Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PIONIR

PENGARUH JENIS MEDIA SERBUK KAYU DAN PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS Elfin Efendi, Surya Fajri, Safruddin, Erwin Saputra
JURNAL PIONIR Vol 8, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i1.2508

Abstract

ABSTRAKJamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur kayu yang mempunyai prospek baik untuk dikembangkan sebagai diversifikasih bahan pangan serta kandungan gizinya setara dengan daging dan ikan. Jamur tiram putih dilihat dari segi bisnis menguntungkan karena harganya cukup tinggi, per kilogram bisa mencapai sepuluh ribu rupiah bahkan bisa lebih. Permintaan pasar lokal dan ekspor terbuka lebar, waktu panen nya singkat 1-3 bulan, bahan baku mudah di dapat, dan tidak membutuhkan bahan yang luas, oleh karena itu jenis jamur ini mulai banyak dibudidayakan Penelitian ini dilaksanakan di Desa Air Genting, Dusun II, Air Batu, Kabupaten Asahan, Propinsi Sumatra Utara dengan elevasi ± 20 m dpl, dengan jarak lokasi penelitian sekitar 10 km dari Universitas Asahan, tipe iklim C (oldemen).  Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 dan berakhir pada bulan Maret 2022.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yang diteliti. Faktor I : jenis media yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : M1 = serbuk gergaji kayu karet, M2 = serbuk gergaji kayu durian, M3 = kombinasi serbuk gergaji kayu karet dan durian. Faktor II : air cucian beras yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : B0 = kontrol, B1 = 100 ml air cucian beras /  baglog, B2 = 200 ml air cucian beras / baglog, B3 = 300 ml air cucian beras / baglog. Jenis media berpengaruh nyata terhadap peubah amatan lama pertumbuhan miselium hingga 44.33 (hari) dan, jumlah badan buah pertanaman sampel hingga 45,25 (buah) dan tidak berpengaruh nyata terhadap peubah amatan, diameter  tubuh buah (cm), berat tubuh buah pertanaman sampel (g), dan berat tubuh buah perplot (kg).Pemberian air cucian beras dengan pemberian 200 ml/baglog (B2) berpengaruh nyata terhadap peubah amatan lama pertumbuhan miselium hingga  43.22 (hari)  dan, jumlah badan buah pertanaman sampel dengan dosis 200 ml/baglog (B2) menghasilkan (39,50) jumlah badan buah pertanaman sampel  (buah) dan tidak berpengaruh nyata terhadap peubah amatan, diameter  tubuh buah (cm), berat tubuh buah pertanaman sampel (g), dan berat tubuh buah perplot (kg) Interaksi antara jenis media serbuk kayu (M) dan  pemberian air cucian beras (B) tidak berpengaruh nyata terhadap peubah amatan lama pertumbuhan miselium (hari), jumlah badan buah (buah), diameter  tubuh buah (cm), berat tubuh buah pertanaman sampel (g), dan berat tubuh buah perplot (kg).Kata kunci : Jenis Media Serbuk Kayu, Air Cucian Beras, (Pleurotus ostreatus
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCHOY POPEYE (Brassica rapa L,) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK JAGO TANI DAN ZPT HANTU PADA MODEL BUDIDAYA HIDROPONIK SISTEM WICK Elfin Efendi ,
JURNAL PIONIR Vol 8, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i2.2804

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Asahan dengan topograpi datar berada pada ketinggian ± 22 m di atas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Pebruari sampai dengan April 2022.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan.  Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk NPK Jagotani dengan 3 taraf yaitu: N0 = 0 ppm, N1 = 750 ppm dan N2 = 1.500 ppm.  Faktor kedua adalah konsentrasi ZPT HANTU dengan 3 taraf yaitu H0 = 0 ppm, H1 = 750 ppm dan H2 = 1.500 ppm.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK Jagotani terbaik diperoleh pada konsentrasi 1.500 ppm (N2), pada umur 4 minggu setelah tanam menghasilkan tinggi tanaman 17,12 cm, jumlah daun 14,44 helai, produksi per tanaman 89,50 g dan produksi per plot 536,67 g. Pemberian ZPT HANTU terbaik diperoleh pada konsentrasi 1.500 ppm (H2), pada umur 4 minggu setelah tanam menghasilkan tinggi tanaman 16,87 cm, jumlah daun 14,56 helai, produksi per tanaman 89,69 g dan produksi per plot 537,39 g.  Interaksi pemberian pupuk NPK Jagotani dan ZPT HANTU menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.