Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Upaya Optimalisasi Pertumbuhan Anak melalui Pengetahun dan Perilaku Ibu terhadap Stunting Budi Punjastuti; Siti Maryati; Pritta Yunitasari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 2 (2023): Mei 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i2.1607

Abstract

Stunting merupakan salah satu target Sustainable Develompment Goald (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke 2. Upaya pencegahan untuk menurunkan prevalensi stunting adalah pada balita berupa pemaantauan tumbuh kembang. Data terbaru Juli 2020 kasus balita stunting di Kulonprogo menduduki posisi ke 3 di Provinsi DIY. Kasus terbanyak berada di Samigaluh, Girimulyo dan Kalibawang. Tujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku ibu terhadap stunting dalam upaya optimalisasi tumbuh kembang anak. Metode penelitian yang digunakan analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua Ibu yang mempunyai anak balita yang mengalami stunting di Gerbosari dan Sidoarjo . Teknik sampling menggunakan Total Sampling sejumlah 61 orang. Hasil dari karakteristik responden Sebagian besar usia reproduktif antara 20 – 35 tahun sebanyak 73,77%, rata rata Pendidikan lulusan SMA sebanyak 52,46%, dan tidak bekerja sebanyak 86,89%, dilihat dari riwayat obstetric hampir rata rata ibu mempunyai 2 anak sebanyak 49,18%. Tingkat pengetahuan ibu tentang memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu 77%. sedangkan perilaku ibu dalam optimalisasi tumbuh kembang anak memiliki perilaku postif yaitu 96,7%., dari analisis statistic tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang stunting dengan perilaku Ibu dalam optimalisasi tumbuh kembang anak yang ditunjukkan dengan nilai sig 0,09 (> 0,05).
Status Kesehatan Jiwa pada Lansia Pritta Yunitasari; Budi Punjastuti; Siti Maryati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1114

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu propinsi yang mempunyai prevalensi gangguan jiwa berat paling tinggi di Indonesia. Lansia merupakan kelompok yang berpotensi mengalami masalah kesehatan baik fisik maupun mental akibat kehilangan pekerjaan karena pension atau masalah finansial produktifitas telah menurun, sehingga partisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial berkurang dan adanya perubahan status sosial dari kondisi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui karakteristik Lansia di Dusun Kembaran, mengidentifikasi kesehatan jiwa Lansia di Dusun Kembaran, Mengientifikasi status kesehatan jiwa berdasarkan karakteristik Lansia. Penelitian deskripsi analitik dengan rancangan cross sectional dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan Teknik total sampling sebanyak 40 orang lansia. Hasil pengambilan data dengan kuisioner dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik dan status kesehatan jiwa responden melalui distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan Hasil pengukuran SRQ didapatkan hampir 10 persen responden ada gangguan jiwa sedangkan 90 persen responden lainnya tidak ada masalah gangguan jiwa. Hal tersebut berarti status kesehatan jiwa responden secara umum dalam kondisi baik.Kesimpulannya Sebagian besar lansia warga dusun Kembaran dalam kondisi kesehatan jiwa dalam kategori baik.
Optimalisasi Peran Kader dalam Mengatasi Stunting di Desa Gerbosari Samigaluh Kulonprogo: Optimizing The Role of Cadres in Overcoming Stunting in Gerbosari Samigaluh Kulonprogo Budi Punjastuti; Pritta Yunitasari; Siti Maryati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): september
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.273 KB)

Abstract

Abstrak: Prevalensi balita stunting di Kulonprogo pada tahun 2020 sebesar 12,57% dari 2.712 balita, artinya terdapat 341 balita yang mengalami stunting. Di Desa Gerbosari Samigaluh, Kulonprogo, Maret 2021, data tingkat pengetahuan kader balita tentang stunting rata-rata 71% dalam kategori sedang, tingkat pengetahuan tentang makanan pendamping ASI pada balita rata-rata dalam kategori cukup 75% . Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan peran kader dalam pencegahan stunting. Metode yang digunakan memberikan pelatihan berupa teori dan praktik deteksi dini stunting, serta memberikan pendampingan dan pemantauan tumbuh kembang anak. . Hasil Kegiatan 1) Terjadi peningkatan kemampuan pengetahuan kader dalam mengenali gejala dan tanda stunting, hasil pre test 8,26 dan hasil post test 9,16, ada peningkatan nilai 0,9. 2) Peningkatan keterampilan mengukur berat badan, tinggi badan, lingkar kepala yang awalnya tidak mampu setelah diberikan pelatihan menjadi mampu dengan skor rata-rata 81,91. Pelatihan dan pendampingan pemantauan pertumbuhan anak meningkatkan peran kader dalam mengatasi dan mencegah terjadinya stunting. Abstract: The prevalence of stunting toddlers in Kulonprogo in 2020 was 12.57% of 2,712 toddlers, meaning that there were 341 toddlers experiencing stunting. In Gerbosari Samigaluh Village, Kulonprogo, March 2021, the data on the level of knowledge of toddler cadres about stunting is on average 71% in the moderate category, the level of knowledge about complementary feeding for toddlers on average in the sufficient category is 75%. The purpose of the activity is to increase the role of cadres in stunting prevention. The method used provides training in the form of theory and practice of stunting early detection, as well as providing assistance and monitoring of child growth and development. . Activity Results 1) There was an increase in the knowledge ability of cadres in recognizing the symptoms and signs of stunting, the pre test results were 8.26 and the post test results were 9.16, there was an increase in the value of 0.9. 2) An increase in skills in measuring weight, height, head circumference was initially unable after being given training to become capable of an average score of 81.91. Increasing the role of cadres in overcoming and preventing stunting.    
METHODS KANGAROO AND BABY MASSAGE TO IMPROVE THE BODY WEIGHT ESSPECIALLY TO LOW BIRTH WEIGHT Siti Maryati; Murti Krismiyati; Dwi Suryanti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 2 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v2i2.43

Abstract

Background : The results of the Demographic and Health Survey in 2012 showed that the infant mortality rate in the province has a relatively higher rate at 25 per 1,000 live births. In the space of Public General Hospital Wates Kulon Progo in NICU departement on 2012 that 63.16% of infant deaths due to less birth weight . Efforts are already underway to increase in birth weight lessinfants Body Weight in hospitals Wates is the Kangaroo Mother Care ( KMC ). Method of Infant Massage has been done in some hospitals but not yet implemented in this hospital.Objective : The objective of this study was to determine the effectiveness of Infant Massage to Increased Weight especially to Less Birth Weight Infants in NICU departement of public general hospitals Wates Kulon Progo.Methods : This study used a quasi- experimental research design. The experimental group was Newborns with Less Birth Weight Infant Massage given intervention while the control group was Newborns with less birth weight who were given the intervention of Kangaroo Mother Care ( KMC ). After the intervention during the treatment, both groups are seen weight gain, then see the difference. The sample in this study were all newborns with less birth weight were treated in NICU Departement of Public General HospitalWates Kulon Progo. During study met the inclusion criteria and had a total of 18 respondents to the experimental group and 18 respondents for the control group ).Results : The results of measurements preintervensi Body Weight between experimental and control groups were homogeneous with a mean weight ( p value 0.629 ). The mean increase in Body Weight-fed babies Infant Massage intervention of 39.333 grams, while the intervention KMC was given for a mean difference of 33.056 per day increase in Body weight between experimental groups with the control group amounted to 6.277 grams per day. The mean increase in Body Weight-fed babies Infant Massage intervention is greater than the average Body Weight infants given KMC intervention alone.Conclusion : Intervention Infant Massage can effectively improve the less Body weight
PELATIHAN PIJAT BAYI EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER BALITA DI PUSKESMAS PAJANGAN BANTUL Siti Maryati
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Karya Husada (JKKH)
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v8i2.412

Abstract

Efektifitas Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pijat Bayi Pada Kader Balita Di Puskesmas Pajangan Bantul Siti Maryati Program Studi Keperawatan Diploma Tiga Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta Indonesia maryatisiti52@gmail.com ABSTRAK Pijat bayi merupakan therapi sentuh yang telah ada sejak zaman dulu. Pijat ini memberikan manfaat yang begitu besar apabila dilakukan dengan mekanisme atau teknik pemijatan yang benar dan dilakukan oleh orang yang sudah terlatih. Kondisi yang ada dimasyarakat pijat bayi dilakukan oleh dukun pijat yang belum terlatih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pelatihan pijat bayi terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pajangan Bantul. Metode yang digunakan Quasi Eksperiment dengan pendekatan One Group Pretest and Posttest. Lokasi penelitian di Puskesmas wilayah Pajangan Bantul dengan Responden kader balita sejumlah 30 orang. Hasil Nilai rata rata pengetahuan responden sebelum diberikan pelatihan 56,25 setelah diberikan pelatihan pijat bayi meningkat menjadi 87,5. Peningkatan tersebut signifikan yang ditunjukkan dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Begitu pula hasil keterampilan responden sebelum diberikan pelatihan tidak bisa atau nol setelah diberikan pelatihan piat bayi menjadi 89,13. Peningkatan tersebut signifikan dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Kesimpulan pelatihan pijat bayi sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan balita Kata Kunci : Pelatihan, Pijat bayi, Kader balita ABSTRACT Baby massage is a touch therapy that has been existing since ancient times. This massage gives benefits when it is done with a mechanism or correct massage techniques and performed by people who are already trained. Conditions that exist in the community of baby massage is performed by an untrained shaman. Purpose to determine the effectiveness of baby massage training to increase knowledge and skills of cadres toddler in Puskesmas Display Bantul. Methods used Quasi Experiment with Pre-experiment design approach one group pre-test and post-test. The location of the research is in the health center Pajangan Bantul area with a toddler cadre Respondents 30 people. Results The average of respondents' knowledge given training before 56.25 after being given baby massage training increased to 87.5. The significant increase in indicated by the value of p = 0.001 (p <0.05). Similarly, the respondent before the results are given training skills “can not” or zero to 89.13 after a baby massage training with a significantly increased p = 0.001 (p <0.05).. Conclusion baby massage training is very effective in increasing the knowledge and skills of toddler health cadres. Keywords: training, baby massage, baby Cadre
Implementasi Mobilisasi Dini untuk Meningkatkan Peristaltik Usus Pasien Post Laparatomi atas Indikasi Kista Ovarium Dea Paramitha; Pritta Yunitasari; Siti Maryati; Budi Punjatuti; Istiqomah Istiqomah
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 4 No 2 (2023): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2023
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v4i2.1940

Abstract

Gangguan kesehatan sistem reproduksi yang sering terjadi pada wanita adalah kista ovarium. Angka kejadian kasus kista ovarium di ruang Bougenvile 2 RSUP Dr. Sardjito adalah 79 kasus. Pada penderita kista ovarium yang telah menjalani operasi pembedahan laparatomi pasti mengalami gangguan pada peristaltik usus. Salah satu tindakan nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan mobilisasi dini. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan pemberian mobilisasi dini untuk meningkatkan peristaltik usus pada pasien post laparatomi atas indikasi kista ovarium. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subyek penelitian yang diambil adalah 1 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrument yang digunakan adalah SOP mobilisasi dini, SOP pengukuran peristaltik usus, lembar observasi peningkatan peristaltik usus. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, pengukuran, wawancara dan studi dokumentasi. Sebelum dilakukan mobilisasi dini peristaltik usus pasien post laparatomi masih dibawah nilai normal yaitu 1 x/menit, dan setelah dilakukan mobilisasi dini selama 3 hari terjadi peningkatan peristaltik usus menjadi 21 x/menit. Penerapan mobilisasi dini pada pasien post laparatomi dapat meningkatkan peristaltik usus pasien di ruang Bougenvile 2 RSUP Dr. Sardjito.
PENERAPAN MIRROR THERAPY UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS BAGIAN ATAS PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIC Riska Wahyu Putri Auria; Budi Punjastuti; Siti Maryati
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 4 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i4.311

Abstract

Stroke Non Hemoragic terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan sebagian atau keseluruhan aliran darah ke otak terhenti. Salah satu masalah keperawatan yang muncul yaitu kelemahan otot pada salah satu sisi tubuh bagian atas atau (hemiparese). Tindakan rehabilitasi peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas tersebut dengan latihan mirror therapy, dimana terapi ini mengandalkan bayangan motorik dengan cermin yang akan memberikan stimulasi visual yang diikuti oleh ekstremitas atas yang terganggu. Menurut data RSUD Sleman pada tahun 2022 jumlah pasien rawat inap dengan diagnosa stroke terdapat peringkat 10 dengan jumlah 468 kasus. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan mirror theraphy terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragic di Bangsal Alamanda I RSUD Sleman. Metode yang digunakan adalah deskriptif studi kasus untuk memperoleh gambaran kejadian yang nyata secara sistematis dan akurat dengan melakukan observasi, wawancara, intervensi mirror theraphy serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah dilakukan mirror theraphy selama 5 hari dengan frekuensi 2 kali sehari didapatkan hasil skala kekuatan otot ekstremitas atas meningkat dari skala otot 2 (tidak mampu melawan gaya gravitasi) menjadi 4 (mampu menggerakan persendian dengan gaya gravitasi, mampu melawan dengan tahanan sedang). Dapat disimpulkan bahwa mirror therapy dapat meningkatkan skala kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien dengan stroke non hemoragic.