Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH WAKTU DAN DOSIS TERHADAP EFEKTIVITAS ADSORPSI RHODAMINE B OLEH GRAPHENE OXIDE SYAKIR, NORMAN; OKTAVIANI, DEBY; FITRILAWATI, FITRI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jme.v13i2.49307

Abstract

Pada penelitian ini dipelajari pengaruh waktu dan dosis terhadap adsorpsi Rhodamin B (RhB) dalam air oleh Graphene Oxide (GO). Eksperimen adsorpsi dilakukan dengan cara mencampurkan dispersi GO ke dalam larutan RhB dengan memvariasikan waktu pengadukan dan rasio massa RhB:GO. Filtrat yang didapatkan pada proses adsorpsi dikarakterisasi dengan menggunakan spektofotometer UV-Vis. Hasil eksperimen menunjukkan waktu pengadukan mempengaruhi jumlah adsorbat yang teradsorpsi. Semakin lama waktu pengadukan, maka semakin banyak pula adsorbat RhB yang terserap pada permukaan GO. Pada 5 menit pertama terserap sebanyak 51% dan setelah menit ke-360 terserap sebanyak 61%. Selain itu, jumlah massa GO yang digunakan mempengaruhi jumlah penghapusan RhB, semakin banyak massa GO yang digunakan maka semakin banyak pula RhB yang teradsorpsi pada permukaan GO. Untuk rasio massa RhB:GO =1:1 diperoleh jumlah RhB yang teradsorpsi oleh 0,25 mg massa GO sebesar 29%, sedangkan pada 5 mg massa GO adalah sebesar 79%
KARAKTERISTIK LAPISAN KOMPOSIT rGO/CeO2 SEBAGAI ELEKTRODA PADA MODEL SUPERKAPASITOR SIMETRIS DENGAN ELEKTROLIT POTASIUM KLORIDA THALLAH, SALSA INDAH MAULIA; FITRILAWATI, F; JONI, I MADE; SYAKIR, NORMAN
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 12, No 02 (2022)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.138 KB) | DOI: 10.24198/jme.v12i02.44897

Abstract

AbstrakSuperkapasitor merupakan komponen penyimpanan energi yang memiliki rapat daya dan rapat energi lebih baik dibandingkan dengan baterai dan kapasitor konvensional. Pada penelitian ini diuji karakteristik lapisan komposit reduced graphene oxide/cerium oxide (rGO/CeO2) sebagai elektoda pada model superkapasitor simetris. Komposit rGO/CeO2 dibuat dari dispersi graphene dioxide (GO) dalam air dan serbuk CeO2 dengan perbandingan 60:40 yang dikenakan proses hidrotermal pada suhu 150°C selama 12 jam. Untuk elektroda superkapasitor, lapisan komposit rGO/CeO2 dideposisi dengan metode spray coating di atas pelat nikel (Ni). Superkapasitor dibuat dengan model sel simetris dari sepasang elektroda lapisan rGO/CeO2 dan 1M KCl sebagai elektrolit. Dari karakterisasi cyclic voltammetry (CV) didapatkan nilai kapasitansi spesifik, energi spesifik, daya spesifik dari model superkapasitor yang dibuat masing-masing adalah 160,59 F/g, 22,30 Wh/kg, 3857,94 W/kg yang diukur pada scan rate 10 mV/s. Dari Ragone plot dapat disimpulkan bahwa sel superkapasitor yang menggunakan elektroda rGO/CeO2 memiliki karakteristik superkapasitor dan memiliki performa yang baik.Kata kunci: proses hidrotermal, komposit rGO/CeO2, superkapasitor AbstractSupercapacitors are energy storage components that have better power density and energy density compared to conventional batteries and capacitors. In this research, the characteristics of the reduced graphene oxide/cerium oxide (rGO/CeO2) composite layer as an electode were tested in a symmetrical supercapacitor model. The rGO/CeO2 composite was prepared from dispersion of graphene oxide (GO) in water and CeO2 powder with a ratio of 60:40 in a hydrothermal process at 150°C for 12 hours. As the supercapacitor electrodes, a composite layer of rGO/CeO2 was deposited using the spray coating method on a nickel (Ni) plate. The supercapacitor was made with a symmetrical cell model from a pair of layered electrodes of rGO/CeO2 and 1M KCl as the electrolyte. From the results of the cyclic voltammetry (CV) characterization, the values for specific capacitance, specific energy, specific power of 160.59 F/g, 22.30 Wh/kg, 3857.94 W/kg, which occurred at a scan rate of 10 mV/ s. From the results of the ragone plot, it can be concluded that supercapacitor cells with rGO/CeO2 electrodes have supercapacitor characteristics and have good performance.keywords: Hydrothermal process, rGO/CeO2 composite, supercapacitor
KARAKTERISTIK SERAT NANO PVA YANG DIBUAT MENGGUNAKAN ELEKTROSPINNING DENGAN KOLEKTOR STATIK WIBOWO, ZANETA HELGA LOVELY; SYAKIR, NORMAN; FITRILAWATI, F; FAIZAL, FERRY; SAFRIANI, LUSI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 12, No 01 (2022)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5163.98 KB) | DOI: 10.24198/jme.v12i01.43204

Abstract

Metode electrospinning adalah metode pembuatan nanofiber dengan menggunakan pengaruh medan listrik untuk menghasilkan pancaran larutan polimer yang bermuatan listrik. Pada penelitian ini dilakukan studi pembuatan nanofiber polivinil alkohol (PVA) dari larutan PVA dengan berbagai viskositas menggunakan peralatan electrospinning dengan kolektor statik. Dengan menggunakan Scanning electron microscopy (SEM) tampak bahwa nanofiber yang dihasilkan dengan menggunakan parameter tegangan 15 kV, laju alir 0,5 mL/jam, dan jarak antara ujung jarum dengan kolektor 10 cm,  adalah homogen, kontinu, dan tanpa bead (beads free). Dari citra SEM dan bantuan software ImageJ, yang dilanjutkan dengan fitting menggunakan software Origin didapatkan bahwa diameter fiber rata-rata yang dihasilkan dari larutan PVA dengan viskusitas 324 mPas, 659 mPas, dan 1.210 mPas adalah berturut-turut 173,79 nm, 189,5 nm, dan 315,73 nm. Tampak bahwa semakin besar viskositas larutan PVA yang digunakan maka diameter dari nanofiber yang dihasilkan juga semakin besar.Kata kunci: PVA, nanofiber, electrospinning, viskositas, diameter 
PERBANDINGAN PENDEKATAN FUNGSI GAUSS DAN FUNGSI LORENTZ PADA DEKOMPOSISI POLA XRD OKSIDA GRAFENA DAN OKSIDA GRAFENA TEREDUKSI SAFIRA, VINNY RAMADIANITA NUR; PERKASA, MUHAMMAD BAYU; FITRILAWATI, F; SYAKIR, NORMAN
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 12, No 01 (2022)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1458.785 KB) | DOI: 10.24198/jme.v12i01.43250

Abstract

Dekomposisi terhadap data X-ray Diffraction (XRD) menjadi penting untuk dilakukan ketika pola difraktogram yang dihasilkan pada suatu bahan memiliki karakteristik yang melebar atau tidak simetris. Dibandingkan dengan identifikasi pola XRD yang standar, identifikasi melalui dekomposisi data XRD dapat memberikan informasi yang lebih tepat. Ada beberapa parameter yang dapat diperoleh melalui dekomposisi pola XRD antara lain: posisi puncak, nilai full width at half maximum (FWHM), dan nilai intensitas dari tiap puncak. Dalam penelitian ini dilakukan dekomposisi data XRD bahan graphene oxide (GO) dan reduced graphene oxide (rGO) dengan menggunakan dua pendekatan fungsi, yakni fungsi Gauss dan fungsi Lorentz. Dekomposisi menggunakan scientific graphic software menunjukkan data XRD GO menghasilkan nilai R-square yang lebih tinggi ketika digunakan pendekatan fungsi Lorentz, sedangkan data XRD rGO menghasilkan nilai R-square yang lebih tinggi ketika digunakan pendekatan fungsi Gauss. Dekomposisi data XRD GO menghasilkan sebuah puncak dengan nilai 2θ=10,781° yang bersesuaian dengan jarak antar lapisan d=8,2 Å. Dekomposisi data XRD rGO menghasilkan empat puncak yang diindikasikan sebagai satu fase GO dan tiga fase rGO yang berbeda-beda. Masing-masing puncak 2θ pada hasil dekomposisi data rGO tersebut berkaitan dengan jarak antar lapisan tiap fase secara berurutan adalah 7,34 Å; 4,30 Å; 3,67 Å; dan 3,38 Å.Kata kunci: pola XRD, dekomposisi, fungsi Gauss, fungsi Lorentz, oksida grafena
STUDI REDUKSI GRAPHENE OXIDE SECARA KIMIA DENGAN MENGGUNAKAN ASCORBIC ACID YANG RAMAH LINGKUNGAN FITHRI, HAFIDHEA LUTHFIANA; FITRILAWATI, F; SYAKIR, NORMAN
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 12, No 02 (2022)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.069 KB) | DOI: 10.24198/jme.v12i02.45078

Abstract

Untuk menghasilkan bahan graphene like dalam jumlah besar sering dipergunakan proses reduksi secara kimia dengan menggunakan senyawa hydrazine sebagai agen pereduksi, namun senyawa tersebut sangat berbahaya bagi lingkungan. Sebagai pengganti hydrazine, banyak diteliti ascorbic acid (AA) sebagai agen pereduksi yang ramah lingkungan. Dalam penelitian ini untuk menghasilkan reduced graphene oxide (rGO) dilakukan proses reduksi graphene oxide (GO) secara kimia dengan menggunakan ascorbic acid. Proses reduksi dilakukan dengan mencampurkan dispersi GO dengan larutan AA yang dilanjutkan dengan pengadukan selama 24 jam pada suhu 65°C. Hasil karakterisasi dengan  spektrofotometer  UV-Vis memperlihatkan adanya penurunan nilai bandgap dari 3,36 eV pada GO menjadi sebesar 2,63 eV setelah dikenakan proses reduksi menggunakan AA. Spektrum Fourier-Transform Infrared (FTIR) dari rGO menunjukkan penurunan gugus fungsi oksigen setelah dilakukan reduksi dengan AA. Selain itu hasil pengukuran Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS) menunjukkan peningkatan rasio  C/O dari 1,27  menjadi 2,74  dan hasil pengukuran X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan penurunan jarak interlayer dari 8,2 Å menjadi 3,198 Å setelah dilakukan proses reduksi.Kata kunci: reduksi secara kimia, graphene oxide,reduced graphene oxide, ascorbic acid
ANALISIS TDS, PH, DAN COD UNTUK MENGETAHUI KUALITAS AIR DI DESA CILAYUNG REVANSYAH, MUHAMMAD ARYA; MEN, LIU KIN; SETIANTO, S; F, FITRILAWATI; SAFRIANI, LUSI; APRILIA, ANNISA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 12, No 02 (2022)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.745 KB) | DOI: 10.24198/jme.v12i02.41305

Abstract

Air adalah molekul kimia yang terbentuk melalui ikatan kovalen antara satu atom oksigen dan dua atom hidrogen. Air memiliki sifat alami yang mudah terlarut sehingga mudah terkontaminasi oleh zat lain. Kegiatan pembuangan limbah cair di tempat terbuka dapat mengkontaminasi air tanah dan permukaan sehingga terjadi penurunan kualitas air. Oleh karena itu, pemeriksaan kualitas air perlu dilakukan. Salah satu desa yang berada di dekat kampus Unpad Jatinangor adalah Desa Cilayung yang memiliki sejumlah permasalahan terkait air. Dengan menguji parameter pH, TDS, dan COD, penelitian dilakukan untuk mengetahui kualitas air yang dimanfaatkan warga Desa Cilayung sehari-hari. Metode kuantitatif dan kualitatif digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Menggunakan 100 mL sampel air, parameter tersebut diukur dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan mewawancarai warga setempat dan mensosialisasikan hasil dari riset kualitas air tersebut. Selain itu, analisis dilakukan untuk mengetahui apakah kualitas air sesuai dengan standar. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas air di Desa Cilayung secara umum masih dalam batas wajar untuk penggunaan sehari-hari. Secara keseluruhan, pH air di Desa Cilayung berada dalam rentang 6,13-7,84, TDS berada dalam rentang 51-163 mg/l, dan COD berada dalam rentang 0-175.Kata kunci: Kualitas Air, TDS, pH, COD, Desa Cilayung, Kuliah Kerja Nyata
PENGARUH PH TERHADAP EFISIENSI ADSORPSI METIL BIRU OLEH OKSIDA GRAFENA DHARMAKALIH, SALSABILA AZ ZAHRANI; SYAKIR, NORMAN; F, FITRILAWATI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jme.v14i1.52185

Abstract

Graphene Oxide (GO) merupakan material yang banyak diteliti sebagai adsorben untuk menghilangkan polutan warna dalam air karena memiliki karakteristik luas permukaan spesifik yang tinggi . Pada penelitian ini dipelajari pengaruh pH terhadap efisiensi GO dalam mengadsorpsi Methylene Blue (MB). Uji adsorpsi dilakukan dengan mencampur dispersi GO (1 mg/mL) dan larutan MB (5 mg/L) dengan rasio massa GO:MB=1:1 pada berbagai variasi pH. Campuran tersebut diaduk dalam rentang waktu tertentu, kemudian sampel tersebut dicuplik untuk diukur absorbansi maksimum MB untuk mengestimasi efisiensinya. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa pH larutan MB dapat mempengaruhi efisiensi GO dalam mengadsorpsi MB. Pada kondisi basa dengan pH 9, efisiensinya 79%, sedangkan pada kondisi asam dengan pH 3 efisiensinya 31%. Namun, ketika pH larutan MB ditingkatkan menjadi 11, efisiensi adsorpsi berubah menjadi 53%. Kata kunci: Adsorpsi, graphene oxide (GO), methylene blue (MB), pH, efisiensi
PENGARUH PH PADA EFISIENSI ADSORPSI DAN KAPASITAS DALAM PROSES ADSORPSI RHODAMINE B OLEH GRAPHENE OXIDE Yuliani, Dilla Dwi; F, FITRILAWATI; Syakir, Norman
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jme.v14i2.53131

Abstract

Graphene Oxide (GO) banyak digunakan sebagai material adsorben pewarna sintetis karena memiliki luas permukaan spesifik yang tinggi dan memiliki gugus fungsi oksigen yang bersifat hidrofilik. Pada penelitian ini dikaji kemampuan GO mengadsorpsi Rhodamine B (RhB) pada berbagai kondisi pH. Eksperimen adsorpsi dilakukan dengan mencampur dispersi GO (1 mg/mL) dan larutan RhB (5 mg/L) dengan rasio massa GO:RhB=1:10 pada berbagai variasi pH. Campuran tersebut diaduk dalam rentang waktu tertentu, kemudian sampel tersebut dicuplik untuk diukur absorbansi maksimum RhB untuk mengestimasi efisiensinya. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa pH larutan RhB dapat mempengaruhi efisiensi GO dalam mengadsorpsi RhB. Efisiensi adsorpsi maksimum dan kapasitas maksimum terjadi pada pH 3,6 (larutan HCl) sebesar 67,3% dengan kapasitas sebesar 65,03 mg/g. Efisiensi adsorpsi minimum dan kapasitas minimum terjadi pada pH 9,9 (larutan KOH) yaitu sebesar 47,3% dengan kapasitas 45,67 mg/g. Model kinetika pseudo first order merupakan model kinetika yang cocok dengan hasil eksperimen adsorpsi terjadi secara fisik.
Influence of Polymer Matrix on The Morphology and Crystallization Behavior of Electrospun Zinc Oxide Fibers Aprilia, Annisa; Permana, Diki; Safriani, Lusi; Fitrilawati, Fitrilawati
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol. 10 No. 1 (2025): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 10 Issue 1, April 2025
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.101.01

Abstract

ZnO finds widespread applications such as in photocatalysis, sensors, medicine, and other optoelectronic devices. The characteristics of ZnO can be influenced by several parameters, one of which is morphology. Fiber structures are attractive for research among various shapes and sizes due to their large effective surface area. ZnO fibers can be produced using electrospinning. However, the fiber morphology strongly depends on several important parameters, one of them is the characteristics of the polymer as a matrix. The molecular weight and concentration of the polymer and precursor material influence the solution viscosity, which is one of the crucial parameters in the electrospinning method. In this study, ZnO fibers were fabricated using three different polymers as matrices: PVP (polyvinyl pyrrolidone), PVAc (polyvinyl acetate), and PVA (polyvinyl alcohol). This research investigates the influence of polymer type on the morphology of ZnO fibers and crystallization behavior based on thermal characteristics. Based on SEM results, ZnO fibers were successfully fabricated with diameters ranging from 20–90 nm. The different characteristics are related to the type of polymer matrices and heating treatment. Only the PVA polymer could produce fibers before and after calcination, whereas the PVAc polymer-based fiber vanished after calcination. The disappearance of the fiber morphology is probably caused by the relatively high precursor (ZnAc) concentration, which leads to damage to the fibers formed during the calcination process. PVP failed to produce fibers, possibly due to its low polymer molecular weight, necessitating adjustment of other parameters. The removal of organic compounds through calcination continued until a temperature of 450ºC was reached. However, organic compounds were still identified in the samples based on FTIR characteristics. The ZnO/PVA fibers have hydrophobic surfaces, with the contact angle of water droplets being 117.75º. This characteristic is ideal for several applications such as antibacterial compounds or self-cleaning materials. Considering the inherent properties of ZnO, it can function as both an antibacterial and a photocatalytic agents simultaneously.