Betty Mayawatie Marzuki, Betty Mayawatie
Departemen Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Perbandingan Takaran Media Produksi (Serbuk Gergaji Kayu Albasia (SGKA) dan Daun Pisang Kering (DPK)) terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus (JACQ. EXFR.) KUMMER) AT1 Marzuki, Betty Mayawatie; Widya, Nandita; Indrawati, Ida
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.942 KB)

Abstract

Pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram putih dapat dipengaruhi oleh media yang digunakan, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan takaran media serbuk gergaji kayu albasia dan daun pisang kering yang tepat agar menghasilkan pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus (Jacq.) P.Kumm) AT1 terbaik. Penelitian ini dilakukan mulai April – Juli 2019. Metode yang digunakan adalah eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 6 taraf perlakuan dan 4 kali pengulangan. Perlakuan yang digunakan 100% SGKA + 0% DPK (P0), 95% SGKA + 5% DPK (P1), 90% SGKA + 10% DPK (P2), 85% SGKA + 15% DPK (P3), 80% SGKA + 20% DPK (P4), dan 75% SGKA + 25% DPK (P5). Parameter yang diukur yaitu rata-rata waktu pertumbuhan miselium mencapai 100%(HSI), rata-rata waktu munculnya primordia (HSI), umur panen pertama(HSI), rata-rata bobot segar tubuh buah(g), dan nilai rasio efisiensi biologi (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan takaran SGKA dan DPK berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram putih dengan hasil terbaik perlakuan P5 (75% SGKA + 25%) yang menghasilkan rata-rata waktu pertumbuhan miselium mencapai 100% 12,81 HSI, rata-rata waktu munculnya primordia 19,50 HSI, umur panen pertama 41,37 HSI, rata-rata bobot segar tubuh buah 113,67 g, dan nilai rasio efisiensi biologi 55%.
Pengaruh Penambahan Berbagai Takaran Ampas Tahu pada Media Bibit Induk Jagung terhadap Pertumbuhan Miselium dan Bobot Bibit Induk Jamur Enoki (Flammulina Velutipes (Curt.: Fries) Singer) Marzuki, Betty Mayawatie; Erawan, Tatang Suharmana; Kusmoro, Joko
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.046 KB)

Abstract

Telah dilakukan Penelitian Mengenai Pengaruh Penambahan Berbagai Takaran Ampas Tahu Terhadap Pertumbuhan Dan Bobot Bibit Induk Jamur Enoki (Flammulina Velutipes (Curt.:Fr.)Singer.), dilakukan mulai bulan Juli sampai bulan Oktober 2015 . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase jumlah penambahan ampas tahu yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan bobot bibit induk jamur enoki yang terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu penambahan ampas tahu pada media bibit induk jagung (P), terdiri dari enam taraf perlakuan dan diulang sebanyak empat kali. Perlakuan tersebut terdiri dari komposisi media bibit induk: biji jagung 100% ditambah ampas tahu 0% (p0), biji jagung 100% ditambah ampas tahu 5% (p1), biji jagung 100% ditambah ampas tahu 10% (p2), biji jagung 100% ditambah ampas tahu 15% (p3), biji jagung 100% ditambah ampas tahu 20% (p4), biji jagung 100% ditambah ampas tahu 25 % (p5). Parameter yang diukur adalah rata-rata pertambahan panjang miselium jamur enoki (%/hari), Rata- rata waktu pertumbuhan miselium jamur enoki mencapai 100% (hari), dan Rata-rata bobot bibit induk jamur enoki (gr). Hasil penelitian menunjukan penambahan ampas tahu 5% (p1) merupakan perlakuan terbaik untuk parameter rata-rata pertambahan panjang miselium jamur enoki (4,54 %/hari) dan waktu pertumbuhan miselium jamur enoki mencapai 100% (22,25 hari). Penambahan ampas tahu 25% (P5) merupakan perlakuan terbaik untuk parameter Rata-rata bobot bibit induk jamur enoki (374,05gr).