Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PERADONG UNTUK PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DAN STUNTING DALAM KERANGKA PERLINDUNGAN ANAK TERPADU BERBASIS MASYARAKAT (PATBM) Tiara Ramadhani; Micahel Jeffri Sinabutar; Hidayati Hidayati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2159-2165

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan perkawinan  anak dan stunting di Desa Peradong, Bangka Barat. Hal ini berangkat dari permasalahan tingginya angka perkawinan anak dan stunting di Desa Peradong. Pernikahan anak merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap anak. Anak yang terpaksa menikah atau harus menikah sebelum usia 19 tahun karena alasan tertentu lebih rentan dalam hal akses pendidikan, kesehatan yang berkualitas, risiko kekerasan, dan hidup dalam kemiskinan. Dampak dari pernikahan anak tidak hanya berdampak pada anak yang menikah, namun juga berdampak pada anak yang lahir dan berpotensi menciptakan kemiskinan antargenerasi. PKK Desa Peradong merupakan mitra dalam program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai cara meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mencegah perkawinan anak dan mencegah stunting. Sehingga diharapkan dari kegiatan ini dapat mengembangkan suatu inovasi dalam mengurangi angka perkawinan anak dan pengentasan stunting di Desa Peradong berbasis masyarakat dengan trust, bonding, bridging dan linking yang kuat ditunjang dengan monitoring dan evaluasi program yang dijalankan. Sinergi antara program pengabdian tersebut di masa depan akan meningkatkan kemampuan dan keterampilan secara mandiri dalam mencegah perkawinan anak dan permasalahan stunting. Luaran yang diharapkan dari hasil kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah publikasi pada jurnal bereputasi, dan artikel di media massa, serta kertas kebijakan penanganan perkawinan anak dan stunting.
Analysis of the impact of the community development program of PT Pertamina Patra Niaga integrated Terminal Pangkalbalam on local community empowerment Tiara Ramadhani; Rani Ade Ningsih; Afifah Khairul Muti'ah; Devraldo Sandhika
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 10 (2025): October 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i10.890

Abstract

This study discusses the implementation of the PELIKAS Program (Utilization of Organic Waste for Social Independence) as a form of Corporate Social Responsibility (CSR) for PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Pangkalbalam in Bukit Besar Village, Pangkalpinang City. The background of this program is the increasing volume of household organic waste, the limited capacity of the Final Disposal Site (TPA), and the high unemployment rate of the community. Through a community development approach, this program integrates organic waste management with community economic empowerment, especially farmer women groups (KWT), through the cultivation  of Black Soldier Flies (BSF) or maggot larvae. The research uses a descriptive qualitative method with interview, observation, and documentation techniques. The results of the study show that the PELIKAS program has a positive impact on three main aspects: (1) the environment, by reducing the volume of organic waste and increasing soil fertility with kasgot; (2) social, through increasing community participation and solidarity, as well as the distribution of crops to vulnerable groups; and (3) the economy, by increasing the income of KWT members and developing products with selling value such as organic fertilizers and processed foods. However, challenges remain in terms of institutional and financial sustainability. The conclusion of this study confirms that PELIKAS is a CSR model based on community empowerment that is effective and can be replicated in other regions to support the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) related to the environment, food security, and economic equality.
Media as a Political Tool: Comparative Study Between Indonesia and Saudi Arabia Khalid Vikriadi; Ainiyatul Latifah; Riky Ovaliansyah Harahap; Tiara Ramadhani; Aubaidillah Doloh; Nurul Kamaly
JOURNAL OF SOCIETY INNOVATION AND DEVELOPMENT Vol 7 No 2 (2026): JSID: May 2026
Publisher : Winaya Inspirasi Nusantara Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63924/jsid.v7i2.288

Abstract

While media freedom is traditionally framed within a democracy-authoritarianism dichotomy, emerging patterns of digital control suggest that state-media interactions are becoming increasingly complex. This study addresses the background problem of how varied political regimes in Muslim-majority nations instrumentalize media to maintain legitimacy and manage public discourse. The primary research objective is to develop a cross-regime typology by comparing media control mechanisms in Indonesia, an electoral democracy, and Saudi Arabia, an absolute monarchy. Utilizing a qualitative comparative case study design, the methodology involves the thematic analysis of official legal frameworks, international press freedom reports, and digital archive data from 2019 to 2025. The key findings reveal that Indonesia employs "competitive digital manipulation," where democratic legal apparatuses like the ITE Law are weaponized for "soft" repression and self-censorship. Conversely, Saudi Arabia utilizes "legal-institutional control," relying on absolute monarchical authority and pervasive surveillance to systematically dismantle independent dissent. The findings imply that a state’s "digital legal architecture" is a more significant predictor of media autonomy than formal regime labels. This research contributes to the field of political communication and democracy in a Muslim and Muslim majority country by providing a nuanced framework for understanding how power is consolidated through media in diverse institutional configurations, suggesting that democratic backsliding often manifests through the legalistic erosion of the digital public sphere.
The Social Construction Of School Bullying: A Symbolic Interactionist Perspective Hidayati; Tiara Ramadhani; Wilda Afriani; Eka Fitriyanti
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 02 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1978

Abstract

This study aimed to describe junior high school students' experiences and perceptions of bullying in Pangkalpinang and to examine how these experiences construct the social meaning of bullying through George Herbert Mead's symbolic interactionism. A descriptive quantitative design was employed, complemented by thematic analysis of students' responses to open-ended questions. The study involved 324 students from five junior high schools in Pangkalpinang. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics (frequencies, percentages, means, and standard deviations), while qualitative data were analyzed thematically using Mead's concepts of significant symbols, meaning, self, role-taking, significant others, and the generalized other. The results showed that verbal and relational bullying were the most frequently experienced forms of bullying. Although students generally perceived school policies and anti-bullying measures positively, many remained reluctant to report or intervene in bullying incidents. The qualitative findings revealed that bullying is socially constructed through interconnected processes of symbolic interaction, meaning construction, self-formation, role-taking, the influence of significant others, and the generalized other. This study concludes that Mead's six central concepts operate not as isolated analytical categories but as a dynamic sequence of social processes through which bullying is socially produced, reproduced, normalized, and potentially transformed. These findings provide a sociological perspective for strengthening school-based bullying prevention.
PELAKSANAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL (CSR) PADA PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA TANI-PERIKANAN DI KECAMATAN KOBA KABUPATEN BANGKA TENGAH Tiara Ramadhani; Putra Pratama Saputra
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v4i2.2544

Abstract

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakann provinsi yang berada di Pulau Bangka yang kaya akan biji timahnya dan terkenal dengan daerah penghasil timah terbesar di Pulau Bangka. Aktivitas penambangan timah yang terjadi di Pulau Bangka dilakukan oleh dua Perusahaan yaitu PT Timah Tbk dan PT Kobatin Tbk. Aktivitas penambangan timah yang dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut, terutama PT Kobatin tbk memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dalam sektor ekonomi. Tetapi disatu sisi, ternyata menimbulkan dampak negatif yatiu terbentuknya lahan kritis dan cekungan air atau yang lebih dikenal dengan sebutan “kolong” dengan luas mencapai 11.100 ha. Keberadaan kolong-kolong tersebut meresahkan masyarakat terutama bagi keberlangsungan hidup mereka. Tetapi, jika dapat diberdayakan kembali, keberadaan kolong-kolong tersebut bermanfaat bagi kehidupan mereka sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh penjelasan tentang bagaimana tanggungjawab sosial PT Kobatin dalam pemberdayaan kelompok usaha tani-perikanan. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, untuk mendapat pemahaman dan penghayatan mengenai obyek yang diteliti. Sedangkan dalam proses pemilihan informan dilakukan melalui tehnik nonprobability sampling yaitu purposive sampling, yaitu mencari informasi dari orang- orang yang dianggap memiliki informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggungjawab sosial PT Kobatin Tbk sudah dilaksanakan mulai dari tahapan persiapan sosial sampai monitoring dan evaluasi. Tetapi, ternyata terdapat kekurangan dalam tahapan pemberdayaan tersebut, yaitu tidak terlaksananya proses monitoring dan evaluasi yang pada akhirnya menjadikan bantuan dalam program CSR tersebut hanya sekedar bantuan semata. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tanggungjawab sosial PT Kobatin memerlukan suatu upaya untuk meningkatkan proses pemberdayaannya agar menjadi lebih baik dan berkelanjutan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pemberdayaan kelompok usaha tani-perikanan, penulis merekomendasikan program pendampingan sosial dalam proses pemberdayaannya dengan mengutamakan pendayagunaan sumber daya yang ada di wilayah tersebut.