Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sainteks

Kandungan Asam Amino Tepung Bulu Ayam yang Difermentasi dengan Bacillus licheniformis B2560 dan Bacillus subtilis Sebagai Bahan Baku Pakan Ikan Dini Siswani Mulia; Arief Husin; Juli Rochmijati Wuliandari
Sainteks Vol 18, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v18i2.13067

Abstract

Kualitas pakan ikan salah satunya ditentukan oleh kandungan protein dan asam amino. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kandungan asam amino tepung bulu ayam yang difermentasi dengan Bacillus licheniformis B2560 dan Bacillus subtilis sebagai bahan baku pakan ikan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, yaitu perlakuan I : fermentasi (A1 : kontrol/non fermentasi, A2 : fermentasi dengan B. licheniformis B2560, A3 : fermentasi dengan B. subtilis), dan perlakuan II : jumlah inokulum (B1 : jumlah inokulum 5 mL, B2 : jumlah inokulum 10 mL, B3 : jumlah inokulum 15 mL, masing-masing untuk tepung bulu ayam sebanyak 2 g). Parameter penelitian yang diamati adalah kandungan asam amino. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (Anova) dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi tepung bulu ayam menggunakan B. licheniformis B2560 dapat meningkatkan kandungan beberapa jenis asam amino lebih tinggi dibandingkan dengan B. subtilis. Jumlah inokulum 15 mL lebih optimal dalam mendegradasi protein keratin menjadi asam amino. Jenis asam amino dengan kandungan yang sesuai untuk kebutuhan ikan adalah asam glutamat, serin, glisin, treonin, arginin, tirosin, valin, fenilalanin, isoleusin, dan leusin.
Survei Nyamuk Aedes aegypti Menggunakan Ovitrap di Kelurahan Mersi dan Desa Ledug Dian Sofiana; Juli Rochmijati Wuliandari
Sainteks Vol 20, No 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i1.16625

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pada tahun 2019 terdapat 16 desa di Kabupaten Banyumas yang termasuk daerah endemik DBD diantaranya Kelurahan Mersi dan Desa Ledug. Pengendalian vektor tetap merupakan metode yang paling efektif untuk pencegahan dan pengendalian DBD karena belum ada terapi antivirus yang spesifik dan vaksin dengue yang efektif. Sebelum dilakukan pengendalian DBD, diperlukan data mengenai populasi nyamuk Aedes aegypti di suatu daerah. Salah satu metode untuk mengetahui kepadatan populasi nyamuk di suatu daerah yaitu dengan survei ovitrap. Penelitian ini bertujuan untuk mensurvei kepadatan populasi nyamuk Aedes aegypti menggunakan ovitrap di Kelurahan Mersi dan Desa Ledug. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Survei ovitrap dilakukan dengan cara meletakkan sebanyak 100 ovitrap di dalam rumah dan luar rumah. Ovitrap di ambil pada hari ke 10 kemudian dikumpulkan larva Aedes aegypti dan dihitung menggunakan Ovitrap Index (OI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Ovitrap Index (OI) di Kelurahan Mersi yang berada di dalam rumah lebih rendah yaitu 14% dibandingkan yang di letakkan di luar rumah sebanyak 24,4%. Begitu juga dengan Desa Ledug jumlah populasi nyamuk larva Aedes aegypti yang dihitung menggunakan Ovitrap Index (OI) di dalam rumah lebih rendah yaitu sebanyak 46% dibandingkan luar rumah sebanyak 56%. Hal ini dapat dikatakan kepadatan populasi nyamuk yang sedang di Kelurahan Mersi dan tinggi di Desa Ledug.