Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Manajemen Pengolahan Sampah Plastik Bagi Guru Di SMKN 2 Kendal Hisyam Ma’mun; Agus Mukhtar; Aan Burhanuddin; Althesa Androva
JPMAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Aplikasi Teknologi Jurnal Pengabdian Masyrakat Aplikasi Teknologi (JPMAT) : Edisi I, No. 02 Juni 2023
Publisher : FKULTAS TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jpmat.v1i2.1947

Abstract

Sampah plastik menjadi permasalahan yang dialami oleh berbagai negara karena berdampak negatif bagi lingkungan. Daur ulang merupakan suatu cara yang bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah dan menurunkan konsumsi bahan baku baru. Agar dapat didaur ulang, sampah plastik harus berbentuk cacahan. Mesin pencacah sangat dibutuhkan karena dapat mempersingkat waktu dan meningkatkan kapasitas pencacahan plastik. Kegiatan pengabdian dilakukan guna menindaklanjuti permohonan SMKN 2 Kendal mengenai system miniature manufacturing plastik. Dalam pengabdian ini telah diserahkan mesin pencacah plastik dan pelatihan berkaitan dengan mesin tersebut. Diharapkan dengan adanya mesin pencacah plastik dapat meningkatkan kompetensi pendidik dan kualitas pembelajaran siswa mengenai system miniature manufacturing plastik
RANCANG BANGUN DINAMOMETER TIPE PRONY BRAKE DENGAN KAPASITAS 5,5 HP M. Ari Bowo; Althesa Androva; Aan Burhanuddin
AKUNTANSI 45 Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/akuntansi45.v3i1.818

Abstract

Dinamometer, adalah suatu mesin yang digunakan untuk mengukur torsi (torque) dan kecepatan putaran (rpm) dari tenaga yang diproduksi oleh suatu mesin, motor atau penggerak berputar lain. Dinamometer dapat juga digunakan untuk menentukan tenaga dan torsi yang diperlukan untuk mengoperasikan suatu mesin. Adapun permasalahan guna sebagai modal utama perancangan mesin ini yaitu ketidaktersediaan dinamometer produksi dalam negeri menyebabkan harga dinamometer tinggi. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan membuat dinamometer dari sensor torsi, sensor kecepatan, dan rem. Adapun yang didapat pada penelitian ini adalah keseluruhan komponen pada elektrikal dinamometer prony brake dapat bekerja sesuai dengan fungsi nya. Tetapi dalam pengujian perbandingan terdapat perbedaan nilai pembacaan yang dikarenakan kurang akuratnya sensor. Hal ini peneliti asumsikan bahwa kurang nya akurat dikeranakan getaran yang terjadi pada mesin sangat besar sehingga nilai sensor yang terbaca tidak stabil dan kurang akurat.
PENERAPAN SAFETY AWARENESS (K3) DAN PENERAPAN 5R PADA UMKM DUTA BAWANG SEMARANG Sagaf, Muhammad; Yunia Wahyu Wijayani; Akhmad Syakhroni; Syahrendra Ario Bramantyo; Ramadhan Hafidz; Althesa Androva
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4909

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, namun masih banyak pelaku usaha yang kurang memperhatikan aspek keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) serta budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Kondisi ini terlihat pada UMKM Duta Bawang yang dalam proses produksinya masih minim penerapan K3, belum konsisten menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dan belum menerpakan prinsip 5R secara optimal. Hal tersebut berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja, dan menurunkan efektivitas produksi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, dilakukan sosialisasi penerapan safety awareness (K3) dan 5R. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan kerja,yaitu terlihat dari keterlibatan aktif peserta dalam sesi sosialisasi. Penerapan sederhana kepada UMKM Duta Bawang berupa penggunaan masker, hairnet, serta penataan lingkungan kerja dengan prinsip 5R mampu menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman, aman, dan produktif. Sosialisasi ini membuktikan bahwa penerapan safety awareness (K3) dan 5R dapat dijalankan secara bertahap sesuai dengan kondisi di UMKM Duta Bawang Semarang.
Analisis Komparatif Efisiensi Termal Dan Laju Perpindahan Panas Pada Pemanasan Air Tradisional (Kayu Bakar) Dan Modern LPG Ahmad Wildanu; Muhamad Safi’i; Althesa Androva
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif efisiensi termal dan laju perpindahan panas pada proses pemanasan air menggunakan bahan bakar tradisional (kayu bakar) dan modern (LPG/Liquefied Petroleum Gas). Pengujian dilakukan dengan memanaskan 1 liter air dari suhu ambient 28°C hingga titik didih 100°C menggunakan kompor tradisional berbahan bakar kayu dan kompor LPG standar. Parameter yang diukur meliputi waktu pemanasan, konsumsi bahan bakar, suhu api, dan laju perpindahan panas konvektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompor LPG memiliki efisiensi termal rata-rata 65%, sedangkan kompor kayu bakar hanya mencapai 45%. Laju perpindahan panas pada kompor LPG berkisar antara 376–524 W, sementara kayu bakar hanya menghasilkan 167–232 W. Faktor rugi panas akibat radiasi dan konveksi parasitik lebih dominan pada sistem kayu bakar. Secara ekonomi, kayu bakar masih lebih terjangkau di wilayah pedesaan, namun dampak lingkungannya berupa emisi partikel halus (PM2.5) dan CO sangat signifikan. Penelitian ini memberikan bukti kuantitatif yang komprehensif bagi pengambil kebijakan dalam program konversi energi memasak di Indonesia.
Analisis Laju Perpindahan Kalor Konduksi Pada Berbagai Jenis Bahan Wajan Terhadap Kecepatan Pematangan Bahan Pangan Lusiana Marita; Muhamad Safi’i; Althesa Androva
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7402

Abstract

Perpindahan kalor konduksi merupakan faktor penentu utama efisiensi proses pemasakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan laju perpindahan kalor konduksi pada wajan berbahan aluminium, besi cor, dan teflon (PTFE), serta dampaknya terhadap kecepatan pematangan bahan pangan. Pengujian dilakukan menggunakan kompor listrik 1.000 W dengan termokopel tipe-K dan kamera termal FLIR E8-XT untuk merekam distribusi suhu permukaan. Lima jenis bahan pangan digunakan sebagai indikator kecepatan pematangan: telur mata sapi, daging sapi, kentang iris, tahu, dan tepung panir. Hasil menunjukkan konduktivitas termal terukur aluminium (208,5 W/m·K), besi cor (49,6 W/m·K), dan teflon (0,26 W/m·K). Wajan aluminium mencapai suhu 200°C dalam 189 ± 3,1 detik, 2,3 kali lebih cepat dibanding besi cor dan 6,2 kali lebih cepat dibanding teflon. Waktu pematangan seluruh bahan pangan pada aluminium 2,3–2,4 kali lebih singkat dibanding besi cor dan 5,9–6,6 kali lebih singkat dibanding teflon. Analisis statistik ANOVA satu arah menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,001). Penelitian ini menegaskan bahwa konduktivitas termal bahan wajan berkorelasi kuat (r = 0,98) dengan laju pemanasan dan kecepatan pematangan, sehingga pemilihan material wajan perlu mempertimbangkan kebutuhan proses memasak secara spesifik.
Analisis Kemampuan Retensi Panas Pada Berbagai Merek Tumbler (Botol Insulasi) Berdasarkan Hukum Pendinginan Newton Raditya bayu herlambang; Muhamad Safi’i; Althesa Androva
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7420

Abstract

Tumblers or insulated bottles are everyday consumer products designed to maintain beverage temperature over a period of time. This study aims to analyze the heat retention capability of five commercial tumbler brands Zojirushi SX-CC45, Hydro Flask 32oz, Stanley Classic, Thermos Stainless, and Generic Brand A using a quantitative approach based on Newton's Law of Cooling. Hot water at an initial temperature of 90°C was poured into each tumbler, and temperature was measured every 10 minutes for 120 minutes at an ambient temperature of 28°C. The total heat decay coefficient (k) was obtained through nonlinear regression to the exponential model Tt= Tamb + (T₀ − T amb)e⁻kt. Results indicate k values ranging from 0.0021 min⁻¹ (Zojirushi, best) to 0.0127 min⁻¹ (Generic Brand A, worst), with heat retention efficiency at 120 minutes of 85.3% and 20.8%, respectively. R² values for all fitting curves exceed 0.99, confirming the validity of Newton's model in a closed system. This study provides a quantitative reference for consumers in selecting quality tumblers and a scientific basis for manufacturers to improve product insulation design.
Analisis Pengaruh Viskositas Pelumas terhadap Suhu Kerja Mesin Sepeda Motor Matic Menggunakan Honda Diagnostic Tool (HiDS) Aditya Bagas Damara; Muhammad Safi&#039;i; Althesa Androva
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10.i1.16219

Abstract

Pemilihan viskositas pelumas yang tepat merupakan faktor krusial dalam menjaga stabilitas suhu operasional mesin sepeda motor matic. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi viskositas pelumas SAE 10W-30 dan SAE 10W-40 terhadap temperatur kerja mesin pada kondisi statis (idling). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan sampel sebanyak 30 unit sepeda motor matic Honda. Pengambilan data suhu mesin (Engine Coolant Temperature) dilakukan secara real-time menggunakan Honda Diagnostic Tool (HiDS) yang terhubung ke sistem ECU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pelumas SAE 10W-30 menghasilkan suhu rata-rata yang lebih rendah dibandingkan SAE 10W-40 dengan selisih mencapai 8,46°C. Hasil uji statistik Independent Sample T-Test mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah pelumas dengan viskositas lebih rendah memiliki kemampuan perpindahan panas konveksi yang lebih efektif dan gesekan internal fluida yang lebih kecil, sehingga lebih optimal dalam menjaga kestabilan suhu mesin pada kondisi operasional harian.
PENGARUH VARIASI KETEBALAN ISOLASI MINERAL WOOL TERHADAP KEHILANGAN PANAS PADA PIPA UAP MENGGUNAKAN CFD Syahrul Huda Mauludana; Muhamad Safi’i; Althesa Androva
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10i1.16627.g%g

Abstract

Pipa uap merupakan komponen penting dalam sistem distribusi energi termal di industri. Perbedaan temperatur antara uap di dalam pipa dan lingkungan menyebabkan terjadinya kehilangan panas (heat loss) yang dapat menurunkan efisiensi sistem. Salah satu upaya untuk mengurangi kehilangan panas adalah penggunaan isolasi termal, seperti mineral wool. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi ketebalan isolasi mineral wool terhadap kehilangan panas pada pipa uap menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan perangkat lunak ANSYS Fluent. Variasi ketebalan isolasi yang digunakan adalah 50 mm, 75 mm, dan 100 mm. Simulasi dilakukan pada temperatur uap 423,15 K, temperatur lingkungan 308,15 K, dan koefisien perpindahan panas konveksi 10 W/m²K. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan isolasi menyebabkan penurunan heat loss. Nilai heat loss yang diperoleh berturut-turut sebesar 342,43 W, 264,34 W, dan 223,35 W untuk ketebalan isolasi 50 mm, 75 mm, dan 100 mm. Ketebalan isolasi 100 mm mampu menurunkan kehilangan panas sebesar 34,77% dibandingkan ketebalan 50 mm, sehingga efektif dalam meningkatkan efisiensi termal sistem perpipaan uap. Uji independensi grid dilakukan untuk memverifikasi kualitas mesh, dan validasi terhadap solusi analitik menunjukkan kecenderungan penurunan heat loss yang konsisten seiring bertambahnya ketebalan isolasi. Kata kunci: mineral wool, heat loss, isolasi termal, pipa uap, CFD
PENGARUH KETEBALAN HEATSINK TERHADAP DISTRIBUSI SUHU PADA CPU MENGGUNAKAN CFD   Muhammad Ridho AlHafizh; Muhamad Safi&#039;i; Althesa Androva
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10i1.16628.g%g

Abstract

Perkembangan teknologi pada computer menyebabkan beban berlebih pada kinerja computer dan heatsink memiliki peran penting dalam aspek pendinginan pada computer. Metode Computational Fluid Dynamics (CFD) menjadi pilihan dalam menyelesaikan kasus perpindahan kalor karena cepat, murah, dan efisien. Penelitian ini mengkaji efek ketebalan sirip heatsink terhadap performal termal dan hidrolik pada heatsink dengan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan memvariasikan ketebalan sirip heatsink 3 mm, 4 mm, dan 5 mm dengan mode konveksi bebas. Material paduan Aluminium 6061-T6 diaplikasikan dalam riset ini. Heatsink yang digunakan memiliki ukuran 65 x 54 x 40 mm, dan tebal plat dasar 3 mm. Studi numerik dilakukan dengan menggunakan daya panas konstan sebesar 65 watt pada suhu lingkungan sebesar 293 Kelvin, dan koefisien konveksi sebesar 100 W/m2K. Hasilnya, ketebalan sirip 3 mm menghasilkan suhu tertinggi 30,6°C dan terendah 27,1°C, ketebalan 4 mm menghasilkan suhu tertinggi 31,3°C dan terendah 28,1°C, sedangkan ketebalan 5 mm menghasilkan suhu tertinggi 32,4°C dan terendah 29,3°C. Berdasarkan hasil tersebut, peningkatan ketebalan sirip yang diiringi dengan pengurangan jumlah sirip menyebabkan kenaikan suhu maksimum pada heatsink. Ketebalan sirip 3 mm memberikan hasil pendinginan terbaik dalam kondisi simulasi yang sudah diujicobakan.   Kata kunci: CFD, Heatsink, Suhu
ANALISIS NUMERIK PENGARUH PERUBAHAN JARAK PITCH TERHADAP CAPAIAN TORSI PADA TURBIN ULIR PORTABEL MENGGUNAKAN SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) Maulana Abdi Ardiyansyah; Muhamad Safi’i; Althesa Androva
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10i1.16832.g%g

Abstract

Turbin ulir Archimedes merupakan salah satu teknologi yang sesuai untuk pembangkit listrik tenaga air dengan head rendah karena memiliki konstruksi sederhana dan mampu beroperasi pada debit aliran yang relatif kecil. Namun, penelitian mengenai pengaruh variasi pitch terhadap performa turbin ulir portabel masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi pitch terhadap capaian torsi turbin ulir portabel menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Simulasi dilakukan pada model turbin satu bilah dengan sudut kemiringan 45° dan kecepatan aliran masuk 1 m/s. Variasi pitch yang dianalisis adalah 60 mm dan 90 mm menggunakan model turbulensi k-ω SST. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pitch 60 mm menghasilkan torsi tertinggi sebesar 2,083 Nm, sedangkan pitch 90 mm menghasilkan torsi sebesar 1,337 Nm. Pitch 60 mm menghasilkan distribusi tekanan yang lebih merata dan karakteristik aliran yang lebih stabil sehingga interaksi fluida dengan sudu menjadi lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pitch berpengaruh signifikan terhadap performa turbin ulir portabel, dan konfigurasi pitch 60 mm direkomendasikan untuk aplikasi mikrohidro ber-head rendah Kata Kunci:Turbin Ulir Portabel, Turbin Ulir Archimedes, Variasi Pitch, Computational Fluid Dynamics, Torsi