Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KABILAH : Journal of Social Community

Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Dalam Kitab Ta’limul Muta’alim Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Di Pondok Pesantren Nasruddin Suhaimi Fajrin; Taufikurrahman Taufikurrahman
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sejak akhir tahun 1990 globalisasi industri media mulai masuk ketanah air yang menghadirkan wajah baru dan menawarkan berbagai tatanan kehidupan bagi masyarakat Indonesia, masyarakat dihadapkan dengan ruang publik yang padat akan pengetahuan (knowledge), canggihnya teknologi, gaya hidup transnasional, serta percepatan dalam berinteraksi dan bersosial. Dampak globalisasi tersebut telah dirasakan dalam sektor pendidikan, kompetisi global telah memaksa terhadap dunia pendidikan untuk berbenah dan terlibat dalam kompetisi ini. Khususnya lembaga pendidikan pondok pesantren yang tidak bisa dilepaskan dari dampak globalisasi, untuk merespon perubahan tersebut pondok pesantren harus memperkuat nilai-nilai akhlak untuk meningkatkan kedisiplinan santri dalam hal belajar dan beribadah dengan berbagai bentuk, demi tercapainya keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Dalam konsep nilai-nilai akhlak untuk memupuk kedisiplinan belajar yang menjadi panutan di Pondok Pesantren khususnya Pondok Pesantren Nasruddin ialah sosok intelektual muslim Syekh Burhanuddin Az-Zarnuzi dengan karya monumentalnya Ta’limul Muta’lim. Implikasi dari nilai akhlak dalam Kitab Ta’limul Muta’lim yang di implementasikan Pondok Pesantren Nasruddin akan mampu memberi bekal kepada para santri saat belajar sehingga tidak akan mudah terpengaruh oleh arus globalisasi dalam sisi negatifnya dan juga dikehidupannya kelak akan mampu mengaktualisasikan apa yang ia sudah pelajari sesuai dengan aturan dan norma-norma Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-diskriptif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini dilakukan dipondok pesantren Nasruddin. Kesimpulan riset menyatakan bahwa internalisasi nilai akhlak dalam kitab Ta’limul Muta’allim untuk meningkatkan kedisiplinan belajar dilakukan melalui: Pertama. Nilai akhlak kepada Allah, santri meluruskan niat belajar, mempelajari ilmu bersifat fardhu ain, mempunyai sifat tawakal, Kedua. Nilai akhlak kepada dirinya sendiri, santri sungguh-sungguh dan tekun dalam belajar, mengetahui tahapan belajar, memiliki sikap wara’, Ketiga. Nilai akhlak santri kepada makhluk sesama, menghormati ilmu dan ahli ilmu, memilih guru dan memilih teman, memiliki sifat kasih sayang. Kata Kunci: Internalisasi, Nilai-Nilai Akhlak, Disiplin Belajar
Bela Negara Dalam Perspektif Islam Taufikurrahman Taufikurrahman; Megawati Fajrin
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bela Negara merupakan tekad bersama untuk menjaga, merawat Negara kesatuan hingga melawan koloniasme dari bentuk apapun, dari perang fisik sampai ideologis, dengan ditetapkan pancasila dan UUD 45 sebagai pilar ideologis Negara Indonesia, bertujuan untuk membentengi dari transformasi ideology luar masuk pada prinsip konsepsi Pancasala, karena Pilar-pilar tersebut sudah final dari para leluhur untuk dijadikan pedoman ketika mengalami tantangan dari perubahan zaman. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: pertama, bagaimana konsepsi bela Negara menurut Islam? Kedua, bagaimana menerapkan bela Negara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia? Sedangkan metode yang dipakai menggunakan pendekatan Content analysis Semiotic dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran sebagai data primer dalam menjelaskan variable-variable. Setelah dilakukan kajian secara mendalam ditemukan bahwa Bela Negara sepaham dengan perspektif Al-Quran, dengan adanya Pancasila yang luhur dan dirumuskan oleh Soekarno dengan persetujuan para Ulama di masa dulu, terlebih di masa Nabi Saw. Ada piagam Madinah sebagai tauladan kemaslahatan warga Negara. disamping itu bela Negara di Indonesia sudah sesuai dengan nilai-nilai yang diusung oleh islam, dari sistem musyawarah, keadilan, dan kebebasan dengan kode etik yang harus dipatuhi, tapi kemudian yang menjadi masalah adalah seringkali di lapangan tidak se ideal konsepsi teoritis, masih banyak penyimpangan atas nama bela Negara, perlu adanya pendekatan persuasive dalam ranah pendidikan, politik dan kebudayaan untuk tetap menjunjung nilai yang mendukung terhadap kesucian bela Negara. Kata-kata kunci: Bela Negara, Konsep islam dan NKRI
ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN DAN KERAGAMAN BANGSA INDONESIA Taufikurrahman Taufikurrahman; Maulana Ferdy Ashshobuur Amin; Afghan Kurniawan; Rifqi Aqilah Hatibie; Ivena Adinda Nasywaa
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Islam Rahmatan Lil Alamin merupakan bentuk dari tujuan agama Islam. Ajaran Islam secara keseluruhan mengajarkan kasih sayang, saling damai, dan menciptakan lingkungan harmonis diantara sesama makhluk Allah. Dalam kajian ini akan membahas mengenai Islam Rahmatan Lil Alamin dalam perspektif ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Konsep Islam Rahmatan Lil Alamin tepat diterapkan pada kondisi negara Indonesia yang memiliki keberagaman yang tidak jarang menimbulkan perselisihan, perdebatan dan pertikaian diantara sesama manusia. Kajian ini menggunakan metode mengkaji sumber pustaka dan menganalisa referensi-referensi ilmiah yang terkait dengan islam rahmatan lil alamin dalam kehidupan berbangsa. Kajian ini menghasilkan bentuk implementasi Islam Rahmatan Lil Alamin yang dapat diterapkan dalam kehidupan berbangsa berdasar pada ideologi negara yaitu Pancasila guna meredam berbagai isu konflik yang mengatasnamakan agama ditengah keragaman Indonesia. Kata kunci: Islam, Rahmatan Lil Alamin, Beragamaan,
Co-Authors Abid Abhirama Achmad Abdi Syarifudin Adinda Rachmawati Puspita Ayu Afghan Kurniawan Afifah Rania Asmaradani Afifah Ulul Azmi Ahmad Yusril Ivani Bastyan Mahendra Aisyah Vira Ratnaningsih Akira Putra Ardiansyah Al Amin Nur Rofiq Alifia Iga Sutrisno Alvin Qumar Amir Ana Wafiyatul Alifah Ananda Devi Muri Utomo Andissa Listya Quatatita Anggraheny Sulistyana Anggun Tri Mawardani Aniq Farikha Annisa Anastasia Aria Afif Ayunda Daratista Efenda Hutahaean Bahrul Ulum Berlianda Khisbatul Ifadah Bryan Yafet Widiawira Deffany Riono Putri Dharma Putra Raharja Dhiya' Ayu Adibah Dina In’am Nurida Dinda Griselda Azura Gestyaki Ellinda Febrianty Endiva Khoirum Putri Evi Tri Jayanti Farikha Rahmawati Fawziyah Ramadhani G. Oka Warmana Hawa Ridhani W Husain Taufiqqurrahman Imam Maskuri Ira Firnandari Ira Wikartika Iriani Iriani Irla Rahma Sari Irma Tiara Ekayasah Ivena Adinda Nasywaa Juwito Juwito Kezia Rahadita A Lailatul Hasanah Lorita Nafiztus Herfizal M Andi Hakim M Mansyur M. Effendy Dwi Y M. Khairil Amin Mahendra Wisnu Wardana Malda Mega Rahmania Marta Amanda Panjaitan Marta Amanda Panjaitan Maulana Ferdy Ashshobuur Amin Maulana Khalid Mega Cahyono Putera Megawati Fajrin Mercy Zakia Adhisty Mia Amelia Priyankha Mohammad Kafi Putra Jauhari Mohammad Raffi Faizul Haq Mohammad Rizqy Mohammad Syarifuz Zaim Muhammad Iqbal Ilmiawan Musyarofah Nur Wahidah Nabila Ayu Kristina Nabilah Widyayuniar Nabilla Jasmine Nada Salsabilah Nadifa Afni Azizah Ni Putu Krisna Purnama Sari Nurul Anggraini Nurul Aulia Shifa Devi Nuur Madina Poppy Avianti Pramana Ajie Putra Puspita Dwi Susanti Puteri Arsalta Chandra Putri Delvie Irfanda R. Dimas Satria Juliartha Rachmanita Eza Putri Wiyandari Raden Roro Dwi Rizky P Raden Roro Dwi Rizky Pratiwi Rahayu Wiguna Riena Fitri Andhita S Rifqi Aqilah Hatibie Risqi Firdaus Setiawan Shafira Friesilia Putri Siska Arifah Fauziah Siti Nur Fauziah Siti Winarsih Suhaimi Fajrin Thersa Armenia Putri Venita Restu Al’Amin Venita Restu Al’Amin Wildan Arya Wicaksana Winda Nurhasanah Zainal Abidin Achmad