This Author published in this journals
All Journal Zuriat
A. Baihaki
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Zuriat

Identifikasi Pembeda Rapd yang Berpautan Dengan Gen Ketahanan Tanaman Teh Terhadap Penyakit Cacar Bambang Sriyadi; R. Setiamihardja; A. Baihaki; W. Astika
Zuriat Vol 12, No 2 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i2.6688

Abstract

Penyaringan ketahanan klon teh terhadap penyakit cacar sulit dilakukan dan memerlukan tenaga yang banyak. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengembangkan pembeda RAPD yang dapat digunakan untuk penanda bantu dalam seleksi klon teh yang tahan terhadap penyakit cacar. Penelitian menggunakan genotip klon tetua rentan TRI 2024, klon tetua tahan PS 1, dan 45tanaman F1 dari persilangan TRI 2024xPS 1. Pengujian ketahanan genotip dilakukan di lapangan dan persemaian. Pengujian ketahanan di persemaian yang dilakukan menggunakan parameter pengamatan indeks intensitas penyakit. Pengujian ketahanan di lapangan menggunakan parameter persentase pucuk yang terserang penyakit setiap pohon. Analisis RAPD dimulai dengan seleksi praimer yang mampu membangkitkan fragmen RAPD polimorfik antara tanaman tahan dengan rentan sebagai pembeda penduga, kemudian dilanjutkan dengan melacak pembeda RAPD penduga pada populasi variasi tanaman F1 menggunakan praimer terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan tanaman F1 dari persilangan antara klon rentan TRI 2024 dengan klon tahan PS 1 bervariasi mengikuti pola pewarisan hasil backcross antara tanaman heterosigot dengan homosigot dengan nisbah 1:1. Praimer OPB 01, OPB 07, OPB 18, OPC 18, OPC 13, OPC 16, OPH 12, SC-10 48, dan SC-10 56 mampu membangkitkan pembeda RAPD OPB 01800, OPB 011100, OPB 011400, OPB 011500, OPB 07500, OPB 071200, OPB 18600, OPB 181200, OPC 13500, OPC 131100, OPC 131400, OPC 16400, OPC 16400, OPC 16500, OPH 12500, OPH 12750, OPH 121000, SC-10 48750, SC-10 481300, SC-10 56600, SC-10 56850, dan SC-10 561200 yang muncul pada tetua tahan PS 1 tetapi tidak muncul pada tetua rentan TRI 2024. Pembeda RAPD OPB 18600 teridentifikasi sebagai pembeda RAPD yang berpautan sangat kuat, sedangkan pembeda OPB 01800, OPB 011500, OPB 07500, OPC 13500, OPC 131100, OPC 131400, SC-10 481300, dan SC-10 56600 berpautan kuat dengan gen ketahanan tanaman teh terhadap penyakit cacar. Seleksi ketahanan tanaman teh secara tidak langsung terhadap penyakit cacar teh dapat dilakukan menggunakan pembeda RAPD OPB 18600, OPB 01800, OPB 011500, OPB 07500, OPC 13500, OPC 131100, OPC 131400, SC-10 481300, dan SC-10 56600.
Pola Pewarisan Karakter Jumlah Berkas Pembuluh Kedelai Yulia Alia; A. Baihaki; Nani Hermiati; Yuyun Yuwariah
Zuriat Vol 15, No 1 (2004)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v15i1.6820

Abstract

Jaringan pembuluh yang tersusun dalam berkas-berkas pembuluh mempunyai peranan penting terhadap peningkatan hasil kedelai. Dalam pemuliaan tanaman, heritabilitas, dan pola pewarisan suatu karakter merupakan parameter genetik yang perlu diketahui dalam hubungannya dengan proses seleksi dan penggabungan karakter-karakter penting ke dalam suatu genotipe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai duga heritabilitas karakter jumlah berkas pembuluh, dan pola pewarisannya. Percobaan lapangan dilakukan di Sanggar Penelitian, Latihan, dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Arjasari, Kabupaten Bandung dengan ketinggian tempat 960 m dpl, jenis tanah Ultisol dengan pH rata-rata 5.7, tipe curah hujan B menurut klasifikasi Schmidt dan Fergusson, dari bulan April 2003–Agustus 2003). Hasil percobaan menunjukkan bahwa nilai duga heritabilitas arti luas karakter jumlah berkas pembuluh untuk populasi bersegregasi adalah 0.40 pada populasi I dan 0.48 pada populasi II. Nilai duga heritabilitas arti sempit adalah 0.32 pada populasi I dan 0.46 pada populasi II. Pola pewarisan karakter jumlah berkas pembuluh mengikuti pola segregasi Mendel dengan rasio 3:1, menunjukkan bahwa karakter ini dikendalikan minimal oleh sepasang gen dengan aksi gen aditif dominan.
Variabilitas dan Heritabilitas Aktivitas Nitrat Reduktase, Kadar N Total, dan Karakter Penting Lainnya pada Kedelai dalam Keadaan Tergenang Ai Komariah; A. Baihaki; R. Setiamihardja; Sulya Djakasutami
Zuriat Vol 15, No 1 (2004)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v15i1.6875

Abstract

Penelitian untuk mempelajari variabilitas dan heritabilitas aktivitas nitrat reduktase, kadar N total, dan karakter penting lainnya pada tanaman kedelai dalam kondisi tergenang telah dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Tanjungsari, Sumedang dari bulan Juli 2000 sampai Desember 2000. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 50 genotip kedelai sebagai perlakuan dan diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabilitas fenotip dan variabilitas genetik untuk karakter kandungan klorofil, jumlah bintil akar efektif, ANR daun, ANR akar, dan kadar N total tanaman termasuk luas, sedangkan untuk karakter diameter pangkal batang dan stress tolerance index (STI) variabilitasnya sempit. Heritabilitas dalam arti luas untuk karakter jumlah bintil akar efektif dan kadar N total tanaman termasuk tinggi. Kandungan klorofil, ANR daun, dan ANR akar heritabilitasnya sedang. Diameter pangkal batang dan STI heritabilitasnya rendah.