Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Artesis

ANALISIS STRUKTUR RUKO BETON BERTULANG AKIBAT PENAMBAHAN BEBAN POLE DAN BTS Alifa Ginanjar; Jonbi
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 1 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i1.2702

Abstract

Perkembangan telekomunikasi di Indonesia yang sangat pesat membuat para pelaku usaha dibidang telekomunikasi bersaing dalam mendirikan menara telekomunikasi untuk memenuhi seluruh jaringan se-Indonesia. Sebagai akibat dari peningkatan kebutuhan jasa layanan telekomunikasi ini, tower dan Base Transceiver Station (BTS) semakin mempunyai jarak yang relatif dekat terutama pada daerah perkotaan, masalah lahan untuk pembangunan tower menjadi salah satu faktor kendala dalam peningkatan jaringan telekomunikasi, sehingga pembangunan tower di atas gedung (roof top) menjadi salah satu solusinya. Hal itu dapat mempengaruhi struktur bangunan di bawah tower tersebut. Dalam penelitian ini melakukan analisis struktur bangunan akibat penambahan beban pada tower. Pada proses analisa menggunakan bantuan program komputer ETABS V 9.7.4. Hasil yang diperoleh adalah struktur bangunan utama tidak kuat menerima beban tambahan akibat kurangnya kapasitas geser. Luas tulangan perlu eksisting kolom yang dihasilkan adalah sebesar 1608 mm2. Kemudian, untuk luas tulangan perlu eksisting balok yang dihasilkan adalah sebesar 509 mm2 yang lebih kecil dibandingkan luas tulangan minimum. Pada eksiting balok terdapat kekurangan kapasitas geser yang dihasilkan. Akibat dari kekurangan kapasitas geser tersebut maka balok ekisting membutuhkan perkuatan. Perkuatan menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP). Analisis perkuatan balok tersebut menghasilkan balok dilapisi 1 lembar tipe Sika Carbodur S812
PENGARUH PENGGUNAAN STYRENE BUTADIENE RUBBER TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON Glann Millen Simbolon; Jonbi
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3221

Abstract

Dalam pengembangan teknologi konkret yang beroprasi dengan persyratan kebutuhan darat, salah satu permintaan ini adalah bagaimana meningkatkan sifat konkret yang rapuh, dalam perkembangannya, namun beton sudah mulai menggunakan bahan subtitusi untuk mengurangi sifat rapuh beton. Bahan subtitusi adalah bahan yang dapat menggantikan bahan beton dengan kumpulan halus, agregat kasar dan semen dengan bahan lainnya. Selain menjadi salah satu bahan penting pada dunia industri, karet alam juga merupakan salah satu bahan tambah pilihan dalam pembuatan campuran beton, hal ini disebabkan karena sifatnya yang fleksibel sehingga dapat meningkatkan daktilitas beton. Penggunaan bahan tambah Styrene Butadiene Rubber ini diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanis beton (kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur). Selain itu, akan berguna untuk memberikan nilai tambah bagi komoditas karet yang belum dimanfaatkan secara optimal khususnya sebagai bahan bangunan. Dalam penelitian ini melakukan pembuatan beton dengan penambahan Styrene Butadiene Rubber dengan variasi tambahan 0%, 25%, 30%, 35%, dan 40% dari jumlah air yang digunakan. Metode yang digunakan dalam pembuatan beton berbentuk silinder ukuran 10x20 cm untuk masing-masing pengujian kuat tekan dan kuat tarik dan balok ukuran 60x15x15 cm untuk pengujian kuat lentur. Mutu beton yang akan direncanakan adalah 25 Mpa dan akan mengalami pengujian pada umur 7, 14 dan 28 hari. Pemakaian Styrene Butadiene Rubber sebesar 25% menaikkan nilai kuat tekan menjadi 411.51 kg/cm2 pada umur 28 hari.
ANALISIS STRUKTUR BERDASARKAN PENERAPAN SNI 1726-2019 DAN SNI 2847-2019 PADA BANGUNAN FEMALE APARTEMENT UNIVERSITAS ISLAM INTERNASIONAL INDONESIA Aditya Indra Surya Pratama; Jonbi
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3754

Abstract

Negara kepulauan Indonesia merupakan wilayah yang diapit oleh lempeng samudera dan lempeng darat yang menyebabkan kedua lempeng bumi tersebut seringkali bertumbukan. Tumbukan tersebut selain menyebabkan negara Indonesia menjadi wilayah yang rawan gempa namun juga menyebabkan banyak adanya gunung api di wilayah negara Indonesia. Penelitian terkait kegempaan yang ada di Indonesia terus berkembang. Hal tersebut menghasilkan beberapa point seperti peta bahaya gempa yang baru dan juga beberapa peraturan terbaru terkait perencanaan bangunan tahan gempa. Hal ini menyebabkan proses perencanaan bangunan gedung harus mengikuti peraturan terbaru yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan SNI yang akan diterapkan, menganalisis kebutuhan dimensi struktur, menganalisis kebutuhan penulangan struktur, serta menganalisis perkuatan struktur yang diperlukan akibat penerapan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 pada suatu bangunan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penulis melakukan studi literatur perubahan SNI 1726:2012 dan SNI 2847:2013 menjadi SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 yang akan digunakan dalam anasilisis struktur, kemudian penulis melakukan perencanaan struktur dengan dua versi SNI yang berbeda hingga diperoleh penulangan sturktur dan menganalisis perkuatan strukturnya. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa adanya beberapa perbedaan peta gempa yang digunakan pada SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019, adanya perbedaan parameter – parameter dalam SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 yang menyebabkan adanya peningkatan gaya yang bekerja pada struktur yang kemudian mempengaruhi kebutuhan penulangan pada struktur. Perencanaan struktur harus dilakukan dengan mengikuti SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019, untuk bangunan eksisting yang telah dibangun berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 2847:2013 maka perlu dilakukan pengkajian kembali atau assessment untuk mengetahui kondisi bangunan eksisting terhadap perkembangan kegempaan di Indonesia.