Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN TURI (Sesbania grandiflora L) TERHADAP PERTUMBUHAN Stapylococcus aureus DENGAN METODE CAKRAM Jamila Fachrunisa Kabakoran; Amelia Niwele; Mustamar Yuyun
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.827 KB) | DOI: 10.55606/klinik.v1i2.1162

Abstract

Turi leaves (Sesbania grandiflora L) have potential as antimicrobials against pathogens because contains secondary metabolites of tannins and saponins which work as antimicrobials.The purpose of this study was to determine the content of secondary metabolites from ethanol extract Turi leaves (Sesbania grandiflora L) and antibacterial activity of the ethanol extract of turi leaves (Sesbania grandiflora L) on the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The method used in this research is Disc Diffusion with concentration variants of 25%, 50%, 75% and 100% and amoxicillin as positive control. The results of this study indicate that the ethanol extract of Turi leaves (Sesbania grandiflora L) contains tannin and saponin secondary metabolites works as a compound that inhibits the growth of Staphylococcus aureus bacteria, test results antibacterial activity at concentrations of 25% and 50% had the diameter of the inhibition zone formed of 20mm and 24mm, whereas at a concentration of 100% it is very strong and effective in inhibits the growth of Staphylococcus aureus bacteria due to the diameter of the inhibition zone formed of 33mm, whereas in the positive control amoxicillin had a very strong inhibition zone in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria with an inhibition zone diameter of 30mm.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70 % Daun Mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acne Dengan Menggunakan Metode Difusi Sumuran Toria Sangadji; Amelia Niwele; Dwi Intan Safira Wally
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.1154

Abstract

Daun mangkokan merupakan salah satu jenis tanaman hias pekarangan yang digunakan dalam pengobatan. Daun segar tanaman mangkokan memiliki beberapa khasiat di antaranya anti-inflamasi, peluruh air seni, mencegah rambut rontok dan juga menghilangkan bau badan. Beberapa bahan kimia yang terkandung di dalamnya di antaranya alkaloid, saponin, flavanoid, polifenol, lemak, kalsium, fosfor, besi, serta vitamin (A, B, dan C). Antibakteri adalah zat yang menghambat dan membunuh. Propionibacterium acne merupakan bakteri gram positif yang dapat menyebabkan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr.) terhadap bakteri Propionibacterium acne. Penelitian ini merupakan penelitian eksprimental laboratorium. Penelitian menggunakan ekstrak kental etanol 70% daun mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr.), variasi konsentrasi ekstrak yaitu 60%, 80% dan 100%. Antibiotik yang digunakan sebagai kontrol positif yaitu tetrasiklin, sedangkan kontrol negatif digunakan aquades. Pada pengujian antibakteri ekstrak etanol daun mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr.) terhadap bakteri Propionibacterium acne menunjukan bahwa pada konsentrasi 60%, 80% dan 100% sensitif untuk menghambat pertumbuhan bakteri dengan diameter zona hambat sebesar 17 mm, 18 mm dan 24 mm. Kontrol negatif tidak terjadi aktifitas antibakteri dan tidak memiliki diameter zona hambat, kontrol positif mempunyai diameter zona hambat yaitu sebesar 28 mm. Hasil pengujian daya hambat ekstrak etanol 70% daun mangkokan terhadap bakteri Propionibacterium acne memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori kuat.
Perbandingan Hasil Radiografi Efusi Pleura Pada Proyeksi Right Lateral Decubitus (RLD) Dan Left Lateral Decubitus (LLD) Pada Klinis Dengue Haemoragic Fever (DHF) Di RSU. Wisata Universitas Indonesia Timur Akhmadi Akhmadi; Rini Hatma Rusli; Muhamad Rudiansyah; Amelia Niwele; Yohannes Hursepunny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): JULI : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i2.4171

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease that can be fatal in a relatively short time. This disease is classified as "difficult to differentiate" from other dengue fever diseases. If without quick and appropriate treatment, the sufferer could fall into an even more fatal condition. And generally the supporting action taken is an X-ray examination of the chest to assess the presence of fluid in the pleura as a result of the Aedes Aegypti mosquito virus. The purpose of this research is to know the Comparison of Radiographic Results of Pleura Effusion on Right Lateral Decubitus Projection and LLD ( Left Lateral Decubitus ) in DHF ( Dengue Haemoragic Fever ) case. This research was conducted in RSU.Wisata Radiology installation of Universitas Indonesia Timur with quantitative research method with experimental design approach. Data collection is done by finding literature, observation, interview, and documentation. From the results of the research that the image of pleural effusion with RLD projection ( Right Lateral Decubitus ) shows better radiographic picture in assessing the level of pleural effusion with clinical DHF ( Dengue Haemoragic Fever ).
Pengaruh Variasi Nilai mA (Mili Ampere) dan s (Second) yang Berbeda Dengan Nilai mAs yang Sama Terhadap Paparan Medik yang Diterima Pasien Maritje S. J. Malisngorar; Ira Sandi Tunny; Amelia Niwele; Akhmadi Rini Hatma Rusli; Iksan Soumena; Bambang Ariyanto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): JULI : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i2.4172

Abstract

This study aims to find out how to measure exposure dose medical techniques which accepted the patients with a variety of ma and s at the same mas value and the effect of variations in the value of mili ampere and second different with the same mas value to medical exposure dose received by patients. This type of study is an observational descriptive with the approach of the experimental or trial. using gauges medic exposure dose, x-ray multimeter with research indicator mili ampere and second are different but the same mas. From these results it can be concluded the highest medical exposure dose received by patients is the variation of 200 ma and 0.05 s with a dose value of 5.533 mgy / s. this is due to the amount of flow tube (ma). it can be concluded that the greater ma is used, the greater the dose the patient received medical.
Prosedur Pemeriksaan Dacryocystografi Pada Kasus Dacryosistitis Kronis Di Instalasi Radiologi RSUP. Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar Bambang Ariyanto; Rini Hatma Rusli; Akhmadi Akhmadi; Miranda Waas; Amelia Niwele
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): NOVEMBER : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.4175

Abstract

Dacryocystography examination is the examination of the radiologist to show the nasolacrimal duct by using a positive contrast medium. The purpose of this examination is to describe the system of tear duct blockage and the level of blockage. This research method is descriptive with aproachcase study conducted in RSUP. Dr. WahidinSudirohusodo Makassar on Juni 2019. The inspection technique is done by using the projection Antero Posterior (AP), which contrast material is inserted throught the tear duct in the lacrimal punctum which empties into the concha nasalis inferior. From the result of the examination has been done, it can be concluded that the contrast as much as 1 cc inserted throught the superior lacrimal punctum, contrast restrained and spilled out. Contrast as much as 1 cc inserted throught the inferior lacrimal punctum, the contrast seems to fill out the inferior palpebra area. From the research, lacrimal duct obstruction impression superior and inferior.
Penyuluhan Tentang Zat Berbahaya Merkuri Pada Ikan Di Desa Waimital Amelia Niwele
Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 4 (2023): November: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/faedah.v1i4.55

Abstract

Merkuri (Hg) merupakan salah satu unsur yang paling beracun dari logam berat yang ada dan apabila terpapar pada konsentrasi yang tinggi maka mengakibatkan kerusakan otak secara permanen dan kerusakan ginjal. Di dalam air, logam merkuri dapat mengalami biotransformasi menjadi senyawa organik metil merkuri atau fenil merkuri akibat proses dekomposisi oleh bakteri. Senyawa organic tersebut diserap oleh jasa renik yang akan masuk dalam rantai makanan. Ini akhirnya tejadi akumulasi dan biomagnifikasi merkuri dalam tubuh biota laut seperti ikan, udang dan kerang yang pada akhirnya masuk kedalam tubuh manusia yang mengkonsumsinya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah melakukan pengenalan zat berbahaya “ Merkuri”, bahaya penggunaan, dan cara mendeteksi kandungan merkuri. Metode yang digunakan saat penyuluhan metode ceramah dan diskusi kemudian dilanjutkan dengan workshop atau pelatihan dimana peserta bergantian maju kedepan untuk melakukan pengujian merkuri dengan melihat bentuk, warna dan bau serta melakukan pengujian makanan secara langsung terhadap ikan yang mengandung merkuri kemudian dilakukan evaluasi dan bimbingan berkelanjutan. Hasil capaian dari pengabdian masyarakat ini meliputi evaluasi mengenai merkuri, karakter ikan mengandung merkuri sebelum penyuluhan dan setelah penyuluhan
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Singkong (Manihot Esculenta Crantz) Terhadap Daya Hambat Bakteri Escherichia Coli Lisa Potti; Amelia Niwele; Misdar Al Umar
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 1 No. 1 (2022): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v1i1.896

Abstract

Secara farmakologi daun singkong mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan. Kandungan yang terdapat dalam daun singkong yaitu air, fosfor, karbohidrat, kalsium, vitamin c, protein, lemak, vitamin B1, zat besi, flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Daun singkong dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk pengobatan penyakit seperti dapat mengobati rematik, asam urat, anemia, konstipasi, serta untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat pula mengatasi masalah diare. Berdasarkan penelitian sebelumya oleh (Mutia dkk,.2017) mengemukakan bahwa daun singkong (Manihot esculenta Cranz) memiliki kandungan flavonoid,saponin dan tanin yang digunakan sebagai antibakteri. Salah satunya bakteri penyebab diare yaitu Escherisia Coli.Adanya efek anti bakteri pada daun ubi kayu dikarenakan mengandung mengandung senyawa antibakteri yaitu saponin, tannin dan flavonoid. Bakteri Escherisia Coli merupakan mikroorganisme patogen yang sering menginfeksi manusia. Bakteri ini merupakan salah satu yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih, meningitis, pneumonia,diare dan infeksi lainnya. Penyebaran bakteri Escherchia Colli dapat melalui kegiatan tangan ke mulut atau dengan cara pemindahan pasif melalui perantara makanan maupun minuman. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak daun ubi kayu dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek antibakteri ekstrak daun ubi kayu terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Ekstrak ubi kayu dibuat dalam tiga konsentrasi (20%, 40%, 60%) yang diuji daya hambatnya. Penelitian ini menggunakan bakteri Escherichia coli yang dibiakkan dengan media EMBA (Eosin Meythelen Blue Agar) dengan metode paper disk. Didapatkan adanya zona bening disekitar paperdisk yang mengandung ektrak daun ubi kayu. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak ubi kayu (Manihot esculenta Crans) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli. Konsentrasi paling efektif dalam menghambat bakteri adalah 60%.
UJI FARMAKOLOGI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KERSEN (Muntigua calabula L) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT (Mus musculus) Jayanti Djrami; Amelia Niwele; Novita Polpoke
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 1 No. 1 (2022): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v1i1.897

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang diakibatkan oleh kurangnya insulin atau terjadinya resistensi insulis. Daun kersen (Muntigua calabula L) merupakan salah satu tanaman herbal yang berfungsi sebagai antidiabetes. Untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang ada pada daun kersen dan mengetahui apakah daun kersen efektif terhadap penurunan kadar glukosa darah serta konsentrasi berapakah yang paling efektif terhadap penurunana kadar glukosa darah pada mencit (Mus muscullus) yang diinduksi aloksan. Maka metode yang digunakan ialah metode eksperimental dengan rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap. Dilakukan pengujian fitokimia untuk melihat kandungan metabolit sekunder daun kersen mengandung senyawa tanin, flavanoid, saponi dan trepenoid. Setelah itu dilakukan pengukuran pada mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok dengan akuadest sebagai control negatif, metformin sebgai control positif dan ekstrak daun kersen dengan konsentrasi yg berbeda-beda 65%, 70% dan 75% kemudian didapatkan hasil dari penelitian, setelah data diuji mengunakan uji-T (test uji) dan diuji mengunakan paired sampel test, dari hasil uji diketahui bahwa nilai p=0,003 yang berarti nilai tersebut lebih kecil dari nilai probalitas yakni ,0,05 jadi disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun kersen terhadap pengaruh penurunankadar gula darah dilihat dari nilai signifikanya 0,003. Sehingga didapatkan bahwa ekstrak metabolit sekunder daun kersen dapat menurunkan kadar gula darah dan konsentrasi yang paling efektif dalam menurunkan kadar gula darah adalah konsentrasi 70%.
Antibacterial Activity Test Of Ethanol Extract Of Dadap Serep Leaves (Erythrina Lithosperma Miq) Against The Growth OF Escherichia Coli Amelia Niwele; Alice M. Cl. Luhulima; Ananda Dwiyanti Hataul
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dadap serep leaves (Erythrina lithosperma Miq) are one type of important medicinal plant that is widely used in traditional medicine. This dadap serep leaf plant can be used as a medicine for fever, to facilitate breast milk, stomach ache, diarrhea, and to prevent miscarriage. The chemical compounds contained in dadap serep leaves which function as antibacterial compounds are flavonoids. Escherichia coli bacteria are gram-negative bacteria, and are facultative anaerobes. This study aims to determine the antibacterial activity of dadap serep (Erythrina lithosperma Miq) leaf extract which was dissolved using 70% ethanol solvent. The type of research. The phytochemical screening test uses the maceration method and for the antibacterial activity test uses the agar diffusion method. The results of research conducted on phytochemical screening tests were the content of secondary metabolite compounds in dadap serep leaves, namely saponins, tannins, flavonoids and alkaloids. And the results of research carried out on testing the antibacterial activity of ethanol extract of dadap serep leaves (Erythrina lithosperma Miq) on the growth of Escherichia coli bacteria at concentrations of 5%, 10% and 20%. With an average inhibition zone at a concentration of 5% 10.36 mm, 10% 11.8 mm, and 20% 13.13 mm. Cotrimoxazole as a positive control has an inhibition zone of 20.53 mm, and distilled water as a negative control does not have an inhibition zone.
SKRINING FITOKIMIA DAN FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium, Walp.) ASAL DESA RUMBERU Cut Bidara Panita Umar; Amelia Niwele; Maria Surlia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 9: Februari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i9.9694

Abstract

Pucuk merah (Syzygium myrtifolium, Walp.) merupakan sejenis tanaman perdu yang memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, tannin dan minyak atsiri, sehingga dapat dibuat dalam bentuk sediaan farmasi yaitu krim untuk mengatasi infeksi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan memformulasikan sediaan krim dari ekstrak etanol daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium, Walp.). Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium dengan pembuatan sediaan krim menggunakan 3 variasi konsentrasi ekstrak etanol daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium, Walp.) yaitu FI 2%, FII 4% dan FII 8%. Hasil penelitian sediaan krim ekstrak etanol daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium, Walp.) menunjukan sediaan krim yang baik dan stabil selama penyimpanan yaitu uji organoleptik untuk FI berwarna kuning pucat, FII berwarna cokelat muda dan FIII berwarna cokelat dengan tekstur krim semi padat dan wangi lavender, nilai pH krim antara 7,5 - 8, uji homogenitas ketiga formulasi menunjukan hasil yang homogen, dengan uji tipe emulsi menunjukan sediaan krim tipe emulsi minyak dalam air (O/W), uji daya lekat krim berkisar antara 5-6 detik dan uji iritasi dari ketiga formulasi tidak menimbulkan reaksi iritasi pada probandus yang diujikan.