Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, PENDAPATAN DAN JARAK TEMPUH TERHADAP PEMANFAATAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA KESEHATAN Pratiwi, Anggi Galuh; Sayati, Dewi
Al-Su’aibah Midwifery Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : STIKES Al-Su’aibah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69597/amj.v1i2.9

Abstract

Kematian ibu adalah kematian seorang wanita terjadi saat hamil, bersalin, atau 42 hari setelah persalinan dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsung terhadap persalinan. Sekitar 99% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara berkembang. Pertolongan persalinan oleh bidan merupakan salah satu strategi dalam mengurangi masalah kesehatan ibu dan anak. Di Indonesia pemanfaatan pertolongan persalinan oleh bidan masih rendah, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pengetahuan, pendapatan, dan jarak tempuh. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan pengetahuan, pendapatan, dan jarak tempuh terhadap pemanfaatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di desa sungai tepuk dan desa gading jaya wilayah kerja puskesmas sungai menang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan survey analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang melahirkan di desa sungai tepuk dan desa gading jaya wilayah kerja Puskesmas Sungai Menang yang berjumlah 34 orang, tehnik pengambilan sample menggunakan Total Sampling maka sampel berjumlah 34 responden. Analisis data dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan nilai α=0,05. Penelitian ini dilaksanakan di desa sungai tepuk dan desa gading jaya wilyah kerja puskesmas sungai menang. Hasil penelitian di dapatkan bahwa pengetahuan (pvalue=0,003), pendapatan (pvalue=0,007), dan jarak tempuh (pvalue=0,002). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, pendapatan, dan jarak tempuh terhadap pemanfaatan pertolongan oleh tenaga kesehatan. Disarankan bagi para penentu kebijakan untuk dapat menempatkan tenaga kesehatan terutama bidan, khususnya di desa sungai tepuk dan desa gading jaya, agar dapat meningkatkan pemanfaatan pertolongan persalinan terutama pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan bagi ibu hamil yang akan melahirkan. Kata kunci : Pengetahuan, Pendapatan, Jarak Tempuh, Pemanfaatan Pertolongan Persalinan
DETERMINAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) TAHUN 2023 Deviliawati, Atma; Murni, Nani Sari; Sayati, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43797

Abstract

Terjadinya kematangan seksual atau alat-alat reproduksi yang berkaitan dengan system reproduksi, merupakan suatu bagian penting bagi kehidupan remaja sehingga diperlukan perhatian khusus. perlu adanya bimbingan, dukungan dari lingkungan sekitarnya, agar pada saat perubahan terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sehat sehingga remaja menjadi manusia dewasa sehat secara jasmani, rohani dan juga sosial. Kompleksnya permasalahan kesehatan pada remaja, tentunya memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan sektor terkait. Salah satunya dengan pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pemanfaatan PKPR di sekolah Penelitian ini dilaksanakan pada bulan  November 2023 di MA Babul Ulum Mariana dengan sampel penelitian sebanyak 82 orang yang diambil dengan cara total sampling. Penelitian  ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dan dianalisis menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian didapatkan variabel pengetahuan p value 0.021, variabel sikap p value 0,009, variabel dukungan keluarga  p value 0,009, variabel peran petugas p value 0,031 dan variabel fasilitas p value 0,030. Simpulan ada hubungan antara pengetahuan, peran petugas dan fasilitas serta tidak  ada hubungan  ,sikap dan dukungan keluarga terhadap pemanfaatan PKPR. Disarankan bagi MA Babul Ulum untuk bekerja sama dengan pihak puskesmas menyediakan ruang khusus di sekolah dan menjadualkan kunjungan.
Perubahan Bermakna Pengetahuan dan Sikap Setelah Diberikan Edukasi Kesehatan Tentang Rokok dan Dampaknya: Edukasi Kesehatan Tentang Rokok dan Dampaknya Sayati, Dewi Sayati; Putri Aulia Salsabila; Nani Sari Murni
Khidmah Vol 7 No 2 (2025): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v7i2.558

Abstract

Prevalensi merokok terus meningkat khususnya pada usia remaja. Hal ini berdampak pada kematian di usia muda sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan. Usia remaja yang merupakan usia anak SMP dapat menjadi awal dalam melakukan edukasi tentang rokok dan dampaknya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di salah satu SMP negeri yang ada di Palembang. Kegiatan berupa edukasi tentang rokok dan dampaknya pada 17 siswa laki-laki. Perubahan pengetahuan dan sikap para siswa diukur menggunakan kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat diperoleh terdapat perbedaan bermakna pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah dilakukan edukasi. 100% siswa mengalami peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap ke arah positif setelah diberikan edukasi. Edukasi ini perlu dilakukan secara berkesinambungan agar para siswa dapat selalu diingatkan tentang rokok dan dampaknya sehingga mereka tidak melakukan perilaku merokok.
SOSIALISASI KEGIATAN POSBINDU PTM LANSIA DAN KEGIATAN POSYANDU LANSIA DI UPTD PUSKESMAS SIMPANG RAMBUTAN KABUPATEN BANYUASIN Sayati, Dewi
Khidmah Vol 2 No 2 (2020): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v2i2.315

Abstract

Guna mendukung upaya kesehatan maka diperlukan tenaga kesehatan yang bertugas melakukan kegiatan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan bidang keahlian dan kewenangannya. Secara teknis petugas kesehatan sebagai pemberi pelayanan kesehatan harus menunjukkan kinerja terbaiknya, tidak hanya pelayanan yang bersifat menyeluruh tetapi juga mencakup pelayanan yang bersifat individual untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman para lansia mengenai kegiatan posbindu PTM dan posyandu lansia dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupannya yaitu dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan di posbindu PTM dan berpartisipasi pada posyandu lansia. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu berupa sosialisasi atau penyuluhan secara komunikasi interpersonal/individual pada para lansia yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Simpang Rambutan Kabupaten Banyuasin untuk memperoleh pelayanan, kemudian diberikan leaflet tentang kegiatan posbindu PTM dan posyandu lansia sebanyak 20 orang. Hasil kegiatan sosialisasi terhadap para lansia menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman para lansia tentang materi yang diberikan dengan jumlah skor lebih atau sama dengan 70%. Materi yang disampaikan dapat dimengerti oleh setiap peserta sosialisasi dan juga dirasakan sangat bermanfaat, yang pada akhirnya dapat merubah perilaku masyarakat secara umum dan khusus para lansia wilayah kerja UPTD Puskesmas Rambutan Kabupaten Banyuasin ke arah yang positif yaitu selalu memanfaatkan pelayanan kesehatan di posbindu PTM dan berpartisipasi pada setiap kegiatan, terutama jenis kegiatan posbindu PTM dan posyandu lansia bagi para lansia. Kesimpulannya bahwa meningkatnya pemahaman para lansia tentang kegiatan-kegiatan yang terdapat pada posbindu PTM dan posyandu lansia. Disarankan kepada tenaga kesehatan diharapkan berperan aktif secara berkala memberikan penyuluhan mengenai posbindu PTM dan posyandu lansia, supaya pemahaman para lansia meningkat sehingga dapat merubah perilaku serta mau memanfaatkan pelayanan kesehatan di posbindu PTM dan berpartisipasi di posyandu lansia. To support health efforts, health workers are required to carry out quality health service activities in accordance with their fields of expertise and authority. Technically, health workers as health service providers must show their best performance, not only services that are comprehensive but also include services that are individualized to improve the welfare of the community. Therefore, the purpose of this activity is to increase the understanding of the elderly about the activities of posbindu PTM and posyandu the elderly and be able to apply them in their lives by utilizing health services at posbindu PTM and participating in theelderly posyandu. The method of carrying out community service activities is in the form of socialization or interpersonal / individual communication counseling to the elderly who visit the UPTD Puskesmas Simpang Rambutan, Banyuasin Regency to obtain services, then given leaflets about the activities of the PTM Posbindu Posyandu and Posyandu the elderly as many as 20 people. The results of the socialization of the elderly show that there is an increase in the understanding of the elderly about the material provided with a score of more or equal to 70%. The material presented can be understood by every participant of the socialization and also feels very useful, which in turn can change the behavior of the community in general and and specifically the elderly working areas of UPTD Puskesmas Rambutan, Banyuasin Regency in a positive direction that is always utilizing health services at PTM postbindu and participating in every activity, especially the types of PTM posbindu activities and the elderly posyandu for the elderly. The conclusion is that the increased understanding of the elderly about the activities contained in the PTM posbindu and the elderly posyandu. It is recommended that health workers be expected to play an active role on a regular basis to provide counseling about PTM posbindu and elderly Posyandu, understanding, objectives and targets of PTM Posbindu and Posyandu for the elderly.
Sosialisasi Tentang Protokol Kesehatan Menjaga Jarak Dan Tidak Berkerumun Yang Benar Di SMK Bina Jaya Palembang Tahun 2022 Sayati, Dewi Sayati
Khidmah Vol 5 No 1 (2023): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v5i1.438

Abstract

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per 31 Maret 2022 secara global dunia, total infeksi covid-19 sebanyak 486.661.998 kasus, kasus aktif covid-19 sebanyak 58.643.881 kasus, dan angka kematian mencapai 6.161.174 orang. Kasus COVID-19 mengalami peningkatan sehingga masih memerlukan upaya komprehensif dalam penatalaksanaan kasus dan upaya memutus rantai penularan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan responden mengenai protokol kesehatan yaitu menjaga jarak dan tidak berkerumun serta pentingnya menjaga kesehatan baik bagi diri sendiri maupun bagi keluarga, sehingga responden mau menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak dan tidak berkerumun khususnya dalam kehidupan sehari-hari baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah pada masa pademi Covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu berupa sosialisasi atau penyuluhan dengan metode ceramah kepada peserta yang di SMK Bina Jaya Palembang, kemudian peserta penyuluhan diberikan kuesioner tentang pengetahuan covid-19 mulai dari definisi covid-19, pencegahan dan protokol kesehatan 5M sebagai penanggulangan covid-19, yaitu menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Kemudian peserta diberikan leaflet tentang menjaga jarak dan menjauhi kerumunan rmenurut WHO. Peserta diberikan leaflet guna untuk menambah pengetahuan dan memahami mengenai menjaga jarak dan menjauhi kerumunan pada masa Pademi Covid-19, sebanyak 40 orang. Hasil akhir diperoleh bahwa walaupun penerapan menjaga jarak dan menjauhi kerumunan pada masa Pademi Covid-19 yang dilakukan oleh siswa/siswi serta para guru di SMK Bina Jaya Palembang sudah dalam batas optimal, namun sosialisasi/penyuluhan masih tetap harus dilaksanakan sehingga dapat meminimalisir penyebaran covid-19 dan siswa/siswi serta para guru mengetahui dan memahami mengenai Protokol Kesehatan dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupannya sehari-hari yaitu dengan melaksanakan himbauan pemerintah tentang Protokol Kesehatan 5M. Kesimpulannya bahwa meningkatnya pengetahuan siswa/siswi tentang menjaga jarak dan menjauhi kerumunan pada masa Pademi Covid-19. Disarankan kepada seluruh peserta yang belum mengetahui tentang menjaga jarak dan menjauhi kerumunan pada masa Pademi Covid-19, agar lebih meningkatkan pengetahuan, memahami protokol kesehatan terutama penerapan menjaga jarak dan menjauhi kerumunan pada masa Pademi Covid-19 guna untuk memutus mata rantai terpaparnya Covid-19 di SMK Bina Jaya Palembang.
- Sosialisasi Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Sekolah Sayati, Dewi Sayati
Khidmah Vol 6 No 2 (2024): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v6i2.488

Abstract

Dampak yang akan timbul apabila PHBS kurang diterapkan di sekolah yaitu terjadi penurunan prestasi dan semangat belajar, menurunkan citra sekolah, suasana belajar yang tidak mendukung karena lingkungan sekolah yang kotor, keadaan kelas yang kotor, banyaknya jajanan tidak sehat dan tempat pembuangan sampah yang tidak tertata akan menimbulkan berbagai macam penyakit, dampak lain yang akan timbul adalah munculnya penyakit seperti diare. Sebagaimana data profil kesehatan Kota Palembang tahun 2022, jumlah kasus diare di Kota Palembang tahun 2021 yang tercatat sebanyak 46,400 kasus. Jumlah tersebut merupakan penyakit potensial KLB yang sering disertai dengan kematian. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi tentang PHBS di Sekolah beserta indikator PHBSnya serta meningkatkan kesadaran siswa dan siswi terhadap pelaksanaan PHBS di sekolah dan selalu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu berupa sosialisasi atau penyuluhan dengan metode ceramah pada peserta di SMP Puja Handayani Palembang, kemudian diberikan leaflet tentang Sosialisasi Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah sebanyak 30 peserta. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pengetahuan siswa tentang PHBS di sekolah saat pengabdian masyarakat yaitu para siswa/siswi yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang materi yang diberikan dengan jumlah skor lebih atau sama dengan 89%. Materi yang disampaikan dapat dimengerti oleh seluruh peserta sosialisasi dan juga materi yang diberikan dirasakan sangat bermanfaat, yang pada akhirnya dapat merubah perilaku siswa/siswi di SMP Puja Handayani Palembang ke arah yang lebih baik dan positif yaitu menyadari akan pentingnya menerapkan PHBS Di Sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya bahwa meningkatnya pengetahuan dan pemahaman para peserta sosialisasi tentang PHBS di sekolah. Disarankan kepada seluruh peserta yang belum tahu dan paham tentang PHBS Di Sekolah, agar dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya PHBS Di Sekolah pada SMP Puja Handayani Palembang.
SOSIALISASI JENIS PELAYANAN KESEHATAN DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI (BPM) Sayati, Dewi Sayati
Khidmah Vol 1 No 1 (2019): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v1i1.496

Abstract

Masalah kesehatan di Indonesia saat ini adalah status kesehatan masyarakat yang masih rendah, antara lain ditandai dengan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang tinggi. Upaya untuk menurunkan AKI dan AKB diharapkan dapat mengendalikan faktor dalam masyarakat sehingga mampu dalam memberikan pelayanan yang lebih bermutu/kualitas dan menyeluruh cakupannya, yaitu kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Masalah yang ditemukan adalah minimnya pemahaman warga atau masyarakat sekitar tentang Bidan Praktek Mandiri (BPM) dan jenis- jenis pelayanan apa saja yang terdapat di BPM tersebut. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui dan memahami mengenai definisi BPM, jenis-jenis pelayanan kesehatannya dan sasaran layanan di BPM. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu berupa sosialisasi atau penyuluhan secara bersamaan pada ibu-ibu di wilayah kerja BPM Andina Primitasari Palembang sebagai peserta penyuluhan sebanyak 25 orang. Hasil kegiatan sosialisasi tentang Jenis-jenis Pelayanan Kesehatan di Bidan Praktik Mandiri, menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang materi yang diberikan dengan jumlah skor lebih atau sama dengan 75%. Materi yang disampaikan dapat dimengerti oleh seluruh peserta sosialisasi dan juga dirasakan sangat bermanfaat, yang pada akhirnya dapat merubah perilaku masyarakat secara umum dan ibu-ibu wilayah kerja BPM Andina Primitasari Palembang secara khusus ke arah yang positif yaitu selalu memanfaatkan pelayanan kesehatan di BPM terdekat, terutama jenis pelayanan kesehatan bagi ibu, balita, anak, dan remaja. Kesimpulannya bahwa warga atau masyarakat sekitar mengetahui dan memahami pengertian Bidan Praktik Mandiri, jenis-jenis pelayanan kesehatan dan sasaran layanan di Bidan Praktik Mandiri.
SOSIALISASI TENTANG PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA TAHUN 2023 Deviliawati, Atma; Nani Sari Murni; Dewi Sayati
Khidmah Vol 7 No 1 (2025): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v7i1.520

Abstract

Pendekatan yang diterapkan dalam menguraikan ruang lingkup kesehatan reproduksi adalah pendekatan siklus hidup, dengan demikian, masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan, yang bila tidak ditangani dengan baik dapat berakibat buruk pada masa kehidupan selanjutnya. Jika remaja berhasil mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dan kepercayaan pada kemampuannya mengatasi permasalahan tanpa bantuan orang dewasa, maka kebahagiaan akan semakin meningkat dan meletakkan tujuan sesuai dengan apa yang ia mampu capai. Termasuk juga permasalahan yang muncul pada saat remaja telah memasuki masa pubertas. Program Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKPR) merupakan program hasil penjabaran misi program keluarga berencana nasional, bertujuan membantu remaja agar memiliki pengetahuan, kesadaran, sikap dan prilaku kehidupan yang sehat dan bertanggung jawab melaui promosi, advokasi, komunikasi, informasi, edukasi, konseling, pelayanan dan dukungan kegiatan yang bersifat positif. Tujuan dari sosialisasi ini mengedukasi siswi tentang pengetahuan pemanfaatan program PKPR. Metode yang digunakan dengan memberikan sosialisasi secara langsung dan membagikan leaflet. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2023. Hasil sosialisasi didapatkan dari 57 responden yang berpengetahuan kurang tentang pemanfaatan PKPR terjadi peningkatan pengetahuan. pengetahuan sebanyak 53 responden (93%) berpengetahuan baik dan 4 responden (7%) berpengetahuan kurang. Menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan tentang PKPR sesudah dilakukan sosialisasi. Disarankan sekolah bekerja sama dengan pihak terkait untuk selalu melakukan sosialisasi dan edukasi tentang program-program kesehatan reproduksi.
ANALISIS MANAJEMEN PRILAKU KEBERSIHAN DIRI SAAT MENSTRUASI DI SMP PUJA HANDAYANI TAHUN 2023 Deviliawati, Atma; Sayati, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23074

Abstract

Menjaga kebersihan tubuh pada saat menstruasi, dengan mengganti pembalut sesering mungkin serta membersihkan bagian vagina dan sekitarnya dari darah menstruasi dapat mencegah perempuan terhindar dari penyakit infeksi vesica urinaria (saluran kencing), infeksi saluran reproduksi dan iritasi pada kulit. Kebersihan alat vital perlu sekali dilakukan karena pada saat mengalami mentruasi, pembuluh dalam darah pada rahim lebih mudah untuk terinfeksi, mikroorganisme mudah untuk masuk dan dapat menyebabkan sistem reproduksi terganggu. Hasil wawancara 7 orang siswi tidak pernah mengganti pembalut di sekolah, pembalut dibuang langsung ditempat sampah tanpa dibungkus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kebersihan Menstruasi (MKM) meliputi faktor personal, faktor sosial dan faktor lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilakukan di SMP Puja Handayani Palembang dengan populasi sebanyak 53 siswi pada tanggal 23 sampai 27 Mei 2023.  Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi dengan kriteria telah mengalami menstruasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan dengan p value 0.013, sikap dengan p value 0.004, variabel dukungan keluarga dengan p value 0.014, variabel dukungan teman sebaya dengan p value 0.065  dan variabel sarana prasarana dengan p value 0.030,. Simpulan variabel pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan sarana prasarana berhubungan dengan prilaku MKM, sedangkan dukungan teman sebaya tidak berhubungan dengan Prilaku MKM dan variabel paling dominan terhadap prilaku MKM adalah sikap. Disarankan bagi SMP Puja Handayani untuk melakukan sosialisasi dan bimbingan konseling bagi siswa khususnya mengenai kesehatan reproduksi.
PENGARUH SIKAP DAN TINDAKAN SISWA TERHADAP PENERAPAN PHBS DI SMP PUJA HANDAYANI atic, Dewi Sayati; Deviliawati, Atma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.26921

Abstract

The gap in water access in the education sector is very large. Around 80% of the community has access to drinking water services. However, in rural areas only 75% have clean drinking water. 27% of educational institutions do not have adequate sanitation and hygiene conditions and the gap in access to education remains large. Access to sanitation is greater in urban areas, but is still lacking in rural areas. The road to sanitation is still long. In urban areas, 49% have access to soap and hand washing facilities, while in rural areas, around 36% have access to soap for washing hands in clean, running water. To determine the influence of student attitudes and behavior on the implementation of PHBS at Puja Khandayani High School in 2023. Quantitative descriptive survey using a cross-sectional design. Seventh grade students (41 students) and eighth grade students (48 students) participated in this study. This sampling method amounted to 89 respondents, who were tested with a 95% confidence level using the Mann-Whitney test. The significance limit for this value is ±0.05