Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kajian Evaluasi Pasar Meukek di Kabupaten Aceh Selatan terhadap Kondisi Fisik Bangunan Hidayah, M. Fariq; Fuady, Zahrul; Sabila, Farisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2025): Volume 9, No.1, Februari 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v9i1.31783

Abstract

Pasar Meukek merupakan pasar baru yang terletak di Desa Kuta Buloh 1, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan. Setelah diresmikannya Pasar Meukek, hanya ada beberapa pedagang yang pindah untuk sementarawaktu karena musibah kebakaran ruko di pasar lama Meukek. Namun setelah selesai direnovasi, para pedagang kembali berjualan di ruko dan pasar lama mereka, hingga saat ini pada tahun 2024 Pasar Meukek menjadi kosong dan tidak terawat. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang mempengaruhi tidak ditempatinya Pasar Meukek yang baru berdasarkan persepsi pedagang. Metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan bantuan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Pasar Meukek kurang optimal karena berada di belakang ruko pasar lama dan sangat berdekatan dengan pertokoan lainnya sehingga menyebabkan pasar ini kurang terlihat. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa para pedagang menganggap lokasi Pasar Meukek kurang efektif, kios yang terlalu kecil dan sarana prasarana yang masih kurang sehingga perlu adanya penambahan dan perbaikan. Hasil analisis faktor juga menunjukkan ada 4 faktor yang terdiri dari 7 indikator yang mempengaruhi pedagang tidak pindah ke Pasar Meukek yang baru. Faktor utama dengan nilai variance sebesar 37.82% menjadi faktor yang paling berpengaruh dengan indikator ukuran kios yang kurang besar dan sarana prasarana pasar yang kurang baik. Berdasarkan hal ini dalam pemenuhan fasilitas pasar harus sesuai SNI dan direncanakan dengan matang demi kenyamanan penjual dan pembeli, juga perlu dilakukan perawatan pasar dan subsidi agar pedagang mau berpindah ke pasar baru.
Environmental Quality Assessment of Planned Residential Areas in a Peri-Urban Zone Under Urban Sprawl Pressure: A Case Study of Ingin Jaya Subdistrict, Indonesia Hasan, Zainuddin; Arisaputri, Sri Batara Nurfajri; Alicia, Fradisa; Sabila, Farisa; Fuady, Zahrul
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.31691

Abstract

Abstract: Urban sprawl in peri-urban areas encourages rapid growth of planned settlements, but this is often not accompanied by the provision of adequate basic infrastructure, thereby potentially reducing the quality of the settlement environment. This study aims to quantitatively assess the quality of planned settlements in Ingin Jaya Subdistrict, Aceh Besar Regency, as a peri-urban area experiencing post-disaster urban sprawl pressure. The assessment was conducted at the residential block level using a scoring and weighting method based on seven environmental quality parameters, including building layout, width and condition of access roads, residential location, drainage system, availability of clean water, and waste management facilities. A total of 61 residential blocks were analyzed out of 286 blocks, using proportional stratified random sampling. The results of the study show that 52% of residential blocks are in good condition, 36% are in fair condition, and 12% are in poor condition. The parameters of building layout and clean water availability generally meet the standards, while road width, road condition, drainage systems, and waste management facilities are the main factors causing a decline in the environmental quality of residential areas. Based on these evaluation results, improvement guidelines were formulated, focusing on enhancing basic infrastructure, enforcing spatial planning regulations, and strengthening the roles of local governments, developers, and the community. Abstrak: Urban sprawl di kawasan peri-urban mendorong pertumbuhan pesat permukiman terencana, namun perkembangan tersebut sering kali tidak diikuti oleh penyediaan infrastruktur dasar yang memadai, sehingga berpotensi menurunkan kualitas lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menilai secara kuantitatif kualitas lingkungan permukiman terencana di Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, sebagai kawasan peri-urban yang mengalami tekanan urban sprawl pascabencana. Penilaian dilakukan pada tingkat blok permukiman dengan menggunakan metode skoring dan pembobotan berdasarkan tujuh parameter kualitas lingkungan, meliputi tata letak bangunan, lebar dan kondisi jalan masuk, lokasi permukiman, sistem drainase, ketersediaan air bersih, serta fasilitas pengelolaan sampah. Sebanyak 61 blok permukiman dianalisis dari total 286 blok melalui teknik proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% blok permukiman berada pada kategori baik, 36% kategori sedang, dan 12% kategori buruk. Parameter tata letak bangunan dan ketersediaan air bersih umumnya telah memenuhi standar, sementara lebar jalan masuk, kondisi permukaan jalan, sistem drainase, dan fasilitas persampahan menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan permukiman. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dirumuskan arahan peningkatan kualitas permukiman yang bersifat empiris, dengan penekanan pada perbaikan infrastruktur dasar, penegakan pengendalian pemanfaatan ruang, serta penguatan peran pemerintah daerah, pengembang, dan masyarakat dalam pengelolaan permukiman secara berkelanjutan.
Pengaruh Keberadaan Industri Semen terhadap Perubahan Fungsi Lahan, Sosial, dan Ekonomi Masyarakat di Kemukiman Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar Madris; Rizkiya, Putra; Fuady, Zahrul; Hasan, Zainuddin; Yusuf, Myna Agustina
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 4 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i4.6092

Abstract

Land-use changes surrounding industrial areas not only have physical impacts on the environment but also create significant social and economic implications for local communities. Changes occurring near cement industry in the Kemukiman Lhoknga, Aceh Besar Regency have transformed land that was previously forest into cement industrial zones, residential areas, and trade and service sectors. This study aims to analyze the influence of the cement industry on changes in land use, as well as the social and economic conditions of the community. Data were collected through primary approaches, including field observations, interviews with local community representatives, and questionnaires distributed to residents, as well as secondary approaches through satellite image interpretation, literature review, and government agency data. The results show an expansion of residential land by 66.38 ha, most of which originated from the conversion of forest land (−80.79 ha) and plantations (−5.10 ha). Social changes were reflected in the shift in community attitudes from initially rejecting to eventually accepting the presence of the cement industry. This change in attitude was driven by economic improvements, marked by expanded employment opportunities and increased community income.