Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EFEK VARIASI CAMPURAN BAHAN BAKAR DIESEL, METANOL KADAR RENDAH DAN JATROPHA TERHADAP EQUIVALENCE RATIO PADA MESIN DIESEL DENGAN HOT EGR Yafid Effendi
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2018): Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6801.461 KB) | DOI: 10.31000/mbjtm.v2i1.1275

Abstract

Salah satu jenis mesin kendaraan bermotor yang sangat sesuai untuk transportasi dan kendaraan alat berat adalah mesin diesel, karena efisiensi pembakaran yang tinggi, kehandalan, fleksibilitas bahan bakar, dan rendahnya konsumsi bahan bakar membuat diesel banyak digunakan di beberapa Negara. Campuran metanol kadar rendah dan jatropha digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan variasi prosentase beban, yaitu pada beban 25%, 50%, 75%, dan 100% dengan variasi bahan bakar diesel murni (D100) dan campuran bahan bakar biosolar, metanol kadar rendah dan jatropha (D85LPM5J10, D80LPM10J10, D75LPM15J10, D75LPM5J20, D70LPM10J20, D65LPM15J20, D65LPM5J30, D60LPM10J30 dan D55LPM15J30) pada 2000 rpm. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar equivalence ratio yang dihasilkan ketika tanpa katub (OEV) dibandingkan dengan ketika katub (OEV) dan ketika menggunakan bahan bakar diesel murni dibandingkan dengan ketika menggunakan campuran bahan bakar biosolar, metanol kadar rendah dan jatropha pada mesin diesel Isuzu 4JB1 injeksi langsung dengan sistem Hot EGR (Exhaust Gas Recirculation). Metanol kadar rendah yang digunakan mempunyai kadar air 24,88% berbasis volume. Penelitian ini dilakukan eksperimen dilaboratorium thermofluid UNDIP. Hasil penelitian ini, dengan meningkatkan nilai equivalence ratio diikuti peningkatan EGR. Nilai equivalence ratio cenderung menurun ketika menggunakan campuran bahan bakar dibandingkan D100. Ada beberapa campuran bahan bakar terjadi peningkatan nilai equivalence ratio dibandingkan D100 untuk D65LPM15J20 dan D80LPM10J10 pada beban rendah (25%) sebesar 4.52% dan 11.4%.  Kata Kunci: Rasio Ekuivalen, EGR, Biosolar, Metanol, Jatropha
Pengaruh Campuran Pertalite dan Etanol Terhadap Performa Pada Sepeda Motor X Yafid Effendi
Simposium Nasional Mulitidisiplin (SinaMu) Vol 3 (2021): Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4198.756 KB) | DOI: 10.31000/sinamu.v3i0.5956

Abstract

Tingginya penggunaan sepeda motor mengakibatkan menipisnya jumlah bahan bakar fosil. Pentingnya penggunaan bahan bakar alternatif, salah satunya penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar. Pemanfaatan etanol sebagai campuran bahan bakar diharapkan mampu mengurangi konsumsi pemakaian bahan bakar dari minyak bumi. Tujuan penelitian ini berfokus pada pengaruh variasi campuran bahan bakar pertalite dan etanol terhadap performa pada sepeda motor x. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan variasi campuran bahan bakar pertalite dan etanol (5%, 10%, 15%) terhadap daya dan torsi pada motor 4 langkah. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah campuran etanol berpengaruh perubahan karakteristik, yaitu peningkatan daya sampai dengan putaran 9000 rpm 14,93 HP pada campuran etanol 15%, sedangkan torsi sebesar 12,63 Nm pada putaran 8000 rpm.
Analisis Simulasi Gaya Angkat dan Hambat Airfoil NACA 4316 Menggunakan Solidworks Fajarrullah Rusmana; Yafid Effendi; Muhamad Safi'i
Jurnal Teknik Vol. 15 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v15i1.15779

Abstract

Pesawat dapat menghasilkan gaya angkat dan bilah baling-baling dapat berputar karena tiupan angin karena bentuk geometrinya yang disebut airfoil. Airfoil merupakan bentuk geometri aerodinamika yang umumnya dirancang untuk menghasilkan gaya angkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya angkat dan gaya hambat airfoil NACA 4316 berikut coefficient lift, coefficient drag serta karakteristik dari airfoil tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis simulasi airfoil NACA 4316 dengan variasi kecepatan aliran udara 10 m/s, 15 m/s dan 20 m/s serta variasi sudut serang (α) -5°, 0°, 5°, 10°, 15°, 20°, 25°, 30°, 35°, 40° dan 45° menggunakan SolidWork Flow Simulation. Gaya angkat tertinggi secara berurutan mulai dari kecepatan 20 m/s α 40°, lalu 15 m/s α 35° dan terakhir 10 m/s α 30°. Sedangkan nilai gaya hambat terbesar terjadi pada α 45o di ketiga kecepatan dengan urutan 20 m/s, lalu 15 m/s, dan 10 m/s. Titik kritis α terjadi pada sudut serang 30° pada kecepatan 10 m/s, kecepatan 15 m/s pada sudut serang 35°, dan kecepatan 20 m/s pada sudut serang 40°. Airfoil ini masih memiliki gaya angkat walau tanpa sudut serang dan mengalami gaya angkat paling efisien pada α 5.