Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EDUKASI PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KONSERVASI DAN REHABILITASI SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PULAU BONTOSUA, KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN Abdul Rauf; Muhammad Ikhsan Wamnebo; Muhammad Ilham Rauf
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v3i2.567

Abstract

Pulau Bontosua, Desa Mattiro Bone, Kecamatan Liukang Tupabbiring adalah salah satu pulau di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki ekosistem terumbu karang yang tersebar di sekeliling pulau. Namun saat ini banyak mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab (tidak ramah lingkungan). Untuk mengatasi masalah di atas, diperlukan suatu upaya mengedukasi masyarakat yang bertujuan tidak hanya meningkatkan perlindungan (konservasi) tetapi juga rehabilitasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan terhadap ekosistem. Tujuan dari kegiatan PkM ini adalah memberikan edukasi peningkatan pengetahuan, pelatihan dan pendampingan tentang konservasi, rehabilitasi dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem terumbu karang kepada Mitra di Pulau Bontosua. Metode yang diterapkan pada pelaksanaan program kegiatan PkM ini adalah metode pendekatan penyuluhan dan pelatihan serta pendampingan dengan melibatkan secara langsung mitra mulai persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah mitra telah mendapatkan pengetahuan dan penyadaran tentang arti penting mempertahankan kelestarian ekosistem terumbu karang di Pulau Bontosua. Disamping itu, mitra telah memahami bagaimana upaya- upaya yang dilakukan untuk merehabilitasi/mengkonservasi terumbu karang yang sudah mengalami kerusakan, sehingga diharapkan menjadi solusi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.
ANALISIS KONDISI TERUMBU KARANG BERDASARKAN ZONA KEDALAMAN DI PERAIRAN PULAU HOGA KALEDUPA TAMAN NASIONAL WAKATOBISPTN II PROVINSI SULAWESI TENGGARA Yusup Yusup; Abdul Rauf; Hamsiah
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 4 No. No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/3g74yf28

Abstract

Coral reefs are one of the potential marine resources in Indonesia that deserve attention. The purpose of this research is to understand the condition of live coral cover in each depth zone in the waters around Hoga Island and the factors that affect the coral reef conditions there. This study was conducted from January to February 2026. Based on the data obtained, the percentage of live coral cover at Station 1 was 31.1%, which falls into the moderate category; Station 2 was 67.35%, which is considered good; and Station 3 was 49.57%, which is moderate. Overall, the average live coral cover in the study area was 49.34%, so the coral reef condition in the research area is categorized as moderate. Meanwhile, water quality parameter measurements indicate that the aquatic environment at the research site remains within the appropriate range to support coral reef growth and development. Average temperatures of 28.8°C, pH 7, salinity 31.9‰, and current velocity of 0.07 m/s indicate relatively stable water conditions and no significant environmental stress. Ship anchors are one of the anthropogenic factors contributing to the destruction of coral reef ecosystems, particularly in marine tourism areas and areas frequently used for mooring ships. When anchors are dropped to the bottom, the anchor and its chain can strike coral colonies, causing the coral branches to break.