Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ruang

Pergeseran Desain Konstruksi Lantai Panggung Dalam Perkembangan Arsitektur Nusantara Puteri Fitriaty
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 5 No 2 September (2013): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v5i2 September.151

Abstract

Konstruksi lantai panggung merupakan identitas sekaligus elemen yang paling penting dari arsitektur vernakular di Indonesia. Konstruksi panggung melibatkan berbagai macam isyu, seperti: ventilasi, kenyamanan termal, keamanan dan keselamatan. Selain itu konstruksi lantai panggung juga melibatkan aspek sosial-budaya penghuni yang telah tercipta selama beratus tahun yang lalu.Namun elemen penting ini menghilang dari ekspresi wajah rumah tinggal modern yang dibangun beberapa dekade terakhir di Indonesia. Hilangnya elemen penting dari identitas arsitektur nusantara tersebut patut untuk ditelusuri melalui perkembangan dan pergeseran desain arsitektur di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi penyebab terputusnya penerapan elemen konstruksi panggung dalam desain rumah yang ada di Indonesia, serta kapan hal tersebut mulai berlangsung. Studi dilakukan dengan penelusuran sejarah dan perkembangan bentuk arsitektur rumah di Indonesia sejak munculnya arsitektur vernakular hingga arsitektur modern yang ada saat ini. Hasil studi mengindikasikan bahwa hilangnya konstruksi panggung dari desain rumah tropis di nusantara dimulai saat periode pendudukan Belanda yang membawa teknologi dan desain rumah yang baru dari negara asalnya. Perubahan kebutuhan, keinginan, preferensi dan harapan dari penduduk asli dalam era modern juga merupakan faktor penting dalam proses ini.
Aspek Keberlanjutan Dalam Konsep Arsitektur Biomimikri, Biomorfik Dan Arsitektur Ekologis Dwi Utomo, Muhammad; Yusuf, Moh; Fitriaty, Puteri; Bassaleng, Andi Jiba Rifai
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 19 No 1 (2025): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v19i1.206

Abstract

This study explores the relationship between biomimicry, biomorphic, and ecological architecture, and aims to determine whether biomimicry and biomorphics can be categorized into ecological architecture. Biomimicry architecture mimics nature's shapes, systems, and mechanisms to create efficient and sustainable designs, while biomorphic architecture focuses more on nature-inspired organic aesthetics and forms. This study uses a descriptive-comparative approach, analyzing the basic principles of the three architectural approaches based on the theory developed by Frick (2007) about the principles of ecological architecture. The results show that biomimicry architecture is very much in line with the principles of ecological architecture, especially in terms of energy efficiency and sustainability, with a high average score. In contrast, biomorphic architecture is more aesthetically oriented and tends to meet sustainability criteria less, although it still contributes positively to the experience of the space. The study concludes that biomimicry architecture can be classified as part of ecological architecture, while biomorphic is more complementary in aesthetic aspects.