangkis Berbasis Android Menggunakan App Inventor
Mhd Arief Hasan;
Nurliana Nasution;
David Setiawan
Digital Zone: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2017): Digital Zone: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
Publisher : Publisher: Fakultas Ilmu Komputer, Institution: Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (703.753 KB)
|
DOI: 10.31849/digitalzone.v8i2.641
Abstrak- Berkembangnya teknologi yang berbasis mobile sekarang ini sudah sangat maju dan sering dipakai untuk dunia Information Technology (IT), bisnis, pendidikan dan media pembelajaran. Teknologi handphone yang saat ini berkembang pesat salah satunya adalah sistem operasi Android mobile (Android OS). Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat mobile layar sentuh yang memungkinkan perangkat lunak bebas dimodifikasi dan didistribusikan oleh pembuat perangkat, operator nirkabel dan pengembang aplikasi. Salah satu editor dalam pemrograman android adalah APP Inventor .App Inventor merupakan aplikasi web sumber terbuka yang awalnya dikembangkan oleh Google, dan saat ini dikelola oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT). App Inventor memungkinkan pengguna baru untuk memprogram komputer untuk menciptakan aplikasi perangkat lunak bagi sistem operasi Android. Dengan adanya kemudahan dalam pembuatan program yang disediakan oleh App Inventor yang tidak diharuskan lagi untuk menuliskan koding. Semua fasilitas itu bisa digunakan dengan menggunakan klik drag menggunakan blog diagram. Maka peneliti mengambil kasus game bola tangkis dalam penelitian ini. Kata kunci : Game Bola Tangkis, Android, App Inventor Abstract- The development of mobile-based technology is now very advanced and often used for the world of Information Technology (IT), business, education and learning media. Mobile technology is currently growing rapidly one of them is the Android mobile operating system (Android OS). Android is a Linux-based operating system designed for touch-screen mobile devices that allows free software to be modified and distributed by device makers, wireless carriers and app developers. One of the editors in android programming is APP Inventor. Appper Inventor is an open source web application originally developed by Google, and is currently managed by the Massachusetts Institute of Technology (MIT). App Inventor allows new users to program computers to create software applications for the Android operating system. With the ease of making the program provided by App Inventor that no longer required to write coding. All facilities that can be used by using click drag using blog diagram. So researchers took the case of badminton games in this study. Keywords : Badminton Games, Android, App Inventor.
PELATIHAN MERAKIT RANGKAIAN PENGISI AKI DAN CATU DAYA OTOMATIS UNTUK PENGERAS SUARA DAN LAMPU DARURAT RUMAH IBADAH BAGI REMAJA KECAMATAN RUMBAI PESISIR
David Setiawan;
Elvira Zondra;
Arlenny Arlenny
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (710.538 KB)
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v2i2.1204
PLN Persero sebagai penyedia pasokan listrik bagi masyarakat di Indonesia dirasa belum mampu menjamin kontinuitas pelayanan selama 24 jam setiap hari tanpa terputus, hal itu disebabkan oleh beberapa kemungkian seperti gangguan alami, kerusakan teknis dan sebagainya. Tempat Ibadah seperti Masjid dan Mushalla adalah salah satu konsumen listrik PT. PLN Persero, sehingga kebutuhan akan pasokan listrik untuk panggilan sholat dan penerangan ibadah pada malam hari sangat diperlukan, sehingga perlu dicarikan solusi agar pengeras suara dan penerangan pada alternatif. Pada pengabdian ini, tim pengabdian memberikan pelatihan kepada 2 kelompok remaja yaitu dari Remaja Mushalla Al-Hidayah dan Remaja RT.05/RW.04 Kel. Limbungan, Kec. Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru. Setelah mendapatkan teori dan pengenalan terhadap komponen elektronika, remaja dibimbing merakit Charge Aki otomatis dan Inverter menjadi perangkat Catu Daya Otomatis untuk Sound System untuk Lampu di Mushalla Al-Hidayah dan Mushalla An-Nur. Hasil Akhir, dihasilkan 2 sistem pengeras suara dan lampu otomatis yaitu charge otomatis dengan inverter sehingga langsung digunakan seperti UPS untuk Mushalla An-Nur dan UPS bekas yang telah diperbaiki dengan merekonstruksi jaringan instalasi listriknya pada Mushalla Al-Hidayah, kedua peralatan sudah diserah terimakan kepada Pengurus dan dipergunakan oleh kedua Mushalla tersebut.
PELATIHAN MS.WORD & MENDELEY UNTUK PENULISAN KARYA ILMIAH DOSEN FAKULTAS TEKNIK UNILAK
David Setiawan;
Hamzah Hamzah;
Arlenny Arlenny
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v3i1.2215
Salah satu alat bantu atau perangkat lunak penyusunan dokumen yang populer digunakan di Indonesia adalah Microsoft Word (MS Word). Dari sisi fitur dan fasilitas, MS Word sudah cukup lengkap untuk digunakan sebagai alat untuk membantu penulisan. Sayangnya, banyak dosen belajar menggunakan MS Word secara otodidik, sehingga beberapa fasilitas terutama membuat daftar isi, daftar gambar dan daftar tabel otomatis belum termanfaatkan sehingga dalam menyusunan dokumen kurang efisien, kurang cepat atau hasilnya kurang rapi. Sementara untuk daftar pustaka otomatis memanfaatkan fasilitas dari aplikasi mendeley, mendeley adalah perangkat lunak pengelola sitasi atau referensi. Dengan perangkat lunak ini, penulis dapat mengelola sumber-sumber bacaan yang digunakan sebagai referensi atau acuan dalam menyusun tulisannya. Penggunaan Mendeley juga dapat terintegrasi dengan MS Word sehingga sangat memudahkan bagi penulis untuk setiap karya ilmiahnya. Tujuan diadakan kegiatan pelatihan ini adalah untuk membantu dosen agar dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh perangkat lunak MS-Word secara maksimal dan sitasi serta referensi pada mendeley sehingga penulisan karya ilmiah dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat dan efisien. Dari hasil pelatihan diperoleh bahwa pelatihan yang dilaksanakan dapat menambah pengetahuan dan solusi terhadap pemanfaatan fasilitas pada Ms. Word dan Mendeley dengan rata-rata penilaian 4,2 atau lebih dari Puas. Penulis berharap dengan diadakannya pelatihan ini, Dosen dilingkungan Fakultas Teknik dapat memanfaatkan fasilitas yang ada pada Ms. Word dan sitasi / referensi dari mendeley dan dapat mengajarkannya kepada mahasiswa bimbingan tugas akhirnya. Kata kunci—Pelatihan, Ms.Word, Mendeley, Dosen, Karya Ilmiah
Pelatihan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Bagi Pengelola Bank Sampah Berkah Abadi Kelurahan Limbungan
David Setiawan;
Hamzah Eteruddin;
Ambar Tri Ratnaningsih;
Monice
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i4.5196
Bank Sampah saat ini menjadi solusi dalam memecahkan persoalan sampah terutama di Kota Pekanbaru, sampah yang tidak bernilai ekonomis yang selama ini menjadi penyebab kebanjiran, polusi serta kotoran yang menjijikkan dapat menjadi barang – barang dan produk lainnya yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dalam pengelolaannya, diperlukan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bidang kelistrikan agar peralatan kerja berupa mesin yang dioperasikan menggunakan tenaga listrik serta instalasinya telah sesuai standar yang berlaku sehingga capaian zero accident untuk keselamatan dan kesehatan dilingkungan tempat kerja dapat terwujud. Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kelistrikan bagi Pengelola Bank Sampah Kelurahan Limbungan bertujuan untuk menambah pengetahuan, cara penanganan, serta langkah preventif apa saja yang harus dilakukan agar penggunaan dan pemasangan yang tidak selamat (dapat mengancam keselamatan kerja, ancaman kebakaran akibat konsleting dan sebagainya) dapat dihindari sehingga pelatihan ini diharapkan dapat mengubah budaya hidup selamat dengan moto mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khususnya kelistrikan di lingkungan Bank Sampah Berkah Abadi Kelurahan Limbungan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Sampah Anorganik Menjadi Produk Kerajinan yang Bernilai Ekonomis
Ambar Tri Ratnaningsih;
David Setiawan;
Latifa Siswati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i6.5292
Inorganic waste is a type of waste that is difficult to decompose naturally by microorganisms. Inorganic waste processing is carried out by collecting, disposing and transporting it to the final disposal site (TPA). There needs to be an effort to utilize inorganic waste, especially plastics, into useful products. People in Limbungan Village, Rumbai Pesisir District, Pekanbaru City already have a waste bank, but the benefits have not been felt by the community because inorganic waste is still being disposed of. There is a need for efforts to socialize and educate the public to process inorganic waste into handicraft products that have economic value. The method is carried out by educating the public about waste processing in general and demonstrating the use of plastic waste into handicraft products. After the counseling was carried out, the community had knowledge about waste management in general and skills in processing plastic waste into handicraft products such as bags, candy containers that were suitable for use and worthy of sale
Mesin Pencacah Daun dan Pelepah Kelapa Sawit Untuk Peternak Sapi di Desa Pancar Gading Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar - Riau
Latifa Siswati;
Anto Ariyanto;
David Setiawan;
Jeni Wardi;
Alexander Yandra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i5.7741
Pakan ternak seperti sapi tidak saja dari rumput, pakan ternak juga dapat dihasilkan dari daun sawit.Luasnya area perkebunan sawit di Riau secara umum dan di Kampar secara khusus, belum dimanfaatkan secara optimal untuk pakan ternak. Yayasan Merpati Putih yang berada di Desa Pancar Gading Kecamatan TapungKabupaten Kampar, Riau memiliki 600 an ternak sapi. Pakan sapi diterima peternak dari petani yang menyiang rumput setiap harinya, namun pakan yang dikumpulkan petani selalu saja belum memenuhi pakan ternak sapi yang dibutuhkan, sehingga perlu solusi dari permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah memberikan solusi yaitu berupa mesin pencacah pakan yang dapat mencacah daun dan pelapah sawit menjadi pakan ternak sehingga kebutuhan pakan ternak tidak lagi menjadi masalah. Untuk memenuhi pakan ternah yang dibutuhkan maka dibutuhkan mesinpencacah dengan kapasitas yang besar. Mesin pencacah yang akan diberikan dibuat dengan kapasitas 4.000 sampai dengan 5.000 kg per jam dimana mesin pencacah pakan tersebut menggunakan mesin mitsubishi PS 100 yaitu mesin yang awet dan mudah perawatannya. Mesin pencacah akan dimanfaatkan oleh dua mitra sekaligus yaitu petani sebagai pemasok pakan ternak dan peternak sebagai pemilik sapi. Dari hasil kegiatan yang dilakukan, diharapkan petani dan peternak mendapatkan peningkatan hasil produksinya masing –masing yaitu pakan yang berkecukupan dengan bahan baku yang mudah diperoleh yaitu sawit yang berlimpah dan bagi peternak yaitu sapi yang gemuk dan sehat sehingga mendapatkan harga jual yang tinggi
Sistem Penerangan Tenaga Surya di Bank Sampah Berkah Abadi Kelurahan Limbungan
David Setiawan;
Masnur Putra Halilintar;
Wati Masrul
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v6i1.8447
Bank Sampah Berkah Abadi adalah bank sampah yang dikelola secara mandiri sehingga pengeluaran harus diimbangi dengan omset atau pemasukannya. Biaya listrik yang umumnya digunakan untuk sistem penerangan pada malam hari dirasa cukup besar dengan pendapatan saat ini yang menurun. Penurunan ini diakibatkan oleh perubahan kegiatan pengelolaan dari swakelola sampah menjadi bank sampah. Saat swakelola sampah, pendapatan diterima dari uang kebersihan setiap rumah warga. Selain iuran kebersihan, sampah yang diambil dipilah dan sisanya baru dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah. Dari iuran dan penjualan pilahan sampah, kegiatan bank sampah cukup memadai namun dengan keluarnya kebijakan pengelolaan sampah melalui perwako nomor 134 tahun 2018 maka bank sampah berkah abadi tidak lagi melakukan swakelola sampah masyarakat namun berharap dari tabungan sampah yang ditabung masyarakat. Sistem penerangan diperlukan untuk keamanan bank sampah, dimana peralatan kerja dan mesin – mesin berpeluang dicuri sehingga diperlukan penerangan yang cukup pada malam hari. Permasalahannya, biaya listrik yang cukup besar dan pemasukan yang kecil menjadi permasalahan bagi pengelola. Kegiatan pemasangan sistem penerangan bertenaga surya di Bank Sampah Berkah Abadi adalah solusi dari permasalahan mahalnya biaya listrik. Sebelum dilaksanakannya pemasangan sistem penerangan, pengelola mendapatkan pelatihan tentang pembangkit sistem tenaga surya, sistem kelistrikan secara umum dan perawatannya. Kemudian dilakukan pendampingan untuk memastikan pengelola dapat memasang sistem penerangan dengan baik dan benar. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menganalisa hasil quisioner yang diisi oleh peserta pelatihan dan pendampingan. Berdasarkan hasil kegiatan, 8 lampu penerangan yang berdaya 40 watt tidak lagi dihidupkan pada malam hari dan digantikan dengan sistem penerangan bertenaga surya sehingga biaya listrik menjadi murah.
Pelatihan Perawatan Mesin Bagi Pengelola Bank Sampah Universitas Lancang Kuning
Anto Ariyanto;
Guntoro;
Hamzah;
David Setiawan
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v6i2.9191
The Unilak waste bank currently operates three machines: a compost chopper, a press machine, and a plastic chopper. This machine is critical to the operation of the Unilak waste bank, particularly the composting machine. The compost chopper machine is under extreme strain, as it must keep up with the rate of compost production. As a result, it is necessary to conduct training on the proper maintenance of these machines in order to prolong the life of the machines. To address the issue of managing Lancang Kuning University's waste bank, training was conducted using the Learning by Doing method. In general, the participants, particularly the Unilak waste bank manager, were able to absorb and apply general knowledge about machine maintenance.