Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

GAMBARAN TELUR CACING HOOKWORM PADA TINJA PEKERJA PETANI USIA 40-60 TAHUN DI DESA TANJUNG BERINGIN KECAMATAN SUMBUL KABUPATEN DAIRI Yunita Purba; Rajagukguk, Tiara; Riris M Girsang; Denrison Purba; Erlan Aritonang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hookworm atau cacing tambang merupakan cacing Nematoda usus, terdapat dua spesies yang menginfeksi manusia yaitu Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Penularan spesies ini melalui tanah dimana telur cacing akan menetas dan menjadi larva Filariform. Larva inilah yang akan menembus kulit kaki. Dampak larva menembus kulit kaki dapat menyebabkan gatal-gatal (Ground Itch) dan disertai dengan adanya bintik-bintik merah. Cacing dewasa di dalam usus akan menghisap darah sebagai makanan utama sehingga akan menyebabkan si penderita mengalami anemia. Kedua spesies ini memiliki telur cacing yang sama dan tidak dapat dibedakan secara mikroskopis. Namun, dapat dibedakan melalui kultur hara dan mori. Telah di lakukan pemeriksaan tinja pada para pekerja petani usia 40-60 tahun di Desa Tanjung Beringin dengan 30 sampel di Laboratorium Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan. Hasil Pemeriksaan secara mikroskopis dengan jumlah 30 sampel tinja tidak ditemukan adanya telur cacing Hookworm. Untuk menghindari kejadian infeksi tetap harus dipertahankan dengan tidak menggunakan tinja manusia sebagai pupuk kandang, dan menjaga kebersihan lingkungan serta personal hygiene dengan baik.
GAMBARAN NILAI HEMATOKRIT SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN AKTIFITAS RINGAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA Sembiring, Terang U; Ona Kaban; Denrison Purba; Erlan Aritonang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran nilai hematokrit sebelum dan sesudah melakukan aktivitas ringan pada mahasiswa Universitas Sari Mutiara Indonesia. Studi observasional dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan sampel mahasiswa yang dipilih secara acak. Nilai hematokrit diukur menggunakan metode mikrohematokrit sebelum dan segera setelah partisipan melakukan aktivitas ringan yang terstandar selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada nilai hematokrit pasca aktivitas ringan, dengan rata-rata perubahan sebesar X% (p < 0.05). Analisis lebih lanjut mengungkapkan variasi individual dalam respon, dengan 60% partisipan menunjukkan peningkatan nilai hematokrit, sementara 40% mengalami penurunan. Faktor-faktor seperti jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan tingkat kebugaran awal ditemukan memiliki korelasi dengan magnitud perubahan nilai hematokrit. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan aktivitas fisik terkini dalam interpretasi nilai hematokrit pada pemeriksaan rutin. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang respon fisiologis akut terhadap aktivitas ringan pada populasi mahasiswa dan dapat menjadi landasan untuk pengembangan protokol pemeriksaan hematologi yang lebih komprehensif serta program kebugaran yang disesuaikan di lingkungan universitas.
Pelatihan Pemeriksaan Bakteri Klebsiella Pneumoniae Pada Ulkus Dibetikum Di Laboratorium Klinik Bunda Thamrin Sembiring, Terang U; Apriska D Sipayung; Molita M Girsang; Erlan Aritonang; Yunita Purba; Denrison Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus diabetikum adalah luka yang terbuka pada permukaan kulit yang menyebabkan insufisiensi pembuluh darah dan neuropati. Penyakit tersebut kemudian berkembang, dan konsisi memburuk akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol. Bakteri yang biasa diisolasi pada penderita yaitu terdapat bakteri golongan Gram positif dan Gram negatif. Penelitian dengan judul Identifikasi Bakteri Pada Ulkus Diabetikum Pada Ulkus Diabetikum Di Laboratorium Klinik Bunda Thamrin Medan, bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya keberadaan bakteri Klebsiella pneumoniae, serta untuk mengetahui bakteri yang menjadi pencemar utama pada ulkus diabetikum. Jika Klebsiella pneumoniae tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan saraf yhingga ke tulang dan berujung pada tindakan amputasi. Jenis penelitian adalah deskriptif dan kualitatif dengan metode isolasi dan identifikasi bakteri Klebsiella pneumoniae. Pengujian dilakukan terhadap 20 sampel, terdapat sampel hasil positif adanya keberadaan bakteri Gram-negatif yaitu Klebsiella pneumoniae sebanyak 7 (35%) yang teridentifikasi, serta bakteri yang menjadi pencemar utama terdapat hasil sampel positif bakteri Gram-positif yaitu Staphylococcus sp sebanyak 11 (55%) yangn teridentifikasi. Bakteri Klebsiella pneumoniae terjadi karena adanya satu mikroorganisme pada jaringan atau cairan tubuh yang terkontaminasi akibat luka yang terbuka dan dominan melalui faktor lingkungan.
PEMERIKSAAN JAMUR PENYEBAB TINEA UNGUIUM PADA KUKU KAKI PETANI DI DESA BLANG PANAS KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH Purba, Yunita; Janno Sinaga; Sheli B Ayu; Denrison Purba; Erlan Aritonang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinea unguium adalah kelainan pada kuku yang disebabkan oleh infeksi jamur. Infeksi ini menyebabkan kuku menjadi lebih tebal, terangkat dari tempat perlekatannya, pecah-pecah, tidak mengkilat dan berubah warna menjadi kuning hingga hitam serta dapat mengeluarkan bau busuk dan dapat terjadi infeksi sekunder oleh bakteri. Tinea unguium umumnya disebabkan oleh jamur golongan Dermatofita genus Trychophyton, Microsporum dan Epidermophyton. Infeksi ini menyerang seseorang yang bekerja dilingkungan yang kotor dan lembab seperti petani. Petani bekerja disawah yang selalu bersentuhan dengan tanah, air, lumpur dalam waktu yang lama tanpa menggunakan pelindung diri seperti sepatu boots untuk melindungi kaki dan kurang memerhatikan kebersihan kuku sehingga kotoran akan mengendap pada kuku. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa jamur penyebab Tinea unguium pada kuku kaki petani di desa Blang panas, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Jenis penelitian ini yaitu Deskriptif Kualitatif dengan metode kultur pada media Saboroud Dextrose Agar (SDA). Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Sari Mutiara Indonesia pada bulan Januari 2024 - Juni 2024. Populasi penelitian ialah 20 orang petani. Sampel penelitian sebanyak 10 orang petani. Hasil pemeriksaan ditemukan 60% penderita positif terinfeksi oleh jamur Tricophyton mentagrophytes dan Epidermophyton floccosum dari golongan jamur dermatofitadan 2 orang penderita terinfeksi dengan jamur kontaminan yaitu Aspergillus niger dan Penicillium sp.Disarankan kepada para pekerja untuk lebih memperhatikan kebersihan kuku setelah bekerja membersihkannya dengan sabun atau cairan desinfcktan lainnya dan menggunakan alat pelindung diri pada saat bekerja.
PERBEDAAN NILAI HEMOGLOBIN MENGGUNAKAN HEMATOLOGI ANALYZER PADA PEMERIKSAAN LANGSUNG DENGAN PENUNDAAN 3 JAM PADA SUHU 20°C-25°C DI RUMAH SAKIT ESTOMIHI MEDAN Sembiring, Terang U; Apriska D Sipayung; Fauziah Wulandari; Erlan Aritonang; Denrison Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemoglobin adalah komponen jaringan utama sel darah merah yang berperan dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Pemeriksaan kadar hemoglobin dapat dilakukan dengan menggunakan hematologi analyzer. Namun, ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan hemoglobin, salah satunya adalah waktu penundaan pemeriksaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai hemoglobin menggunakan hematologi analyzer pada pemeriksaan langsung dengan penundaan 3 jam pada suhu 20°C-25°C di Rumah Sakit Estomihi Medan. Metode dan Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah darah vena dari 25 orang mahasiswa/i tingkat III jurusan Teknik Laboratorium Medis yang diambil secara acak (random sampling). Sampel darah diukur kadar hemoglobinnya menggunakan hematologi analyzer secara langsung dan setelah ditunda selama 3 jam pada suhu 20C-25C. Hasil uji menunjukkan ada perbedaan antara nilai hemoglobin pada pemeriksaan langsung dan setelah dilakukan penundaan. Hasil hemoglobin pada pemeriksaan langsung lebih tinggi dibandingkan dengan pemeriksaan setelah dilakukan penundaan. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan hasil hemoglobin antara pemeriksaan langsung dengan penundaan 3 jam pada suhu 20°C-25°C.
Penyuluhan Dalam Pemeriksaan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Upt Puskesmas Rantang Medan Sembiring, Terang U; Denrison Purba; Erlan Aritonang; Malemta Tarigan; Erni Zebua; Winda I Zebua
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia di atas usia enam puluh tahun, kesehatan fisik dan mental seringkali memburuk, setelah itu kemampuan tubuh dalam menahan berbagai serangan penyakit menurun. Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin dalam tubuh. Kelebihan asam urat tidak diserap oleh tubuh dan tidak dimetabolisme secara sempurna sehingga menyebabkan peningkatan asam urat dalam darah yang disebut hipererucemia. Asam urat didiagnosis bila hasil laboratorium menunjukkan kadar asam lemak lebih dari 7 mg/dl pada pria dan lebih dari 6 mg/dl pada wanita. Umumnya penyakit ini menyerang pada lansia, dimana kemampuan tubuh untuk memetabolisme purin menurun, baik yang terdapat pada bahan pangan maupun dari hasil pemecahan purin dari asam nukleat. Dalam serum, urat berbentuk natrium urat, sedangkan dalam saluran urine, urat berbentuk asam urat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan secara deskriptif yaitu untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada lansia di UPT Puskesmas Rantang Medan. Pengambilan sampel penelitian dilakukan pada lansia yang berusia 60-74 tahun yang berjumlah 30 sampel dengan menggunakan metode Stick (Accu Check). Dalam penelitian yang telah dilakukan pada 30 sampel menunjukkan hasil kadar asam urat meningkat sebanyak 21 sampel (70%) dan kadar asam urat yang normal 19 sampel (30%). Kadar asam urat Normal berdasarkan jenis kelamin pada laki-laki sebanyak 5 sampel (16,66%) dan perempuan sebanyak 4 sampel (13,33%). Kadar asam urat meningkat berdasarkan jenis kelamin laki-laki 4 sampel (13,33%) dan perempuan 21 sampel (69,99%). Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penelitian Kadar asam urat akan mengalami peningkatan terhadap lansia,terutama pada wanita sebayak 21 sampel (69,99%).
SOSIALISASI PEMERIKSAAN KOLESTEROL PADA JEMAAT GEREJA POUK MARANATHA HELVETIA TAHUN 2025 Rajagukguk, Tiara; Malemta Tarigan; Erlan Aritonang; Maria Olivia Damanik; Estriangni Julita Halawa
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6214

Abstract

Kolesterol merupakan suatu molekul lemak di dalam sel dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Ada pula yang disebut trigliserida, yang berperan dalam penyimpanan lemak dan berpengaruh dalam pembentukan lipoprotein kaya kolesterol. Pada umumnya kolesterol sangat dibutuhkan oleh tubuh kita untuk membuat hormon dan vitamin D, namun jika kadar kolesterol yang terdapat dalam tubuh terlalu tinggi tentu saja hal itu sangat beresiko dan tentunya sangat membahayakan.kolesterol yang berlebihan dan tidak digunakan sebagaimana fungsinya, akan bercampur dengan darah dan kolesterol yang terlalu banyak menumpuk dalam darah dapat menyebabkan terjadinya endapan-endapan lemak yang menempel pada dinding pembuluh darah yang pada akhirnya akan memutuskan aliran pada jantung terputus sehingga dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung atau bahkan peredaran darah pada otak terhambat yang dapat memicu terjadinya penyakit stroke. Daging merah berlemak dan produk susu merupakan sumber utama kolesterol dan lemak jenuh dari makanan. Kolesterol adalah komponen dari membran sel dan merupakan prekursor untuk hormon steroid dan asam empedu yang disintesis oleh sel-sel tubuh dan diserap dengan makanan. Sehingga menjadi penyebab utama penyakit asam urat karena asam urat sendiri merupakan sisa metabolism zat purin yang berasal dari makanan yang dikonsumsi dan juga merupakan hasil samping dari pemecahan sel darah.
SOSIALISASI PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA JEMAAT GEREJA POUK MARANATHA HELVETIA TAHUN 2025 Rajagukguk, Tiara; Malemta Tarigan; Erlan Aritonang; Izah Cahaya Rizki; Titi Alvian Zai
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6775

Abstract

Latar belakang: Penyakit Diabetes Melitus (DM) yang lebih di kenal di Indonesia dengan sebutan penyakit kencing manis merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya kian meningkat. Kini jumlah penderita Diabetes Melitus di Indonesia semakin bertambah. Tidak hanya orang tua, remaja dan dewasa muda ternyata juga di serang oleh penyakit diabetes . Peran glukosa adalah menjadi karbohidrat utama yang sebagian besar diserap ke dalam aliran darah sebagai glukosa, dan gula lainnya diubah menjadi glukosa di hati. Glukosa adalah sumber energi manusia, terbentuk dari karbohidrat, dikonsumsi dan disimpan di hati dan otot sebagai glikogen. Tujuan: penting dari pengelolaan diabetes melitus adalah untuk memulihkan gangguan metabolisme sehingga semua proses  metabolisme kembali normal. Metode: Pemeriksaan gula darah sewaktu merupakan prosedur pemeriksaan kadar gula darah yang dapat dilakukan di mana dan kapan saja tanpa perlu berpuasa atau mempertimbangkan kapan terakhir waktu makan. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menilai kadar gula darah  yang memiliki gejala awal diabetes seperti sering buang air kecil, merasa haus dan minum, merasa lapar dan makan, dan penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas. Pemeriksaan glukosa darah umumnya dilakukan bagi penderita Diabetes Mellitus (DM) untuk menegakkan diagnosis serta memonitor terapi dan timbulnya komplikasi, sehingga  perkembangan penyakit dapat dimonitor. Pelaksanaan  diadakan di Gereja Pouk Maranatha Helvetia pada hari Minggu tgl 7 Desember 2025 jam 10.00 wib – selesai. Hasil : Dari jemaat yang di periksa ada beberapa orang yang hasil Kadar Gula Darah meningkat  dan normal.