Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Design of IoT Based Lighting Installation Tools in Electrical Installation Engineering and Microcontroller Systems Courses Kurniawan Kurniawan; Sri Wahyuni; Mursyidin Mursyidin
Circuit: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : PTE FTK UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/crc.v7i2.15456

Abstract

Internet of Things (IOT)-based lighting installation development Since teaching aids are an exact science, it is essential to have a tool that can depict the subject covered in the Electrical Installation Engineering course. The teaching tools created are meant to help lecturers better present the topic for electrical installation engineering to their students while also making it simpler for them to comprehend. In order to turn on and off lights and outlets using a smartphone and a manual switch in the event that the wifi network is damaged, this study added Internet of Things (IOT) installation procedures and a swap switch. The Research & Development approach is being used in this investigation. A validation sheet is created by planning and creating research instruments, which is what is done to test the viability of instructional aids by professional validators. According to the results of expert validation, this teaching tool is appropriate for use with media and material experts based on the percentage values of media expert 1 receiving a score of 94.28% and media expert 2 receiving a score of 97.14%, and for material expert 1 receiving a score of 90% and material expert 2 receiving a score of 92%, with the category "Very Eligible".
Penerapan Miniatur Listrik Pada Materi Komponen – Komponen Instalasi Listrik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Darul Kamal Aceh Besar Radifa Ramadhani; Mawardi; Mursyidin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jim.v1i1.334

Abstract

Hasil observasi menunjukkan masih rendahnya hasil belajar siswa ketika diberikan tes, hal ini terlihat dari siswa tidak dapat menjawab soal yang diberikan dan tidak hadir ke sekolah ketika proses pembelajaran berlangsung, proses pembelajaran masih berpusat pada guru, sehingga kurang memberi kesempatan pada siswa untuk aktif mendorong kemampuannya. Pemakaian media pembelajaran berbasis miniatur sebagai media dalam kegiatan proses belajar mengajar guna mengembangkan kemampuan berfikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah penerapan miniatur listrik sehingga diketahui apakah layak digunakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Pengumpulan data dilakukan menggunakan uji validasi, tes dan angket respon siswa dengan teknik analisis data kuantitatif. Hasil Validasi dari validator ahli media terhadap Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan penerapan miniatur listrik berdasarkan total skor dan persentase validasi dari ahli Media 1 didapatkan total skor 63 (97%) dan ahli media 2 tanggapan guru total skor 61 (94%), maka berdasarkan hasil validasi dari 2 validator keseluruhan rata-rata diperoleh persentase sebesar 95,5% dengan kategori Sangat Valid. Hasil belajar siswa kelas XI TITL terdiri dari 1 kelas, dengan nilai rata-rata pretest 79,3 Naik pada nilai rata–rata posttest sebesar 94. Hasil tes pretest dan posttest dengan uji paired sample t-test menyatakan thit > ttab (6,29 > 2,57) maka Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Terdapat Peningkatan perbedaan hasil belajar siswa kelas XI setelah penerapan miniatur listrik. Hasil tanggapan respon siswa terhadap penerapan miniatur instalasi listrik menunjukkan respon positif dengan 77% menjawab setuju, dengan kategori Sangat Layak.
Difference Between the Power Consumption Rate of Pre-Paid and Post-Payment Customers: 900 Volt Ampere Mursyidin Mursyidin; Muhammad Syakir; Husnizar Husnizar
Circuit: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : PTE FTK UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/crc.v8i1.17410

Abstract

Both the pre-paid KWH meter and the KWH meter after payment are instruments that PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero), also often abbreviated PLN, uses to determine the printing number of KWH meters used by energy users. There is a problem with smart meters in society; many still have doubts about using them because they are thought to be more expensive. In the village of Alue Ie Mameh, the study is to determine the extent of variation in electricity consumption and the computation of electricity prices for pre-paid and post-payment clients over the course of a month of use. The mix method is the strategy. Ten pre-paid consumers and ten post-payment customers were polled by Objects. In the village of Mameh, post-paying customers use more electricity than pre-paid customers do. The longest-running electrical device used by residents of Alue Ie Mameh is their refrigerator, which operates around the clock.
Purwarupa Pelindung Kebun Berbasis Rangkaian Automatic Transfer Switch Fitria Annisa; Fathiah Mursyidin; Anissa Risky
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 4 No. 1 (2024): April Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/edunitro.v4i1.8570

Abstract

Abstrak— Perkebunan memiliki beberapa alasan untuk menjadi salah satu aspek terpenting bagi negara, antara lain, pangan, ekonomi, ekspor, industri pengolahan, ketahanan lingkungan, pengurangan kemiskinan, serta penyerapan karbon. Namun, banyak faktor yang membuat pekebun tidak bisa terus bercocok tanam dan meningkatkan hasil panen, seperti cuaca yang tidak stabil dan gangguan hama yang merusak lahan perkebunan. Hama yang sering mengganggu petani adalah hewan liar khususnya babi hutan. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan prototype. Metode ini di dukung juga dengan model prototype dan teknik pengumpulan data. Dalam penelitian ini menggunakan model perancangan prototype. Model penelitian prototype merupakan tahapan fase untuk mewujudkan purwarupa atau model awal sebelum menciptakan produk sesungguhnya. Hasil perakitan komponen pelindung kebun setelah melalui banyak tahapan, maka peneliti mengambil bentuk rangkaian, mengikuti rangkaian ATS (Automatic Tranfer Swicth) dengan penggunaan dan penerapan yang berbeda. Arus dalam keadaan standby sebesar 7,7 mA. Merujuk pada tabel batas aman arus listrik pada manusia bahwa arus sebesar ini masih tergolong aman. Dapat disimpulkan untuk tegangan keluaran pada prototipe ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti untuk merancang sebuah prototipe sederhana untuk membantu petani dalam menjaga kebunnya dengan mempermudah agar memberikan waktu luang untuk petani dalam melakukan kegiatan lain tanpa harus menjaga kebunnya setiap saat. Hasil pengujian prototype pelindung kebun ini berjalan sesuai dengan harapan yang menunjukkan tegangan ketika aktif sebesar 7,7 mA dengan arus AC yang berarti membuktikan arus sebesar itu aman bagi manusia.
The High Accurate Automatic School Bell Controller Based On Arduino Uno DS1307 I2C Real-time Clock Dinda, Rizka Anggia; Sadrina, Sadrina; Mursyidin, Mursyidin
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore (JTMMX)
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jtmmx.v4i1.3499

Abstract

Education plays a crucial role in developing human resources with the necessary character and competence to meet the demands of the future Industrial 4.0 revolution. To ensure the effectiveness of the teaching and learning process, schools require supporting facilities and infrastructure. One such component is the school bell, which helps teachers notify students of daily schedules. As technology advances, some schools have adopted an automatic school bell as an alternative to traditional bells. These automatic school bells use Arduino microcontroller technology to ring at scheduled times, automatically improving accuracy and convenience. By utilizing sound output via an Arduino-based system, every created information can be easily delivered and reached. This study follows the System Development Life Cycle (SDLC) method, a widely used system development methodology encompassing hardware and software systems. The research successfully demonstrates an automatic school bell system capable of automatically producing notification sounds, optimizing electricity consumption, and generating precise sound frequencies during teaching and learning activities. The output voltage and current results at various parts of the automatic school bell system range from 4.17 to 5.90 volts and 488 to 602 mA, respectively. At the same time, power consumption achieved about 2.07 to 3.38 Watts. An automatic school bell system simplifies ringing the school bell as it seamlessly integrates with the scheduled timetable (software). As a result, the automatic school bell now rings automatically according to the pre-defined schedule, enhancing efficiency and ensuring timely transitions between classes and breaks.
Sistem Peminjaman Barang Berbasis RFID Qadri, Fitrah; Husnizar, Husnizar; Mursyidin, Mursyidin; Malahayati, Malahayati; Fathiah, Fathiah
Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI) Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI)
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jati.v14i2.12216

Abstract

Informasi adalah data penting yang sepatutnya cepat terakses. Di lingkungan Program Studi Pendidikan Teknik Elektro (PTE), kesulitan sering muncul tentang problematika peminjaman barang antar mahasiswa dan dosen karena tidak ada platform koordinasi. Banyak peserta membutuhkan dengan cepat dan efisien untuk peminjaman barang di institusi tersebut. Tanpa platform yang memadai, komunikasi langsung menjadi sulit, menyebabkan kebingungan, kesulitan jadwal, dan ketidaknyamanan dalam peminjaman. Melacak barang yang dipinjam dan menyampaikan informasi yang akurat juga menjadi masalah. Maka itu perlu adanya aplikasi yang tersedia cepat. Tujuan penelitian ini untuk merancang sistem informasi peminjaman barang berbasis Radio Frequency Identification (RFID) di Program Studi PTE yang terintegrasi dengan website dan menghasilkan produk alat sistem peminjaman berbasis RFID berbentuk prototype. Perancangan alat ini sangat diperlukan untuk memudahkan penyampaian informasi kepada yang membutuhkan. Penelitian ini dibangun menggunakan model pengembangan waterfall. Pengujian sistem alat informasi peminjaman barang berbasis RFID ini menggunakan metode black box testing. Berdasarkan hasil pengujiannya dapat diketahui bahwa alat yang telah dirancang dan dibuat dapat berfungsi dengan baik. Jarak scan tag RFID dengan reader RFID dapat terbaca pada jarak 0 cm sampai 4,5 cm. Sistem ini terintegrasi dengan website sehingga dapat mengetahui informasi ketersediaan barang dimana saja bagi peminjam, dan bagi admin dapat mengetahui siapa yang sedang meminjam barang atau status peminjaman barang.
QUALITY ANALYSIS OF INTERNET OF THINGS-BASED INVENTORY AND LENDING SYSTEM USING ISO/IEC 25010 Mursyidin, Mursyidin; Sadrina, Sadrina; Qadri, Fitrah
JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol 11, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v11i1.3409

Abstract

Abstract: Learning media as a supporting tool for the teaching and learning process. For its use, it is borrowed from the Academic Division and the study program. Often lost and not properly recorded are problems that are often experienced. Inventory management allows proper recording of assets owned. The availability of well-managed goods ensures timely academic services. This research aims to design a multisensor-based inventory and lending system that can improve the efficiency, transparency, and competitiveness of the organization. the method used is prototype with Evaluation of the prototype interface using heuristic evaluation, system quality testing using ISO 25010. Evaluation results obtained that the Internet of Things-based inventory and lending application has been well designed and meets the heuristic criteria. system quality test results have met stakeholder expectations, especially in terms of innovation and competitive advantage and provide satisfaction to users.            Keywords: inventory and lending system; ISO 25010; internet of things  Abstrak: Media pembelajaran sebagai alat pendukung terjadinya proses belajar mengajar. Untuk penggunaannya meminjam pakai dari Bidang Akademik maupun program studi. Sering hilang dan tidak tercatat dengan baik menjadi permasalahan yang sering di alami. Pengelolaan inventaris memungkinkan pencatatan yang tepat terhadap aset yang dimiliki. Ketersediaan barang yang terkelola dengan baik memastikan pelayanan akademik yang tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem inventaris dan peminjaman barang berbasis multisensor yang dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan daya saing organisasi. metode yang digunakan adalah prototype dengan Evaluasi antarmuka prototype menggunakan evaluasi heuristic, pengujian kualitas sistem menggunakan ISO 25010. Hasil evaluasi Evaluasi didapat bahwa aplikasi inventaris dan peminjaman barang berbasis Internet of Things telah dirancang dengan baik dan memenuhi kriteria-kriteria heuristic. hasil uji kualitas sistem telah memenuhi harapan stakeholder, terutama dalam hal inovasi dan keunggulan kompetitif serta memberikan kepuasan kepada pengguna. Kata kunci: sistem inventaris dan peminjman; ISO 25010; internet of things 
Model Pelatihan Literasi Digital dan Keamanan Siber Adaptif untuk Generasi Muda dan Orang Tua: Studi Kasus Kebutuhan di Aceh dan Pembelajaran dari Komunitas Urban Ramindra Rd. Bangkok Fathiah; Baihaqi Baihaqi; Mursyidin Mursyidin; Yuswardi Yuswardi
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 2 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/seumike.v1i2.0062

Abstract

Artikel ini membahas pengembangan model pelatihan literasi digital dan keamanan siber yang adaptif bagi generasi muda dan orang tua, berdasarkan studi kebutuhan di Aceh serta pembelajaran dari komunitas urban Ramindra Rd., Bangkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil studi di Aceh menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman antara generasi muda dan orang tua terkait penggunaan teknologi serta rendahnya kesadaran terhadap risiko keamanan digital, terutama dalam keluarga yang aktif menggunakan media sosial. Sementara itu, komunitas di Ramindra Rd. Bangkok menunjukkan praktik pelatihan berbasis komunitas yang inklusif, berbasis pengalaman, dan mudah diakses oleh lintas generasi. Berdasarkan kedua temuan tersebut, dirumuskan sebuah model pelatihan adaptif yang menggabungkan pendekatan berbasis konteks lokal, pembelajaran intergenerasional, serta metode partisipatif. Model ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk meningkatkan ketahanan digital masyarakat di era transformasi digital yang semakin cepat.