Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENDIDIKAN P3K DI SMK 2 GUGUAK KECAMATAN LIMAPULUH KOTA Mariza Elsi; Dalina Gusti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 1 (2020): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i1.863

Abstract

Pendidikan dini tentang kesadaran social perlu diperkenalkan disaat usia remaja, Memunculkan kesadaran social disekolah bisa dibina melalui kegiatan ekstrakulikuler,  Salah satu kegiatan ektrakulikuler yang mempunyai banyak manfaat adalah Palang Merah Remaja (PMR), siswa yang aktif dari kegiatan ini harus mempunyai bekal ilmu Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dimana P3K merupakan upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan yang harus sgra dilakukan bagi siapa saja yang berada di tempat kejadian. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk membentuk siswa peduli sosial dan meningkatkan pengetahuan tentang P3K. Metode yang digunakan  adalah dengan melakukan  DIKLATDAS (Pendidikan dan Latihan Dasar) berupa penyuluhan dan demonstrasi P3K kepada Siswa SMK 2 Guguk Kecamatan Limapuluh Kota. Hasil pengabdian ini terdapat peningkatan pengtahuan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan. faktor yang memengaruhi keberhasilan pada pelatihan ini adalah: sikap dan perilaku siswa yang kooperatif selama pelatihan dan keinginan untuk mengetahui P3K besar. Dengan adanya pelatihan ini para siswa memiliki pengetahuan dan mampu melakukan tindakan pertama pada kecelakaan yang terjadi di lingkungan sekolah. 
PENGETAHUAN DAN SIKAP NELAYAN TERHADAP PERTOLONGAN PERTAMA KEJADIAN TENGGELAM DI KELURAHAN PURUS KOTA PADANG Mariza Elsi; Dalina Gusti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i2.1209

Abstract

Tenggelam merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan kegagalan nafas akibat tertutupnya sebagian atau semua area jalan nafas sehingga menghambat pertukaran oksigen didalam tubuh.  Badan Kesehatan Dunia (WHO, 2016) melaporkan kematian tenggelam termasuk 10 penyebab utama kematian pada anak-anak dan dewasa. Data menunjukan kejadian tenggelam setiap tahunnya merenggut 372.000 jiwa. Nelayan merupakan salah satu profesi bersiko terhadap kejadian tenggelam.  Salah satu cara untuk meminimalisir jumlah korban meninggal akibat tenggelam di perairan adalah dengan mendapatkan pertolongan pertama BHD (Bantuan Hidup Dasar). Bantuan Hidup Dasar merupakan pertolongan pertama yang diberikan oleh setiap masyarakat yang berada ditempat  kejadian, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan nelayan terhadap sikap Bantuan Hidup Dasar yang diberikan kepada korban tenggelam. Jenis penelitian berupa kuantitatif menggunakan pendekatan Cross Sectional, dilakukan pada  Januari 2020. Jumlah sampel 41 responden, teknik pengambilan sampel Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian diolah menggunakan SPSS. Hasil penelitian terdapat adanya  hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap nelayan terhadap pertolongan pertama BHD dengan nilai p value = 0,000 < 0,05. koefesien korelasi kedua variabl mnggunakan rumus kendall’tau-b diperoleh nilai 0,601 dan 0,510 dengan artian korelasi  tergolong cukup kuat dan dimaknai semakin baik pengetahuan dan sikap nelayan maka semakin baik pula penanganan pertolongan pertama pada nelayan yang mengalami tenggelam.Kata kunci : Bantuan hidup dasar; nelayan 
KEYAKINAN MASYARAKAT TERHADAP PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 DI KOTA PADANG Mariza Elsi; Dalina Gusti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1273

Abstract

 Vaksin sudah dilakukan diberbagai kalangan namun masih terdapat banyak pro dan kontra pada masyarakat untuk melakukan vaksinisasi covid-19 Terdapat banyak pendapat tokoh masyakarat yang berbeda-beda sehingga masyarakat semakin bingung menentukan pilihan untuk melakukan vaksin covid-19 atau tidak. Penelitianan ini bertujuan untuk melihat keyakinan masyarakat terhadap pemberian vaksin Covid 19 di Kota Padang serta dapat tergambar sikap  positif ataupun negatif terhadap penerimaan vaksin tersbut oleh masyarakat. Metode Jenis penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan populasi semua masyarakat kota Padang yang masuk kedalam kategori usia dewasa awal sampai lansia. teknik pengambilan sampel dengan Snowball Sampling, instrument pengumpulan menggunakan questioner online berupa google form yang disebarkan kepada masyarakat yang terpilih sebagai sampel. Hasil Survei daring dari tanggal 24 Juli sampai 24  Agustus 2021 Terdapat 170 responden tersebar di 11  Kecamatan di Kota Padang. Sebagian besar yaitu sebanyak 42% responden berada di Kecamatan Koto Tangah, 16,7% berada di kecamatan Nanggalo. Hasil penelitian 49.7% belum melakukan vaksin dengan berbagai alasan sebanyak 35,9% responden mengatakan takut karena efek samping vaksin dan sebanyak 34% mengatakan tidak yakin keamanannya, 42% diantaranya belum memutuskan apakah berencana untuk di vaksin atau tidak dan masih ada 18,3% berencana untuk tidak divaksin.
EFEKTIFITAS KONSELING PREHOSPITAL CARE MANAJEMAN PADA MASALAH GAWAT DARURAT PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURANJI TAHUN 2021 Sari Setiarini; Dalina Gusti; Nicen Suherlin
Menara Ilmu Vol 16, No 1 (2022): VOL. XVI NO. 1 JULI 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i1.3424

Abstract

Indonesia menjadi negara ketiga di Asia di bawah Tiongkok dan India dengan 38.297 total kematian akibat kecelakaan lalu lintas di tahun 2015 ( Nasional.Republika. 2 Mei 2017). Data WHO (2013) menyebutkan dalam dua tahun terakhir kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi pembunuh ke tiga setelah penyakit jantung koroner dan tuberculosis. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama 2017 tercatat 538 jiwa (60%). Prehospital care sebagai bentuk pelayanan Emergency Medical Service (EMS). Karena peranan prehospital care sebagai bagian dari EMS ini sangat penting dalam mengurangi angka morbiditas dan mortalitas korban kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas konseling prehospital care manajement kegawat daruratan di wilayah kerja Puskesmas Kuranji Tahun 2021. Penelitian yang dilakukan Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experiment dengan pendekatan Two Group Pretes and Posttes design. Penelitian ini dilakukan kepada masyarakat yang tinggal di di wilayah kerja Puskesmas Kuranji Tahun 2021 dengan jumlah 20 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji non parametric (uji Wilcoxon) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh konseling terhadap peningkatan pengetahuan responden sebelum dan sesudah di lakukan konseling tentang pre-hospital care manajemen di wilayah kerja Puskesmas Kuranji. Dari hasil uji Wilcoxon didapatkan bahwa mean rank pengetahuan respon tentang prehospital care manajemen sebelum dan sesudah di lakukan konseling yaitu 5.00. Berdasarkan hasil uji statistic di dapatkan nilai P value=0,020 (P < 0,05 ) Kata kunci : Konseling, Prehospital care manajemen, kegawatdaruratan
Efektifitas Asuhan Keperawatan Keluarga Terhadap Tingkat Kemandirian Keluarga Mengatasi Masalah Stanting Pada Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Surungan Padang Panjang Dalina Gusti; Mariza Elsi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 JANUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4116

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang harus ditangani secara serius. Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar. Balita/baduta yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, anak  lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat berisiko  menurunnya tingkat produktivitas. Anak pendek yang terjadi di Indonesia sebenarnya tidak hanya dialami oleh rumah tangga/keluarga yang miskin dan kurang mampu, karena stunting juga dialami oleh rumah tangga/keluarga yang tidak miskin/yang berada di atas 40% tingkat kesejahteraan social dan ekonomi. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, yang merupakan entry point dalam upaya mencapai kesehatan masyarakat secara optimal. Dalam upaya meningkatkan kemampuan keluarga melaksanakan fungsi perawatan kesehatan keluarga di rumah, maka penting bagi keluarga untuk memahami dan melaksanakan lima tugas kesehatan keluarga. .Tujuan Penelitian dilakukan untuk Mengetahui efektifitas pemberian asuhan keperawatan  keluarga terhadap kemandirian keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan Stunting pada anak.. Desain yang digunakan adalah kuasi eksprimen one group pretest-posttest design Penelitian dilakukan wilayah kerja Puskesmas Bukit Suruangan Padang panjang Timur.  Sampel dalam penelitian adalah sebanyak 50 keluarga, Analisa data pada penelitian ini bersifat univariat dan bivariat (uji T dependen).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan pemberian asuhan keperawatan keluarga terhadap tingkat kemandirian keluarga dalam mengatasi stunting pada anak di keluarga (p value = 0,000). Penting sekali perawat Puskesmas melakukan asuhan keperawatan pada keluarga dalam bentuk kunjungan rumah guna membantu keluarga mengatasi masalah kesehatan yang ada di keluarga sehingga status kesehatan keluarga dapat meningkat. Keyword:                 stunting, asuhan keperawatan, keluarga , kemandirian 
EFEKTIVITAS KONSELING DENGAN TEKNIK WANTS,DOING, EVALUATION, PLANNING (WDEP) DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN IBU HAMIL UNTUK MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR DINGIN PADANG Gusti, Dalina; Syaflindawati, Syaflindawati
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.3017

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang bayi, namun masih banyak ibu hamil yang kurang siap untuk menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling dengan teknik WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning) dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil untuk memberikan ASI eksklusif. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Air Dingin Padang dengan sampel sebanyak 37 ibu hamil. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kesiapan ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan (15,1%), sikap (25,1%), keterampilan (20,0%), dan total kesiapan (19,0%) setelah konseling dengan teknik WDEP. Uji statistik menunjukkan nilai p < 0,001, yang mengindikasikan bahwa konseling menggunakan teknik WDEP efektif dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil untuk memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar teknik WDEP diterapkan secara lebih luas dalam program konseling ibu hamil untuk mendukung pemberian ASI eksklusif, terutama di wilayah dengan angka ASI eksklusif yang rendah.Kata Kunci: Konseling, Teknik WDEP, Kesiapan, ASI Eksklusif, Ibu Hamil
PROMOSI ASI EKSLUSIF MEMAKAI METODE KONSELING DENGAN PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA IBU MENYUSUI Dalina Gusti; Hafni Bachtiar; Masrul Masrul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i1.81

Abstract

Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi yaitu 3 1.04/1000 kelahiran hidup, penyebabnya adalah infeksi, diare, dan penyakit saluran pencernaanyang berkaitan dengan gizi kurang karena bayitidak mendapatkan ASI ekslusif. DiIndonesia bayi mendapatkanASI ekslusif baru 1 4 %,target 80%, karena kurangnya pengetahuan dan sikap ibu tentang ASI ekslusif. Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap dilakukan promosi kesehatan diantaranya dengan metode konseling dan penyuluhan. Tujuan penelitan ini adalah untuk melihat perbedaan pengetahuan dan sikap responden tentang ASI ekslusif sebelum dan sesudah promosi ASI ekslusif memakai metode konseling dengan penyuluhan.Jenis penelitian ini adalah eksperimen menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan Quasi Eksperimental bentuk Non Equivalent Control Group pre test-post test, subjek dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok konseling dan kelompok penyuluhan. Analisa dilakukan dengan pairedt-test dan independent t-test. Hasilpenelitian terjadi peningkatanpengetahuan dan sikap responden setelah diberi konseling ASI. Selisih rata - rata pengetahuan dan sikap lebih tinggi kelompok konseling dari kelompok penyuluhan. Dari Hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap setelah diberi perlakuan konseling dan penyuluhan.. Metode konseling merupakan metode yang lebih baik dari penyuluhan. Diharapkanpetugas kesehatan lebih meningkatkan lagi promosiASI ekslusif khusus dengan metode konseling dan pembentukankonselor ASI.
SKRINING DAN KONSELING PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG PANJANG BARAT Elsi, Mariza; Gusti, Dalina; Ariani, Fitria
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1601

Abstract

Keberhasilan tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Peran keluarga utamanya orangtua sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pengertian. Skrining dini dapat dilakukan oleh kader kesehatan melalui program posyandu yang dibentuk oleh Pusksmas. PKM telah dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2022 jam 08.00 – 10.30 di Kantor Kelurahan Balai-balai Padang Panjang Barat.  Kegiatan skrining dan konseling  diberikan kepada 18 orang tua yang memiliki anak usia pra sekolah, Karakteristik responden dikategorikan berdasarkan usia. sebagian besar berusia dewasa sebanyak 16 responden (88,9%). Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengtahuan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi terlihat peningkatan nilai rata-rata antara sebelum dan setelah diberikan pemahaman yaitu dari 7,22 menjadi 11,44. Hal ini berdampak terhadap hasil screening pertumbuhan dan perkembangan anak usia prasekolah di Kelurahan Balai-balai Padang Panjang Barat. Hasil skrining pada anak usia prasekolah didapatkan 100% anak memiliki pertumbuhan sesuai dengan tingkat usia.Kata Kunci : Skrining, Perkembangan, anak
Sosialisasi kesehatan mental tentang perundungan kekerasan seksual dan perilaku intoleransi pada remaja Elsi, Mariza; Setiarini, Sari; Gusti, Dalina
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1715

Abstract

Background: Violence in schools, including sexual violence, bullying, and intolerance, remains a serious problem that threatens the well-being of students. This is particularly concerning because it contrasts with the general perception that schools are safe environments free from crime because they are filled with educated individuals. Data from the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) and the Federation of Indonesian Teachers' Unions (FSGI) in 2023 showed that the most common forms of violence experienced by students were physical violence (55.5%), verbal violence (29.3%), and psychological violence (15.2%). Purpose: To increase junior high school students' knowledge and awareness of the dangers of bullying, sexual violence, and intolerance in an effort to build positive character within the school environment. Method: This activity was held at SMP 16 Padang City in October 2025. The counseling session was attended by 67 seventh-grade students. The activity consisted of an interactive presentation using visual media that directly involved students. The questionnaire consisted of 15 questions, divided into two sections: 10 knowledge questions to measure students' understanding of the definition of violence, its types, and how to prevent and handle it. These questions were in multiple-choice and short-answer format. 5 behavioral questions aimed to measure changes in students' attitudes and behaviors after receiving the counseling, such as whether they felt more confident reporting violence they experienced or witnessed. These behavioral questions used a Likert scale (agree/disagree). Results: The average knowledge score before the counseling session was 59.6, with a range of 32-87. After receiving counseling on bullying, sexual violence, and intolerance, the average knowledge score increased to 86.0, with a range of 72-100. Conclusion: Through interactive outreach activities, participants more easily understand that bullying, sexual violence, and intolerance are behaviors that negatively impact mental health, for both victims and perpetrators. Students also become more able to assertively reject violence, respect differences, and report to authorities if actions threaten their own safety or the safety of others. Suggestion: It is hoped that sustainable programs related to violence prevention can be developed, involving an anti-violence task force team from all parties, including teachers, students, and school counselors. It is also hoped that regular activities in the form of anti-violence outreach or campaigns will be held, at least once a semester, so that the messages conveyed remain ingrained in students. Keywords: Bullying; Mental health; Prevention; School environment; Student behavior Pendahuluan: Kekerasan di lingkungan sekolah diantaranya kekerasan seksual, perundungan (bullying) dan intoleransi masih menjadi permasalahan serius yang mengancam kesejahteraan siswa di lingkungan sekolah. Hal ini di rasa miris karena kontras dengan pandangan umum bahwa sekolah merupakan lingkungan aman dari tindak kejahatan karena dipenuhi orang-orang terdidik. Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) tahun 2023 menunjukkan bahwa bentuk kekerasan yang paling sering dialami siswa adalah kekerasan fisik (55.5%), verbal (29.3%), dan psikologis (15.2%). Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMP mengenai bahaya perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi dalam upaya membangun karakter positif di lingkungan sekolah. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di SMP 16 Kota Padang pada bulan Oktober 2025. Jumlah peserta penyuluhan sebanyak 67 peserta terdiri dari siswa kelas VII. Kegiatan berupa presentasi interaktif menggunakan media visual yang melibatkan siswa secara langsung. Instrumen berupa kuesioner terdiri dari 15 pertanyaan, yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu pertanyaan pengetahuan (10 pertanyaan) untuk mengukur pemahaman siswa mengenai pengertian kekerasan, jenis-jenis kekerasan, serta cara pencegahan dan penanganannya. Pertanyaan-pertanyaan ini berbentuk pilihan ganda dan isian singkat. Kemudian pertanyaan perilaku (5 pertanyaan), bertujuan untuk mengukur perubahan sikap dan perilaku siswa setelah mendapatkan penyuluhan, seperti apakah mereka merasa lebih percaya diri untuk melaporkan kekerasan yang mereka alami atau saksikan. Pertanyaan perilaku ini menggunakan skala Likert (setuju/tidak setuju). Hasil: Menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan yaitu sebesar 59.6 dengan rentang nilai 32-87. Setelah diberikan penyuluhan perundungan kekerasan seksual dan Intoleransi nilai rata-rata pengetahuan responden meningkat menjadi sebesar 86.0 dengan rentang nilai 72-100. Simpulan: Melalui kegiatan penyuluhan yang interaktif, peserta lebih mudah memahami bahwa perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi merupakan perilaku yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental, baik bagi korban maupun pelaku. Siswa juga menjadi lebih mampu untuk bersikap tegas menolak kekerasan, menghargai perbedaan, dan melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi tindakan yang mengancam keselamatan diri atau orang lain. Saran: Diharapkan dapat mengembangkan program berkelanjutan terkait pencegahan kekerasan, dengan melibatkan tim satuan tugas anti-kekerasan dari semua pihak antara guru, siswa, dan konselor sekolah. Diharapkan juga, adanya kegiatan rutin berupa penyuluhan atau kampanye anti-kekerasan, minimal setiap semester, agar pesan yang disampaikan tetap tertanam dalam diri siswa.