Pemetaan geologi merupakan kegiatan akademik yang bertujuan untuk mengidentifikasi, memetakan, menganalisis, menginterpretasi, dan menarik kesimpulan terkait kondisi geologi suatu wilayah. Dalam berbagai pendekatan yang digunakan dalam pemetaan geologi, studi geomorfologi merupakan pendekatan penting dalam mengawali pemetaan geologi. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menginterpretasi geomorfologi daerah Cijambe dan sekitarnya, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Metode yang digunakan meliputi analisis studio menggunakan media peta topografi, Digital Elevation Model (DEM), dan citra, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah studi dapat dibagi menjadi lima satuan geomorfologi, yaitu satuan dataran rendah vulkanik (8% daerah studi), dataran rendah fluvial (12% daerah studi), perbukitan struktural agak curam (15% daerah studi), perbukitan rendah struktural agak landai (40% daerah studi), dan perbukitan denudasional agak curam (25% daerah studi). Geological mapping is an academic activity aimed at identifying, mapping, analyzing, interpreting, and drawing conclusions regarding the geological conditions of a region. Among the various approaches used in geological mapping, geomorphological study constitutes an important approach in initiating geological mapping. This study aims to identify, analyze, and interpret the geomorphology of the Cijambe area and its surroundings, Cijambe District, Subang Regency, West Java. The methods employed include studio analysis using topographic maps, Digital Elevation Models (DEM), and imagery, as well as field observations. The results indicate that the study area can be divided into five geomorphological units, namely the volcanic lowland unit (8% of the study area), fluvial lowland unit (12% of the study area), moderately steep structural hills unit (15% of the study area), gently sloping low structural hills unit (40% of the study area), and moderately steep denudational hills unit (25% of the study area).