Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perbandingan Kinerja Perbankan Syariah Antara Sebelum dan Saat Terjadi Pandemi Covid-19 Diah Paramita Amitarwati; Agung Prabowo; Supriyanto Supriyanto; Supriyono Supriyono; Suwali Suwali
Perwira Journal of Economics & Business Vol 3 No 01 (2023)
Publisher : UNPERBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjeb.v3i01.167

Abstract

The Covid-19 pandemic has had a tremendous impact on all walks of life. The economic sector is one experienced a worsening impact and the banking sector is no exception. Sharia banking will complex challenges when compared to conventional banking considering caused Sharia banking used a profit-sharing contract. For this reason, it is necessary to conduct research that analyzes the performance of Sharia banking during the Covid-19 period. The performance in this study focuses on aspects financing of distribution. The purpose of this study was determined the difference performance of Sharia banking between before and during covid-19, with three variables of TPF, FDR and NPF. The second objective is to see the effect of the three independent variables partially and simultaneously on banking performance both before and during Covid-19. This type of research is quantitative. Statistical tests used include t test, F test, and linear regression. The data used is secondary data obtained from the Indonesian Banking Statistics Report issued by the Financial Services Authority. Data processing is used SPSS. Data period before the pandemic took of January-December 2019 and during the pandemic took of January-December 2020. The results of this research, FDR variable has differences between before and during the Covid-19 pandemic. There is no difference between TPF and NPF variables before and during the Covid-19 pandemic. The results of the second study stated that the TPF and FDR variables had partial and simultaneous effect on the performance of financing distribution, while the NPF variable had no effect either partially or simultaneously on the financing performance of Sharia Banking.
ANALISIS PENDAPATAN RETRIBUSI PASAR DI KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN UJI ANOVA SATU ARAH Agung Prabowo; Susi Susilawati; Diah Paramita Amitarwati
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v1i2.63

Abstract

One of the local retribution is the market retribution. This market retribution is included in the general service levy which has a potential contribution to the improvement of development and community welfare. To determine the market levy rate, the government uses the Market Levy Collection Implementation Guideline which categorizes the market into class I, II, III and IV markets. In managing market retribution, the Banyumas Regency Government gives authority to the Department of Industry and Trade. In practice, market management is divided into several service technical management units (STMU), namely (1) STMU Market for East Banyumas Region, (2) STMU Market for West Banyumas Region, (3) STMU Market for Purwokerto I Region, and (4) STMU Pasar Purwokerto II Region. Each STMU has its own working area which consists of a combination of several market classes. The purpose of this study was to analyze the market retribution income based on the STMU of the market area in Banyumas Regency. This study uses secondary data in the form of market retribution income data in January-July 2021 obtained from the Banyumas Regency Industry and Trade Office. Based on the results of the analysis with the one-way ANOVA test, it was found that there were differences in market retribution income for the four markets STMU in Banyumas Regency. The average retribution income for the STMU Pasar areas of East Banyumas, West Banyumas, Purwokerto I and Purwokerto II is IDR 119,860,439, IDR 128,914,779, IDR 77,952,250, and IDR 49,736,959.
Penentuan Besar Dana Tabarru’ Berdasarkan Tabel Mortalitas Indonesia 2019 dan Hukum de Moivre Agung Prabowo
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v2i2.136

Abstract

Dana tabarru’ adalah kumpulan dana yang berasal dari kontribusi peserta, yang mekanisme penggunaannnya sesuai dengan perjanjian asuransi. Dana tabarru’ ini berfungsi sebagai dana sosial yang difungsikan untuk menolong peserta yang mengalami musibah. Asuransi jiwa berdasarkan pengelolaan dananya dibedakan menjadi dua yaitu asuransi jiwa dengan unsur tabungan dan asuransi jiwa tanpa unsur tabungan. Pada asuransi jiwa tanpa unsur tabungan tidak terdapat dana khusus untuk dana tabarru’. Premi dapat dimasukkan ke dalam dana peserta untuk dikembangkan, kemudian keuntungan akan dikembalikan kepada peserta yang tidak mengalami musibah, sedangkan keuntungan perusahaan akan digunakan untuk pembiayaan operasional perusahaan. Hal ini dapat membuat kesulitan dalam pembagian surplus operasional karena tidak terdapat persentase yang jelas untuk dana tabarru’. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase dana tabarru’ dengan Tabel Mortalitas berdasarkan hukum de Moivre dan Tabel Mortalitas Indonesia 2019. Penelitian ini menggunakan metode Cost of Insurance yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu TMI 2019, asumsi hasil investasi, dan asumsi biaya pengelolaan. Simulasi kasus menunjukkan bahwa besar persentase dana tabarru’ menggunakan hukum de Moivre lebih besar dibandingkan tanpa menggunakan hukum de Moivre.
Konstruksi Tabel Mortalitas untuk Laki-Laki Menggunakan Hukum Makeham dengan Mengacu pada TMI 2019 Azkiyatul Azizah; Erlinda Dewi Ratnasari; Andina Salma Mukhtar; Eliza Nazilul Falah; Agung Prabowo
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v2i2.137

Abstract

Tabel mortalitas merupakan gambaran mengenai kehidupan seorang individu dengan banyaknya individu yang bersifat hipotesis dan jumlahnya berangsur-angsur berkurang disebabkan kematian. Tabel mortalitas dikonstruksikan secara matematis untuk memberikan deskripsi secara lengkap mengenai angka kematian dan harapan hidup serta menunjukkan pola kematian dari sekumpulan orang yang dilahirkan pada waktu yang sama berdasarkan usia yang telah dicapainya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui cara mengonstruksi tabel mortalitas dengan mengacu pada TMI 2019 untuk laki-laki dengan menggunakan hukum mortalitas Makeham. Konstruksi peluang meninggal pada TMI 2019 untuk laki-laki dengan menggunakan hukum mortalitas Makeham diperoleh dengan pendekatan uniformly distribution of death (UDD). Hasil konstruksi peluang meninggal pada TMI 2019 untuk laki-laki dengan menggunakan hukum mortalitas Makeham cenderung lebih rendah apabila dibandingkan dengan peluang meninggal pada TMI 2019 untuk laki-laki. Pada hasil konstruksi dengan hukum mortalitas Makeham, peluang meninggal terendah terjadi pada umur 0 tahun yaitu 0,001104978, sedangkan peluang meninggal tertinggi terjadi pada umur 111 tahun yaitu sebesar 1.