Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Coating Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea Barbata L.) dan Suhu Penyimpanan terhadap Perubahan Fisik Tomat (Solanum lycopersicum L.) Selama Penyimpanan Aisyah, Deva Ayu; Novita, Dwi Dian; Tamrin, Tamrin
Jurnal Agricultural Biosystem Engineering Vol 1, No 3 (2022): September 2022
Publisher : abe.fp.unila.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jabe.v1i3.6335

Abstract

Tomatoes are coated with natural wax from the time they are planted on the tree, but the natural wax coating fades or even disappears due to post-harvest treatment. The coating application serves to replace the wax layer using tapioca with the addition of green grass jelly leaf extract. This study aims to determine the effect of the combination of green grass jelly leaf extract coating with 3 concentrations and 2 temperatures of storage conditions on 4 physical parameters of tomatoes, namely the level of hardness, weight loss, moisture content, and red color index of tomatoes and to determine the best treatment from the combination of treatments applied during storage. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors. The first factor is storage temperature which consists of 2 temperature levels, namely room temperature (S1) and cold temperature (S2). The second factor is the concentration of green grass jelly leaf extract which consists of 3 levels of extract concentration, namely 10%, 30%, and 50%. If the results of the analysis of variance at the 5% level have a significant effect, a Duncan further test is carried out to see if there is an interaction between treatments. Based on the analysis, the treatment of variations in the concentration of green grass jelly leaf extract and storage temperature affected 3 physical parameters of tomatoes, namely the level of hardness, water content, and red color of tomatoes. However, it did not affect the weight loss parameters during 13 days of storage. S2K2 treatment was able to maintain the level of hardness, moisture content, and red color of tomatoes on day 13 with the standard of weight loss 10%. Based on further observations, the S2K2 treatment was able to maintain the shelf life of tomatoes up to 27 days of storage. Keywords: Coating, Concentration of Grass Jelly Leaf Extract Green, Storage Temperature, Tomato.
Aplikasi Pengering Portable pada Produksi Terasi di Poklahsar Hasil Laut, Pekon Suka Banjar, Tanggamus Amien, Elhamida Rezkia; Suharyatun, Siti; Novita, Dwi Dian; Rahmawati, Winda; Sugiyanti, Cicih
Open Community Service Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v4i1.124

Abstract

Pekon Suka Banjar di Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, memiliki potensi hasil laut yang melimpah, salah satunya udang rebon yang diolah menjadi terasi oleh Kelompok Pengolahan dan Pemasar Ikan (POKLAHSAR) Hasil Laut Suka Banjar. Namun, proses produksi yang masih tradisional menyebabkan mutu dan kebersihan produk belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk terasi melalui inovasi alat pengering portable serta pembuatan desain label dan kemasan yang menarik. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pendampingan, pembuatan alat pengering, pelatihan pengemasan, serta evaluasi kegiatan. Hasilnya, alat pengering portable berhasil dibuat dan digunakan secara efektif, desain label dan kemasan baru diterapkan, serta peserta menunjukkan pemahaman yang baik terhadap pentingnya menjaga mutu produk. Evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan alat pengering dan kemasan yang tepat dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan nilai jual produk terasi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi keluarga nelayan melalui produk olahan hasil laut yang lebih higienis dan kompetitif.
Pengaruh Suhu dan Ketebalan Irisan terhadap Kualitas Keripik Ubi Jalar Oranye (Ipomoea batatas L.) Menggunakan Penggorengan Vakum Novita, Dwi Dian; Aliftama, Althoriq Rizky; Asmara, Sandi; Kuncoro, Sapto
Jurnal Agricultural Biosystem Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : abe.fp.unila.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jabe.v4i2.11108

Abstract

Processing orange sweet potato (Ipomoea batatas L.)  into chips has the potential to increase the economic value of fresh products.  The aim of this research was to study the effect of frying temperature and slice thickness on the quality parameters of orange sweet potato chips and determine the best treatment.  The test was carried out by adjusting the frying temperature at three levels (70 °C, 80 °C, and 90 °C) and the slice thickness at three levels (1 cm, 1.5 cm, and 2 cm).  The research results showed that the temperature factor had a significant effect on frying time and water content.  Meanwhile, the thickness factor has a significant effect on frying time, yield, water content and crispness.  The best treatment in this study was S2K1 (frying temperature 80 °C, slice thickness 1 cm) which produced orange sweet potato chips with a crispness score of 3.1, water content 2.77%, yield 24.89%, and frying time of 67 minutes. Keywords:  AB Mix, Fruit Waste, Liquid Organic Fertilizer, Red Spinach, SAT Hydroponics,
PEMBINAAN USAHA KERIPIK BUAH PADA KELOMPOK WANITA TANI DI KELURAHAN RAJABASA JAYA KOTA BANDAR LAMPUNG Novita, Dwi Dian
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 2 No. 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v2i3.121

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan Kita dan KWT Sido Makmur berada di Kampung Sinar Harapan, Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) membantu dan membina KWT mengoptimalkan pemanfaatan mesin vacuum frying yang dimiliki kelompok untuk memproduksi keripik buah pisang muli, salak, nangka, dan nanas. Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu (1) sosialisasi dan persiapan program, (2) perakitan dan perbaikan mesin vacuum frying (3) pelatihan pembuatan keripik buah menggunakan vacuum frying, (4) kunjungan lapang, (5) pengadaan peralatan dan bahan pendukung produksi, (6) pelatihan manajemen dan analisis usaha kelompok, dan (7) penyuluhan higienitas proses produksi dan prosedur PIRT. Pelaksanaan kegiatan PKM ini berjalan sesuai rencana. Mesin vacuum frying yang semula tidak terpakai kini telah dapat digunakan oleh mitra untuk memproduksi keripik buah “Yo Chips” dengan empat varian yaitu pisang muli, salak, nangka, dan nanas. Produk mitra PKM telah dikemas dengan baik menggunakan pounch plastik dan penetapan harga jualnya berdasarkan perhitungan analisis usaha. Kata kunci: keripik buah, KWT, PKM, vacuum frying, Yo Chips
PEMBERDAYAAN WANITA TANI DALAM USAHA PRODUKSI ABUCA (ABON DAN BUBUK CABAI) DI KECAMATAN ADILUWIH KABUPATEN PRINGSEWU Novita, Dwi Dian; Rahmawati, Winda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i2.169

Abstract

Teknologi pengolahan abon dan bubuk cabai (Abuca) tergolong cukup mudah sehingga dapat diterapkan oleh para istri petani yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) “Maju” di Desa Waringinsari Timur, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu. Pemberdayaan KWT dalam usaha produksi Abuca menjadi salah satu solusi bagi permasalahan harga jual cabai yang sangat rendah pada saat panen raya. Rangkaian kegiatan PKM ini terdiri dari: (1) sosialisasi dan koordinasi, (2) penyuluhan pascapanen dan peluang usaha pengolahan cabai, (3) penentuan merk dan desain label kemasan (4) praktik produksi Abuca dan pemasaran produk, serta (5) evaluasi kegiatan. Transfer pengetahuan dan alih teknologi kepada mitra dilakukan dengan metode pelatihan dan praktik. Setelah dibina selama 4 bulan (Juli—Oktober 2019), para anggota KWT Maju kini telah memiliki pengetahuan dan keterempilan untuk memproduksi Abuca dan telah memiliki produk dengan merk “Hot Asoy”. Terdapat 3 varian abon cabai yang diproduksi yaitu rasa teri, rebon, dan original (rasa bawang). Abon cabai dikemas per 50 gram dalam botol dan standing pouch plastik dengan harga jual Rp.18.000,- dan Rp.15.000,-. Sedangkan bubuk cabai dikemas per 100 gram dalam standing pouch plastik dengan harga jual Rp.10.000,-.
INTRODUKSI MESIN PERAJANG DAN PENIRIS PADA PENGEMBANGAN USAHA PRODUKSI BAWANG GORENG KWT “SEJAHTERA” DI KECAMATAN GEDONG TATAAN, KABUPATEN PESAWARAN Novita, Dwi Dian
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i1.262

Abstract

KWT “Sejahtera” di Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran telah merintis usaha pengolahan bawang goreng sebagai salah satu solusi pengolahan bawang merah saat terjadi penurunan harga jual. Proses produksi yang keseluruhannya masih manual menyebabkan tingkat kejerihan kerja yang tinggi pada saat proses pengirisan dan perajangan bawang merah. Selain itu tingginya kadar minyak dalam produk bawang merah goreng yang dihasilkan mengakibatkan produk tersebut tidak renyah, cepat berbau tengik, dan tidak dapat disimpan lama. Pelaksanaan kegiatan PKM melalui introduksi mesin perajang dan peniris pada pengembangan usaha produksi bawang merah goreng KWT “Sejahtera” menjadi salah satu solusi dalam peningkatan produktivitas dan kualitas produk bawang merah goreng. Penggunaan mesin perajang dan peniris dapat meningkatkan kapasitas produksi maksimal 4 kali lipat, meningkatkan total pendapatan sebesar 260% dan keuntungan sebesar 375% , serta mampu menekan biaya produksi sebesar 9,5% dibandingkan dengan cara manual yang sebelumnya dilakukan oleh KWT.
APLIKASI MESIN PEMIPIH PADA USAHA EMPING JAGUNG KWT ENGGAL MAJU DI KECAMATAN ADILUWIH PRINGSEWU Novita, Dwi Dian; Suharyatun, Siti; Amien, Elhamida Rezkia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i2.399

Abstract

Jagung merupakan komoditi unggulan di Pekon Enggal Rejo, Kecamatan Adiluwih Pringsewu. Kelompok Wanita Tani (KWT) Enggal Maju menjalankan usaha produksi emping jagung. Permasalahan yang dihadapi KWT adalah proses pemipihan jagung masih dilakukan secara manual. Biji jagung ditumbuk satu persatu menggunakan palu hingga menjadi pipih. Proses ini memerlukan banyak tenaga dan menyita waktu. Kelelahan kerja yang dialami KWT membuat produktivitasnya terbatas. Untuk itu Tim Pengabdian mengusulkan aplikasi mesin pemipih untuk mengatasi permasalahan tersebut agar proses produksi emping jagung menjadi lebih mudah dan cepat. Kegiatan PKMU ini bertujuan untuk (1) membuat mesin pemipih untuk mengatasi kelelahan kerja pada tahap pemipihan jagung, (2) mensosialisasikan mesin pemipih beserta cara pengoperasian dan perawatannya, dan (3) melatih anggota KWT agar dapat menggoperasikan mesin pemipih dengan baik. Kegiatan PKMU ini telah terlaksana dengan baik, (1) Tim Pengabdian telah membuat 1 unit mesin pemipih berkapasitas kerja teoritis 40 kg/jam, (2) mesin pemipih tersebut sudah diserahkan dan diaplikasikan oleh KWT Enggal Maju pada proses produksi emping jagung “Pawon Barokah”, (3) KWT Enggal Maju rata-rata mengolah 10 kg biji jagung setiap kali produksi dengan lama pemipihan sekitar 15 menit menggunakan mesin pemipih, dan (4) anggota KWT sudah terampil mengoperasikan mesin pemipih dengan baik serta memiliki pengetahuan dasar tentang perawatan mesin.