Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Kombinasi Tempe Kedelai Daun Kelor dan Tablet Fe Dibandingkan dengan Pemberian Tablet Fe terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri dengan Anemia Olgaliana, Deswimar Olgaliana; Handayani, Lulut; Rahmawati, Wiwin Renny; Isworo, Adi
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 6 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i6.1816

Abstract

Anemia is a condition where the number of red blood cells is insufficient to meet the body's physiological needs. Anemia is prone to occur in adolescence. The prevalence of anemia in the world ranges from 40-88% of 600,000,000, while in Indonesia it is 48.9% of 25,000,000. Anemia in adolescent girls has a negative impact not only on academic achievement but can also increase the risk of pregnancy complications and disrupt fetal growth and development. Symptoms of anemia are characterized by 5L (Weak, Tired, Lethargic, Exhausted, Negligent). Efforts are made to overcome this condition by consuming nutritious foods (containing iron) in the form of moringa leaf soybean tempeh and taking Fe tablets. This study aims to determine the effectiveness of administering a combination of moringa leaf soybean tempeh and Fe tablets or Fe tablets alone on hemoglobin levels in adolescent girls with anemia. This study is a quasi-experimental study with a two-group pretest-posttest design. The population is 95 adolescent girls with a sample size of 24 respondents. This study was conducted in May 2025 at the Al Itqon Islamic Boarding School in Semarang City. The instrument in this study used a digital hemoglobin device that has been tested for validity and reliability. Hypothesis testing used the Independent t-test. The average hemoglobin level in the intervention group increased from 10.6 gr/dl before treatment to 14.6 gr/dl after treatment, while in the control group it increased from 10.5 gr/dl to 12.6 gr/dl after treatment. Both treatments showed an effect between the combination of moringa leaf soybean tempeh and Fe tablets with the administration of Fe tablets alone, but the administration of the combination of moringa leaf soybean tempeh and Fe tablets proved more effective in increasing hemoglobin levels in adolescent girls with anemia compared to the administration of Fe tablets alone.
PENGARUH PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN METODE FGD PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) TERHADAP PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASETAT ( IVA ) DI WILAYAH KABUPATEN MAGELANG Handayani, Lulut; Triredjeki, Hermani; Kiswoyo, Pramono Giri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37707

Abstract

IVA dan papsmear merupakan suatu metode pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kelainan pada servik. Berdasarkan fenomena pada PUS saat ini, pemeriksaan tersebut merupakan hal yang hal yang tabu dikarenakan minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dikalangan tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat merubah tingkat pengetahuan serta sikap wanita pasangan usia subur dalam melakukan pemeriksaan IVA melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama penyintas kanker. Jenis penelitian yaitu quasi eksperimen dengan one group pretest - posttest design dengan populasi wanita pasangan usia subur (20-45 tahun) sebanyak 55 di Kecamatan Salam. Analisis dilakukan dengan melakukan Wilcoxon signed rank test. Variable pengetahuan sebelum intervensi diperoleh rata-rata pre test sebesar 63,78 kemudian meningkat menjadi 88,71 setelah intervensi Focus Group Discussion (FGD) bersama penyintas kanker yang berpengalaman menjalani pemeriksaan IVA. Sedangkan aspek sikap sebelum intervensi diperoleh rata-rata pre test sebesar 62,31 kemudian meningkat menjadi 89,16 setelah intervensi Focus Group Discussion (FGD). Hasil uji wilcoxon pada panelitian ini menunjukkan nilai signifikasi <0.05 yaitu terdapat pengaruh FGD terkait pemeriksaan IVA pada wanita pasangan usia subur bersama penyintas kanker yang berpengalaman menjalani pemeriksaan IVA terhadap sikap responden. FGD (Focus Group Discussion) bersama penyintas kanker yang berpengalaman menjalani pemeriksaan IVA dinilai cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam pemeriksaan IVA
The Correlation Between Knowledge Level and Peer Role in Preventing Unintended Pregnancies Among Adolescents Yulistanti, Yeni; Handayani, Lulut; Rahmawati, Wiwin Renny
Midwifery and Nursing Research Vol. 6 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/manr.v6i1.11303

Abstract

 Background: Adolescence is the phase of transitional growth and development, ranged from 10 and 19 years. The serious issue that can occur among adolescent is unintended pregnancies. Unintended pregnancy not only affects the adolescent's health but also has social and economic impact. Unintended pregnancy can result from casual relationships, peer influences, and inadequate knowledge among adolescents. A high level of knowledge is expected to enhance the role of peers in preventing unintended pregnancy. Peers can play a role in preventing unintended pregnancy by acting as educators, motivators, and role models.Methods: The aim of this research is to describe the level of knowledge and peer role and their relationship as efforts in preventing unintended pregnancies. The research design is a cross estional study involving 200 female adolescents from high schools in Magelang City. The sampling method used is quota sampling. The instruments used are a knowledge questionnaire consisting of 25 questions and a peer role questionnaire consisting of 24 questions, both of which have undergone validity and reliability testing. The statistical test used is the Spearman Rank Test.Results: Respondents with a good level of knowledge amounted to 187 (93.5%). The role as an educator was high among 175 (87.5%), as a motivator among 138 (69%), and as a model among 158 (79%). There is a significant relationship between the level of knowledge and the role as an educator with a p-value of 0.04. However, there is no significant relationship between the level of knowledge and the role as a motivator with a p-value of 0.14, and there is no significant relationship between the level of knowledge and the role as a model with a p-value of 0.42.Conclusion: Knowledge is associated with the peer role as an educator. Peers can provide information about preventing unintended pregnancies, but efforts to prevent unintended pregnancies still need to be enhanced through the peer role as motivators and role models. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN CAKUPAN KUNJUNGAN K4 SELAMA PANDEMI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DUKUN Anik Tri Subekti; Wiwin Renny Rahmawati; Adi Isworo; Lulut Handayani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1528

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang mengakibatkan perubahan pada pelayanan kesehatan dalam bidang kesehatan yaitu pada pelayanan dalam bidang maternitas. Perubahan tersebut antara lain adanya pembatasan sosisal serta larangan berkumpul dan berkelompok yang mengakibatkan keramaian.  Adapun beberapa faktor yang berhubungan dengan  cakupan kunjungan K4 selama pandemi yaitu pengetahuan ibu, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan. Pengetahuan ibu adalah faktor yang dapat mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan kunjungan K4, kurangnya pengetahuan ibu tentang K4 selama pandemi akan mempengaruhi ibu untuk melakukan kunjungan K4 secara teratur. Dukungan keluarga adalah dukungan yang mengacu pada dukungan yang dipandang oleh anggota keluarga sebagai sesuatu yang dapat diakses atau diadakan untuk keluarga. Peran tenaga kesehatan adalah salah satu peran yang membentuk kelas ibu hamil yang dapat meningkatkan pelayanan dan pengetahuan kesehatan bagi ibu hamil dan keluarga yang berdampak pada sikap dan perilaku ibu hamil.Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan cakupan kujungan K4 selama pandemi di Wilayah Kerja Puskesmas Dukun.Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat anlitik dengan pendekaan cross sectional.  Sampel pada penelitian ini berjumlah 52 responden. Teknik pengambilan data dengan cara Purposive sampling. Alat ukur untuk mengukur pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis Kendal tau dengan nilai p 0.05. Uji Multivariat dengan menggunakan uji regresi logistic.Kesimpulan pada penelitian ini : (1) ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan cakupan kunjungan K4 selama pandemi dengan p = 0.000 (p0.05), (2) tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan cakupan kunjungan K4 selama pandemi dengan p=0.611 (p.0.05), (3) ada hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan cakupan kunjungan K4 selama pandemi dengan p=0.000 (p0.05), (4) hasil uji multivariat yang dilakukan bermakna jika menggunakan tingkat kesalahan 10% dengan p value 0.075 dan di dapatkan nilai exponen B sebesar 1,710 kali dimana  peran tenaga kesehatan memberikan kontribusi hampir 2 kali untuk memdapatkan cakupan kunjungan K4 yang memenuhi standar.Kata kunci : pengetahuan, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, cakupan kunjungan K4 selama pandemi. AbstractBackground: The Covid-19 pandemic has had an impact that has resulted in changes to health services in the health sector, namely services in the maternity sector. These changes include social restrictions and prohibitions on gatherings and groups that result in crowds. There are several factors related to the coverage of K4 visits during the pandemic, namely maternal knowledge, family support, and the role of health workers. Mother's knowledge is a factor that can affect pregnant women in conducting K4 visits, the lack of knowledge of mothers about K4 during the pandemic will affect mothers to make regular K4 visits. Family support is support that refers to support that is seen by family members as something that can be accessed or provided for the family. The role of health workers is one of the roles that form a class of pregnant women who can improve health services and knowledge for pregnant women and their families which have an impact on the attitudes and behavior of pregnant women.Aim: To find out the factors related to the coverage of K4 visits during the pandemic in the Dukun Health Center Work Area.Research Methods: This research is analytic with a cross sectional approach. The sample in this study amounted to 52 respondents. The data collection technique was purposive sampling. Measuring tools to measure mother's knowledge, family support and the role of health workers using a questionnaire. The collected data were analyzed by Kendal tau analysis with p value 0.05. Multivariate test using logistic regression test.Conclusions in this study: (1) there is a relationship between mother's knowledge and coverage of K4 visits during the pandemic with p = 0.000 (p 0.05), (2) there is no relationship between family support and coverage of K4 visits during the pandemic with p = 0.611 (p 0.05), (3) there is a relationship between the role of health workers and the coverage of K4 visits during the pandemic with p = 0.000 (p 0.05), (4) the results of the multivariate test carried out are significant if using an error rate of 10% with a p value of 0.075 and at get exponent B value of 1,710 times where the role of health workers contributes almost 2 times to get coverage of K4 visits that meet the standards.Keywords: knowledge, family support, the role of health workers, coverage of K4 visits during the pandemic
PENGARUH TERAPI KOMBINASI SWEDISH MASSAGE DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP DISMENORE PADA MAHASISWI PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN KAMPUS MAGELANG Dina Aulia; Wiwin Renny Rahmawati; Lulut Handayani; Yeni Yulistanti
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v9i1.6923

Abstract

Dismenore merupakan gangguan nyeri saat menstruasi yang umum dialami wanita usia produktif, termasuk mahasiswi, dan dapat mengganggu aktivitas harian serta menurunkan kualitas hidup. Terapi nonfarmakologis seperti Swedish massage dan kompres hangat terbukti mampu mengurangi nyeri menstruasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi Swedish massage dan kompres hangat terhadap penurunan nyeri dismenore pada mahasiswi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen pretest-posttest with control group. Sebanyak 76 responden dibagi secara purposive ke dalam dua kelompok: intervensi dan kontrol. Intervensi diberikan pada hari pertama dan kedua menstruasi. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), menunjukkan perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian terapi kombinasi. Sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p-value = 1,000). Uji Mann-Whitney juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok pada posttest (p-value = 0,000).
Lama Hemodialisis Mempengaruhi Perubahan Menstruasi pada Wanita Usia Subur Uswatun Hasanah; Renny Rahmawati, Wiwin; Yulistanti, Yeni; Handayani, Lulut
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.286

Abstract

Latar Belakang: Hemodialisis merupakan tindakan medis sebagai pengganti fungsi ginjal untuk mengeluarkan sisa metabolisme dari darah. Lama hemodialisis dapat mempengaruhi kondisi psikologis dan fisik pasien, termasuk sistem reproduksi. Pada wanita usia subur, hemodialisis dapat mengubah sekresi hormon, yang bisa berdampak pada perubahan menstruasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa wanita yang menjalani hemodialisis lebih lama lebih banyak mengalami perubahan menstruasi. Namun, belum ada yang memberikan informasi secara jelas tentang jenis perubahan menstruasinya. Perubahan menstruasi hanya dinyatakan berubah dan tidak berubah. Tujuan: mengetahui adanya hubungan antara lama hemodialisis dengan perubahan menstruasi pada wanita usia subur di Unit Hemodialisis RST dr. Soedjono Magelang. Metode: metode yang digunakan adalah Cross-Sectional dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling terhadap 31 responden yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden menjalani hemodialisis dua kali seminggu (90,3%) dan lama hemodialisis kurang dari 50 bulan (58,1%). Sebanyak 77,4% mengalami perubahan menstruasi. Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rank menunjukkan p value 0,025 (p<0,05). Simpulan: Artikel ini menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara lama hemodialisis dengan perubahan menstruasi pada wanita usia subur di Unit Hemodialisis RST dr. Soedjono Magelang.
Edukasi Membangun Pemahaman Komprehensif Tentang Kesehatan Reproduksi Wanita Di Kampung Tulung Kota Magelang Yeni Yulistanti; Wiwin Renny Rahmawati; Lulut Handayani
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 2 No. 2 (2025): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v2i2.13358

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek fundamental dalam kehidupan wanita yang harus mendapatkan perhatian. Kesehatan reproduksi yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup wanita dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Namun, masih banyak wanita di Indonesia, termasuk di Kampung Tulung, yang kurang memahami pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi mereka. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi hingga komplikasi yang lebih serius karena masalah kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan masalah fisik saja, namun berpengaruh terhadap masalah psikologis, spiritual maupun sosial. Pemahaman secara komprehensif tentang kesehatan reproduksi wanita diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan wanita, keluarga dan masyarakat.Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan informasi yang lengkap kepada wanita usia subur tentang kesehatan reproduksi meliputi aspek fisik, mental, sosial dan spiritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh tim pengabdi Prodi Keperawatan Magelang Poltekkes Kemenkes Semarang dan bekerja sama dengan Salimah Kota Magelang. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Tulung Kota Magelang yang melibatkan 32 wanita usia subur sebagai responden. Edukasi dengan pendekatan ceramah dan tanya jawab disampaikan oleh tim pengabdi yang membahas kesehatan reproduksi wanita secara fisik, mental dan sosial, sedangkan kesehatan reproduksi wanita dipandang dari aspek spiritual disampaikan oleh narasumber dari Salimah Kota Magelang.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kesehatan reproduksi wanita serta adanya komitmen bersama untuk meningkatkan kesehatan reproduksi wanita.