Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERHITUNGAN INDEKS KEPEMILIKAN SEPEDA MOTOR BERBASIS STRUCTURAL EQUATION MODELING Asma Massara; Andi Hildayanti
Teknosains Vol 15 No 2 (2021): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v15i2.19758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan indeks kepemilikan sepeda motor di Kota Makassar dengan menggunakan metode structural equation modeling (SEM). Metode ini digunakan untuk menentukan model terbaik dalam perhitungan indeks kepemilikan sepeda motor pada masyarakat berpenghasilan rendah pada karakteristik bepergian. Analisis SEM memiliki tujuh tahapan, yaitu: (1) Mengembangkan model teoritis; (2) Mengembangkan diagram jalur; (3) Mengubah diagram jalur menjadi persamaan struktural; (4) Memilih matriks input dan jenis estimasi; (5) Mengidentifikasi model; (6) Menilai kriteria goodness of fit; dan (7) Menginterpretasikan hasil. Untuk mengukur indeks kepemilikan sepeda motor pada masyarakat berpenghasilan rendah terhadap karakteristik bepergian. Berdasarkan hasil penelitian, kepemilikan sepeda motor pada masyarakat berpenghasilan rendah pada karakteristik bepergian memiliki nilai indeks tinggi sebesar 99,3%. Angka tersebut menunjukkan nilai yang tinggi, artinya kepemilikan sepeda motor masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Makassar cukup tinggi.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEHADIRAN MASJID TANPA KUBAH DI INDONESIA Andi Hildayanti
Teknosains Vol 16 No 1 (2022): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v16i1.23914

Abstract

Mesjid tanpa kubah mulai bermunculan di awal abad ke 19. Pada masanya, Rasulullah SAW membangun masjid hanyalah sebagai tempat sujud atau ibadah. Masjid pertama di Quba hanya berbentuk persegi empat tanpa atap. Perkembangan arsitektur masjid di dunia abad 20 ini lebih banyak menggunakan bentuk-bentuk modern, minimalis dan geometris, artinya mulai memunculkan ide-ide di luar bentuk kubah. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi masyarakat terhadap kehadiran masjid tanpa kubah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian statistik deskriptif yang dihimpun dari sebaran kuesioner secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 51,9% masyarakat beranggapan bahwa bangunan masjid tidak harus menggunakan kubah dalam tranformasi bentuknya. Selama masjid tersebut dapat menghadirkan hakikat masjid sebagai tempat ibadah maka unsur bentuk tidak menjadi suatu pakem yang harus dipenuhi. Namun, 48,1% bukan angka yang sedikit dalam pemahaman masyarakat akan penggunaan kubah. Masyarakat yang menginginkan bentuk kubah untuk tetap dipertahankan di setiap bangunan masjid didasarkan pada identitas arsitektural, dimana identitas merupakan suatu paham atau kesepakatan dalam menentukan karakter bangunan. Identitas bangunan merupakan suatu apresiasi bagi masyarakat untuk mengenali bangunan tersebut. Oleh karena itu, masih banyak masyarakat yang berpendapat bentuk masjid harus berkubah untuk mempertahankan identitas yang telah melekat pada masjid sejak abad ke-8 masehi.
ARCHITECTURAL PERSPECTIVE OF GENDER ROLE IN DIGITAL ERA Wasilah; Andi Hildayanti
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.117 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v4i1.14488

Abstract

Many influential architects—many of them female—have been able to change how the world sees architectural design and the built environment. Their works are masterpieces that have not only been able to transform how the world understands architecture, but have also forefronted gender equality. This study thus seeks to forefront the building design of female architects who have influenced world civilization. Using a case study method, this research explains the architectural flow adopted by women architects, as well as the function, design, and characteristics of their works. It shows that women such as Julia Morgan, Zaha Hadid, and Norma Merrick Sklarek have been able to balance and inform urban development around the world, providing role models for young female architects in the digital era . Publication Rationale: We desire to show that gender equality exists in the world of architecture, and that the works of female architects have been able to influence world civilization.
Sistem Rekayasa Internet Pada Implementasi Rumah Pintar Berbasis IoT Andi Hildayanti; M Sya’rani Machrizzandi
JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 6 No 1 (2020): Edisi April
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jiik.v6i1.143

Abstract

Seiring perkembangan teknologi yang semakin meningkat dan pesat, segala sesuatu dibuat lebih mudah dengan bantuan rekayasa teknologi. Salah satunya telah dikembangkan dalam skala unit rumah yang mulai dikenal dengan istilah rumah pintar. Rumah ini didukung oleh rekayasa teknologi berbasis internet yang memudahkan penghuni menjalankan aktivitas didalam maupun diluar rumah. Kemudahan yang ditawarkan menjadi daya tarik sendiri bagi banyak kalangan masyarakat. Teknologi ini sedikitnya sudah menjawab beberapa impian rumah masa depan bagi sebagian masyarakat, tidak terkecuali di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan system rekayasa teknologi internet dalam mewujudkan rumah pintar (smart home). Dengan menggunakan metode deskriptif, penelitian ini mampu menunjukkan bahwa rumah pintar dengan teknologi Internet of Things (IoT) menyediakan kenyamanan, keamanan, efisiensi energi bagi rumah setiap saat karena dapat dikontrol dari jarak jauh sehingga memudahkan penghuni untuk mengontrol keamanan rumah meski tanpa bantuan petugas keamanan. Salah satu rekayasa teknologi dapat mewujudkan rumah pintar tersebut adalah teknologi internet of things (IoT). Internet yang dapat digunakan di semua perangkat membuat penggunanya bisa berinteraksi langsung dengan beberapa perangkat rumah tangga yang ada dirumah.
Preferensi Learning Management System Di Masa Pandemi Covid Andi Hildayanti; Muhammad Sya’rani Machrizzandi
JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 7 No 1 (2021): Edisi April
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jiik.v7i1.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasikan Learning Management System yang digunakan selama masa pandemi Corona Virus Disease atau lebih dikenal dengan istilah CoViD-19 di lingkup perguruan tinggi. Hasil komparasi tersebut akan menunjukkan keunggulan dan kelemahan Learning Management System yang ada sehingga memudahkan dosen untuk memilih aplikasi Learning Management System yang dianggap sesuai dengan kebutuhan perkuliahan. Selain itu, hasil komparasi ini juga menjadi dasar perumusan skala prioritas aplikasi Learning Management System di lingkup perguruan tinggi, tidak terkecuali di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Informasi Learning Management System yang digunakan tersebut dikumpulkan melalui pembagian kuesioner online agar memudahkan dalam proses analisis statistik. Dari hasil analisis tersebut diketahui bahwa aplikasi Learning Management System yang dominan digunakan adalah Google Classroom karena banyaknya aplikasi penunjang yang dengan mudah disinkronkan dalam satu akun pengguna, serta beban kuota internet yang lebih murah menjadi alasan kuat pemilihan media pembelajaran daring dari aplikasi google ini
MENGENAL POLA PERILAKU PENGHUNI MELALUI METODE PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PAR) DI RUSUN MARISO KELURAHAN LETTE KOTA MAKASSAR Andi Hildayanti; M Sya’rani Machrizzandi
SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Sipissangngi Volume 2, Nomor 2, Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.068 KB) | DOI: 10.35329/sipissangngi.v2i2.3075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengenal Pola Perilaku Penghuni Melalui Metode Participatory Action Research (PAR) Di Rusun Mariso Kelurahan Lette Kota Makassar. Proses penelitian ini diperoleh melalui siklus penelitian tindakan dari empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebiasaan atau kegiatan sekelompok masyarakat tanpa mengkaji dan mengetahui apa yang terjadi serta tanpa memperbaiki tatanan sosial pada subyek penelitian tersebut. Di dalam kegiatan PAR, peneliti PAR tidak memisahkan diri dari situasi masyarakat yang diteliti, melainkan melebur ke dalamnya dan bekerja bersama warga dalam melakukan PAR. PAR membahas kondisi masyarakat berdasarkan sistem makna yang berlaku ditempat tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pola perilaku sosial penghuni Rumah susun sewa Mariso Kelurahan Lette Kota Makassar antara lain (1) Pola Asosiatif yang terdiri: Akomodasi, Asimilasi serta Kerjasama dan Hubungan yang dilakukan dengan baik oleh penghuni rumah susun sewa Mariso akan membawa dampak baik bagi penghuninya untuk bisa bertahan lebih lama lagi di rumah susun tersebut; (2) Pola Disosiatif seperti persaingan, pertentangan dan konflik. Hubungan fungsional antara tingkah laku dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungan pelaku interaksi, yang lambat laun akan memunculkan pengaruh baik yang bersifat positif ataupun negatif. Dimana pengaruh yang sifatnya positif bisa saja bermuara pada pembentukan rasa kebersamaan/solidaritas diantara anggota masyarakat; (3) Pola Kebersamaan dan Solidaritas tersebut dapat dijadikan suatu kekuatan baik dalam menghadapi lingkungan pekerjaan maupun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebagai anggota masyarakat.
STUDI KELAYAKAN SISTEM PENCAHAYAAN DAN PENGHAWAAN PADA BANGUNAN MASJID MUHAMMAD CHENG HO KABUPATEN GOWA Muhammad Attar; Andi Hildayanti
Teknosains Vol 16 No 3 (2022): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v16i3.29043

Abstract

Bangunan masjid merupakan tempat ibadah umat muslim yang menuntut agar memberikan kenyamanan semaksimal mungkin bagi jamaah hingga kenyamanan tersebut menjadikan kita terasa lebih dekat dengan Allah SWT. Dilihat dari segi bangunan masjid yaitu segi pencahayaan, suhu ruangan, tingkat kebisingan dan lainnya merupakan suatu faktor yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelayakan sistem pencahayaan dan penghawaan pada bangunan masjid Muhammad Cheng Ho Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilakukan di Masjid Muhammad Cheng Ho Kabupaten Gowa tepatnya jalan Hertasning Baru, pada bulan Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan dengan mengukur dan mengamati suhu dan penerangan alami ruangan yang berdampak pada kenyamanan pengguna masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan maupun penghawaan pada masjid tersebut tidak memenuhi standar kenyamanan visual dan termal yang telah ditetapkan di Indonesia. Guna mendapatkan kenyamanan pada bangunan diperlukan penghawaan buatan seperti AC dan kipas angin untuk memaksimalkan penghawaan di dalam ruangan, sedangkan untuk pencahayaan juga masih dibutuhkan lampu untuk pencahayaan buatan di malam hari.
Visual communication in public space through mural art in Makassar, Indonesia Wasilah Sahabuddin; Andi Hildayanti
SINERGI Vol 28, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2024.1.009

Abstract

Mural art serves as a powerful means of visual communication, allowing artists to convey messages, narratives, and ideas through visual elements. Murals often address social, political, cultural, or environmental issues, expressing viewpoints and sparking conversations within the community. This study aims to examine the role and meaning of visual communication in mural art in Makassar City. The object of observation is divided into two, namely mural art that is appropriate in its place and mural art that is not in its place, such as the walls of inhabited houses, shop fences, and public facilities. Through the case study research method conducted in the city of Makassar, the data collected through the observation and interview stages were then analyzed descriptively. The results show that mural art is an alternative form of conveying messages through aesthetic and ethical values. Due to its significant role in arousing one's feelings, the Makassar city government has made mural art an indicator of improving the quality of the city's environment through the Lorong Wisata program. As part of the "Lorong Wisata" program, mural art can be commissioned or encouraged to enhance the visual appeal of the designated lanes. Murals can transform plain walls into vibrant and visually captivating artworks, adding color and character to the surroundings. Mural installations can serve as focal points and landmarks within the tourism lanes, attracting visitors and providing unique photo opportunities.
Filosofi Ornamen dan Dekorasi Interior pada Klenteng Xian Madi Kota Makassar Nurul Fajri, Sri Ayu; Syarif, Aznan Nazzer Nur; Hildayanti, Andi
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 1 No. 1 (2019): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v1i1a7

Abstract

Abstrak_Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkajifilosofi ornamen dan dekorasi interior yang terdapat pada Klenteng Xian Madi Kota Makassar. Pada dasarnya kebudayaan Tionghoa mewariskan heterogenitas ragam hias Arsitektural Klenteng yang unik dan filosofis, mulai dari pemilihan warna dan penerapan atribut pada dekorasi ruang Klenteng. Penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengemukakan makna filosofi dari ornamen dan dekorasi interior Klenteng Xian Madi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa interior Klenteng Xian Madi didominasi dengan warna merah dan gold. Bagi umat Tionghoa warna emas melambangkan keberuntungan, dan keceriaan. Warna gold melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran. Disamping itu, terdapat beberapa patung yang terletak di segala sisi ruang Klenteng sebagai tempat sembahyang umat Tionghoa. Sehingga  filosofi ornament dan dekorasi interior Klenteng Xian Madi dapat diketahui secara empiris, karena masing-masing ornament dan dekorasi interior mengandung makna sebagai bentuk komunikasi bagi pengamat yang datang.Kata kunci: Arsitektur Klenteng; Filosofi Ornament; Dekorasi Ruang,Metode Deskriptif Kualitatif. Abstract_ The purpose of this study is to identify and clarify the ornament and interior decoration philosophy found in the Xian Madi Temple, Makassar City. Chinese culture inherits the heterogeneity of the unique and philosophical architectural decoration of the pagoda, starting from the selection of colors and the application of attributes to the pagoda's room decoration. This study used a descriptive qualitative research method that aims to describe and express the philosophical meaning of the ornamentation and interior decoration of the Xian Madi Temple. Based on research results that the interior of the Xian Madi Temple is dominated by red and gold. For Chinese people, the golden color symbolizes luck and cheerfulness. The gold color symbolizes happiness and prosperity. Also, there are several statues located on all sides of the temple room as a place of prayer for Chinese people. So that the philosophy of ornament and interior decoration of Xian Madi Temple can be known empirically because each ornament and interior decoration contains meaning as a form of communication for observers who come.Keywords: Temple Architecture; Ornament Philosophy; Room Decoration; Qualitative Descriptive Method. 
Strategi Pelestarian Kawasan Cagar Budaya dengan Pendekatan Revitalisasi Hildayanti, Andi
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v2i1a9

Abstract

Abstrak_ Bangunan cagar budaya pada dasarnya merupakan suatu artefak kota (urban artifact). Bangunan cagar budaya sudah selayaknya dilestarikan karena merupakan asset daerah yang dilindungi oleh hukum perundang- undangan. Pada beberapa kasus, banyak diantara objek bangunan cagar budaya sudah tidak difungsikan lagi sehingga menurunkan kualitas bangunan tersebut. Berbagai permasalahan mulai bermunculan seperti pelapukan, rerumputan yang tumbuh liar, dan beberapa kerusakan kecil lainnya pada bangunan. Jika hal tersebut tetap dibiarkan maka akan berdampak buruk bagi kelangsungan bangunan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengulas eksistensi bangunan cagar budaya di Kota Makassar tepatnya pada kawasan Benteng Somba Opu dengan segala permasalahannya dan merumuskan strategi-strategi pelestarian agar bangunan cagar budaya dapat mempertahankan eksistensinya tanpa mengurangi kualitas bangunan itu sendiri melalui pendekatan revitalisasi. Dengan menggunakan metode eksploratif dengan pertimbangan pengamatan analisis SWOT maka ditemukan beberapa strategi pelestarian yang dinilai mampu mengoptimalkan fungsi dan eksistensi bangunan cagar budaya tersebut, diantaranya mengembalikan keadaan bangunan yang mengalami kerusakan pada keadaan awal. Menggantikan material yang rusak atau hilang dengan material yang baru atau sejenis. Melakukan tindakan pemeliharaan berkala agar terhindar dari kerusakan yang lebih parah. Serta melakukan adaptasi yaitu segala upaya untuk mengubah bangunan tersebut agar dapat digunakan untuk fungsi yang sesuai. Karena pada dasarnya konservasi arsitektur merupakan proses daur ulang sebuah bangunan dalam upaya melestarikan sumber daya tempat tersebut demi keberlangsungan eksistensinya. Kata kunci : Konservasi; Revitalisasi ; Cagar budaya; Pelestarian; Artefak kota; Benteng Somba Opu. Abstract_ Cultural heritage building is basically an urban artifact. So it must be preserved because they are regional assets that are protected by national law. In some cases, many cultural heritage buildings no longer function, thereby reducing the quality of the building. Various problems began to emerge such as weathering, growing weeds, and the other minor damage to the building. If it is still left then it will have a negative impact on building survival. Therefore, this study will review the existence of cultural heritage buildings in Makassar City with all its problems and formulate conservation strategies till cultural heritage buildings can maintain their existence without reducing the quality of the building itself through revitalization approaches. By using an exploratory method with consideration of observing the SWOT analysis, several conservation strategies were found to be able to optimize the function and existence of the cultural heritage building, including restoring the damaged buildings to the initial state. Replace damaged or lost material with new or similar material. Perform periodic maintenance measures to avoid further damage. And adaptation is all efforts to change the building so that it can be used for the appropriate function. Because basically the conservation of architecture is the process of recycling a building in an effort to preserve the place resources for the sake of its continued existence. Keywords : Conservation; Revitalization; Cultural heritage; Preservation; Urban artifacts; Fort Somba Opu.