Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MAJALAH ILMIAH GLOBE

KEBUTUHAN DATA SPASIAL KELAUTAN DAN KETERBATASAN METODA INDERAJA DALAM MENDUKUNG PEMETAAN SUMBERDAYA KELAUTAN Gaol, Jonson Lumban; Arhatin, Risti Endriani; Zamani, Neviaty P; Madduppa, Hawis
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 11, No 1 (2009)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.507 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2009.11-1.332

Abstract

Kelangkaan data spasial kelautan merupakan permasalahan mendasar dalam perencanaan pembangunan kelautan di negara berkembang seperti lndonesia. Untuk mengatasi permasalahan ini, teknologi inderaja menjadi salah-satu alternatif pilihan. Salah satu ekosistem laut yang mengandung kekayaan sumberdaya alam adalah ekosistem terumbu karang. Pemanfaatan data inderaja untuk pemetaan ekosistem terumbu karang telah diperkenalkan di lndonesia sejak tahun 90-an dan saat ini sudah umum digunakan di Indonesia. Namun demikian, data inderaja mempunyai keterbatasan untuk memetakan objek terumbu karang karena berada hingga kedalaman tertentu yang tidak ada penetrasi cahaya. Pola distribusi terumbu karang yang mengikuti geomorfologi dasar perairan sangat mempengaruhi hasil penginderaan. Hasil penelitian di kepulauan Una-una Togean menuniukkan bahwa interpretasi dari citra satelit tidak menggambarkan kondisi terumbu karang yang sesungguhnya.Kata Kunci: Data Spasial, Kelautan, Inderaja, Terumbu Karang ABSTRACTThe lack of marine spatial data is the fundamental problems in marine development planning in developing countries like Indonesia. We need remote sensing technology to be one alternative option to get over this problem. A coral reef ecosystem is one of the marine ecosystems that contain a rich of marine resources. Utilization of remote sensing data for napping coral reef ecosystems have been introduced in Indonesia since the 90’s and now is commonly used in Indonesia. However, the remote sensing data has limitations for coral reef napping object being in a certain depth into which has no light penetration. Distribution patterns of coral reef following the bottom geomorphology of water influence the sensory results. The results of research conducted in the Una-una Togean Island showed that the coral reef map derived satellite images did not describe the real condition of the reef. Keywords: Spatial Data, Marine, Remote Sensing, Coral Reef
PEMANFAATAN CITRA SATELIT UNTUK MEMANTAU DINAMIKA MASSA AIR PERMUKAAN DI SELAT MAKASSAR Pasaribu, Riza Aitiando; Gaol, Jonson Lumban; Manurung, Djisman
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.343 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.78

Abstract

ABSTRAKSalah satu hal yang menarik untuk dikaji mengenai perairan Indonesia adalah dengan adanya istilah yangmendunia yaitu Indonesian Through Flow atau yang dikenal dengan istilah Arus Lintas Indonesia (ARLINDO). Melaluipemahaman tentang oseanografi terutama oseanografi fisika maka dapat dipelajari kondisi fisik suatu wilayah perairanbeserta karakteristik dari perairan tersebut. Saat ini parameter oseanografi fisika dapat dideteksi denganmenggunakan teknologi penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk memantau dinamika massa air permukaandi Perairan Selat Makassar dengan menggunakan potensi dan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh. Data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah data citra satelit Terra dan Aqua MODIS level 1 dengan resolusi 1 km dalamformat Hierarchical Data Format (HDF). Data sebaran Suhu Permukaan Laut (SPL) adalah data harian selama duatahun (2009-2010) dengan citra SPL untuk mendapatkan data time series. Data pendukung yang diambilmenggunakan teknologi penginderaan jauh adalah curah hujan, kecepatan dan arah angin yang merupakan datasekunder. Setiap bulan ada 2 sampai 3 data harian yang layak untuk diolah, hal yang menjadi kendala paling besaradalah banyaknya citra yang tertutup awan sehingga data yang didapat tidak dapat menggambarkan kondisi PerairanSelat Makassar. Dinamika massa air permukaan yang menunjukkan pergerakan massa air permukaan terlihat melaluipola SPL yang terbentuk di Selat Makassar. Massa air permukaan bergerak dari utara ke selatan perairan terdeteksidi Bulan Maret 2010 dan dari selatan ke utara di Bulan Juni 2010.Kata Kunci: Massa Air Permukaan, Selat Makassar, MODIS, Suhu Permukaan Laut.ABSTRACTStudy on Indonesia Through Flow of Makassar Strait is very interesting subjects considering that this term isbocome globally welknown. By understanding its physical oceanography, the characteristic of this waters can belearned. Current technology developments enable scientist to study, physical oceanographic parameters by usingremote sensing technology. This study aims to monitor the dynamics of the surface water mass in Makassar Straitusing the advancement of remote sensing technology. The data used in this study is satellite image data of Terra andAqua Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) level 1 with spatial resolution of 1 km stored inHierarchical Data Format (HDF) format. Meanwhile, daily Sea Surface Temperature (SST) data of two consecutiveyears (2009-2010) were used to obtain time series data of the SST. The other supporting data were rainfall data andwind direction and speed. The biggest obstacle found in this study is that many areas were covered by cloud so thatthe images data could not be used to describe the Makassar Strait waters condition. The result of this study thatdynamics of surface water mass that show the movement of surface water mass distribution can be seen from thepatterns of SST in Makassar Strait. Surface water mass at the Makassar Strait moves from north to south in March2010 and was appeared in opposite flow in June 2010.Keywords: Surface Water Masses, Makassar Strait, MODIS, Sea Surface Temperature.
Co-Authors . Hendrawan Achmad Fachruddin-Syah Achmad Fachrudin Syah Agnestesya Manuputty Agustin Rustam Al Hakim, Muhammad Abdul Ghofur Alam, Al Fajar Amelius Andi Mansawan Anggi Tiarasani Ar-ridhaty Akita, Erliantina Armanda Bambang Sadhotomo Bisman Nababan Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Cheung, William W.L. Dendy Mahabror Dessy Berlianty Diki Zulkarnaen Djisman Manurung Domu Simbolon Dony Kushardono Dony Kushardono Dortje Theodora Silubun Ega Putra Fadli Syamsudin Fahriansyah Fahriansyah Farahdillah, Reyhanniza Ekka Fery Kurniawan Fitriani, Sarah Putri Harold J.D. Waas Harold J.D.Waas Hawis H Madduppa Herlambang Aulia Rachman Heron Surbakti I Wayan Nurjaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Iqoh Faiqoh Irawati, Febri Dwi James Parlindungan Panjaitan Jordan Tito Lubis Khairul Amri Marisa Mei Ling Marlis Yulianto Maya Eria Br Sinurat Michelia Mashita Muh. Adhim Adrian Muhammad Sudibjo Mujizat Kawaru Muklis Muklis Mukti Zainuddin Nabilla Dhani Amanda Nadela Rista Apriliya Nazal, Muhammad Faris NEVIATY PUTRI ZAMANI Noor, Hariansyah Noya, Theo Imanuel Nurmawati Nurmawati Nurzeha, Ridwan Nyoman M N Natih Rayhan Nuris Reygondeau, Gabriel Risti Endriani Arhatin Riza Aitiando Pasaribu Rizki Dimas Permana Rizty Maulida Badri Rohman, Tefur Nur Sarah Putri Fitriani Septiyan Firmansyah Setyo Budi Susilo Suhita, Ni Putu Asri Ratna Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Teguh Prayogo Teh, Lydia van Beek, Ruben Vincentius P Siregar Widya Octavia Wildan Tino Yuli Naulita Yustie Amanda Zainal Arifin Zainal Arifin