p-Index From 2021 - 2026
1.665
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mahasiswa TEUB
Asmungi, Gaguk
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Kualitas Jaringan Internet Berbasis High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) Pada Wilayah Urban Di Kota Malang Dengan Metode Drive Test Dista Narulina Riyasa; Wahyu Adi Priyono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.779 KB)

Abstract

merupakan teknologi 3,5G yang merupakan pengembangan dari teknologi 3G atau UMTS yang berbasis WCDMA. Pada teknologi HSDPA, kecepatan akses pada kanal downlink mencapai 14,4 Mbps dan bandwidth 5 MHz. Teknologi HSDPA menawarkan fitur-fitur tambahan yang dapat mengurangi nilai delay dan menaikkan nilai throughput. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai delay dan throughput adalah faktor utilisasi dan redaman propagasi atau pathloss. Wilayah urban merupakan wilayah perkotaan yang memiliki faktor utilisasi dan nilai pathloss yang beragam karena kepadatan penduduknya yang tinggi dan memiliki gedung-gedung dengan ketinggian yang beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati kualitas jaringan internet yang meliputi delay end-to-end, probabilitas packet loss, dan throughput pada wilayah urban di Kota Malang, yaitu di Universitas Brawijaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode drive test yang dilakukan oleh salah satu provider telekomunikasi di Indonesia, kemudian hasil pengukuran tersebut akan dibandingkan dengan perhitungan secara teori. Hasil analisis membuktikan bahwa semakin tinggi gedung yang menjadi penghalang dalam propagasi gelombang, maka semakin besar nilai pathloss yang didapatkan. Dari hasil analisis didapatkan, jika semakin besar faktor utilisasi, maka semakin besar nilai delay end-to-end, hal tersebut ditunjukkan pada saat faktor utilisasi mengalami kenaikan sebesar 88,89 %, maka nilai delay end-to-end mengalami kenaikan sebesar 27,78 %. Semakin besar nilai pathloss, maka semakin besar nilai probabilitas packet loss yang menyebabkan menurunnya nilai throughput, hal tersebut ditunjukkan pada saat nilai pathloss mengalami kenaikan sebesar 9,07 %, maka nilai throughput mengalami penurunan sebesar 56 %. Kata Kunci—HSDPA, Kualitas Jaringan Internet, Wilayah Urban, Drive Test.
PERANCANGAN SWITCH OPERATION MODE RECTENNA BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega328 PADA RADIO FM 88 – 108MHz n/a Gunawarman; Rudy Yuwono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanen energi atau biasa dikenal dengan sebutan energy harvesting merupakan sebuah alternatif pemanfaatan sumber energi gelombang elektromagnet. Dengan menggabungkan dua perangkat yaitu rectifier dan antenna yang biasa disebut rectenna sebagai perangkat energy harvesting. Pada penelitian ini dirancang satu buah rectenna dan sebuah switch berbasis mikrokontroler ATmega328. Kerja mikrokontroler pada sistem ini adalah sebagai pengendali atau switch otomatis, yang akan menghubungkan antenna pada rectifier ketika radio dimatikan dan menghubungkan antenna pada radio ketika radio dinyalakan.  Rectifier ini dirancang dengan menggunakan 4 buah dioda 1N60 dan 1 buah kapasitor SMD C1206. Antenna yang digunakan pada penelitian ini adalah antenna monopole alumunium yang umumnya digunakan pada radio. Pada switch menggunakan relay module 1 channel yang dikontrol oleh mikrokontroler ATmega328. Kata Kunci:  rectenna, switching, energi elektromagnetik.
PERANCANGAN DAN DESAIN JARINGAN FIBER TO THE BUILDING (FTTB) DI HOTEL IJEN SUITE MALANG Febriana Dwi Lestari; Sholeh Hadi Pramono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan Fiber To The Building (FTTB) merupakan teknologi yang menghantarkan isyarat optik dari penyedia layanan ke pengguna dengan menggunakan fiber optic sebagai media transmisinya. Keuntungan menggunakan fiber optic adalah lebar jalur lebih besar dibandingakan dengan kabel konvensional. Fiber To The Building (FTTB) mampu memberikan layan triple play yaitu internet, telepon dan tv kabel. Pada perancangan dan desain jaringan Fiber To The Building (FTTB) di Hotel Ijen Suite Malang memiliki resiko terjadinya kesalahan pada proses pengiriman informasi antara pengirim dan penerima. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan analisis perhitungan pada perancangan dan desain jaringan Fiber To The Building (FTTB). Jaringan Fiber To The Building (FTTB) yang layak digunakan harus memiliki nilai total redaman kurang dari -28 dB. Parameter kinerja yang diamati adalah Link Power Budget, Rise Time Budget, BER dan Eye Pattern. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai total redaman didapat dari perhitungan Link Power Budget adalah 21.53 dB pada jaringan FTTB di Hotel Ijen Suite Malang, nilai Rise Time Budget adalah Br sis=1.94, nilai BER terendah pada panjang kabel serat optik 1.74173 x 10-09 dB, nilai Q-Factor adalah 6.23683 dB dan SNR tertinggi pada panjang kabel serat optik 5.4 km dengan nilai 20.629%.Kata Kunci: Power Link Budget, Rise Time Budge, Bit Error Rate, Eye Pattern
Analisis Pengaruh Ketinggian Lokasi Dan Antena Stasiun Pemancar Radio Siaran FM Frekuensi 88 – 107,7 MHz Terhadap Peformasi Di Wilayah D.I. Yogyakarta Haryo Widagdo; Erfan Achmad Dahlan; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai 4 Kabupaten dan satu Kota Yogyakarta . Secara fisiografis dikelompokkan menjadi 4 area yaitu : Gunung Merapi, Pegunungan Sewu, Pegunungan Kulonprogo dan Dataran rendah, jumlah penyelenggara radio siaran FM kurang lebih 42. Pemantauan Kinerja (performa) radio siaran FM sebagai antisipasi untuk meminimalisir pelanggaran ketentuan teknis yang ditetapkan Pemerintah seperti parameter teknis dan wilayah layanan. Parameter teknis yang dimaksud adalah frekuensi pembawa dan pengkanalan sesuai perijinan yang dimiliki, daya pancar, lebar pita dan deviasi frekuensi, sedangkan jangkauan pemancar adalah kuat medan (Field Strength)< 66 dBμV/m, Effective Height Above Average Terrsin (EHAAT), wilayah layanan pemancar radio siaran FM dipengaruhi tinggi lokasi dan tinggi antena pemancar. Pengukuran menggunakan beberapa alat ukur dan alat bantu yaitu Spectrum Analyzer (SPA), Antena, Field Strength Meter, GPS serta Applicasi Radio Mobile, sebagai obyek penelitian adalah radio “TS” FM dan Radio “JF’ FM yang mempunyai karakteristik berbeda ditinjau dari lokasi pemancar. Radio “JF “ FM mempunyai performa frekuensi kerja : 100,9 MHz, lebar pita : 208,7 KHz, ERP : 6,3 kilowatt , tinggi lokasi : 291 mdpl , tinggi antena : 36 meter, EHAAT : 127,19 meter sedangkan Radio “ TS “ FM mempunyai performa frekuensi kerja : 97 MHz, lebar pita : 194,18 KHz, ERP : 5,9 kilowatt , tinggi lokasi : 132,7 mdpl, tinggi antena : 32 meter, EHAAT : 2,8 meter. Analisa performa radio siaran dengan menggunakan applikasi radio mobile bahwa Radio “ JF “ FM mempunyai tinggi lokasi 291 m dpl dan tinggi antena : 36 meter menghasilkan Daya Pancar ERP (effective radiated power) : 6,3 kilo watt dan Effective Height Above Average Terrsin (EHAAT) : 127,19 meter, melebihi jarak jangkauan yang ditetapkan Pemerintah yaitu 12 km dan berpeluang menyebabkan interferensi kepada radio FM lainnya.Kata Kunci: Performa Radio FM, Ketinggian Antena, Pengaruh Lokasi Pemancar Radio Siaran FM, EHAAT, ERP.
ANALISIS PENGGUNAAN SKEMA WATERFILLING UNTUK PENGALOKASIAN DAYA RESOURCE BLOCK PADA OFDMA LTE KANAL DOWNLINK Muhammad Ruvaldo Dennis; Endah Budi Purnomowati; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teknologi Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) merupakan teknik akses jamak yang digunakan pada Long Term Evolution (LTE) kanal downlink. OFDMA memiliki suatu blok transmisi yang dinamakan dengan  resoure block, yang akan dialoksasikan kepada user. Diperlukannya skema pengalokasian daya resource block agar tiap resource block dapat bekerja secara optimal, sebagai contohnya skema alokasi daya waterfilling. Skema alokasi daya waterfilling mengalokasikan daya berdasarkan kondisi dari user, dimana user yang memiliki noise tinggi akan dialokasikan daya lebih tinggi dibandingkan dengan user yang memiliki nilai noise yang lebih rendah. Penelitian ini dilakukan secara simulasi dengan Matlab yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan skema alokasi daya waterfilling dibandingkan dengan skema equal power allocation (EPA) sebagai skema pengalokasian daya transmisi resource block. Parameter kinerja berdasarkan nilai BER data rate dan fairness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BER dan fairness lebih baik pada skema alokasi daya waterfilling dan nilai data rate ebih baik pada skema EPA. Kata Kunci: OFDMA, LTE, Waterfilling, Equal Power Allocation, Proportional Fair   ABSTRACT Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) technology is a multiple access technique used in the Long Term Evolution (LTE) channel downlink. OFDMA has a transmission block called resoure block, the transmission block will be assigned to the user. A scheme to allocate resource block power is needed so that each resource block can work optimally, for example the waterfilling power allocation scheme. Waterfilling power allocation scheme allocates power based on the condition of the user, where users who have high noise will be allocated higher power than users who have lower noise values. This research was conducted in simulation with Matlab which aims to determine the effect of using the waterfilling power allocation scheme compared to the equal power allocation (EPA) scheme as the transmission  power allocation of the resource blocks. Performance parameters based on BER, data rate and fairness values. The results showed that the value of BER and fairness was better in the waterfilling power allocation scheme and the value of the data rate was better in the EPA scheme. Kata Kunci: OFDMA, LTE, Waterfilling, Equal Power Allocation, Proportional Fair
ANALISIS PENGARUH FRAME RATE DAN BIT RATE VIDEO TERHADAP KINERJA VIDEO STREAMING PADA JARINGAN WLAN 802.11n Fathur Rahman; Ali Mustofa; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Video streaming merupakan teknologi telekomunikasi yang bersifat real time serta dapat menyalurkan informasi berupa audio dan video. Frame rate dan bit rate adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kulitas video streaming. Wireless Local Area Network yaitu suatu jenis jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai alat atau media transmisi data. Standar 802.11n adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz dan mampu mencapai kecepatan 300 Mbps. Dalam skripsi ini, akan diteliti pengaruh frame rate dan bit rate video streaming terhadap kinerja video streaming pada jaringan WLAN 802.11n. Parameter yang digunakan untuk menentukan Quality of Service (QoS) adalah delay end to end, packet loss, dan throughtput yang dihitung dengan pendekatan perhitungan teoritis dan pengamatan langsung menggunakan perangkat analisis jaringan (Wireshark). Kualitas performansi layanan live streaming pada jaringan Wireless Local Area Netwok 802.11n (WLAN) adalah sesuai dengan standar ITU-T G.1010 dengan nilai packet loss <5% untuk semua variasi bit rate dan frame rate dan untuk nilai delay end-to-end untuk semua variasi bit rate dan frame rate video <150 ms. Dengan nilai <150 ms maka jaringan memiliki kulitas yang baik menurut ITU-G.144. Kata Kunci – Frame rate,Bit Rate, QoS, WLAN 802.11n
RANCANG BANGUN POWER DIVIDER MIKROSTRIP UNTUK APLIKASI ANTENA TELEVISI ANALOG DAN DIGITAL PADA FREKUENSI 479 – 799 MHz Wahyu Ramadhan; Rudy Yuwono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Pada jurnal ini akan dibahas tentangperancangan dan pembuatan Wilkinson powerdivider dengan jenis saluran transmisi mikrostrip.Power divider yang dirancang memiliki satu portinput dan dua port output dengan impedansikarakteristik saluran input dan ouput sebesar 75Ω.Power divider dirancang untuk diaplikasikan padaantena penerima siaran televisi analog dan digitalterrestrial di Indonesia pada frekuensi 479 – 799MHz dengan menggunakan bahan substrat FR4(kosntanta dielektrik εr = 4,3) dan bahan konduktortembaga. Perancangan dan simulasi power dividerdilakukan menggunakan program CST MicrowaveStudio 2014. Hasil simulasi power divider padarentang frekuensi 479 – 799 MHz menunjukkannilai S11, S22, dan S33 ≤ -15 dB; nilai S21 antara-3,054 – -3,136 dB; nilai S31 antara -3,052 –-3,137 dB; dan nilai S23 dan S32 ≤ -15 dB. Hasilpengukuran power divider pada rentang frekuensi479 – 799 MHz menunjukkan nilai S11 minimumsebesar -14,38 dB. Nilai S22 minimum sebesar-14,97 dB. Nilai S33 minimum sebesar -15,17 dB.Nilai S21 minimum sebesar -3,68 dB danmaksimum sebesar -4,35 dB. Nilai S31 minimumsebesar -3,51 dB dan maksimum sebesar -4,37 dB.Nilai S23 minimum sebesar -17,12 dB.Kata Kunci: Wilkinson power divider, mikrostrip,antena televisi.
Estimasi Luas Coverage Area dan Jumlah Sel 3G pada Teknologi WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) Anindito Yusuf Wirawan; Endah Budi Purnomowati; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.912 KB)

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi seluler yang mampu memberikan layanan berupa voice dan data (internet) tentu membutuhkan maintenance di tiap tahunnya, baik berupa perawatan alat maupun penambahan jumlah BTS. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memberikan estimasi luas coverage area dan jumlah sel 3G di kota Malang dari tahun 2014 sampai 2016. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, diperoleh luas coverage area mengalami penurunan di tiap tahunnya dan berdampak pada jumlah sel di kota Malang. Dari 5 kecamatan di kota Malang, didapat penambahan 85 sel sampai tahun 2016, penambahan sel terbanyak terletak di kecamatan Klojen dengan 22 sel, sedangkan penambahan sel paling sedikit terletak di kecamatan Kedungkandang dengan 11 sel, sedangkan penurunan radius sel paling besar terletak di kecamatan Lowokwaru dengan 0,19 km dan penurunan radius sel paling kecil terletak di kecamatan Blimbing dengan 0,09 km.Kata Kunci – 3G, Coverage, Sel
Perencanaan dan Analisis Desain Jaringan Mobile Wimax 802.16e di Daerah Sub Urban (Studi Kasus di Kota Kediri) Zikrie Pramudia A.; Ali Mustofa; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.359 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan bagaimana proses perencanaan dan perancangan untuk mewujudkan jaringan internet berbasis mobile WiMax 802.16e di Kota Kediri. Perencanaan desain jaringan mobile WiMax dilakukan dengan menganalis data primer dan studi literatur untuk data sekunder serta analisis variabel data. Metode trend linier dan eksponensial digunakan untuk meramalkan jumlah pelanggan WiMax di masa mendatang. Dalam hal konfigurasinya, model WMAN dengan topologi point to point menjadi pilihan yang relevan pada penelitian ini. Dengan perhitungan diperoleh kepadatan trafik 61,52 erlang, bit rate 22,5 Mbps, pathloss 124 dBm dan radius BS 3,03km yang berjalan pada modulasi 64-QAM, jumlah base station 6 buah, Dan dari karakteristik geografis daerah sub urban seperti kota Kediri yang tergolong tipe propagasi B dapat menggunakan jenis antenna Omnidirectional sebagai pilihanya.Kata Kunci—Perancangan, Mobile WiMAX, Sub-urban, Kediri.
ANALISIS KINERJA JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) MENGGUNAKAN KABEL DROPCORE DENGAN TOPOLOGI BUS Reza Sufi Al Kamil; Unggul Wibawa; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber To The Home (FTTH) merupakan teknologi yang menghantarkan isyarat optik dari penyedia layanan ke pengguna dengan menggunakan fiber optic sebagai media transmisinya. Keuntungan menggunakan fiber optic pada pentransmisian ini adalah lebar jalur lebih besar dibandingakan dengan kabel konvensional. Fiber To The Home (FTTH) mampu memberikan layan triple play yaitu internet, telepon dan tv kabel. Jaringan FTTH memiliki batas maksimum pentransmisian yaitu 20 km agar layanan triple play dapat diterima pelanggan dengan baik. Jarak tersebut terukur mulai dari sisi penyedia layanan (Service Provider) yang terdapat pada kantor utama dan alatnya dikenal dengan Optical Line Termination (OLT). Parameter kinerja jaringan FTTH yang diamati adalah BER, SNR, Link Power Budget dan Link Rise Time. Variasi panjang kabel serat optik sejauh 1km, 1.3km, 1.5km, 1.8km dan 2km digunakan untuk menunjang perhitungan pengaruh panjang kabel serat optik terhadap parameter jaringan FTTH.Dengan variasi panjang kabel serat optik yang digunakan, jarak terjauh yaitu 2 km memiliki nilai BER yang besar yaitu 4,42073x10-11dan nilai SNR sebesar 21,6 dB. Sedangkan untuk jarak terdekekat yaitu 1 km memiliki nilai BER yang kecil yaitu 1,79511x10-12 dan nilai SNR sebesar 22 dB.Kata Kunci—Fiber To The Home, Bit Error Rate, Signal to Noise Ratio, Link Power Budget, Link Rise Time.