Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Bedak Dingin Ekstrak Temulawak Amanda Amanda; Nur Afni; Muh Taufiq Darwis; Sapar Sapar; Samsinar Samsinar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.909

Abstract

Pemanfaatan rempah-rempah menjadi bedak dingin ekstrak temulawak yang bernilai jual. Tujuan program kreativitas mahasiswa-kewirausahaan (PKM-K) adalah membangkitkan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengolah rempeh-rempah menjadi alat kecantikan yang bernilai jual. Metode pelaksanaan program ini adalah input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Hasil program ini adalah input, melakukan survei pasar untuk mengetahui kondisi pasar. Selanjutnya melakukan wawancara kepada lima mahasiswi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palopo. Selanjutnya adalah studi kelayakan terhadap usaha yang akan dijalankan. Tahap terakhir adalah pemilihan bahan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untuk menunjang proses produksi. Proses (produksi), proses pembuatan bedak dingin ekstrak temulawak mulai dari persiapan bahan dan alat sampai siap dipasarkan. Output, yaitu hasil pengelolaan bedak dingin yang siap digunakan dan dipasarkan kepada konsumen. Yang terakhir adalah evaluasi, yaitu tahapan ini dilaksanakan pada saat produksi produk bedak dingin telah selesai dilakukan. Pada tahap ini akan meninjau tentang kekurangan-kekurangan apa saja yang membuat konsumen tidak nyaman menggunakan produk kami. Kesimpulan program PKM-K pemanfaatan rempah-rempah yang bernilai jual. dapat memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk tetap inovatif dan kreatif dalam mengolah rempah-rempah, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk praktik wirausaha dengan pemahaman konsep wirausaha yang komprehensif, dan membangun semangat mahasiswa untuk tetap berbisnis
PEMANFAATAN STIK ES KRIM MENJADI PRODUK KERAJINAN HIASAN DINDING YANG BERNILAI JUAL Desti Hardianti; Fadhil H.; Muh. Hidayat Yasruddin; Nurhayani Nurhayani; Putri Nur Aziza; Widi Torasila; Ilham Tahier; Samsinar Samsinar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14674

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan stik es krim menjadi hiasan dinding kerajinan tangan yang bernilai jual.Tujuan program kreativitas mahasiswa – kewirausahaan (PKM-K) adalah membangkitkan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengelola stik es krim menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual seperti hiasan dinding. Produk berupa hiasan dinding ini dapat menambah estetika ruangan, digunakan juga sebagai aksesoris ruangan. Metode pelaksanaan program ini adalah input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Hasil program ini adalah input, melakukan survey pasar terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi pasar. Selanjutnya melakukan studi kelayakan usaha yang dijalankan. Tahap terakhir adalah pemilihan bahan yang tidak mudah rusak dan berkualitas tinggi yang akan diproduksi, proses pembuatan hiasan dinding dimulai dari persiapan bahan dan alat sampai hiasan dinding siap dipasarkan. Output, yaitu hasil kerajinan tangan hiasan dinding yang siap digunakan dan dipasarkan kepada konsumen. Yang terakhir adalah evaluasi, yaitu tahapan ini dilakukan pada saat produksi produk hiasan dinding telah selesai dilakukan. Pada tahap ini akan meninjau tentang kekurangan-kekurangan apa saja yang membuat konsumen tidak puas dengan hasil produk kami. Kesimpulam program PKM-K pemanfaatan stik es krim menjadi hiasan dinding bernilai jual dapat memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk tetap inovatif dan kreatif dalam mewujudkan pemahaman konsep wirausaha yang komprehensif serta membangun semangat mahasiswa untuk berbisnis. Kata Kunci: stik es krim; wirausaha; bernilai jual. ABSTRACTThe purpose of the student creativity program – entrepreneurship (PKM-K) is to generate motivation for students to become entrepreneurs in managing ice cream sticks into handicrafts that have sales value, such as wall hangings. Products in the form of wall decorations can add to the aesthetics of the room, also used as room accessories. The methods of implementing this program are input, process (production), output, and evaluation. The results of this program are input, conducting a market survey first to find out market conditions. Then carry out a feasibility study of the business being carried out. The final stage is the selection of materials that are not easily damaged and of high quality to be produced, the process of making wall hangings starts from the preparation of materials and tools until the wall hangings are ready for market. Output, namely the results of handcrafted wall hangings that are ready to be used and marketed to consumers. The last is evaluation, namely this stage is carried out when the production of wall decoration products has been completed. At this stage we will review what deficiencies make consumers dissatisfied with the results of our products. The conclusion of the PKM-K program is that the use of ice cream sticks as selling wall decorations can provide skills to students to remain innovative and creative in realizing a comprehensive understanding of the concept of entrepreneurship and building student enthusiasm for doing business. Keywords: ice cream stick; entrepreneurial; worth selling.
DRAGON LIPTINT : MENGOLAH EKSTRAK BUAH NAGA MENJADI PEWARNA ALAMI PADA BIBIR Eldad Eldad; Shinta Muhariati; Aftita Alwarahmah; Muhammad Agil; Andi Rizkiyah Hasbi; Samsinar Samsinar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14585

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan buah naga menjadi kosmetik liptint yang bernilai jual. Tujuan program kreativitas mahasiswa kewirausahaan (PKM-K) adalah membangkitkan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengolah sumber daya alam seperti buah naga menjadi kosmetik liptint yang bernilai jual. Metode pelaksanaan program ini adalah input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Hasil dari program ini adalah input yang berupa survei untuk mengetahui kondisi pasar. Selanjutnya dilakukan wawancara kepada lima mahasiswi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palopo. Kemudian dilaksanakan studi kelayakan terhadap usaha yang akan dijalankan. Tahap terakhir adalah pemilihan bahan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untuk menunjang proses produksi. Proses (produksi), proses pembuatan liptint buah naga mulai dari persiapan bahan dan alat sampai liptint buah naga siap dijualkan. Output, yaitu hasil pembuatan liptint buah naga yang siap digunakan dan dipasarkan kepada konsumen. Yang terakhir adalah evaluasi, yaitu tahapan ini dilaksanakan pada saat produksi produk liptint buah naga telah selesai dilakukan. Pada tahap ini akan meninjau tentang kekurangan-kekurangan apa saja yang membuat konsumen tidak nyaman menggunakan produk kami. Kesimpulan program PKM-K pengolahan buah naga menjadi kosmetik liptint yang bernilai jual dapat memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk tetap inovatif dan kreatif dalam memanfaatkan buah naga, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk praktik wirausaha dengan pemahaman konsep wirausaha yang komprehensif, dan membangun semangat mahasiswa untuk tetap berwirausaha. Kata kunci: liptint; buah naga; wirausaha. ABSTRACTThe utilization of dragon fruit into valuable liptint cosmetics. The purpose of the entrepreneurship student creativity program (PKM-K) is to generate student motivation for entrepreneurship in processing natural resources such as dragon fruit into valuable liptint cosmetics. The method of implementing this program is input, process (production), output, and evaluation. The results of this program are input that conducting market surveys to find out market conditions. Furthermore, interviews were conducted with five students from Muhammadiyah University, Palopo. Then feasibility study of the business to be run. The last step is materials selection and the provision of space, facilities and infrastructure to support the production process. Process (production), the process of making dragon fruit liptint from the materials preparation and tools until the dragon fruit liptint is ready for sale. Then the output is dragon fruit liptint that is ready to be used and marketed to consumers. The last is evaluation, that at this stage will be carried out when the production of dragon fruit liptint products has been completed. At this stage we will review the shortcoming that makes consumers feel uncomfortable for using our products. The conclusion of the PKM-K program processing dragon fruit into a cosmetic liptint with selling value can provide skills to students to remain innovative and creative in utilizing dragon fruit, provide opportunities for students to practice entrepreneurship with a comprehensive understanding of entrepreneurial concepts, and build student’s enthusiasm for entrepreneurship. Keywords: liptint; dragon fruit; entrepreneurship.
Pemanfaatan Daun Kelor Menjadi Puding Sebagai Hidangan Penutup (Dessert) Yang Sehat Dan Bergizi Riswandiansyah Jaya Possumah; Sirwinda Arianysari; Hamsisa Sanade; Riska Herman; Andi Rizkiyah Hasbi; Samsinar Samsinar
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2023): Bantenese : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v5i1.6408

Abstract

Pemanfaatan daun kelor untuk membuat puding yang sehat dan laku dipasaran. Tujuan dari program kreativitas mahasiswa kewirausahaan (PKM-K) adalah untuk mendorong mahasiswa berwirausaha memanfaatkan daun kelor untuk membuat puding yang sehat dan layak jual. Metode pelaksanaan program ini adalah dengan melakukan riset pasar untuk mengetahui kondisi pasar . Selanjutnya dilakukan kajian manfaat bisnis. Langkah terakhir adalah pemilihan material dan pengadaan sarana dan prasarana untuk mendukung proses produksi. Proses produksi (produksi ) puding daun kelor dimulai dari penyiapan bahan dan alat hingga puding daun kelor siap dipasarkan. Keluaran atau hasil pemanfaatan daun kelor untuk membuat puding siap konsumsi dan dipasarkan ke konsumen. Yang terakhir adalah evaluasi, artinya tahap ini dilakukan pada saat produksi puding daun kelor sudah selesai. Pada tahap ini, kami memeriksa kemungkinan cacat yang membuat konsumen tidak nyaman saat mengkonsumsi produk kami. Kesimpulan dari program PKM-K adalah penggunaan puding daun kelor sebagai makanan pencuci mulut yang sehat dan bergizi dapat memberikan kemampuan siswa untuk tetap inovatif dan kreatif saat menggunakan daun kelor, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan diri melalui pemahaman yang luas tentang kewirausahaan. Melibatkan konsep kewirausahaan dan membangkitkan semangat siswa untuk berbisnis. Kata Kunci : Daun Kelor, Wirausaha, Puding, Pemanfaatan daun kelor.
KUROBEK(KERAJINAN UNIK BUNGA DARI KRESEK) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI EKONOMIS BARANG BEKAS Muh. Abit; Nurpadilla Nurpadilla; Fikram Busa; Sapar Sapar; Samsinar Samsinar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15507

Abstract

Melihat keadaan lingkungan kita yang setiap hari dipermasalahkan oleh sampah yang semakin menggunung seolah sampah ini menjadi masalah atau faktor utama yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat. Terutama dengan sampah yang berjenis plastik ini yang paling banyak dibuang oleh manusia karena banyak orang yang menggunakan plastik untuk keperluannya sehari-hari baik itu perorangan, toko, maupun perusahaan besar Sehingga masyarakat di beberapa Negara bahkan diseluruh dunia berlomba- lomba menyelesaikan hal tersebut.Sebenarnya banyak sekali cara untuk menangani masalah sampah ini contohnya dengan cara mendaur ulang yang bisa menghasilkan barang yang menarik yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan cara itu pula, masyarakat bisa meminimaliskan penggunaan bahan yang anorganik. Kesimpulan program PKM-K KUROBEK (kerajinan unik bunga dari kresek) sebagai upaya peningkatam nilai ekonomis barang bekas karena dengan mendaur ulang kantong plastic itu bisa membuat kita menghemat dana dan mengurangi penggunaan barang-barang yang konsumtif rumah tangga yang berlebihan, yang bernilai jual dapat memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk tetap inovatif dan kreatif dalam mengolah limbah kantong plastik, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk praktik wirausaha dengan pemahaman konsep wirausaha yang komprehensif, dan membangun semangat mahasiswa untuk tetap berbisnis.
Pengaruh Faktor Personal, Sarana Produksi, dan Pola Komunikasi terhadap Ketahanan Pangan M Zainal S; Sapar Sapar; Adi Riyanto Suprayitno; Marhani Marhani; Samsinar Samsinar; Andi Suprianto
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jik.v20i1, Juni.5317

Abstract

Ketahanan pangan menjadi isu penting di masa pandemi Covid-19. Pemerintah mendorong ketahanan pangan petani melalui program Pekarangan Pangan Lestari. Berbagai faktor memengaruhi keberhasilan program. Penelitian bertujuan menghasilkan analisis faktor personal, dukungan sarana produksi pertanian, dan pola komunikasi penyuluh pendamping dan sesama petani berpengaruh terhadap ketahanan pangan petani. Penelitian didesain sebagai penelitian kuantitatif dengan metode survei cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor personal petani, dukungan sarana produksi pertanian, dan pola komunikasi berpengaruh nyata dan positif terhadap ketahanan pangan petani.
Lulur bedda lotong rahasia kecantikan wanita suku bugis: Lulur bedda lotong Aisha; Nur Azila; Annisa Ishaka Ismail; Sapar Sapar; Samsinar Samsinar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1173

Abstract

Make a useful lotong bedda scrub using spices. This student entrepreneurship and creativity program aims to inspire and motivate students to become entrepreneurs. This program uses input, process (production), output, and evaluation methods. The results obtained from this program are: input, to ensure market conditions we conducted a market survey, interviewed 10 students at Muhammadiyah University of Palopo, conducted a feasibility study of the business to be carried out, selected materials, and provided facilities and infrastructure to support the production process. The process (production) of making bedda lotong scrub begins with providing materials and tools and continues until the lotong bedda scrub is ready to be sold. Output, namely the result of the lotong bedda scrub that can be purchased and used by consumers. And the last is evaluation, this stage is carried out when the production of Bedda Lotong scrubs has been completed, and will check for any deficiencies that make customers feel uncomfortable using the Bedda Lotong scrubs that we produce. The conclusion of the PKM-K program is to use spices to make scrubs that are of sale value and so that the public and students know about the benefits of using scrubs. In addition, it can encourage students to continue doing business by giving them the opportunity to practice and have a comprehensive understanding of the concept of entrepreneurship.
Peningkatan Kreativitas Masyarakat dalam Mengolah Limbah Sedotan Plastik Menjadi Tempat Tissue Ema Wardana; Cintia Apsari; Afriana Afrianaa; Sapar Sapar; Samsinar Samsinar
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v4i1.2891

Abstract

The use of plastic straws to make tissue box crafts that are worth selling. The purpose of the student creativity program - entrepreneurship (PKM-K) is to motivate students to become entrepreneurs in processing waste, especially into crafts that have market value, such as tissue box crafts. Plastic straw waste in the Palopo City environment is one of the elements that causes pollution which is not easy to decompose because it is made from plastic and is inorganic. Utilizing plastic straw waste into valuable products is a creative effort to reuse waste to preserve the environment and increase the economic value of waste that is no longer used. The methods used are the input, process (production), output and evaluation stages. The results of this program are input, conducting market surveys to determine market conditions. Next is a feasibility study of the business to be run. The last stage is the selection of materials and the provision of places as well as facilities and infrastructure to support the production process. Process (production), the process of making a tissue box starts from the preparation of materials and tools. Output, namely the craft of tissue holders that are ready to be used and marketed to consumers. The last is evaluation. At this stage, we will review any deficiencies that make consumers uncomfortable using our products. The conclusion of the PKM-K program is that the use of plastic straws to make tissue box crafts that are worth selling can provide skills to students, especially at the Muhammadiyah University of Palopo, to remain innovative and creative in processing plastic straw waste, providing opportunities for students to practice entrepreneurship with a comprehensive understanding of the concept of entrepreneurship, and build students' enthusiasm to stay in business.
USAHA HIJAB LOW BADGET DIJAMAN MODERN YANG NYAMAN DIGUNAKAN Pungki Pungki; Diki Wahyudi; Anugrah Riskullah R; Sapar Sapar; Samsinar Samsinar
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Vol 6, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v6i1.139

Abstract

Pemanfaatan tekstur Playcatton menjadi hijab yang laris. Program Kreativitas Mahasiswa – Kewirausahaan (PKM-K) ini bertujuan untuk menginspirasi mahasiswa menjadi pemilik usaha dengan mengubah kain playatton menjadi hijab wearable. Metode pelaksanaan program ini adalah input, proses (penciptaan), hasil, dan penilaian. Kesimpulan program PKM-K adalah dengan membuat hijab yang bisa dijual dapat mengajarkan siswa bagaimana tetap inovatif dan kreatif dalam mengolah kain playcotton, memberikan kesempatan untuk mempraktekkan kewirausahaan dengan pemahaman konsep kewirausahaan yang komprehensif, dan menginspirasi mereka untuk terus menjalankan usahanya. bisnis sendiri.
Efektivitas Penggunaan Pen Tablet Berbasis Zoom Terhadap Minat Belajar Matematika Ekonomi Di Masa Pandemi Covid-19 Widyawanti Rajiman; Samsinar Samsinar
Jurnal Literasi Digital Vol. 2 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jld.2.1.2022.110

Abstract

Sesuai dengan instruksi pemerintah bahwa masa pandemi covid-19 mengharuskan semua lembaga pendidikan membatasi pembelajaran tatap muka secara langsung, maka proses perkuliahan dilakukan secara online dengan memanfaatkan aplikasi zoom. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran berupa respon Mahasiswa tentang seberapa efektif penggunaan pen tablet berbasis zoom terhadap minat belajar matematika ekonomi mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan di Universitas Muhammadiyah Palopo selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pen tablet berbasis zoom dalam pembelajaran matematika ekonomi dapat menarik minat belajar Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan di Universitas Muhammadiyah Palopo