Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan digemari oleh masyarakat. Jagung memiliki biji bertekstur lembut, sehingga sangat populer sebagai bahan makanan dan makanan ringan. Di Indonesia, pertanian jagung menjadi salah satu sektor pertanian yang potensial. Namun, meskipun potensi yang besar, produktivitas jagung di wilayah tersebut masih belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah ada interaksi antara penggunaan asam humat dan pemulsaan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung, Ada hubungan antara asam humat dan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. dan pengaruh penggunaan mulsa atau pemulsaan tanaman jagung untuk pertumbuhan dan produksi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 ulangan di Desa Giripurno Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. Faktor yang diteliti pertama adalah asam humat (A) terdiri dari 3 perlakuan yaitu dosis 0 Kg/Hektar, 10 Kg/Hektar, 20 Kg/Hektar serta Faktor kedua adalah mulsa (M) terdiri dari 3 perlakuan yaitu tanpa mulsa, mulsa plastik, mulsa jerami. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tongkol, berat tongkol basah dengan kelobot, berat tongkol basah jagung tanpa kelobot, bobot 1000 butir, jumlah larikan, jumlah biji, berat kering belum dipipil, berat jagung pipil kering, jumlah daun, luas daun. Terdapat interaksi terhadap tanaman pada parameter hasil yaitu berat tongkol basah berkelobot, berat 1000 butir, dan jumlah larikan karena unsur hara pada asam humat mampu memberian manfaat terhadap hasil tanaman jagung. Tidak adanya interaksi pada parameter tinggi tanaman 53 HST, diameter batang, jumlah tongkol, berat tongkol basah tanpa kelobot, jumlah biji, berat kering tongkol utuh, berat pipil kering, jumlah daun, luas daun disebabkan oleh pemberian dosis yang kurang dan waktu pengamatan sampel yang hanya sedikit.