Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH KOMPETENSI APARATUR DESA DAN PEMAHAMAN AKUNTANSI DESA SEBONG LAGOI KECAMATAN TELUK SEBONG BINTAN Nurhasanah; Asri Eka Ratih
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 1 No 1 (2018): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v1i1.1159

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur tingkat kompetensi aparatur dan pemahaman desa sebagai laporan keuangan desa dalam pengelolaan dana desa agar lebih berkualitas dan sesuai dengan standar. Hasil dari pengabdian ini diharapkan nantinya dapat dijadikan salah satu tolak ukur keberhasilan serta mempertanggung jawabkannya dengan kompetensi yang dimiliki aparatur desa serta pemahaman akuntansi desa. Pengabdian ini dilakukan di desa Teluk Sebong Bintan, Hasil dari pengabdian ini menjelaskan bahwa semakin tinggi kompetensi yang dimiliki oleh aparatur desa, maka akan semakin baik kualitas laporan keuangan yang disajikan
PEMANFAATAN E-GOVERNMENT DI DALAM PROFESIONALISME KERJA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS KINERJA APARATUR DESA TEMBELING TELUK BINTAN KABUPATEN BINTAN Nurhasanah; Risdy Absari Indah Pratiwi
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 2 No 2 (2020): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v2i2.2405

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan E-government di dalam profesionalisme kerja terjadap peningkatan kualitas kinerja aparatur Desa Tembeling di Teluk Bintan. Dengan adanya pengabdian ini diharapkan menjadi tolak ukur sebagaimana E-Government ini tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah saja, masyarakat umum dapat membantu pemerintah dalam hal mengumpulkan data dan mengorganisirnya Di Tembeling sudah ada layanan ini dengan sistem Simdes Desa. Aplikasi ”SIMDES” ini merupakan program aplikasi komputer yang berbasis desktop dan sangat bermanfaat untuk warga Tembeling bahkan, dengan layanan ini Pemerintah desa juga lebih mudah mencatat data kependudukan mulai informasi Kartu Keluarga, Kematian warga, Kelahiran dan Surat pengantar. Dengan memanfaat aplikasi SIMDES, bisa mempermudah dan mempercepat proses mencatat dan mengolah informasi data kependudukan dan mempermudah mengolah informasi baik data warga yang baik atau yang masuk.
PENGEMBANGAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) TERHADAP KINERJA NELAYAN DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PESISIR-KABUPATEN BINTAN Nurhasanah Nurhasanah; Abdul Jalal
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 3 No 2 (2021): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v3i2.3499

Abstract

Peningkatan kreativitas masyarakat dengan pelatihan-pelatihan. Pemberian bantuan KUBE tanpa dilengkapi dengan kreatifitas hanya akan membuat usaha yang diharapkan berkembang menjadi macet ditengah jalan. Pengembangan usaha bukan hanya bermodal aset tetapi juga memerlukan modal keterampilan dan kreatifitas untuk dapat mengantisipasi berbagai kendala yang akan datang ditengah usaha sedang berjalan. Memperbaiki pelaksanaan KUBE. Program pemerintah yang dimulai dengan top-down seringkali hasilnya tidak optimal karena memaksakan suatu keadaan untuk diterima oleh masyarakat yang menerima bantuan. Lebih baikmengembangkan program yang dimulai dengan bottom-up sehingga bantuan yang diberikan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam program KUBE dilaksanakan dengan cara top-down sehingga peralatan yang diberikan sebagai bantuan tidak dapat dimanfaatkan dengan optimal, karena peralatan tidak sesuai dengan skala usaha yang sedang berjalan atau dirintis. Meningkatkan monitoring pelaksanaan program. Walaupun selama ini telah ada pendampingan namun tidak semua KUBE memperoleh pendampingan yang cukup. Karena merasa tidak diawasi maka perkembangan beberapa KUBE menjadi tidak baik atau tidak berkembang. Selain itu, para pendamping sebaiknya memiliki keterampilan khusus dan merupakan pegawai dinas bukan relawan sehingga mampu membantu perkembangan KUBE dan bertanggung jawab atas tugas yang dijalankannya.
Optimization of Industrial Development Based on Local Potential in Tanjungpinang Nurhasanah; Ezky Tiyasiningsih
Journal of Research in Business, Economics, and Education Vol. 5 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Kusuma Negara Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55683/jrbee.v5i2.428

Abstract

Industrial development based on local resources is part of local economic development. This is not something new, but the concept of local economic development and its implementation techniques continue to evolve. In general, regional or local economic development is essentially an effort to strengthen local economic competitiveness for regional economic development and the accumulation of these activities will have a major impact on the development of national economic competitiveness and strengthening national economic competitiveness. Local Economic Development itself is essentially "A process when actors within a community, whether city, regional area or major cities, namely government, private sector and community, work collectively to create economic development conditions and better generation growth. The local-based industrial sector plays a role as a leading sector that can stimulate and lift the development of other sectors in the city of Tanjungpinang. With this study, it is certainly expected to change the GRDP data of Tanjungpinang City where so far the industrial sectors have not become the main sectors driving the Tanjungpinang City economy. Based on the GRDP data At Current Prices by business field in Tanjungpinang City in 2017, the industrial sector is in the fourth rank with a value of 1198.38 billion rupiah. The first rank is the Construction Sector with a value of 5670.95 billion rupiah. The second order is the trade sector with a value of 4661.93 billion rupiah. The third order is the government administration sector with a value of 1825.5 billion rupiah (BPS Tanjungpinang City, 2020).