Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Taksonomi Trends In International Mathematics And Science Study (Timss) Sebagai Upaya Meningkatkan Penalaran Matematis Siswa Bidang Aljabar Sherly Mayfana Panglipur Yekti; Reza Dimas Pravangasta Perdana
Dharma Pendidikan Vol 13 No 2 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i2.82

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah menghasilkan lembar kerja siswa yang dikembangkan menggunakan taksonomi TIMSS pada materi aljabar. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall dengan mengadopsi 8 dari 10 tahapan yang ada. Uji coba akan dilakukan kepada beberapa responden yang terdiri dari ahli materi, ahli bahan ajar, dan para siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan (1) pelaksanaan pembelajaran matematika di SMPN 1 Ngronggot masih menggunakan metode ceramah dan diskusi, sementara bahan ajar yang digunakan belum melatih siswa menggunakan penalaran matematisnya. (2) Guru memerlukan suatu bahan ajar yang dapat melatih dan mengembangkan kemampuan penalaran matematis siswa dalam pemecahan masalah. (3) 82,8% siswa merasa kesulitan pada materi aljabar dan 84,4% siswa menyatakan bahwa LKS yang ada kurang membuat mereka paham dalam pembelajaran sehingga siswa mendukung pengembangan LKS berbasis taksonomi TIMSS. (4) Pembelajaran matematika pada materi aljabar dengan menggunakan LKS berbasis taksonomi TIMSS efektif dalam meningkatkan penalaran matematis siswa.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Modul Matematika Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, And Mathematics) Sebagai Upaya Penguatan Karakter Dan Peningkatan Daya Saing Lulusan SMK Sherly Mayfana Panglipur Yekti; Reza Dimas Pravangasta Perdana
Dharma Pendidikan Vol 14 No 1 (2019): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v14i1.105

Abstract

Sejalan dengan Rencana Induk Riset Nasional maka diperlukan adanyasuatu upaya percepatan dan peningkatan hasil, salah satunya di bidang sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berkarakter dan berdaya saing tinggi dapat terwujud dengan pembelajaran yang efektif di sekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar pembelajaran di sekolah dapat efektif yaitu dengan pendidikan yang berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Pendidikan berbasis STEM tengah berkembang luas di dunia karena dinilai sangat efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa secara holistik. Model pendidikan STEM menumbuhkan rasa percaya diri siswa sehingga siswa termotivasi dalam penciptaan inovasi inovasi untuk kemajuan negara Indonesia. Masalah yang terjadi pada pembelajaran, utamanya matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah bahwa tujuan pendidikan matematika belum terintegrasi dengan tujuan program keahlian. Artinya terdapat ketidaksesuaian antara materi matematika yang diajarkan dengan materi matematika yang dibutuhkan dalam mendukung program keahlian yang ditekuni. Sehingga penting untuk dilakukan suatu pengembangan bahan ajar yang dapat mengintegrasikan antara pembelajaran matematika dengan tujuan program keahlian agar pembelajaran yang ada dapat berjalan efektif. Namun sebelum melakukan pengembangan, peneliti melakukan analisis kebutuhan pengembangan modul matematika berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada jenjang SMK. Penelitian dilakukan pada siswa kelas X SMK NU Pace Kabupaten Nganjuk Tahun Ajaran 2019-2020. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitianyang digunakan pada penelitian inimenggunakanmetodekualitatif. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sebagai instrumen utama dan instrumen bantu berupa lembar observasi dan angket. Penelitian ini melalui beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pengumpulan dan analisis data, serta tahap penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pelaksanaan pembelajaran matematika di SMK NU Pace masih menggunakan metode ceramah dan diskusi, (2) bahan ajar yang digunakan pada pembelajaran masih minim, dan belum efektif dalam menunjang kompetensi yang harus dipenuhi, (3) guru memerlukan suatu alternatif bahan ajar matematika yang dapat mengintegrasikan antara pembelajaran dengan tujuan program keahlian, (4) siswa menyatakan bahwa bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran kurang membuat mereka paham dalam pembelajaran sehingga siswa mendukung apabila dikembangkan suatu bahan ajar matematika yang berbasis STEM.
Perbedaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Model Pembelajaran Langsung Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII UPTD SMPN 1 Karangrejo Tahun Pelajaran 2018-2019 Sherly Mayfana Panglipur Yekti
Dharma Pendidikan Vol 15 No 1 (2020): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v15i1.122

Abstract

Salah satu faktor penyebab hasil belajar siswa yang rendah adalah penerapan strategi atau metode pembelajaran yang kurang tepat pada pembelajaran sehingga perlu adanya perubahan dalam pembelajaran yang semula berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Salah satunya yaitu dengan menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah. Pembelajaran Berbasis Masalah berpedoman pada pemberian masalah-masalah autentik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak sehingga diharapkan siswa dapat mengaitkannya dengan materi pembelajaran. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah ini dapat meningkatkan pemahaman siswa yang akan berpengaruh pada hasil belajar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran Berbasis Masalah dan model pembelajaran langsung pada materi pokok Bangun Ruang Kubus dan Balok. Penelitian ini diadakan di UPTD SMPN 1 Karangrejo pada kelas VIII, Pemilihan materi didasarkan informasi guru matematika bahwa hasil belajar siswa tahun sebelumnya relatif rendah meskipun materi ini sudah pernah diberikan pada jenjang sekolah dasar. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes. Setelah dianalisis dan dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t atau t test diperoleh bahwa nilai t hitung 13,33 dan dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 59 maka t tabelnya 2,001. Sehingga sesuai dengan pembahasan analisis data yang diperoleh dapat diambil simpulan bahwa secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran Berbasis Masalah dan model pembelajaran langsung pada materi pokok Bangun Ruang Kubus dan Balok kompetensi dasar luas permukaan dan volume kubus dan balok di SMPN 1 Karangrejo Tahun Ajaran 2018-2019.
Modul Berbasis Problem Based Learning (PBL) Pada Mata Kuliah Analisa Vektor Sebagai Sumber Belajar Mandiri Addin Zuhrotul Aini; Sherly Mayfana Panglipur Yekti
Dharma Pendidikan Vol 13 No 2 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i2.126

Abstract

Tujuan peneliti ini adalah untuk mengembangkan modul berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam bentuk buku ajar yang valid dan efektif dan praktis yang dapat digunakan sebagai buku pegangan oleh mahasiswa dalam proses belajar mengajar. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE merupakan salah satu model pengembangan yang sering digunakan dalam penelitian untuk mengembangkan suatu produk. Model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahap sesuai dengan namanya yang merupakan singkatan dari Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Hasil penelitian menunjukkan (1) Pengembangan modul pada mata kuliah Analisa Vektor berbasis PBL menerapkan model pengembangan ADDIE. (2) Kualitas modul pada mata kuliah Analisa Vektor berbasis PBL yang dikembangkan sebagai berikut. (a) Ditinjau dari aspek kevalidan, diperoleh skor rata-rata 4,11 yang termasuk dalam kategori valid. (b) Ditinjau dari aspek efektivitas, mean antara kelompok eksperimen dibandingkan kelompok control didapakan informasi bahwa 81,20 > 78,63 sehingga hasil uji kelas eksperimen dinyatakan lebih efektif dibandingkan kelas kontrol. (c) Ditinjau dari aspek kepraktisan, didapatkan hasil respon mahasiswa terhadap modul juga baik dengan rata-rata 4,22 yang temasuk aktegori baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan praktis, yaitu modul mudah digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
PEMETAAN KEBUTUHAN DEEP LEARNING UNTUK PENGUATAN LITERASI NUMERASI DAN SELF REGULATED LEARNING Yekti, Sherly Mayfana Panglipur; Patmaningrum, Agustin
Jurnal Pendidikan DEWANTARA: Media Komunikasi, Kreasi dan Inovasi Ilmiah Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan DEWANTARA: Media Komunikasi, Kreasi, dan Inovasi Ilmiah Pend
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/jpd.v12i1.1111

Abstract

Rendahnya capaian literasi numerasi peserta didik yang masih berada di bawah rata-rata internasional serta dominannya pola pembelajaran procedural menunjukkan perlunya transformasi pembelajaran yang lebih bermakna. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memperkuat literasi numerasi sekaligus Self Regulated Learning (SRL) peserta didik melalui pendekatan deep learning yang sejalan dengan arah kebijakan nasional Asta Cita dan target global SDGs 4. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui tes literasi numerasi berbasis PISA, angket SRL, wawancara mendalam, observasi kelas, FGD, dan analisis dokumen pembelajaran serta kebijakan pendidikan. Validitas instrumen diuji dengan product moment, sedangkan reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Hasil penelitian menunjukkan 58% peserta didik berada pada level literasi numerasi rendah, 29% berada pada level menengah, dan hanya 13% yang mencapai level tinggi. Sementara itu, kemampuan SRL mayoritas berada pada kategori sedang (67%), dengan 15% rendah dan 17% tinggi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa implementasi deep learning masih berada pada tahap awal, sehingga dampaknya terhadap penguatan literasi numerasi dan SRL belum optimal. Pemetaan kebutuhan mengindikasikan perlunya penyediaan modul ajar kontekstual berbasis literasi numerasi, pengembangan perangkat refleksi untuk SRL, peningkatan kompetensi pedagogis guru dalam desain pembelajaran deep learning, serta dukungan sarana, kebijakan, dan kemitraan sekolah.
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Pada Tingkat Sekolah Dasar Sherly Mayfana Panglipur Yekti; iftitaahul Mufarrihah
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 5 No. 1 (2022): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v5i1.3753

Abstract

The purpose of the study was to analise numerical literacy of elementary students.This research uses a case study qualitative approach. Data collection techniques with participatory observation, interviews, and documentation. The result of this study are  numerical literacy analise of elementary students.
PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH ALJABAR DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT - FIELD INDEPENDENT Panglipur Yekti, Sherly Mayfana; Kusmayadi, Tri Atmojo; Riyadi, Riyadi
Journal of Mathematics and Mathematics Education Vol 6, No 2 (2016): Journal of Mathematics and Mathematics Education (JMME)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jmme.v6i2.10064

Abstract

Abstract: The research aims to describe the mathematical reasoning of students with Field Dependent (FI) and Field Independent (FD) cognitive style in solving algebra problems. Type of this research is descriptive qualitative. The cognitive styles of 32 students of class VIII H SMPN 2 Karanganyar were determined using Group Embedded Figures Test (GEFT). Each category of cognitive styles was taken three students with the high, medium, and low scores and were used as research subjects. Data was collected by interview based tasks. Validity of the data used time triangulation. Techniques of data analysis were done by: (1) classfying the data into Polya’s problem solving steps, (2) presenting the data in narrative text, and (3) concluding the students’ mathematical reasoning in each Polya’s problem solving steps. The results of this research showed that mathematical reasoning students with FD cognitive styles in algebra problem solving is: (1) able to identify the problem clearly and completely, (2) able to describe the conditions of the problem, (3) able to connect different elements of information but not perfect. While the mathematical reasoning students with FI cognitive styles in algebra problem solving is: (1) able to identify the problem clearly and completely, (2) able to describe the conditions of the problem, (3) able to connect different elements of information completely, (4) able to apply algebraic concepts that have been studied previously, and (5) able to make conjectures for problem solving strategies but incomplete.Keywords: Mathematical reasoning, algebra problems, cognitive styles