Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Beban Statis Pada Desain Chassis Mobil Listrik Bha-rata 2KW Aqilah Zulfa Azzahra; Nely Ana Mufarida; Irawati Irawati; Nurhalim Nurhalim
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7475

Abstract

Universitas Muhammadiyah Jember, dengan sasis yang berfungsi sebagai komponen struktural utama yang menanggung beban statis. Pemilihan bahan sasis yang tepat sangatlah penting; oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tegangan, perpindahan, dan faktor keamanan (FOS) pada baja AISI 4340 guna menentukan kesesuaian bahan tersebut sebagai sasis yang optimal. Metode yang digunakan adalah simulasi beban statis dengan SolidWorks pada desain sasis tunggal menggunakan baja AISI 4340, dilengkapi dengan perhitungan sistematis untuk validasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa material tersebut menghasilkan tegangan aksial sebesar 0,58847 N/cm² dan perpindahan rata-rata sebesar 0,00458645 cm, yang menunjukkan ketahanan deformasi yang baik dalam kondisi beban statis. Nilai Faktor Keamanan (FOS) yang diperoleh adalah 1,20652, jauh melebihi batas keamanan minimum. Dengan demikian, baja AISI 4340 terbukti valid dan optimal sebagai bahan sasis untuk Mobil Listrik Bharata 2KW karena memiliki kekuatan luluh tertinggi dan FOS terbesar, sehingga memberikan keamanan struktural terbaik.
Pengaruh Variasi Posisi Duduk Driver Mobil Listrik Terhadap Kenyamanan Dan Resiko Kerja Junet Rimet; Nely Ana Mufarida; Latifa Mirzatika Al-Rosyid; Nurhalim Nurhalim
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7493

Abstract

Pengembangan kendaraan listrik memerlukan penerapan prinsip-prinsip ergonomi dalam desain kabin untuk meningkatkan kenyamanan pengemudi dan mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal. Kendaraan listrik BHARATA, yang dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah Jember, memerlukan evaluasi ergonomi untuk menentukan posisi mengemudi yang paling nyaman dan aman. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi posisi tempat duduk terhadap kenyamanan pengemudi dan risiko ergonomi menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan empat variasi jarak tempat duduk ke setir: 42 cm, 37 cm, 32 cm, dan 27 cm. Data diperoleh melalui pemodelan kabin menggunakan SolidWorks dan simulasi postur menggunakan CATIA V5, diikuti dengan penilaian ergonomi menggunakan metode RULA. Hasil menunjukkan bahwa jarak tempat duduk 42 cm, 37 cm, dan 32 cm menghasilkan skor RULA 4, menunjukkan tingkat risiko ergonomi moderat, sedangkan jarak 27 cm menghasilkan skor RULA 5, menunjukkan risiko ergonomi yang lebih tinggi yang memerlukan tindakan korektif. Analisis komparatif mengungkapkan bahwa jarak 37 cm memberikan skor postur paling seimbang untuk lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, leher, dan batang tubuh, menjadikannya posisi duduk paling ergonomis. Studi ini menunjukkan bahwa metode RULA efektif untuk mengevaluasi risiko ergonomis dan dapat berfungsi sebagai referensi untuk mengembangkan desain kabin kendaraan listrik yang lebih aman, lebih nyaman, dan mendukung kesehatan pengemudi.
Pemanfaatan Limbah Sayuran Kubis Mengunakan Starter Kotoran Sapi, Kambing dan Kuda Menjadi Biogas Dengan Penambahan EM4 Deni, Muhammada Deni Ainun Najib; Ana Mufarida, Nely Ana Mufarida; Kusjoko Kusjoko; Nurhalim Nurhalim
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i2.4501

Abstract

Peningkatan konsumsi energi nasional akibat pertumbuhan penduduk mendorong urgensi pengembangan energi alternatif, salah satunya biogas.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas tiga jenis starter kotoran ternak (sapi, kambing, dan kuda) yang dicampur dengan bahan utama sayuran kubis serta penambahan EM4 dalam produksi biogas. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan masa fermentasi 30 hari. Parameter yang dianalisis meliputi nilai pH, rasio C/N, CH₄, CO, O₂, dan H₂S dan volume biogas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran limbah kubis dan kotoran kambing memiliki rasio C/N ideal (21,294), nilai pH netral (7), serta volume gas dan kandungan metana yang lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Produksi gas metana terpantau selama 30 hari, dengan awal deteksi terjadi pada hari ke-20 hingga ke-25, terutama pada perlakuan starter kotoran kambing, Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan jenis starter kotoran ternak memengaruhi keberhasilan fermentasi biogas, bahwa kotoran kambing merupakan bahan paling potensial untuk produksi biogas berbasis limbah sayuran. Penelitian ini berkontribusi dalam pemanfaatan limbah organik sebagai sumber energi terbarukan yang berkelanjutan
Pengaruh Suhu Terhadap Karakteristik, Nilai Kalor, Dan Volume Minyak Polyethylene Dengan Metode Pirolisis Hamdan Katsiro; Nely Ana Mufarida; Bagus Setya Rintiyarna; Nurhalim Nurhalim
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6665

Abstract

Peningkatan penggunaan plastik di Indonesia berkontribusi terhadap bertambahnya volume limbah plastik yang sulit terdegradasi dan berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu jenis limbah tersebut berasal dari polyethylene (PE) sisa proses pelapisan pipa baja metode 3LPE (Three Layer Polyethylene). Limbah ini umumnya tidak dimanfaatkan kembali karena telah tercemar oleh material lain. Penelitian bertujuan untuk menganalisis suhu pirolisis terhadap volume, rendemen, karakteristik fisik, serta nilai kalor minyak produk pirolisis limbah polyethylene sebagai BBM. Pengambilan data yang digunakan adalah dengan eksperimen pendekatan kuantitatif dari proses pirolisis tanpa udara pada suhu 500°C selama 180 menit menggunakan bahan baku avfal PE sebanyak 2 kg. Minyak hasil pirolisis selanjutnya diuji karakteristiknya meliputi densitas, viskositas/kekentalan, dan nilai kalor. Penelitian menunjukkan bahwa pada saat suhu 500°C diperoleh volume minyak sebesar 250 ml dengan rendemen 11,05%. Minyak pirolisis memiliki densitas 0,924 g/ml, viskositas 0,754 Pa·s, dan nilai kalor sebesar 17.385,67 cal/gram. Secara visual, minyak berwarna coklat gelap, berbau menyengat, bersifat encer, dan mudah terbakar. Temuan ini menunjukkan bahwa limbah polyethylene dari proses 3LPE berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif melalui metode pirolisis, meskipun diperlukan peningkatan kualitas agar karakteristiknya mendekati standar bahan bakar konvensional.
Perbandingan Karakteristik Kadar Air Dan Kadar Karbon Briket Biomassa Berbasis Tempurung Kelapa, Sekam Padi, Dan Serbuk Kayu Jati Putih Fendi Hermawan; Kosjoko Kosjoko; Nely Ana Mufarida; Nurhalim Nurhalim
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i1.6671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan karakteristik kadar air dan kadar karbon pada briket biomassa berbahan dasar tempurung kelapa, sekam padi, dan serbuk kayu jati putih. Proses pembuatan briket dilakukan melalui tahapan pirolisis pada suhu 500 °C selama 2 jam, penumbukan, pengayakan 50 mesh, pencampuran perekat maizena sebesar 10%, pencetakan, dan pengeringan. Pengujian laboratorium dilakukan untuk menentukan kadar air dan kadar karbon terikat sebagai parameter mutu briket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket sekam padi memiliki kadar air terendah sebesar 4,85%, diikuti serbuk kayu jati putih sebesar 5,62% dan tempurung kelapa sebesar 7,79%. Sementara itu, kadar karbon tertinggi diperoleh pada briket tempurung kelapa sebesar 66,8%, diikuti serbuk kayu jati putih sebesar 62,9% dan sekam padi sebesar 38,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa tempurung kelapa memiliki potensi terbaik sebagai bahan baku briket biomassa berkualitas.