Russ Bona Frazila
Kelompok Keahlian Transportasi, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesa 10 Bandung 40132.

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS FASILITAS KONEKTIVITAS ANTARMODA DI DALAM BANDARA DHOHO KEDIRI Sant, Cisna Argipuspa Rahmaesthi; Frazila, Russ Bona; Nugroho, Taufiq Suryo
Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v24i2.8974.134-147

Abstract

Kemudahan pergerakan dalam perencanaan transportasi dinilai menggunakan indikator seperti aksesibilitas,waktu perjalanan, dan biaya. Konektivitas sangat penting bagi jaringan transportasi, terutama di simpul-simpulseperti terminal di mana pergantian moda terjadi. Makalah ini menganalisis konektivitas di terminalpenumpang Bandara Internasional Dhoho Kediri, yang direncanakan sebagai simpul yang melayani wilayahbarat daya Jawa Timur. Sebagai pusat transportasi, bandara ini harus memfasilitasi pergerakan masyarakat danmemberikan kenyamanan bagi penumpang. Oleh karena itu, analisis difokuskan pada konektivitas antarmodadari perspektif pejalan kaki di dalam terminal. Metode yang digunakan adalah model mikrosimulasi pergerakanpenumpang untuk meminimalkan waktu tunggu dan kepadatan antrean, sehingga meningkatkan kenyamananpenumpang saat berganti moda. Meningkatkan konektivitas antar moda di bandara ini dapat mengoptimalkanfungsinya sebagai simpul jaringan transportasi.
Analisis Deteriorasi Perkerasan Jalan Tol Terdampak Banjir dengan Model Markov Chain Transisi Homogen dan Non-Homogen Saputro, Danang; Frazila, Russ Bona; Zukhruf, Febri
Jurnal Teknik Sipil Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2025.32.2.13

Abstract

Abstrak Model dan analisis yang mampu meramalkan dampak banjir terhadap kinerja perkerasan jalan raya, sangat penting untuk mengantisipasi penurunan kekuatan struktur perkerasan pasca terjadinya banjir. Model probabilistik, seperti Markov Chain, dianggap lebih realistis daripada model deterministik seperti HDM-III (Patterson), yang kurang sesuai untuk menilai perkerasan jalan tol yang terdiri dari perkerasan kaku dengan lapisan blacktop AC-WC. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan model Markov Chain dengan MPT Homogen dan MPT Non-Homogen dalam menganalisis deteriorasi perkerasan jalan tol khususnya jika terdapat kejadian seperti banjir sehingga akan diketahui MPT mana yang lebih sesuai untuk digunakan dalam kondisi tersebut. Analisis yang dilakukan pada jalan tol Jakarta-Cikampek dan Padaleunyi selama periode tahun 2020-2023 menghasilkan nilai MAPE model Markov Chain dalam kategori akurasi layak/wajar sebesar 25.75% untuk MPT Homogen dan 22.50% untuk MPT Non Homogen. Berdasarkan hal tersebut, model Markov Chain dengan MPT Non Homogen lebih tepat digunakan untuk memodelkan deteriorasi perkerasan jalan tol selama periode terjadinya kejadian khusus misalnya banjir dibandingkan dengan MPT Homogen. Penelitian ini juga menunjukkan perbedaan pola program pemeliharaan (frekuensi dan tingkat penanganan) di mana model Markov Chain menghasilkan luasan proyeksi kebutuhan program pemeliharaan berupa rehabilitasi mayor tahun 2024-2028 lebih besar dibandingkan rencana jangka panjang yang telah disusun menggunakan model deteriorasi IRI HDM-III (Patterson). Kata-kata Kunci: Banjir, Deteriorasi, Markov Chain, Model Performa Perkerasan. Abstract The loss in pavement structural strength following flooding must be predicted using models and analysis that can forecast how flooding would affect highway pavement performance.  When evaluating highway pavements made up of stiff pavements with AC-WC blacktop layers, probabilistic models like Markov Chain are seen to be more realistic than deterministic models like HDM-III (Patterson). This study compares the application of Markov Chain models with Homogeneous and Non-Homogeneous TPM in assessing toll road pavement deterioration, particularly during floods, in order to determine whether TPM is more suited for usage in these circumstances. The analysis of the 2020–2023 Jakarta–Cikampek and Padaleunyi toll roads produced a MAPE value for the Markov Chain model in the acceptable/reasonable accuracy category of 22.50% for the Non-Homogeneous TPM and 25.75% for the Homogeneous TPM. This suggests that, in contrast to the Homogeneous TPM, the Markov Chain model with Non-Homogeneous TPM is more suited for simulating pavement deterioration on toll roads during times of unusual occurrences, such floods. Additionally, this study illustrates differences in maintenance program patterns (frequency and treatment level), with the Markov Chain model generating a larger projection of maintenance program needs in the form of major rehabilitation for 2024-2028 than the long-term plan which was created using the IRI HDM-III (Patterson) deterioration model. Keywords: Flood, Deterioration, Markov Chain, Pavement Performance Model
Penurunan Beban Emisi Jaringan Jalan DKI Jakarta Dari Penerapan Jalan Tol Jorr Ulujami - Kebon Jeruk Yang Dapat Diakses Oleh Bus Siami, Lailatus; Sofyan, Asep; Frazila, Russ Bona
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i1.696

Abstract

Salah satu kebijakan dari Pola Transportasi Makro (PTM) di Kota Jakarta adalah peningkatan kapasitas jaringan jalan, dimana pengembangan JORR W2 merupakan prioritas dalam kebijakan tersebut. JORR W2 utara merupakan bagian dari jaringan JORR yang menghubungkan Ulujami junction dan Kebon Jeruk Junction sepanjang 7,67 km. Tol ini berfungsi untuk meningkatkan kinerja transportasi kendaraan dengan mengurangi kepadatan lalu – lintas pada ruas jalan tertentu. NOx di Asia sebagai salah satu prekusor ozon telah meningkat 2,5 kali lipat dari tahun 1980 hingga 2000. Hingga tahun 2012, beban emisi dari sektor transportasi di Indonesia sebesar 200 Gg/tahun. Pada studi ini, dilakukan inventarisasi emisi pada segmen jalan di sektor transportasi. Pendekatan model jaringan jalan dilakukan untuk merepresentasikan kondisi jalan yang kompleks di Jakarta. Dengan 42 zona, dibuat Matriks Asal – Tujuan (MAT) Tahun 2012. Hasilnya merupakan estimasi jumlah kendaraan yang melintas pada tiap ruas jalan. Beban emisi dihitung dengan inventari emisi secara bottom – up. Beban emisi tiap jalan dan tiap polutan bervariasi dikarenakan variasi jumlah dan jenis kendaraan pada jalan. Pada tahun 2012, polutan CO memberikan kontribusi tertinggi sebesar 229.953 Gg/tahun. Jika diterapkan JORR Ulujami – Kebun Jeruk yang dapat diakses oleh bus, maka penurunan emisi sebesar 2,3%. Kata kunci: JORR W2, model jaringan jalan, inventarisasi emisi, beban emisi.
Analisis Program Preservasi Jalan Terdampak Banjir Menggunakan Model Markov Chain aulia, yoga bimo; Frazila, Russ Bona; Kuntoro, Arno Adi
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.14

Abstract

Abstrak Dalam beberapa tahun terakhir, banjir telah menyebabkan gangguan pada sistem pengelolaan jalan dengan meningkatkan biaya rehabilitasi secara signifikan. Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh banjir, lalu lintas dan riwayat penanganan terhadap deteriorasi kondisi perkerasan jalan dimasa akan datang. Analisis dilakukan pada semua ruas jalan nasional di provinsi Bengkulu. Berdasarkan MPT yang dihasilkan, kondisi kategori lalu lintas mempengaruhi tingkat penurunan maupun kenaikan kondisi perkerasan dimana lalu lintas tinggi memiliki tingkat penurunan kondisi perkerasan lebih tinggi daripada lalu lintas sedang maupun lalu lintas rendah. Kondisi antara segmen banjir dan tidak banjir juga berbeda dalam perubahan kondisi perkerasan dimana segmen banjir tingkat penurunan kondisi perkerasan lebih cepat dari segmen tidak banjir. Pada analisis perubahan kondisi perkerasan di masa akan datang, perbandingan jumlah keputusan penanganan yang diberikan pada Markov Chain probabilitas tertinggi dibandingkan dengan IRMS V.3 menunjukan hasil yang berbeda, dimana pada Markov Chain penurunan kondisi perkerasan baik IRI maupun PCI lebih cepat sehingga lebih sering dilakukan penanganan rehabilitasi daripada menggunakan IRMS V.3 yang penurunan kondisi jalan cendrung lebih lambat. Kata-kata Kunci: Banjir, deteriorasi, IRI, IRMS V.3, markov chain, PCI. Abstract In recent years, floods have disrupted the road management system by significantly increasing rehabilitation costs. In this study, an analysis of the flooding’s effect, traffic and maintenance history on the deterioration of pavement conditions in the future was carried out. The analysis was carried out on all national road sections in Bengkulu province. Based on the resulting MPT, traffic category conditions affect the level of decrease or increase in pavement conditions where high traffic has a higher rate of decline in pavement conditions than medium traffic and low traffic. The conditions between the flooded and non-flooded segments are also different in terms of changes in pavement conditions where the flooded segment has a faster rate of decline than the non-flooded segment. In the analysis of future deterioration of pavement conditions, a comparison of the number of treatment decisions given to Markov Chain has the highest probability compared to IRMS V.3 showing different results, where on Markov Chain the deterioration of pavement conditions, both IRI and PCI, is faster so that rehabilitation is carried out more frequently. rather than using IRMS V.3 which tends to decrease road conditions more slowly. Keywords: Deterioration, flooding, IRI, IRMS V.3, markov hain, PCI  
Commuter Travelers Perception of Toll Roads During the Ramp Up Period in Indonesia Dharmawan, Weka Indra; Sjafruddin, Ade; Frazila, Russ Bona; Zukhruf, Febri
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.3.2

Abstract

Abstract Studies on the travelers’ perceptions to toll roads during the ramp-up period are still rare, whereas they are important to assess toll road investment. The paper aims to establish a first approach in modeling the perceptions of individual commuter travelers during the learning process and adaptation to newly operating toll roads. Particularly, efforts to identify the attitudes and behaviors of individual commuter travelers towards interurban toll roads that connect between developing agglomeration areas. The data is collected through revealed and stated preference surveys using a snowball sampling technique with social media applications. Then we develop a binary logit model to explore commuter travelers’ perceptions to toll road during ramp-up period, and the results indicate that when doing commuter travel activities prefer to use the toll road, with the attributes that most influence on decision making respectively, travel time, travel costs, toll gate distance, travel distance, traveler's age, scenic beauty and the frequency of using toll roads. The paper also showed that the positive preference of toll roads during the ramp-up period is not always related to traffic congestion such as in dense urban areas, the presence of sightseeing traffic is very potential. Keywords: Route choice behavior, binary logit model, toll road, ramp-up period Abstrak Studi mengenai persepsi masyarakat terhadap jalan tol selama periode ramp-up masih jarang dilakukan, hal ini penting untuk menilai kelayakan investasinya. Makalah ini bertujuan untuk menetapkan pendekatan pertama dalam memodelkan persepsi individu pelaku perjalanan komuter selama periode tersebut sebagai proses belajar dan beradaptasi terhadap jalan tol yang baru beroperasi. Khususnya, upaya untuk mengidentifikasi sikap dan perilaku individu pelaku perjalanan terhadap jalan tol antar kota penghubung kawasan aglomerasi yang sedang berkembang. Pengumpulan data dilakukan melalui survei revealed dan stated preference dengan teknik bola salju (snowball sampling) yang menggunakan media sosial. Kemudian kami mengembangkan model logit-biner untuk mengeksplorasi persepsi penumpang komuter terhadap jalan tol pada periode ramp-up dan hasilnya menunjukkan bahwa ketika melakukan aktivitas perjalanan, pelaku perjalanan komuter lebih memilih menggunakan jalan tol dengan atribut yang paling berpengaruh terhadap pengambilan keputusan masing-masing adalah, waktu tempuh, biaya perjalanan, jarak gerbang tol, jarak tempuh, umur penumpang, keindahan pemandangan dan frekuensi penggunaan jalan tol. Makalah ini juga menunjukkan bahwa preferensi positif terhadap jalan tol pada periode ramp-up tidak selalu terkait dengan kemacetan lalu lintas seperti di wilayah perkotaan yang padat, keberadaan lalu lintas tamasya sangat potensial mempengaruhi. Kata-kata kunci: Perilaku pemilihan rute, model logit-biner, jalan tol, periode ramp-up
Analisis Tarif Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Berdasarkan Sensitivitas Volume Lalu Lintas Terhadap Perubahan Tarif Wisanggeni, Teguh; Frazila, Russ Bona; Nugroho, Taufiq Suryo
Jurnal Teknik Sipil Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2025.32.3.5

Abstract

Abstract Determining toll road rates is an important factor for the sustainability of investment and optimal benefits for users. This study analyzes the sensitivity of traffic volume to rate changes on the Yogyakarta–Bawen Toll Road using secondary data from PT Jasa Marga (Persero) Tbk and PT Jasamarga Jogja Bawen. The methods used include Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) determination, time value determination, and macro transportation modeling with PTV Visum. The results show that an increase in toll rates reduces traffic volume, but there is an optimum point that generates maximum revenue. The optimal toll rates for Class I vehicles is projected to be IDR 1,400/km in 2029 and IDR 2,130/km in 2039, assuming that the time value follows inflation. These findings indicate that higher toll rates during the initial operational phase do not necessarily result in maximum toll revenue, thus requiring periodic evaluation of the toll setting policy. Keywords : Toll road, toll rate, traffic volume sensitivity, toll revenue, traffic modelling.