Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : WIDYA LAKSANA

PELATIHAN TEKNIK PENGGUNAAN BAHAN KIMIA UNTUK PENINGKATKAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM KIMIA Lasia, I Ketut; Gunamantha, I Made; Budiada, I Ketut
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.601 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v3i1.9150

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penggunaan bahan kimia, menambah  pengetahuan  sifat dan karakter bahan kimia yang memiliki  potensi  dapat menimbulkan bahaya baik terhadap kesehatan  maupun bahaya kecelakaan, dan dapat meningkatkan budaya keselamatan dan keamanan. Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa semester awal Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Undiksha. Untuk mencapai tujuan tersebut maka digunakan metode pendampingan dengan praktek dan diskusi. Data hasil kegiatan dideskripsikan  secara aktual dan sistematis dalam kontek analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan keterampilan penggunaan bahan kimia, penambahan  pengetahuan  tentang sifat dan karakter  bahan  kimia yang berbahaya bagi kesehatan, dan mulai tercipta budaya keselamatan dan keamanan dalam praktikum kimia
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL BAGI INDUSTRI TENUN BINTANG TIMURTEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL BAGI INDUSTRI TENUN BINTANG TIMUR Yuningrat, Ni Wayan; Ayuni, Ni Putu Sri; Martiningsih, Ni Wayan; Gunamantha, I Made; Widana, Gede Agus Beni
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.317 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v7i1.12673

Abstract

Pada umumnya industri tekstil khususnya tenun menggunakan zat warna sintetis untuk proses pencelupannya, dengan pertimbangan warna yang dihasilkan akan lebih menarik dan tidak mudah pudar. Zat warna yang telah selesai digunakan dalam pencelupan seringkali dibuang langsung ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu. Hal ini juga dilakukan oleh industri bintang timur, yang mana zat warna hanya ditampung dalam tanah yang digali sedalam 1 meter, sedangkan lokasinya dekat dengan persawahan. Kegiatan pengabdian diawali dengan identifikasi pengetahuan peserta tentang karakteristik, bahaya, penanggulangan dan penanganan awal zat warna tekstil melalui kuisioner. Sosialisasi alat pengolahan limbah dilakukan melalui penyerahan reaktor fotokatalitik fixed bed TiO2-batu apung dan dilanjutkan dengan demonstrasi pengoperasiannya menggunakan zat warna sisa pencelupan. Berdasarkan hasil kuisioner, sebagian besar peserta belum mengetahui karakteristik zat warna tekstil dan proses pengolahan yang diperlukan agar zat warna tekstil tidak mencemari lingkungan. Proses degradasi zat warna tekstil berjalan kurang efektif (26%) yang disebabkan kurangnya sinar matahari yang diperlukan untuk proses fotodegradasi tersebut. Pada umumnya industri tekstil khususnya tenun menggunakan zat warna sintetis untuk proses pencelupannya, dengan pertimbangan warna yang dihasilkan akan lebih menarik dan tidak mudah pudar. Zat warna yang telah selesai digunakan dalam pencelupan seringkali dibuang langsung ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu. Hal ini juga dilakukan oleh industri bintang timur, yang mana zat warna hanya ditampung dalam tanah yang digali sedalam 1 meter, sedangkan lokasinya dekat dengan persawahan. Kegiatan pengabdian diawali dengan identifikasi pengetahuan peserta tentang karakteristik, bahaya, penanggulangan dan penanganan awal zat warna tekstil melalui kuisioner. Sosialisasi alat pengolahan limbah dilakukan melalui penyerahan reaktor fotokatalitik fixed bed TiO2-batu apung dan dilanjutkan dengan demonstrasi pengoperasiannya menggunakan zat warna sisa pencelupan. Berdasarkan hasil kuisioner, sebagian besar peserta belum mengetahui karakteristik zat warna tekstil dan proses pengolahan yang diperlukan agar zat warna tekstil tidak mencemari lingkungan. Proses degradasi zat warna tekstil berjalan kurang efektif (26%) yang disebabkan kurangnya sinar matahari yang diperlukan untuk proses fotodegradasi tersebut.
PELATIHAN PENGENALAN ISO 9001: 2015 BAGI ALUMNI ANALIS KIMIA UNDIKSHA Gunamantha, I.M; Lasia, Ketut; Kritiyanti, P.L.P
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.586 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.31413

Abstract

Pelatihan ini dirancang untuk membantu para peserta memahami esensi dari ISO 9001:2015 sebagai versi terbaru saat ini yang dikeluarkan oleh ISO dan membantu peserta memahami bagaimana menerapkannya pada kondisi aktual di lapangan. Metode kegiatan yang digunakan adalah:  1) ceramah, diskusi, dan penugasan. Kegiatan ceramah dilaksanakan secara daring dengan menggunakan apikasi zoom. Ceramah digunakan dalam penyampaian materi tentang hal-hal pokok dalam setiap klausal ISO 9001:2015 dan interpretasinya. Ilustrasi beserta contoh-contoh dukumen relevan untuk setiap klausal juga diberikan. Hasil dari kegiatan ini berdampak pada pemahaman peserta pada setiap klausal SNI ISO 9001:2015 dan mampu mampu mengidentifikasi kesenjangannya dengan sistem manajemen yang sedang diterapkan saat ini di orgaisasinya. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan dan sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan ataupun kendala yang dihadapi dalam penerapan sistem ini pada organisasinya. Kegiatan ini sangat mengharapkan peserta dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh dan berkontribusi pada penerapan ISO 9001:2005 di instansi asalnya.Kata kunci: SNI ISO 9001:2015, Pelatihan, Ceramah, Alumni Analis Kimia