p-Index From 2021 - 2026
1.665
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mahasiswa TEUB
Asmungi, Gaguk
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

RANCANG BANGUN BOOST CONVERTER DENGAN KONTROLER PID BERBASIS ARDUINO PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKOHIDRO Raihan Adi Nugroho; Erni Yudaningtyas; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat seiring dengan statusIndonesia sebagai negara berkembang yang masih butuh pertumbuhan ekonomiuntuk mendorong laju GDP-nya. Menurut blueprint pengelolaan energi ESDMsumber minyak bumi akan habis dalam kurun waktu 23 tahun sedangkan batubaraakan habis dalam kurun waktu 146 tahun. Maka salah satu solusi untukpermasalahan itu adalah energi terbarukan seperti peembangkit listrik tenagapikohidro.Pembangkit listrik tenaga pikohidro menghasilkan listrik dari debit airmengalir pada saluran irigasi lalu tegangan akan dinaikkan menggunakan DC-DCboost converter. DC-DC boost converter akan menaikkan tegangan dari 5VDC kelevel tegangan 12.5 VDC untuk melakukan pengisian daya pada akumulator 12.5V7AH didalam boost converter ini terdapat mikrokontroler Arduino uno , kapasitor470uF , induktor 330uH , dioda scotchy 5A 100V , dan beban 24ohm.Tegangan keluaran pembangkit listrik tenaga pikohidro kadang tidak stabilmaka perlu pengendali atau kontroler. Kontroler yang digunakan pada naskahskripsi ini terdiri yaitu kontroler PID, Prinsip kerja dari kontroler PID menggunakanalgoritma PID dengan boost converter sebagai plant-nya. Kontroler ini akandibandingkan dengan range tegangan input 4 VDC sampai 8VDC dan setpointtegangan ouput 12.5VDC dari karakteristik respon hingga error-nya.Kata Kunci: DC-DC boost converter , pembangkit listrik tenaga pikohidro ,kontrol closed loop , kontroler PIDABSTRACTThe need for electrical energy in Indonesia continues to increase in line with Indonesia status as a developing country that still needs economic growth to boostits GDP rate. According to the ESDM energy management blueprint, petroleumresources will run out in 23 years while coal will run out in 146 years. So onesolution to this problem is renewable energy such as pico-hydro power plants.The pico-hydro power plant generates electricity from the flow of water flowingin the irrigation channel and the voltage will be increased using a DC-DC boostconverter. The DC-DC boost converter will increase the voltage from 5VDC to avoltage level of 12.5 VDC to charge the 12.5V 7AH accumulator. Inside this boostconverter there is an Arduino uno microcontroller, 470uF capacitor, 330uHinductor, 5A 100V scotty diode, and a 24ohm load.The output voltage of a picohydro power plant is sometimes unstable, so it needsa controller. The controller used in this thesis namely a PID controller, the workingprinciple of the PID controller uses the PID algorithm with a boost converter asthe plant. The controllers will be compared with the input voltage range of 4 VDCto 8VDC and the output voltage setpoint of 12.5VDC from the responsecharacteristics to the error.Keywords: DC-DC boost converter, picohydro power plant, closed loop control,PID controller
RANCANG BANGUN LAYANAN VOICE OVER INTERNET PROTOCOL (VoIP) DENGAN CODEC G.729 MENGGUNAKAN JARINGAN HIGH SPEED DOWNLINK PACKET ACCESS (HSDPA) Abdurrahman Syah; Wahyu Adi Priyono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang memanfaatkan jaringan internet untuk menyediakan komunikasi suara secara elektronik dan realtime dengan cara mengubah format suara ke dalam bentuk digital melalui suatu standart untuk voice coding yang direkomendasikan oleh (ITU-T), sehingga komunikasi jarak jauh dapat dilakukan dengan biaya lokal saja. Layanan VoIP dapat digunakan pada perangkat mobile dengan sistem OS Android melalui layanan data. HSDPA adalah jaringan generasi 3,5G yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan UMTS yang memungkinkan untuk penggunaan kapasitas data yang lebih besar yaitu mencapai 14,4 Mbps. Pada Pada penelitian dilakukan desain konfigurasi layanan mobile VoIP pada jaringan HSDPA dan kajian penerapannya. Parameter yang akan diukur adalah QoS serta performansi server dengan banyak user, untuk Quality of Service (QoS) pada layanan Mobile VoIP pada HSDPA adalah delay end to end, packet loss dan troughput yang dihitung dengan pendekatan teoretis dan pengamatan langsung menggunakan perangkat analisis jaringan (Wireshark) dengan referensi standar ITU-T G.1010 dan ITU-T G.114. Hasil penelitian yang diperoleh untuk packet loss perhitungan 0.23095 % dan pengujian 0,18% yang kedua hasilnya < 1% packet loss ratio untuk untuk komunikasi VoIP telah memenuhi standar ITU-T G.1010, hasil perhitungan dan hasil rata-rata pengujian delay end-to-end 22,32 ms yang hasilnya < 150 ms yang dikategorikan baik menurut ITU-T G.114. Troughput pada pengukuran sebesar 0,055 Mbps. Kemampuan maksimal server mampu menamping 700 User.Kata Kunci— Mobile VoIP, HSDPA, Android, QoS, Performansi server
ANALISIS PENGARUH PELETAKAN KOMPENSATOR DISPERSI FIBER BRAGG GRATING (FBG) PADA BIT RATE 10 Gbps DAN 40 Gbps DENGAN LINE CODING NRZ DAN RZ Febyati Muktya Amalia; Sholeh Hadi Pramono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dispersi merupakan peristiwa pelebaran pulsa pada serat optik yang menyebabkan intersymbol interference (ISI). Salah satu cara untuk menanggulangi permasalahan ini ialah dengan penggunaan kompensator dispersi. Fiber Bragg Grating (FBG) sebagai kompensator dispersi memiliki keuntungan berupa tingkat insertion loss dan harganya yang murah. Jarak peletakan FBG dan jenis line coding berpengaruh terhadap kinerja sistem. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi untuk menguji pengaruh jarak peletakan FBG tersebut pada bit rate 10 Gbps dan 40 Gbps dengan variasi jarak dan line coding. Parameter kinerja yang diamati ialah bit error rate (BER), Q-factor, dan loss. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa pada bit rate 10 Gbps, kinerja yang paling baik adalah saat FBG diletakkan pada jarak 12 km dari transmitter dengan BER=3,3x10-14, Q-factor=7,428706, dan loss=13,39611 dB. Sedangkan pada bit rate 40 Gbps, kombinasi line coding, peletakan FBG, dan penggunaan EDFA tidak dapat menghasilkan kinerja yang memenuhi standard minimum BER, Q-factor, dan loss. Kata kunci: FBG, dispersi, bit rate, line coding
PENERAPANA DIGITAL IMAGE PROCESSING UNTUK MENGUKUR PERTUMBUHAN PAKCOY PADA BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK INDOOR Dewi Nur Ayuningtya; Raden Arief Setyawan; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPertanian hidroponik indoor turut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, hasil pertanian yangkurang pengawasan mengakibatkan gagal panen. Maka, monitoring pertumbuhan tanaman dengan pengolahan citradigital dilakukan. Pertumbuhan tanaman dapat dihitung dari luas daunnya, sehingga para petani dapat memantaupertumbuhan tanaman mereka dan memberikan perlakuan yang sesuai.Penulis merancang sistem monitoring pertumbuhan pakcoy menggunakan metode Color Image Segmentation denganmembandingkan dua ruang warna, HSV dan CIELAB. Hasil akhir pengukuran berupa luas area daun dalam satuan cm2.Selain itu, monitoring dilakukan pada pagi, sore, dan malam hari untuk dilihat waktu manakah yang paling efektif.Hasil pengujian menunjukkan implementasi metode CIELAB untuk monitoring pertumbuhan pakcoy memiliki tingkatakurasi lebih tinggi dibandingkan metode HSV, hingga 96%. Performa sistem paling baik pada malam hari, yang hanyamendapatkan sumber cahaya dari LED strip putih. Selain itu, pertumbuhan pakcoy hasil monitoring tidak selalubertambah tiap harinya karena kondisi tanaman dan lingkungannya yang selalu berubah-ubah.Kata kunci: area daun, pertumbuhan pakcoy, color image segmentation, hidroponik indoorABSTRACTIndoor hydroponic farming also contributes to Indonesia's economic growth. However, unsupervised agriculturalproducts resulted in crop failure. Thus, monitoring plant growth with digital image processing is carried out. Plant growthcan be calculated from the leaf area, so farmers can monitor the growth of their plants and provide appropriate treatment.The author designed a monitoring system for Pak Choy growth using the Color Image Segmentation method by comparingtwo color spaces, HSV and CIELAB. The final result of the measurement is the leaf area in cm2. In addition, monitoringis carried out in the morning, afternoon, and evening to see which time is the most effective.The test results show that the implementation of the CIELAB method for monitoring Pak Choy growth has a higheraccuracy rate than the HSV method, up to 96%. The system performs best at night, which only gets its light source fromthe white LED strip. In addition, the growth of Pak Choy as a result of monitoring does not always increase every daybecause of the changing conditions of the plant and its environment.Keywords: area of leaf, growth of pak choy, color image segmentation, indoor hydroponics
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN CUACA TERHADAP PERFORMANSI PADA JARINGAN LOCAL MULTIPOINT DISTRIBUTION SYSTEM (LMDS) DI MALANG Muhammad Syauqil Amin; Sigit Kusmaryanto; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Perubahan cuaca pada jaringan Local Multipoint Distribution System (LMDS) akan mempengaruhi kinerja performansi pada pengiriman sinyal informasi. Perubahan peformansi terjadi karena adanya perubahan besar kualitas transmisi, daya pancar, RSL, dan EIRP yang disebabkan oleh perubahan cuaca yaitu hujan. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis besar pengaruh hujan terhadap performansi LMDS. Penelitian dilakukan dengan 3 kondisi yaitu kondisi curah hujan tahunan sebesar 124,75 mm/jam, kondisi curah hujan maksimum sebesar 338 mm/jam dan kondisi curah hujan minimum sebesar 9 mm/jam. Pengaruh jarak radius sel yang dikaji yaitu antara 1 sampai 5 km dengan frekuensi kerja sebesar 27 GHz untuk uplink dan 29 GHz untuk downlink. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar curah hujan berpengaruh besar terhadap sistem, dan terjadi peningkatan antara besar frekuensi kerja terhadap jarak radius sel saat kondisi cerah maupun hujan. Hal ini ditunjukkan pada saat kondisi cerah/tidak hujan memiliki nilai daya pancar 16,29 dBm, nilai RSl -66,4 dBm, nilai EIRP sebesar 34,29 dBm sedangkan saat kondisi hujan terjadi peningkatan menjadi nilai daya pancar 37,75 dBm untuk frekuensi kerja uplink, nilai RSL -66,4 dBm, dan nilai EIRP 55,75 dBm untuk frekuensi kerja uplink.Kata Kunci– Redaman Hujan, LMDS
PENERAPAN ALGORITMA MONITORING DAN KONTROL NUTRISI PADA BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY DENGAN TEKNIK HIDROPONIK INDOOR Giffary Risa Nugraha; Raden Arief Setyawan; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHidroponik merupakan cara budidaya tanaman menggunakan air yang telah dilarutkan nutrisi yang dibutuhkan olehtanaman sebagai media tumbuh pengganti tanah. Konsentrasi larutan nutrisi harus dipertahankan pada tingkat tertentuagar pertumbuhan dan produksi tanaman optimal. Walaupun menggunakan media pengganti tanah, tanaman hidroponiklebih sensitif dalam pemberian nutrisi. Selain itu, penggunaan teknologi untuk memantau tanaman akan meringankanpekerjaan manusia. Penulis merancang algoritma monitoring pertumbuhan tanaman pakcoy dengan parameter yang diukur yaitu suhu air, suhu udara, kadar pH, TDS dan ORP. Selain monitoring juga dirancang algoritma kontrol nutrisidengan cara mengontrol pemberian nutrisi sesuai dengan kadar nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman pakcoy. Sistemini dilengkapi dengan RTC DS3231 sebagai indikator usia tanaman dalam menentukan kebutuhan nutrisi mingguannya. Hasil pengujian pada algortima monitoring bekerja sesuai dengan tujuan awalnya. Algoritma berhasil diterapkan untukmembaca data monitoring yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman pakcoy seperti suhu air, suhu udara, kadar pH,TDS dan ORP. Sementara hasil pengujian pada algoritma kontrol nutrisi, pemberian nutrisi mingguan sudah berhasil diberikan. Walaupun masih ada error pada pembacaan sensor TDS SEN0244 dengan target mingguan yang ingindicapai.Kata kunci: hidroponik, TDS, nutrisi, monitoringABSTRACTHydroponics is a cultivation method that use water diluted with nutrition that plants need as a growth media inexchange of soil. The concentration of nutrition must be keep in a certain range to get an optimal growth andproduction of plants. Although using another media in exchange of soil, hydroponic plants are more sensitive to theintake of nutrients. Other than that, the use of technology to monitor plant will ease human work. The author design analgorithm to monitor growth of bokchoy with the measured parameters are water temperature, air temperature, pH,TDS and ORP. Author also design an algorithm to control the intake of nutrients by giving the right amount of nutritionthat suitable for bokchoy. This system is also equipped with RTC DS3231 as an indicator of plants growth thatdetermined the needs of nutrients intake every week. The test result show that the algorithm works as the initial goal.The implementation of algorithm has succeed to read the growth parameter such as water temperature, air temperature,pH, TDS and ORP. Other than that, the algorithm for nutrition control also can give the right amount of weeklynutrition eventhough there is a slight error while in TDS SEN0244 reading.Keywords: hydroponics, TDS, nutrition, monitoring
KINERJA PLASTIC OPTICAL FIBER (POF) JENIS STEP INDEX MULTIMODE DALAM SUHU RENDAH PADA SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK Hanif Yahya Muhatdin; Sholeh Hadi Pramono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

One of the problems that can affect the performance of optical fiber transmission network is a change in environmental temperature. Significant changes in temperature, too high or too low causes a change in the trajectory of propagation of light in optical fiber due to changes in the value of the refractive index of core and cladding. Sellmeier equation states that rising temperatures will lead to the increase in refractive index. This will give you the consequences of the change in Numerical Aperture (NA), the acceptance angle, and the refraction angle of light, and will affect the system performance. In this research by experimental study on the effect of low temperatures on the Bit Error Rate (BER) and eye pattern on POF types of multimode step-index. The losses value are affected by variations in low temperature value given. The experimental results showed that there was a change exponentially of BER values to changes in temperature. This error is shown at a temperature of 25oC to -10oC with BER value respectively is 3.1380 x 10-6 and 3.1630 x 10-6. the noise value increase at a temperature of 25oC to -10oC with the value of SNR 22,35 dB and 21,16dB, the value of noise margin 88.08% and 85.80%, the value of timing jitter 3.19% and 4.68%, and the value of the bit rate showed little change that is equal to 31,867 Kbps to 31,616 Kbps between the temperature of 25oC to -10oC.Index Terms—Low Temperature, POF, SNR, BER, Noise Margin, Timing Jitter
Pengaruh Overshooting Coverage Terhadap Kualitas Layanan pada Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) Bayu Bisworo; Endah Budi Purnomowati; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.89 KB)

Abstract

Pada saat ini teknologi layanan telekomunikasi suara di Indonesia telah mencapai generasi ke-3 (3G) yaitu sistem Universal Mobile Telecommunication System (UMTS). Seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan yang semakin banyak, diperlukan penambahan node-b untuk menjamin semua pelanggan dapat dilayani dengan baik. Tetapi jika tidak cermat penambahan node-b bisa menimbulkan masalah baru, yaitu overshooting coverage. Skirpsi ini akan membahas seberapa besar pengaruh overshooting coverage terhadap kualitas layanan UMTS bedasarkan parameter performansi yang meliputi Received Signal Code Power (RSCP), Chip Energy over Noise (Ec/No), Speech Quality Index (SQI), Call Setup Success Ratio (CSSR), Call Dropped Ratio (CDR) dan Successfull Call Ratio (SCR). Dari hasil analisis didapat kualitas layanan pada daerah overshooting coverage lebih buruk dibandingkan dengan daerah yang tidak mengalami overshooting coverage, nilai SCR pada daerah overshooting coverage Jl. J.A. Suprapto 76.672%, dan Jl. Untung Suropati 96.672%, sedangkan pada daerah yang tidak mengalami overshooting coverage Jl. Cikurai bernilai 100%.Kata Kunci— RSCP, Ec/No, UMTS, overshooting coverage
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN (QUALITY OF SERVICE) PENYEDIA JARINGAN 4G LTE MENGGUNAKAN TEMS POCKET DI WILAYAH KABUPATEN PONOROGO Habib Nurseha Anggradinata; Ali Mustofa; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evolusi Jangka Panjang (LTE) merupakan salah satu generasi pada bidang teknologi telekomunikasi yang berkecepatan tinggi dengan standar yang telah dilakukan oleh 3GPP ( Proyek Kerjasama Generasi Ketiga ) sebagai penerus teknologi jaringan seluler 3G dan 3,5G. LTE untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan pengiriman data, menggunakan spektrum yang tidak pernah digunakan sebelumnya, menyederhanakan arsitektur jaringan seluler, dan pengurangan biaya pengiriman data. Skripsi Penyanyi bertujuan menganalisis data yang hasil temuan driv Etest PERBANDINGAN Pengukuran DENGAN perhitungan Beroperasi matematis untuk review mengetahui Quality of Service(QoS) pada jaringan 4G LTE di wilayah Kabupaten Ponorogo. Parameter yang diamati adalah Rasio Signal Received Power (RSRP), Sinyal terhadap Interferensi dan Rasio Kebisingan (SINR), dan Throughput. Proses pencarian data dilakukan selama 4 hari dengan waktu yang berbeda-beda. Alat bantu yang digunakan dalam pencarian data dan analisisingan Tems Pocket dan Tems Discovery . Hasil yang didapat dari analisis untuk RSRP paling banyak menunjukkan range pada berada pada -100dBm sampai -80 dBasi 73,3762%. SINR yang dihasilkan akan semakin tinggi dengan nilai yang paling banyak pada range5 dB sampai 15 dB dengan persentase 63,145%. Sementara itu throughput akan semakin besar saat dari SINR semakin besar pula, sehingga kualitas sistemnya semakin baik dengan rata rata 8010,51 Kbps. Berdasarkan analisis menggunakan parameter RSRP, SINR, dan Throughput , dapat disimpulkan jaringan LTE di Wilayah Kabupaten Ponorogo menunjukkan kualitas sinyal yang baik. Kata Kunci- LTE , Kualitas Pelayanan , Drivetest, RSRP, SINR, Throughput Sebuah BSTRACT Long Term Evolution (LTE) adalah satu generasi teknologi telekomunikasi bergerak berkecepatan tinggi dengan standar yang telah diimplementasikan oleh 3GPP (Third Generation Partnership Project) as the successor of 3G and 3.5G mobile network technology. LTE aims to increase the capacity and speed of data transmission, use a spectrum never used before, simplify the mobile network architecture, and reduce data tansmission costs. This research aims to analyze the data of the drivetest results of the measurement comparison with mathematical calculation to know the Quality of Service (QoS) on 4G LTE network in Ponorogo regency. The parameters observed were Reference Signal Received Power (RSRP), Signal to Interference and Noise Ratio (SINR), and Throughput. The data searching process is done for 4 days with different time. Type of tools used in data search and analysis are Tems Pocket and Tems Discovery. The results obtained from the analysis that for RSRP most shows the range of nilai pada -100dBm ke -80 dB dari 73,3762%. SINR yang dihasilkan akan lebih tinggi dengan nilai tertinggi berkisar antara 5 dB sampai 15 dB dengan persentase 63.145%. Sedangkan nilai throughput akan lebih besar bila nilai SINR semakin besar, sehingga kualitas sistem lebih baik dengan nilai rata-rata 8010,51 Kbps. Berdasarkan analisis dengan menggunakan parameter RSRP, SINR, dan Throughput, dapat disimpulkan bahwa jaringan LTE di Kabupaten Ponorogo menunjukkan kualitas sinyal yang baik. Persyaratan Indeks - LTE, Kualitas Layanan, Drivetest, RSRP, SINR, Throughput.
PERANCANGAN JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) UNTUK LAYANAN VIDEO CONFERENCE DENGAN STANDAR WIFI 802.11G Panji Krisna Dwi Cahya; Wahyu Adi Priyono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.897 KB)

Abstract

Video conference adalah seperangkat teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkan dua pihak atau lebih di lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan. Komunikasi yang sering dilakukan dalam lingkup jaringan kecil (Local Area Network, atau jaringan LAN) saat ini juga mulai menggunakan teknologi informasi yang canggih. Jaringan wireless LAN atau jaringan Wifi adalah jaringan local yang menggunakan sinyal elektromagnetik dengan frekuensi 2,4 GHz sebagai media transmisi menggantikan kabel tembaga untuk LAN.Penggunaan teknologi Wifi dapat digunakan untuk mengirimkan data seperti data teks hingga video. Standar 802.11g adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz. Standar 802.11g yang dipublikasikan pada bulan Juni 2003 mampu mencapai kecepatan hingga 54 Mb/s pada pita frekuensi 2,45 GHz. Pada penelitian ini dilakukan perancangan layanan video conference pada jaringan local area network dengan menggunakan standar Wi-Fi 802.11g.Parameter yang digunakan untuk menentukan Quality of Service (QoS) layanan video conference pada jaringan WLAN adalah delay end to end, packet loss, dan throughtput yang dihitung dengan pendekatan perhitungan teoritis dan pengamatan langsung menggunakan perangkat analisis jaringan (Wireshark). Kualitas performansi layanan Video conference pada jaringan Wireless Local Area Netwok (WLAN) adalah sesuai dengan standar ITU-T G.1010 untuk delay (delay end to end < 10 s) pada video resolusi pengujian dan packet loss (packet loss < 1%) untuk video resolusi 704x576pKata Kunci: Video conference, LAN, QoS, 802.11g, ITU-T G.101