Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Widya Accarya

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA Juni Artini, Ni Putu
Widya Accarya Vol 10 No 2 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.17 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.2.783.%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran sains. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 6 Negara dengan jumlah sampel 124 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui keterampilan berpikir kreatif adalah tes keterampilan berpikir kreatif. Data yang diperoleh berupa g-skor ternormalisasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan ANAVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, terjadi peningkatan nilai rerata dari setiap aspek keterampilan berpikir kreatif pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Peningkatan nilai rata-rata kelas eksperimen cukup signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan analisis data, diperoleh F hitung adalah 29,251. Angka F hitung lebih besar dari Ftabel (3,89) pada taraf signifikansi 0,05 sehingga dapat disimpulkan  bahwa, terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran konvensional. Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran konvensional, dan keterampilan berpikir kreatif Abstract This study aimed to investigate the effect of project-based learning model for creative thinking skills of students in science learning. This research was a quasi-experimental design with pretest-posttest non-equivalent control group design. The research population was a student of class VII in SMP Negeri 6 Negara with a sample of 124 students were divided into experimental and control groups. The instrument used to determine the creative thinking skills is a creative thinking skills test. The data obtained in the form g-score normalized. Analyses were performed using ANOVA one-way. Based on the analysis, an increase in the average value of each aspect of creative thinking skills in the experimental class and the control class. Increase in the average value of the experimental class is quite significant compared to the control class. Based on the analysis of the data, obtained F calculated is 29,251. Figures F calculated is greater than F table (3.89) at the 0.05 significance level so that it can be concluded that, there is a difference between the creative thinking skills of students learning with project-based learning model and conventional learning models. Keywords: project-based learning, conventional learning, and creative thinking skills
Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining dalam Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Ni Putu Juni Artini; Luh Tu Selpi Wahyuni; Irwan Febryan
Widya Accarya Vol. 14 No. 2 (2023): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.14.2.1467.185-193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran student facilitator and explaining dalam upaya peningkatan hasil belajar IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh melalui beberapa artikel, buku, dan dokumen lainnya. Pengumpulan dilaksanakan dengan penetapan kriteria inklusi dalam pemilihan artikel yaitu artikel yang berindeks sinta, dan telah terpublikasi selama maksimal 10 tahun. Data tersebut dipilih melalui instrumen check list serta dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran student facilitator and explaining (SFAE) dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa di jenjang pendidikan dasar, jenjang menengah pertama, dan jenjang pendidikan menengah atas. Oleh karena itu, implikasi dari penelitian ini adalah pendidik maupun peneliti selanjutnya dapat memahami bagaimana penerapan serta mengadaptasi teori empiris terkait model pembelajaran student facilitator and explaining untuk diimplementasikan pada pembelajaran IPA di kelasnya