Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

IHT TPACK pada Guru SLB Negeri Kandat Melalui Kamus BIMA Sebagai Upaya Pengembangan Numerasi Siswa Tunarungu Ika Santia; Siti Rochana; Aprilia Dwi Handayani; Annisa Nur Kamilah; Nanda Nacaska Oktihsani Mohammad; Tamara Jasmine Prasetyani; Slamet Muhammad Ilham; Jatmiko Jatmiko
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v4i1.264

Abstract

Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) adalah suatu kerangka kerja yang mengintegrasikan pengetahuan, kemampuan mengajar guru, dan teknologi. TPACK mendukung pencapaian numerasi siswa. Pentingnya TPACK dalam menunjang numerasi tidak selaras dengan realita di lapangan yang menunjukkan fakta bahwa numerasi siswa masih sangat kurang, terutama pada siswa tunarungu. Hal ini terlihat dari hasil observasi di SLB Negeri Kandat pada bulan Februari 2023, yang menunjukkan data bahwa 77,8% siswa kelas 6 SD-LB belum menguasai operasi hitung bilangan bulat, dan 85,7% siswa SMP-LB belum dapat mengoperasikan perkalian bilangan bulat. Hal inilah yang mendasari perlu diadakannya pemberdayaan TPACK pada guru SLB. Peningkatan keterampilan melalui pemberdayaan tersebut dapat direalisasikan dengan menghasilkan produk pembelajaran kamus Bahasa Isyarat Matematika (BIMA) yang dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. Hasil IHT pengembangan BIMA dinyatakan efektif meningkatkan numerasi siswa tunarungu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Ade Nor Isnanda; Aprilia Dwi Handayani; Bambang Agus Sulistyono; Choiruddin
JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Vol 2 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI KH. Muhammad Ali Shodiq

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find out how the discovery learning model is implemented, improving learning outcomes, and increasing learning motivation for grade 5 students at SDN Pule 2 for the academic year 2023-2024. The research subjects were 15 students of fifth grade at SDN Pule 2, and a mathematics teacher as observer. The data collected includes student observation results, student learning outcomes, student learning motivation questionnaire results. This research is Classroom Action Research which was carried out in two cycles. Each cycle includes four (4) stages, namely, planning, implementing actions, observation and reflection. In this research, it can be said to be successful if at least 80% of students have high motivation (≥50) and at least 80% of students get scores above the KKM (70). The research results showed: (1) Student learning motivation was high in cycle I at 73.33% with an average of 68.9 and in cycle II at 93.33% with an average of 83.83. (2) Student learning completeness in cycle I was 66.7% with an average of 72.67 and in cycle II it was 86.7% with an average of 88.67. From the data above, it clearly shows that in cycle I the level of student motivation and student learning outcomes were not in accordance with the indicators of success so it was continued to cycle II, whereas in cycle II the level of student motivation and student learning outcomes were in accordance with the indicators of success so the research was stopped in the cycle II.
Pengembangan Modul dengan Pendekatan React pada Materi SPLDV di SMPN 2 Banyakan Hani Yuanta Risma Putri; Bambang Agus Sulistyono; Aprilia Dwi Handayani; Jatmiko Jatmiko
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.342

Abstract

Modul merupakan media pembelajaraan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, modul biasanya disebut sebagai bahan belajar sendiri (self material learning). Sebagian besar siswa memiliki kendala ketika belajar matematika, karena menurut siswa matematika merupakan ilmu yang sulit untuk dipelajari. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengembangkan modul dengan mengkaitkan materi dengan kehidupan nyata siswa. Salah satu pendekatan dalam matematika yang berkaitan dengan kehidupan nyata adalah dengan pendekatan REACT (Realiting, Experiencing, Applyinh, Cooperating, Transfering). Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Banyakan dengn jumlah siswa 21 siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media pembelajaran modul yang valid, praktis, dan efektif bagi siswa. Model pengembangan yang digunakan peneliti adalah ADDIE yang meliputi 5 tahapan yaitu analysis, design, development, implementation, and evaluation. Teknik pengumpula data yang dilakukan oleh peneliti dengan memberikan angket validasi kepada para validator, memberikan angket respon untuk mengetahui kepraktisan media, dan memberikan soal pre-test dan post-test. Dari hasil validasi yang telah dilakukan peneliti diperoleh presentase sebesar dari ahli materi, dari ahli media, dan dari ahli praktisi. Berdasarkan dari hasil validasi yang telah dilakukan media dinyatakan sangat layak untuk digunakan. Sedangkan kepraktisan media diperoleh presentase dengan kategori praktis. Dan hasil validasi media dikatakan efektif diperoleh nilai rata-rata .