Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Komparatif Agregat Halus Pasirmalati dan Cimalaka pada Beton Normal Berdasarkan Karakteristik Material dan Kuat Tekan Muhammad Rafi Perana; Tira Roesdiana
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i2.212

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kekuatan tekan tinggi serta mudah diaplikasikan dalam berbagai pekerjaan. Salah satu faktor yang memengaruhi mutu beton adalah karakteristik agregat halus yang digunakan. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik fisik pasir Pasirmalati dan pasir Cimalaka, menganalisis pengaruhnya terhadap kuat tekan beton, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai agregat halus pada beton struktural. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium melalui pengujian sifat material yang meliputi kadar lumpur, kandungan zat organik, dan berat jenis agregat, serta pengujian kuat tekan beton pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Perencanaan campuran beton mengacu pada SNI 03-2834-2000 dengan mutu rencana 25 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir Malati memiliki kadar lumpur sebesar 8,70%, kandungan zat organik 0–10%, dan berat jenis 2,18. Sementara itu, pasir Cimalaka memiliki kadar lumpur 4%, kandungan zat organik 10–20%, dan berat jenis 2,51. Pada umur 28 hari, beton yang menggunakan pasir Malati menghasilkan kuat tekan rata-rata 21,986 MPa, sedangkan beton dengan pasir Cimalaka mencapai 25,289 MPa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pasir Cimalaka memenuhi mutu rencana sehingga layak digunakan sebagai agregat halus pada beton struktural. Sebaliknya, pasir Malati belum mencapai mutu yang ditetapkan sehingga belum dapat direkomendasikan sebagai alternatif pengganti agregat halus.
Mechanical Performance of Mortar with Partial Replacement of Cement by Laterite Stone Powder Moh Hari Febriana Gani; Bachtiar Aidulghani; Agung Pangestu; Tira Roesdiana
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 7 No. 2 (2025): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v7i2.223

Abstract

Background: Cement is a key component in mortar production due to its calcium-rich composition, which plays an essential role in pozzolanic reactions. However, the extensive use of cement contributes to high carbon emissions and limestone exploitation. The incorporation of laterite stone powder as a partial cement replacement offers a potential alternative to enhance mortar performance while promoting sustainable construction practices. Aims: This study aims to evaluate the effect of laterite stone powder as a partial substitute for cement on the compressive strength and density of mortar. Methods: A quantitative experimental approach was employed through laboratory testing. Laterite stone powder passing a 200-mesh sieve was used as a partial cement replacement at substitution levels ranging from 0% to 10% by weight of cement. The mortar mixture was prepared with a cement-to-sand ratio of 1:3 and a water–cement ratio of 0.5. Compressive strength and density tests were conducted on 50 mm × 50 mm × 50 mm cube specimens at curing ages of 7, 14, 21, and 28 days. Result: The results showed that the highest compressive strength, reaching 20.33 MPa, was obtained at a 3% laterite stone powder substitution after 28 days of curing. Substitution levels exceeding 3% resulted in a gradual decrease in compressive strength, indicating a reduction in mortar performance at higher replacement ratios. Conclusion: The study concludes that laterite stone powder can be effectively utilized as a partial cement replacement in mortar at an optimum level of 3%. This substitution not only improves compressive strength but also contributes to sustainable construction by reducing cement consumption and minimizing limestone exploitation in Indonesia.
Meningkatkan Kekuatan Tarik Bambu Melalui Durasi Pengawetan Bambu Noverma Noverma; Oktavi Elok Hapsari; Yusrianti Yusrianti; Tira Roesdiana
Jurnal Teknik Sipil Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v22i1.10019

Abstract

Bamboo is a potential alternative material to replace wood and steel, offering several advantages such as favorable physical and mechanical properties, lightweight characteristics, high moisture tolerance, elasticity, and a significantly shorter growth cycle compared to wood. However, bamboo also has notable disadvantages, including low natural durability and vulnerability to powder-post beetle attacks. To address these issues, preservation treatments are recommended prior to use, although the type and duration of treatment may influence the physical and mechanical properties of bamboo, thereby affecting its quality. This study aims to determine the optimal treatment duration to enhance the tensile strength of bamboo through a simple and environmentally friendly preservation method, namely immersion in either freshwater or saltwater for varying durations (1 × 24 hours, 3 × 24 hours, and 14 × 24 hours), followed by tensile strength testing. The results indicated that the highest tensile strength was obtained with a treatment duration of 3 × 24 hours, with treated specimens exhibiting an increase in tensile strength ranging from approximately 10% to 30% compared to untreated samples. Furthermore, bamboo treated with saltwater demonstrated higher tensile strength than that treated with freshwater, suggesting that both treatment duration and type of preservative significantly affect tensile performance. It can be concluded that inappropriate treatment durations—either too short or too long—may lead to suboptimal tensile strength in bamboo.
Analisa Perbandingan Kuat Tekan Beton dengan MenggunakanAgregat Halus Cimalaka (Sumedang) dan Agregat Halus Merapi (Klaten) Riyandi, Riyandi; Tira Roesdiana
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 25 No 1 (2026): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol25no1.832

Abstract

Beton menjadi pilihan utama dalam proyek konstruksi karena ketersediaan material penyusunnya dan kapasitas tekan yang tinggi. Meski demikian, tingkat mutu beton tidak terlepas dari pengaruh sifat fisis agregat halus yang digunakan. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh pasir Cimalaka (Sumedang) dan pasir Merapi (Klaten) terhadap kekuatan tekan beton normal dengan target mutu 25 MPa. Prosedur penelitian dilakukan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), dimulai dari pengujian karakteristik agregat halus yang meliputi analisis gradasi, berat jenis, kadar lumpur, dan kadar organik, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan campuran beton, uji slump, serta pengujian kuat tekan. Pengujian menggunakan spesimen silinder berukuran 15 × 30 cm sebanyak 24 sampel, dengan masing-masing variasi agregat halus terdiri atas 12 spesimen. Pengamatan kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil olah data mengindikasikan bahwa pasir Merapi menghasilkan kuat tekan lebih tinggi dibandingkan pasir Cimalaka pada seluruh umur pengujian. Pada umur 28 hari, beton dengan pasir Merapi mencapai 28,97 MPa, sedangkan beton dengan pasir Cimalaka mencapai 25,57 MPa. Meskipun menghasilkan kuat tekan yang lebih rendah, pasir Cimalaka tetap layak digunakan sebagai agregat halus karena masih memenuhi target mutu beton normal sebesar 25 MPa.
Structural Analysis of Reinforced Concrete Employee Dormitory on Soft Soil in Indramayu Niken Adesti; Tira Roesdiana
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 2 (2026): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i2.18004

Abstract

Employee dormitory buildings located in industrial areas require structural systems capable of resisting both gravity and seismic loads, particularly when constructed on soft soil that may amplify earthquake effects. This study aimed to evaluate the structural performance of a four-story reinforced concrete employee dormitory in Indramayu, Indonesia, under dead, live, and seismic loading in accordance with SNI 2847:2019 and SNI 1726:2019. A quantitative research design employing numerical simulation was adopted using ETABS software. Structural performance was assessed through the equivalent static seismic analysis by examining the natural period, base shear, inter-story drift, and reinforcement detailing of the reinforced concrete Special Moment Resisting Frame (SMRF). The analysis indicated that the calculated natural period satisfied the code requirements, the seismic base shear was appropriately distributed, and all inter-story drift values remained below the allowable limits. Furthermore, the column reinforcement detailing fulfilled the seismic ductility requirements specified in the Indonesian standards. These findings demonstrate that the proposed structural system provides adequate strength, stiffness, and stability for buildings constructed on soft soil. The study provides practical guidance for designing earthquake-resistant reinforced concrete buildings in soft-soil regions and contributes to improving structural safety in industrial residential facilities.
Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton dengan Menggunakan Agregat Halus Cipancur (Kuningan) dan Cimalaka (Sumedang) Randy Umam Rahmawan; Tira Roesdiana
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i2.177

Abstract

Sebagai salah satu penyusun utama beton, agregat halus berkontribusi penting terhadap kualitas dan kekuatan tekan beton. Perbedaan karakteristik agregat halus dari berbagai sumber dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kinerja beton yang dihasilkan. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis perbandingan karakteristik agregat halus pasir Cipancur dan pasir Cimalaka serta pengaruhnya terhadap kekuatan tekan beton pada mutu rencana 25 MPa. Metode yang diterapkan adalah eksperimen laboratorium melalui pengujian material yang meliputi gradasi, kadar lumpur, berat jenis, penyerapan air, dan kandungan zat organik, serta pengujian kekuatan tekan beton pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis pasir memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam SNI sebagai bahan penyusun beton. Distribusi gradasi yang lebih baik serta tingkat kebersihan material yang tinggi pada pasir Cipancur, dengan kadar lumpur 3,77% dan tanpa kandungan zat organik, berkontribusi terhadap pencapaian kekuatan tekan tertinggi sebesar 25,855 MPa. Sebaliknya, pasir Cimalaka menghasilkan kekuatan tekan sebesar 25,289 MPa dan masih memenuhi mutu rencana, meskipun memiliki kandungan lumpur dan zat organik yang lebih tinggi, yang dikompensasi oleh berat jenis sebesar 2,51. Pasir Cipancur dan pasir Cimalaka sama-sama mampu menghasilkan kuat tekan beton yang memenuhi mutu rencana 25 Mpa, dengan selisish kuat tekan yang relatif kecil berdasarkan temuan penelitian.
Studi Komparatif Agregat Halus Pasirmalati dan Cimalaka pada Beton Normal Berdasarkan Karakteristik Material dan Kuat Tekan Muhammad Rafi Perdana; Tira Roesdiana
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i2.212

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kekuatan tekan tinggi serta mudah diaplikasikan dalam berbagai pekerjaan. Salah satu faktor yang memengaruhi mutu beton adalah karakteristik agregat halus yang digunakan. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik fisik pasir Pasirmalati dan pasir Cimalaka, menganalisis pengaruhnya terhadap kuat tekan beton, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai agregat halus pada beton struktural. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium melalui pengujian sifat material yang meliputi kadar lumpur, kandungan zat organik, dan berat jenis agregat, serta pengujian kuat tekan beton pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Perencanaan campuran beton mengacu pada SNI 03-2834-2000 dengan mutu rencana 25 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir Malati memiliki kadar lumpur sebesar 8,70%, kandungan zat organik 0–10%, dan berat jenis 2,18. Sementara itu, pasir Cimalaka memiliki kadar lumpur 4%, kandungan zat organik 10–20%, dan berat jenis 2,51. Pada umur 28 hari, beton yang menggunakan pasir Malati menghasilkan kuat tekan rata-rata 21,986 MPa, sedangkan beton dengan pasir Cimalaka mencapai 25,289 MPa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pasir Cimalaka memenuhi mutu rencana sehingga layak digunakan sebagai agregat halus pada beton struktural. Sebaliknya, pasir Malati belum mencapai mutu yang ditetapkan sehingga belum dapat direkomendasikan sebagai alternatif pengganti agregat halus.