Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

IHT TPACK pada Guru SLB Negeri Kandat Melalui Kamus BIMA Sebagai Upaya Pengembangan Numerasi Siswa Tunarungu Ika Santia; Siti Rochana; Aprilia Dwi Handayani; Annisa Nur Kamilah; Nanda Nacaska Oktihsani Mohammad; Tamara Jasmine Prasetyani; Slamet Muhammad Ilham; Jatmiko Jatmiko
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v4i1.264

Abstract

Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) adalah suatu kerangka kerja yang mengintegrasikan pengetahuan, kemampuan mengajar guru, dan teknologi. TPACK mendukung pencapaian numerasi siswa. Pentingnya TPACK dalam menunjang numerasi tidak selaras dengan realita di lapangan yang menunjukkan fakta bahwa numerasi siswa masih sangat kurang, terutama pada siswa tunarungu. Hal ini terlihat dari hasil observasi di SLB Negeri Kandat pada bulan Februari 2023, yang menunjukkan data bahwa 77,8% siswa kelas 6 SD-LB belum menguasai operasi hitung bilangan bulat, dan 85,7% siswa SMP-LB belum dapat mengoperasikan perkalian bilangan bulat. Hal inilah yang mendasari perlu diadakannya pemberdayaan TPACK pada guru SLB. Peningkatan keterampilan melalui pemberdayaan tersebut dapat direalisasikan dengan menghasilkan produk pembelajaran kamus Bahasa Isyarat Matematika (BIMA) yang dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. Hasil IHT pengembangan BIMA dinyatakan efektif meningkatkan numerasi siswa tunarungu.
Pengembangan Modul dengan Pendekatan React pada Materi SPLDV di SMPN 2 Banyakan Hani Yuanta Risma Putri; Bambang Agus Sulistyono; Aprilia Dwi Handayani; Jatmiko Jatmiko
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.342

Abstract

Modul merupakan media pembelajaraan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, modul biasanya disebut sebagai bahan belajar sendiri (self material learning). Sebagian besar siswa memiliki kendala ketika belajar matematika, karena menurut siswa matematika merupakan ilmu yang sulit untuk dipelajari. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengembangkan modul dengan mengkaitkan materi dengan kehidupan nyata siswa. Salah satu pendekatan dalam matematika yang berkaitan dengan kehidupan nyata adalah dengan pendekatan REACT (Realiting, Experiencing, Applyinh, Cooperating, Transfering). Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Banyakan dengn jumlah siswa 21 siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media pembelajaran modul yang valid, praktis, dan efektif bagi siswa. Model pengembangan yang digunakan peneliti adalah ADDIE yang meliputi 5 tahapan yaitu analysis, design, development, implementation, and evaluation. Teknik pengumpula data yang dilakukan oleh peneliti dengan memberikan angket validasi kepada para validator, memberikan angket respon untuk mengetahui kepraktisan media, dan memberikan soal pre-test dan post-test. Dari hasil validasi yang telah dilakukan peneliti diperoleh presentase sebesar dari ahli materi, dari ahli media, dan dari ahli praktisi. Berdasarkan dari hasil validasi yang telah dilakukan media dinyatakan sangat layak untuk digunakan. Sedangkan kepraktisan media diperoleh presentase dengan kategori praktis. Dan hasil validasi media dikatakan efektif diperoleh nilai rata-rata .
IMPLEMENTASI MULTIMEDIA INTERAKTIF MATH FRACTION PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN UNTUK SISWA KELAS IV SD NEGERI BULUSARI 3 Bhetta Hilmy Fauzia; Nurita Primasatya; Aprilia Dwi Handayani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to develop interactive Math Fraction multimedia on the material of adding and subtracting fractions for fourth-grade students at Bulusari 3 Elementary School. The mathematics learning problems at this school include low student achievement and a lack of variety in learning media, which impacts students' low interest and active participation. This research uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The limited trial involved 5 students, while the large-scale trial involved 18 students. The instruments used include a validation sheet, a practicality questionnaire, and an effectiveness test. The validation results showed scores of 92% from content experts and 98% from media experts, indicating that the media is highly valid. Practicality tests by teachers and students showed an average score of 93.2% (very practical). The post-media effectiveness test showed that 100% of students achieved the Minimum Mastery Criteria (KKM). These results indicate that the interactive multimedia Math Fraction is suitable for use as a valid, practical, and effective learning medium.
Pendampingan Guru PAUD dalam Pengembangan Buku Digital “Budi, Lina, dan Dika” sebagai Media Penguatan Literasi, Numerasi, dan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Veny Iswantiningtyas; Aprilia Dwi Handayani; Umi Mahdiyah; Anggila Ruly Eka Putri; Axcelleosa Gloria Setiawan; Nur Rosyida; Roka Maulina; Indah Purwani
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v6i2.818

Abstract

Latar Belakang: Keterbatasan pemanfaatan media digital dalam pembelajaran PAUD serta rendahnya integrasi literasi, numerasi, dan pendidikan karakter mendorong perlunya inovasi berbasis teknologi yang kontekstual. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan buku digital dan memperkuat literasi, numerasi, serta karakter anak melalui media yang inovatif. Metode: Metode pelaksanaan pengabdian adalah dengan lima tahapan: (1) identifikasi masalah dan sosialisasi, (2) pelatihan intensif Canva dan penyusunan ide cerita, (3) penerapan di kelas, (4) pendampingan dan evaluasi, serta (5) diseminasi dan perencanaan keberlanjutan. Peserta pendampingan adalah guru TK Putera Bhakti Kota Kediri. Hasil: Hasil kegiatan meliputi peningkatan kompetensi guru dalam pembuatan media digital dari 40% menjadi 90%, tersusun buku digital (BUDI LINA DAN DIKA) yang terkompilasi dalam e-catalog, serta peningkatan minat baca siswa. Produk telah diterapkan dalam pembelajaran dan akan didiseminasikan kepada orang tua. Kesimpulan: Program pendampingan partisipatif ini efektif dalam memberdayakan guru untuk menciptakan media pembelajaran yang relevan. Kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi dan sekolah memastikan keberlanjutan dan dampak jangka panjang program.
Pemberdayaan Guru MGMP SMP Kabupaten Kediri Melalui Pelatihan Joyful Learning Berbasis Praktik dalam Pembelajaran Matematika Bambang Agus Sulistyono; Suryo Widodo; Aprilia Dwi Handayani; Lina Rihatul Hima; Ika Santia; Yuni Katminingsih; Dian Devita Yohanie; Samijo Samijo; Darsono Darsono; Jatmiko Jatmiko; Arya Bagas Susanto; Anggi Larasati; Nanda Nacaska; Khusnul Arifah; Karyawati Karyawati; April Rudianto
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v6i2.839

Abstract

Latar Belakang: Guru matematika SMP di Kabupaten Kediri masih menghadapi tantangan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pembelajaran cenderung berorientasi pada hasil, bukan proses berpikir siswa. Hal ini berdampak pada rendahnya minat dan identitas matematis siswa. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan guru MGMP SMP Kabupaten Kediri melalui pelatihan joyful learning berbasis praktik nyata dalam pembelajaran matematika. Metode: Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap: (1) need assessment untuk mengidentifikasi kebutuhan guru; (2) pelatihan berbasis praktik yang melibatkan simulasi pembelajaran dan micro teaching; dan (3) pendampingan reflektif. Hasil: Kegiatan ini menghasilkan peningkatan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Sebanyak 91% peserta mampu mengintegrasikan strategi joyful learning dengan konteks materi matematika yang diajarkan. Kesimpulan: Pelatihan berbasis praktik terbukti efektif meningkatkan kompetensi pedagogis dan kreativitas guru dalam menerapkan joyful learning pada pembelajaran matematika di SMP.
Ethnomathematical Exploration of Geometric Concepts in Tegowangi Temple Ornaments Bryant Candra Wijaya; Fanny Rahma Eka Aprianny; Amelia Putri Wahyuni; Jatmiko Jatmiko; Aprilia Dwi Handayani
Noumerico: Journal of Technology in Mathematics Education Vol. 4 No. 1 (2026): Noumerico, March 2026
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtme.v4i1.8472

Abstract

This study explores geometric concepts embedded in the ornaments of Tegowangi Temple through an ethnomathematical perspective. Previous studies on temple-based ethnomathematics have primarily focused on general geometric forms, with limited attention to specific concepts and their pedagogical relevance, particularly in the context of Tegowangi Temple. Addressing this gap, this research aims to identify and analyse the concepts of reflection, similarity, and circles within the temple’s ornamental structures. A qualitative exploratory design with an ethnographic approach was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analysed using domain and taxonomic analysis to interpret mathematical representations within cultural artefacts. The findings reveal that reflection is evident in the symmetrical structure of corner kala ornaments, in the similarity of the yoni's proportional dimensions, and in circular concepts in the decorative patterns of the Perwara Temple. These concepts were derived through systematic visual and structural analysis of ornament forms. Conceptually, the study contributes to a deeper understanding of geometry in cultural contexts, while pedagogically, it provides contextual learning resources for junior high school mathematics
Potensi etnomatematika berbasis budaya kediri sebagai konteks pembelajaran geometri: Systematic literature review Nur Rahmawati; Ika Santia; Lina Rihatul Hima; Aprilia Dwi Handayani
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v12i1.28723

Abstract

Budaya lokal Kediri menyimpan kekayaan artefak dan tradisi yang berpotensi mengandung unsur-unsur geometri, namun kajian sistematis yang merangkum seluruh potensi tersebut  secara komprehensif belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi etnomatematika berbasis budaya lokal Kediri sebagai konteks pembelajaran geometri. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA yang terdiri dari empat tahap yaitu identifikasi, penyaringan, penentuan kelayakan, dan penyertaan. Dari hasil penelusuran menggunakan aplikasi Publish or Perish diperoleh 100 artikel, kemudian setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi diperoleh 10 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal Kediri menyimpan potensi etnomatematika yang kaya, dengan ditemukannya konsep bangun datar pada 7 artikel, bangun ruang pada 6 artikel, dan transformasi geometri pada 2 artikel dari 10 objek budaya yang dieksplorasi meliputi Monumen SLG, Candi Surowono, Candi Tegowangi, situs-situs bersejarah, Museum Airlangga, Lesung Joho, Batik Tenun Ikat, dan Jembatan Lama Kediri. Temuan ini menunjukkan budaya lokal Kediri memiliki potensi yang kaya dan beragam sebagai konteks pembelajaran geometri yang kontekstual dan bermakna bagi siswa, sehingga dapat diintegrasikan dalam pembelajaran geometri di sekolah.
PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL ETNOMATEMATIKA BERBASIS LESUNG JOHO KEDIRI TERHADAP PENINGKATAN NUMERASI SISWA SMP Indah Dwi Setyani; Jatmiko; Aprilia Dwi Handayani
Afore : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2026): Afore : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/afore.v5i1.4427

Abstract

Numerasi merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran matematika, namun masih rendah akibat pembelajaran yang kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan E-Modul Etnomatematika: Konsep Matematika Dalam Alat Musik Lesung Joho Kediri terhadap kemampuan numerasi peserta didik SMP pada materi bangun ruang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu melalui desain one group pre-test–post-test. Subjek penelitian terdiri atas 20 peserta didik kelas VIII SMP Plus Rahmat Kediri. Instrumen penelitian berupa tes numerasi yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan e-modul. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan dokumentasi. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, serta terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Dengan demikian, E-Modul Etnomatematika: Konsep Matematika Dalam Alat Musik Lesung Joho Kediri efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik.
ANALISIS METAKOGNITIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI LUAS GABUNGAN BANGUN DATAR Firda Rizky Amelia; Jatmiko; Aprilia Dwi Handayani
Afore : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2026): Afore : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/afore.v5i1.4433

Abstract

This study aims to describe students’ metacognitive skills in solving mathematical problem-solving tasks on composite plane figures. A qualitative descriptive approach was employed. The subjects were three fifth-grade students of SDN Blabak 1 Kota Kediri, selected through purposive sampling and categorized into high, medium, and low mathematical ability levels. Data were collected through written tests, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The instruments were developed based on the metacognitive indicators of Jacobse and Harskamp: orientation, planning, evaluation, and reflection. The results show that students with high mathematical ability demonstrate well-developed metacognitive skills across all indicators, students with medium ability exhibit partial metacognitive regulation, and students with low ability show weak metacognitive control. These findings emphasize the importance of strengthening metacognitive strategies in mathematics learning.
Eksplorasi Etnomatematika Pada Koleksi Museum Airlangga Sebagai Sumber Belajar Kontekstual Tsatsabilla Diannira Candraningtyas; Ihqlil Sekti Nugroho; Irma Widyawati; Roys Murumere; Aprilia Dwi Handayani
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v15i1.11299

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi etnomatematika pada koleksi Museum Airlangga Kediri sebagai sumber belajar matematika kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, dengan melibatkan satu orang informan, yaitu pengelola Museum Airlangga Kediri, sebagai sumber data utama mengenai riwayat dan konteks budaya artefak. Alur penelitian meliputi observasi langsung terhadap artefak, wawancara semi-terstruktur dengan pengelola museum, analisis identifikasi bangun datar dan bangun ruang, serta studi literatur untuk memperkuat kajian konsep geometri yang ditemukan. Fokus penelitian adalah Miniatur Rumah (koleksi nomor 3) yang tersimpan di museum tersebut. Hasil penelitian mengungkap bahwa artefak tersebut memuat berbagai konsep geometri, meliputi persegi, balok, kubus, trapesium, segitiga, limas, dan prisma, yang mencerminkan prinsip simetri, stabilitas, dan proporsi dalam budaya lokal. Secara spesifik, temuan ini berkontribusi sebagai alternatif bahan ajar kontekstual pada materi bangun datar, bangun ruang, dan simetri, yang dapat diintegrasikan ke dalam lembar kerja siswa berbasis eksplorasi artefak budaya di jenjang sekolah menengah. Temuan ini menunjukkan bahwa eksplorasi etnomatematika di museum dapat menjembatani matematika abstrak dengan konteks budaya, sehingga berpotensi menjadi bahan ajar kontekstual yang bermakna dan memotivasi siswa dalam belajar matematika.