Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Jurnal Informatika

PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENTS ANALYSIS Gunadi, Kartika; Pongsitanan, Sonny Reinard
Jurnal Informatika Vol 2, No 2 (2001): NOVEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.213 KB) | DOI: 10.9744/informatika.2.2.pp. 57-61

Abstract

Face recognition is one of many important researches, and today, many applications have implemented it. Through development of techniques like Principal Components Analysis (PCA), computers can now outperform human in many face recognition tasks, particularly those in which large database of faces must be searched. Principal Components Analysis was used to reduce facial image dimension into fewer variables, which are easier to observe and handle. Those variables then fed into artificial neural networks using backpropagation method to recognise the given facial image. The test results show that PCA can provide high face recognition accuracy. For the training faces, a correct identification of 100% could be obtained. From some of network combinations that have been tested, a best average correct identification of 91,11% could be obtained for the test faces while the worst average result is 46,67 % correct identification Abstract in Bahasa Indonesia : Pengenalan wajah manusia merupakan salah satu bidang penelitian yang penting, dan dewasa ini banyak aplikasi yang dapat menerapkannya. Melalui pengembangan suatu teknik seperti Principal Components Analysis (PCA), komputer sekarang dapat melebihi kemampuan otak manusia dalam berbagai tugas pengenalan wajah, terutama tugas-tugas yang membutuhkan pencarian pada database wajah yang besar. Principal Components Analysis digunakan untuk mereduksi dimensi gambar wajah sehingga menghasilkan variabel yang lebih sedikit yang lebih mudah untuk diobsevasi dan ditangani. Hasil yang diperoleh kemudian akan dimasukkan ke suatu jaringan saraf tiruan dengan metode Backpropagation untuk mengenali gambar wajah yang telah diinputkan ke dalam sistem. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa penggunaan PCA untuk pengenalan wajah dapat memberikan tingkat akurasi yang cukup tinggi. Untuk gambar wajah yang diikutsertakankan dalam latihan, dapat diperoleh 100% identifikasi yang benar. Dari beberapa kombinasi jaringan yang diujikan dapat diperoleh rata-rata terbaik 91,11% identifikasi yang benar sedangkan hasil rata-rata terburuk adalah 46,67% identifikasi yang benar. Kata kunci: Pengenalan Wajah, Principal Components Analysis, Jaringan Saraf Tiruan, Metode Backpropagation.
PEMODELAN PETA TOPOGRAFI KE OBJEK TIGA DIMENSI Rostianingsih, Silvia; Handoyo, Ivan; Gunadi, Kartika
Jurnal Informatika Vol 5, No 1 (2004): MAY 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.779 KB) | DOI: 10.9744/informatika.5.1.pp. 14-21

Abstract

A topography map is a map which have an information about surface of the land height at a place from the surface of the sea, that drawn with topography's lines. Topography information in topography map can be used to create three dimensions model of this map's surface. With this three dimension model, an object at the map can be seen more live as in the real world, and because of that to analyze a topography map could be done easier. Abstract in Bahasa Indonesia : Peta topografi adalah peta yang memiliki informasi tentang ketinggian permukaan tanah pada suatu tempat terhadap permukaan laut, yang digambarkan dengan garis-garis kontur. Informasi topografi yang terdapat pada peta topografi dapat digunakan untuk membuat model tiga dimensi dari permukaan tanah pada peta tersebut. Dengan model tiga dimensi maka objek pada peta dilihat lebih hidup seperti pada keadaan sesungguhnya di alam, sehingga untuk menganalisa suatu peta topografi dapat lebih mudah dilakukan. Kata kunci: Peta, Topografi, Geografi, Tiga Dimensi.
OPTIMASI POLA PENYUSUNAN BARANG DALAM RUANG TIGA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE GENETIC ALGORITHMS Gunadi, Kartika; Julistiono, Irwan Kristanto; Hariyanto, Beny
Jurnal Informatika Vol 4, No 1 (2003): MAY 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.288 KB) | DOI: 10.9744/informatika.4.1.pp. 13-17

Abstract

The good arrangement pattern in the three dimension space, for example container, must be made as optimal as possible to keep the dispatch cost down. Genetic algorithms as the solution search methods which depends on the natural selection to get an individual with the best gene arrangement, is able to give the solution towards how the good arrangement pattern is optimized through iteration process until some generations with reproduction, crossover, and mutation operators. By inserting some input such as the space and goods specification, and the probability of the three genetic algorithms operator, the optimization process will look for the good arrangement pattern based on fitness or the best grade, that is the fewer empty space left. Abstract in Bahasa Indonesia : Pola penyusunan barang dalam ruang tiga dimensi, contohnya kontainer, harus bisa seoptimal mungkin untuk menekan biaya pengiriman dalam berbisnis. Algoritma genetik sebagai metode pencarian solusi yang berpatokan pada seleksi alam untuk mendapatkan sebuah individu dengan susunan gen-gen terbaik, mampu memberikan solusi bagaimana pola susunan barang dioptimalkan melalui proses iterasi sampai beberapa generasi dengan operatornya yaitu reproduksi, pindah silang, dan mutasi. Dengan memasukkan inputan berupa spesifikasi ruang dan barang beserta probabilitas ketiga operator algoritma genetik, proses optimasi akan menemukan pola susunan barang berdasarkan fitness atau nilai terbaik, yaitu semakin sedikit ruang kosong yang tersisa. Kata kunci: optimasi, penyusunan barang, algoritma gemetik.
PENERAPAN ARSITEKTUR MULTI-TIER DENGAN DCOM DALAM SUATU SISTEM INFORMASI Gunadi, Kartika; Julistiono, Irwan Kristanto; Tantama, Heliman Prasetya
Jurnal Informatika Vol 2, No 2 (2001): NOVEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.668 KB) | DOI: 10.9744/informatika.2.2.pp. 62-67

Abstract

Information System implementation using two-tier architecture result lack in several critical issues : reuse component, scalability, maintenance, and data security. The multi-tiered client/server architecture provides a good resolution to solve these problems that using DCOM technology . The software is made by using Delphi 4 Client/Server Suite and Microsoft SQL Server V. 7.0 as a database server software. The multi-tiered application is partitioned into thirds. The first is client application which provides presentation services. The second is server application which provides application services, and the third is database server which provides database services. This multi-tiered application software can be made in two model. They are Client/Server Windows model and Client/Server Web model with ActiveX Form Technology. In this research is found that making multi-tiered architecture with using DCOM technology can provide many benefits such as, centralized application logic in middle-tier, make thin client application, distributed load of data process in several machines, increases security with the ability in hiding data, dan fast maintenance without installing database drivers in every client. Abstract in Bahasa Indonesia : Penerapan sistem informasi menggunakan two-tier architecture mempunyai banyak kelemahan : penggunaan kembali komponen, skalabilitas, perawatan, dan keamanan data. Multi-tier Client-Server architecture mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah ini dengan DCOM teknologi. Perangkat lunak ini dapat dibuat menggunakan Delphi 4 Client/Server Suite dan Microsoft SQL Server 7.0 sebagai perangkat lunak database. Aplikasi program multi-tier ini dibagi menjadi tiga partisi. Pertama adalah aplikasi client menyediakan presentasi servis, kedua aplikasi server menyediakan servis aplikasi, dan ketiga aplikasi database menyediakan database servis. Perangkat lunak aplikasi multi-tier ini dapat dibuat dalam dua model, yaitu client/server windows model dan client/server web model dengan activeX Form teknologi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pembuatan arsitektur multi-tier dengan DCOM teknologi memiliki banyak keuntungan seperti, memusatkan logika aplikasi pada middle-tier, membuat thin client aplikasi, mendistribusikan beban proses data pada beberapa mesin, meningkatkan keamanan dengan kemampuan menyembunyikan data, cepatnya perawatan dengan tanpa instalasi database driver pada setiap client. Kata kunci: multi-tier clien-server, architecture, DCOM, active form.
PROGRAM PENGHITUNG JUMLAH ORANG LEWAT MENGGUNAKAN WEBCAM Lande, Sudianto; Lim, Resmana; Gunadi, Kartika; Chandra K., Chandra K.
Jurnal Informatika Vol 5, No 2 (2004): NOVEMBER 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/informatika.5.2.pp. 121-126

Abstract

The amount of public places's visitor data is very important. Usually we get it manually. AT the moment, video camera has been used for security. Therefor, the people counter software has been made using Normalized Sum-squared difference (NSSD) method that take differences the sum of frame fixel and background, squared it then normalized by detection window area. The NSSD values that have been count then thresholded to detect the people occurance in detection window. This project is made using Borland Delphi 5.0 with Tvideo component. Corect people counting percentation of more than 90% was obtained. The succesness of this program depends on the right thresholding values. Abstract in Bahasa Indonesia : Data jumlah pengunjung suatu tempat umum sangat penting. Data jumlah pengunjung biasanya didapat secara manual. Saat ini kamera video telah diterapkan untuk kepentingan keamanan. Karena itu dibuatlah program penghitung jumlah pengunjung dengan metode Normalized Sum-Squared Differences (NSSD) yang mengambil selisih jumlah pixel frame dan background dan dikuadratkan, dinormalisasi dengan luasan detection window. Nilai NSSD yang didapat diseleksi dengan proses thresholding untuk mendeteksi keberadaan orang pada detection window. Penelitian ini dibuat dengan menggunakan Borland Delphi 5.0, dengan tambahan komponen TVideo. Program ini secara keseluruhan menunjukkan keberhasilan lebih dari 90%. Keberhasilan dari program ini sangat dipengaruhi oleh penentuan nilai threshold yang tepat. Kata kunci: penghitungan orang, sensor kamera, NSSD, Image processing.
APLIKASI SEGMENTASI GAMBAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEVEL SET Gunadi, Kartika; Ballangan, Cherry Galatia; Siswanto, Yohan
Jurnal Informatika Vol 8, No 2 (2007): NOVEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/informatika.8.2.pp. 130-133

Abstract

Today, manipulating an image become easier because of the advance of image processing technology. These technologies include segmentation on digital image which allows users to extract a particular object from an image to be processed individually. One of image segmentation methods is Level Set which track propagating curve. Curve will evolve until it stops at the border of an object in a image. The experiments in this research has validated that Level Set method can be used in image segmentation and the result will be better in images that have solid colors. Abstract in Bahasa Indonesia : Saat ini, manipulasi gambar menjadi semakin mudah dilakukan, salah satu penyebabnya adalah segmentasi pada gambar digital. Dengan segmentasi gambar maka di dalam suatu gambar setiap obyek dapat dibedakan satu sama lain , sehingga memudahkan untuk mengolah masing-masing obyek. Level Set adalah metode untuk mendeteksi pergerakan kurva yang dapat digunakan untuk melakukan segmentasi gambar. Kurva akan bergerak sampai pada akhirnya berhenti pada border dari obyek dalam sebuah gambar. Pengujian yang telah dilakukan dalam karya ilmiah ini membuktikan bahwa Metode Level Set dapat digunakan untuk segmentasi gambar dalam berbagai bentuk, baik itu cembung maupun cekung, dan hasilnya akan jauh lebih baik apabila gambar yang digunakan tidak memiliki variasi warna yang banyak (solid), seperti gambar kartun. Kata kunci: level set, active contour, segmentasi gambar
OPTIMASI PENGAMBILAN DAN PENATAAN ULANG BARANG DI GUDANG DENGAN PENERAPAN STACK MENGGUNAKAN METODE GENETIC ALGORITHM Lim, Resmana; Gang, Ong Wie; Gunadi, Kartika
Jurnal Informatika Vol 5, No 1 (2004): MAY 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/informatika.5.1.pp. 39-52

Abstract

Industrial field which getting more advance needs computer to help them. In industrial field, computer will make something get easier, fetching and reordering goods in warehouse is including here. A software including that needs have been made by writers. This software is specified for a warehouse which goods stored in plates at the rack in the warehouse. To reordering goods, writers use the Genetic Algorithm, which will process making population, finding the fitness cost with counting the vast and weight of the goods, sorting, immigration, cross over, and mutation. With this software, user can also check the condition of the warehouse in two and three dimensions, using OpenGL. This optimation software have been tried and give fitness cost average up to 90%, this software have been succeed to operate the function. Abstract in Bahasa Indonesia : Dunia industri yang semakin maju membutuhkan komputer sebagai alat bantu utama. Sistem komputerisasi di dalam dunia industri akan membuat beberapa hal menjadi lebih mudah, antara lain dalam pengambilan barang dan penataan ulang barang di gudang. Suatu perangkat lunak untuk keperluan tersebut telah dibuat oleh penulis. Perangkat lunak yang dibuat ini dikhususkan untuk gudang yang barang-barangnya disimpan dalam palet-palet pada rak di gudang. Penataan ulang barang ini menggunakan algoritma genetika, yang akan melalui proses pembuatan populasi awal, pencarian fitness cost dengan memperhitungkan luas area dan berat barang, pengurutan data, imigrasi, persilangan, dan mutasi. Melalui perangkat lunak ini, user juga dapat melihat kondisi gudang secara baik secara 2 dimensi ataupun 3 dimensi, yang dalam pengerjaannya menggunakan OpenGL. Sistem dari perangkat lunak yang dibuat ini sudah diuji coba dan memberikan nilai rata-rata fitness cost di atas 90%, ini berarti perangkat lunak ini telah sukses dalam menjalankan fungsinya. Kata kunci: penataan barang, pengambilan barang dari gudang, penataan ulang barang, rak, palet, Algoritma Genetika, imigrasi, persilangan, mutasi, OpenGL.