Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Cultural Reproduction of the Jawi Book in the Recitation Tradition in Palembang Bety Bety; Ris'an Rusli; Choirunniswah Choirunniswah; Mohammad Syawaluddin; Maryam Maryam
Khazanah Sosial Vol. 5 No. 4 (2023): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ks.v5i4.22677

Abstract

The Jawi Books, an essential component of Islamic teachings in Southeast Asia, plays a vital role in cultural and religious education. Its study in Palembang, Indonesia, provides insights into the processes of cultural reproduction and adaptation within a contemporary context. This qualitative research explores the teaching methods, motivations, and cultural implications associated with studying the Jawi Books in Palembang. The methodology includes interviews with local scholars, observations of teaching sessions, and an analysis of the content and usage of the Jawi Book in various religious assemblies. The research discovered that the primary motivation for studying the Jawi Books is to aid local congregations in understanding Arabic texts. Despite its historical roots, the Jawi Books remains a significant source of religious knowledge, supported by a strong network of scholars across regions such as Kalimantan, Aceh, Malaysia, and Thailand. The teaching methods are varied, combining traditional approaches like the talaqqi method with modern digital platforms, including YouTube. The study uncovers a symbolic power struggle in the interpretation between Hadromaut and local Palembang clerics, suggesting widespread cultural assimilation. The study of the Jawi Books in Palembang is a prime example of cultural reproduction, adapting traditional Islamic teachings to contemporary needs and contexts, which is crucial for maintaining the relevance and transmission of religious knowledge across generations. These findings underscore the importance of local interpretations and teaching methods in preserving cultural and religious identities in an increasingly globalized world.
Analisis Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa melalui Model Project-Based Learning (PjBL) pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II di SDN 79 Seluma Eli Fitri Uliza; Maryam Maryam; Fera Zasrianita; Yosi Yulizah; Heny Friantary
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4926

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih sering didominasi oleh metode konvensional yang berpusat pada guru sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa belum optimal. Kondisi tersebut menuntut adanya model pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL) pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II di SDN 79 Seluma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian berjumlah 10 siswa yang sekaligus dijadikan sampel dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 5 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes (pretest dan posttest), observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen mencapai rata-rata 83% dengan kategori aktif, sedangkan kelas kontrol sebesar 64% dengan kategori cukup. Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen juga mengalami peningkatan dari rata-rata nilai pretest sebesar 61 menjadi 84 pada posttest. Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai thitung = 1,176 lebih kecil daripada ttabel = 2,306 pada taraf signifikan 0,05 sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Project-Based Learning (PjBL) secara deskriptif mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa serta dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran inovatif di sekolah dasar.
Analisis Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Diskusi dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas V di MI Terpadu Mutiara Assyifa Kota Bengkulu Rahma Ulandari; Maryam Maryam; Fera Zasrianita; Heny Friantry; Yosi Yulizah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4927

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar tidak hanya menekankan penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan siswa dalam mengomunikasikan ide matematis secara lisan maupun tertulis. Rendahnya kemampuan komunikasi matematika siswa menjadi salah satu permasalahan yang perlu diatasi melalui penerapan model pembelajaran yang aktif dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran kolaboratif berbasis diskusi dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas V di MI Terpadu Mutiara Assyifa Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif berbasis diskusi mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sebesar 80%. Kemampuan komunikasi matematika siswa juga mengalami peningkatan pada indikator menjelaskan langkah penyelesaian sebesar 72%, menyampaikan ide secara lisan sebesar 64%, menggunakan simbol dan bahasa matematika sebesar 68%, serta menanggapi pendapat teman sebesar 60%. Selain itu, kepercayaan diri siswa dalam melakukan presentasi meningkat hingga 64%. Faktor pendukung pembelajaran meliputi lingkungan belajar yang interaktif, peran guru sebagai fasilitator, dan kerja sama kelompok, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan siswa, kurangnya rasa percaya diri, dan keterbatasan waktu diskusi. Dengan demikian, pembelajaran kolaboratif berbasis diskusi efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa sekolah dasar.