Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP PELAKSANAAN IMUNISASI MEASLES RUBELLA Sayati, Dewi -
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.413

Abstract

Abstract Background: Measleas Rubella immunization is a combination immunization to prevent measles, mumps, German measles (rubella), and diseases given by the RNA virus from the Togavirus class. Rubella is a viral disease that occurs in children and young adults. Symptoms include fever, cough, conjunctivitis and skin rash. According to data, the coverage of Posyandu Cempaka and Kenanga is 73.25%, with the lowest 9 out of 41 health centers in Palembang.Methods: The research design used was an analytic survey with a cross sectional approach and a sampling technique using a total sampling of 63 respondents, which was then performed a chi-square statistical test, with a confidence degree of 95%.Results: the results of statistical tests showed that there was a relationship between knowledge (p value 0.003), attitude (p value 0.002), family support (p value 0.001), the role of officers (p value 0.007) with the implementation of Measleas Rubella immunization, and there was no relationship between distance exposure (p value 0.092), and the role of community leaders (p value 0.101) with the implementation of Measleas Rubella immunization.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JAMBAN SEHAT Dewi Sayati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 2: Agustus 2018 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.054 KB) | DOI: 10.36729/jam.v2i1.74

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Program Indonesia Sehat dengan mewujudkan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan jaminan kesehatan nasional. Salah satu indikator utama adalah keluarga mempunyai akses sanitasi yang layak atau menggunakan jamban sehat. Masalah yang dihadapi Indonesia terkait masalah sanitasi lingkungan masih sangat besar. Masalah akibat sanitasi yang buruk memiliki dampak yang jauh lebih besar, yaitu sekitar 68% sungai di Indonesia mengalami pencemaran berat. Penelitian bertujuan : diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan jamban sehat di wilayah kerja Puskesmas 23 Ilir Palembang tahun 2018. Metode penelitian : menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yang berkunjung ke Puskesmas yang berjumlah 44 responden, tehnik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Analisis data dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan nilai α=0,05. Hasil penelitian : di dapatkan bahwa pengetahuan  (pvalue=0,012), sikap (pvalue=0,034), dukungan tokoh masyarakat (pvalue=0,006) dan peran petugas kesehatan (pvalue=0,014) serta pendapatan keluarga (pvalue=0,457). Kesimpulan : bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan tokoh masyarakat dan peran petugas kesehatan dengan pemanfaatan jamban sehat dan tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan pemanfaatan jamban sehat. Disarankan: bagi tenaga kesehatan agar memberikan informasi tentang sanitasi yang layak/jamban sehat dan manfaatnya secara berkesinambungan kepada kepala keluarga. Kata kunci : Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Pemanfaatan Jamban Sehat
ANALISIS KINERJA PETUGAS KESEHATAN DENGANKEPUASAN PASIEN PADA POSBINDU PTM DAN POSYANDU LANSIA Dewi Sayati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.759

Abstract

Latar belakang: Kinerja tenaga kesehatan sebagai konsekuensi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan prima atau yang bermutu tinggi. Secara teknis petugas kesehatan sebagai pemberi pelayanan kesehatan harus menunjukkan kinerja terbaiknya, tidak hanya pelayanan yang bersifat menyeluruh tetapi juga mencakup pelayanan yang bersifat individual untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan kepuasan bagi masyarakat selaku pengguna jasa kesehatan.Tujuan: Menganalisis kinerja petugas kesehatan Posbindu PTM dan Posyandu lansia. Metode: Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan cross sectional. Jadwal Pelaksanaan penelitian mulai tanggal 7 Oktober 2019 hingga 30 November 2019.Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang berkunjung ke posbindu PTM untuk memperoleh pelayanan kesehatan, yang berjumlah 47 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Analisis data menggunakan uji statistikchi-square dengan nilai α 0,05. Hasil: Didapatkan bahwa kemampuan mental (p-value=0,007), dan kemampuan fisik (p-value=0,013). Saran: Diharapkan tenaga kesehatan dapat mengembangkan keahlian berupa penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ketrampilan teknis dalam menghadapi pasien lansia dan perlu terus dapat meningkatkan pendidikan melalui uji kompetensi, pendidikan formal dan nonformal terkait dalam peningkatan kemampuan mental dan fisik yaitu kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor dalam memberikan pelayanan terhadap pasien khususnya pasien lansia agar lebih baik lagi.Kata Kunci:Kemampuan mental, Kemampuan fisik, Kepuasan pasien
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI KOTA PALEMBANG Dewi - Sayati
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 3 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i3.9206

Abstract

Masalah kesehatan di Indonesia saat ini adalah status kesehatan masyarakat yang masih rendah, antara lain ditandai dengan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang tinggi. Menurut laporan WHO tahun 2014 Angka kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa. Angka kematian ibu negara-negara Asia Tenggara yaitu Indonesia 214 per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2014). Penelitian ini bertujuan : untuk diketahuinya analisis kualitas pelayanan kesehatan di Bidan Praktek Mandiri Andina Primitasari Palembang Tahun 2018. Metode penelitian : menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang ke Bidan Praktek Mandiri Andina Primitasari palembang untuk memperoleh pelayanan kesehatan, yang berjumlah 44 responden, tehnik pengambilan sampel menggunakan Conseccutive Sampling. Teknik pengumpulan data dengan data primer (kuesioner dan observasi) dan data sekunder. Analisis data dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan nilai ?=0,05. Hasil penelitian : di dapatkan bahwa bukti fisik  (pvalue=0,013), kehandalan (pvalue=0,031), daya tanggap (pvalue=0,027), jaminan (pvalue=0,031), dan empati (pvalue=0,062). Simpulan : bahwa ada hubungan antara bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, dan jaminan dengan pelayanan kesehatan dan tidak ada hubungan antara empati dengan pelayanan  kesehatan. Disarankan : Diharapkan meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana, agar pasien lebih merasa nyaman dalam menunggu, seperti sarana area parkir dan ruang tunggu yang lebih luas lagi.
ANALISIS KINERJA PETUGAS KESEHATAN DENGANKEPUASAN PASIEN PADA POSBINDU PTM DAN POSYANDU LANSIA Dewi Sayati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.385

Abstract

Latar belakang: Kinerja tenaga kesehatan sebagai konsekuensi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan prima atau yang bermutu tinggi. Secara teknis petugas kesehatan sebagai pemberi pelayanan kesehatan harus menunjukkan kinerja terbaiknya, tidak hanya pelayanan yang bersifat menyeluruh tetapi juga mencakup pelayanan yang bersifat individual untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan kepuasan bagi masyarakat selaku pengguna jasa kesehatan.Tujuan: Menganalisis kinerja petugas kesehatan Posbindu PTM dan Posyandu lansia. Metode: Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan cross sectional. Jadwal Pelaksanaan penelitian mulai tanggal 7 Oktober 2019 hingga 30 November 2019.Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang berkunjung ke posbindu PTM untuk memperoleh pelayanan kesehatan, yang berjumlah 47 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Analisis data menggunakan uji statistikchi-square dengan nilai α 0,05. Hasil: Didapatkan bahwa kemampuan mental (p-value=0,007), dan kemampuan fisik (p-value=0,013). Saran: Diharapkan tenaga kesehatan dapat mengembangkan keahlian berupa penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ketrampilan teknis dalam menghadapi pasien lansia dan perlu terus dapat meningkatkan pendidikan melalui uji kompetensi, pendidikan formal dan nonformal terkait dalam peningkatan kemampuan mental dan fisik yaitu kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor dalam memberikan pelayanan terhadap pasien khususnya pasien lansia agar lebih baik lagi.Kata Kunci:Kemampuan mental, Kemampuan fisik, Kepuasan pasien
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP PELAKSANAAN IMUNISASI MEASLES RUBELLA Dewi - Sayati
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.413

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi Measleas Rubella adalah imunisasi kombinasi untuk mencegah penyakit campak, gondongan, campak Jerman (rubella), dan penyakit yang diberikan oleh virus RNA dari golongan Togavirus. Rubella adalah penyakit virus yang terjadi pada anak dan dewasa muda, gejala ini meliputi demam, batuk, kongjungtivitis, dan ruam kulit. Menurut data cakupan Posyandu Cempaka dan Kenanga yaitu 73,25%, dengan urutan 9 terbawah dari 41 puskesmas yang sekota Palembang. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling sebanyak 63 responden, yang selanjutnya dilakukan uji statistic chi-square, dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil : hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p value 0,003), sikap (p value 0,002), dukungan keluarga (p value 0,001), peran petugas (p value 0,007) dengan pelaksanaan imunisasi Measleas Rubella, dan tidak ada hubungan antara jarak tepuh (p value 0,092), dan peran tokoh masyarakat (p value 0,101) dengan pelaksanaan imunisasi Measleas Rubella.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JAMBAN SEHAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 23 ILIR PALEMBANG TAHUN 2018 Dewi Sayati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 2: Agustus 2018 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v2i1.890

Abstract

Latar belakang: Program Indonesia Sehat dengan mewujudkan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan jaminan kesehatan nasional. Salah satu indikator utama adalah keluarga mempunyai akses sanitasi yang layak atau menggunakan jamban sehat. Masalah yang dihadapi Indonesia terkait masalah sanitasi lingkungan masih sangat besar. Masalah akibat sanitasi yang buruk memiliki dampak yang jauh lebih besar, yaitu sekitar 68% sungai di Indonesia mengalami pencemaran berat. Penelitian bertujuan : diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan jamban sehat di wilayah kerja Puskesmas 23 Ilir Palembang tahun 2018. Metode penelitian : menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yang berkunjung ke Puskesmas yang berjumlah 44 responden, tehnik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Analisis data dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan nilai α=0,05. Hasil penelitian : di dapatkan bahwa pengetahuan  (pvalue=0,012), sikap (pvalue=0,034), dukungan tokoh masyarakat (pvalue=0,006) dan peran petugas kesehatan (pvalue=0,014) serta pendapatan keluarga (pvalue=0,457). Kesimpulan : bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan tokoh masyarakat dan peran petugas kesehatan dengan pemanfaatan jamban sehat dan tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan pemanfaatan jamban sehat. Disarankan: bagi tenaga kesehatan agar memberikan informasi tentang sanitasi yang layak/jamban sehat dan manfaatnya secara berkesinambungan kepada kepala keluarga. Kata kunci : Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Pemanfaatan Jamban Sehat
ANALISIS KINERJA PETUGAS KESEHATAN DENGANKEPUASAN PASIEN PADA POSBINDU PTM DAN POSYANDU LANSIA Dewi Sayati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.891

Abstract

Latar belakang: Kinerja tenaga kesehatan sebagai konsekuensi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan prima atau yang bermutu tinggi. Secara teknis petugas kesehatan sebagai pemberi pelayanan kesehatan harus menunjukkan kinerja terbaiknya, tidak hanya pelayanan yang bersifat menyeluruh tetapi juga mencakup pelayanan yang bersifat individual untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan kepuasan bagi masyarakat selaku pengguna jasa kesehatan.Tujuan: Menganalisis kinerja petugas kesehatan Posbindu PTM dan Posyandu lansia. Metode: Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan cross sectional. Jadwal Pelaksanaan penelitian mulai tanggal 7 Oktober 2019 hingga 30 November 2019.Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang berkunjung ke posbindu PTM untuk memperoleh pelayanan kesehatan, yang berjumlah 47 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Analisis data menggunakan uji statistikchi-square dengan nilai α 0,05. Hasil: Didapatkan bahwa kemampuan mental (p-value=0,007), dan kemampuan fisik (p-value=0,013). Saran: Diharapkan tenaga kesehatan dapat mengembangkan keahlian berupa penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ketrampilan teknis dalam menghadapi pasien lansia dan perlu terus dapat meningkatkan pendidikan melalui uji kompetensi, pendidikan formal dan nonformal terkait dalam peningkatan kemampuan mental dan fisik yaitu kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor dalam memberikan pelayanan terhadap pasien khususnya pasien lansia agar lebih baik lagi.Kata Kunci:Kemampuan mental, Kemampuan fisik, Kepuasan pasien
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROTOKOL KESEHATAN TERHADAP PENURUNAN KEJADIAN COVID-19 Dewi - Sayati
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.475

Abstract

Background : One of the challenges in handling Covid-19 is that there are people who are against government policies. Some of these people still don't believe in the Covid-19 virus, distrust the information and reality about Covid-19 that the government provides, and not complying with government policies, including the implementation of health protocols. According to data from the Center for Systems Science and Engineering (CSSE) at Johns Hopkins University (JHU), Indonesia is in the top 20 list in the world. To be precise, it is in the 18th position, with the number of cases reaching 1,837,126 (as of June 24, 2021), and the death toll reaching 51,059 people. Methods: The research design is a descriptive quantitative survey with a cross sectional approach and the sampling technique used is accidental sampling and a sample of 71 respondents, which was then performed a chi-square statistical test, with a confidence degree of 95%. Results: The results of the statistical test show that there is a relationship between communication (p value 0.003), attitude (p value 0.001), and attitude of the implementer (p value 0.004) with a decrease in the number of cases of covid-19.
AKTIFITAS FISIK DAN PAPARAN AUDIO VISUAL TERHADAP USIA MENARCHE DI SMP PUJA HANDAYANI TAHUN 2022 Atma Deviliawati; Dewi Sayati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14639

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun. Ada kecenderungan bahwa saat ini anak mendapat menstruasi pertama kali pada usia yang lebih muda. Ada yang 12 tahun tetapi ada juga yang usia 8 tahun.. Hal ini dipengaruhi oleh pola makan, berat badan, stres, dan aktivitas fisik. Rangsangan audio visual baik dari percakapan langsung antar teman sebaya, tontonan dari internet atau film-film berlabel dewasa, vulgar menjadi faktor penyebab menstruasi dini. Menstruasi terlalu dini juga disebabkan oleh faktor gaya hidup dan lingkungan, termasuk paparan polusi udara dan gaya hidup yang tidak sehat, faktor gaya hidup yaitu konsumsi junk food berlebih, terlalu banyak konsumsi minuman manis, kurangnya aktfitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktifitas fisik dan paparan audio visual dengan usia menarche. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan  Mei 2022 di SMP Puja Handayani Palembang dengan sampel penelitian sebanyak 33 orang yang diambil dengan tehnik total sampling. Penelitian  ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dan diuji menggunakan analisis chi square. Hasil penelitian didapatkan variabel aktifitas fisik dengan p value 0.068 dan paparan audio visual dengan p value 0,295. Simpulan variabel aktifitas fisik dan paparan audio visual tidak berhubungan dengan usia menarche, disarankan bagi SMP Puja Handayani untuk melakukan sosialisasi dan bimbingan konseling bagi siswa khususnya mengenai kesehatan reproduksi.