Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

THE ANALYSIS OF STUDENTS’ WRITING ABILITY IN A NARRATIVE TEXT AT SENIOR HIGH SCHOOL 3 BUKITTINGGI Fauziatul Fitriani; Saunir Saun; Muhammad Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 3, No 1 (2014): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.365 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v3i1.4369

Abstract

ABSTRAK Kemampuan siswa kelas X SMA N 3 Bukittinggi dalam menulis tergolong masih rendah. Hal tersebut dilihat dari analisis nilai siswa dari tiga rater. Rendahnya nilai siswa dalam menulis disebabkan karena kurang nya pengetahuan siswa terhadap aspek –aspek yang perlu diperhatikan dalam menulis seperti compenent, organization, vocabulary, language use, mechanic. Dalam kesempatan ini penulis menganalisis nilai siswa melalui naratif teks. Penelitian ini berteujuan unutuk mengetahui sejauh mana siswa memahami setiap aspek penulisan sehingga siswa mendapatkan nilai yang jauh lebih memuaskan untuk penulisan selanjutnya, setelah mngetahui kamampuan siswa dan guru bisa melihat dibagian asapek mana yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas  X IPS yang berjumlah 147 orang dan sample dari penelitian ini sebanyak 23 orang. Pengumpulan data diambil dari tes menulis teks naratif. Data dari penelitian ini berupa nilai writing test siswa dari kelompok sampel. Ditemukan hasil penelitian ini mengemukakan nilai yang didapatkan oleh siwa dalam aspek content sebanyak 68,79 dengan kualifikasi baik. Organization sebanyak 78,04 dengan kualifikasi baik, vocabulary sebanyak 76,73 dengan kualifikasi baik, language use sebanyak 62,08 dengan kualifikasi rata-rata sedangkan  mechanic 50,43 dengan kualifikasi rendah.   Kata Kunci:  Kemapuan menulis, narrative text.
TEACHING WRITING A DESCRIPTIVE TEXT BY USING TOOTHPICK GAME TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Gita Yolanda; Muhammad Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 3, No 1 (2014): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.782 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v3i1.4302

Abstract

Abstrak Penulisan makalah ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan toothpick game sebagai salah satu kegiatan yang menarik dalam menulis sebuah descriptive text yang difokuskan pada siswa kelas 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada umumnya kesulitan dalam membuat sebuah descriptive text. Siswa seringkali kesulitan menciptakan ide tentang topik yang diberikan. Kurangnya kreatifitas dalam pengajaran menulis descriptive text, menjadi penyebab lain menulis kurang begitu menarik bagi siswa. Toothpick game merupakan salah satu permainan yang diaplikasikan dalam pengajaran menulis teks deskriptif di kelas untuk mempermudah siswa untuk menemukan ide-ide dalam mendeskripsikan suatu topik. Toothpick game dilengkapi dengan gambar-gambar yang menarik dan beberapa tusuk gigi sehingga siswa akan termotivasi untuk menulis. Dalam permainan ini siswa berlomba dalam menulis kalimat yang menggambarkan tentang bagian gambar yang disentuh oleh tusuk gigi. Didalam melakukan permainan ini siswa melakukan secara berkelompok. Permainan ini digunakan dalam kegiatan whilst-teaching activity. Dengan menggunakan permainan ini diharapkan siswa mampu menulis teks deskriptif dengan baik dan benar. Kata Kunci: pengajaran menulis, teks deskriptif, pengajaran di SMP, toothpick game
TEACHING VOCABULARY TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS THROUGH SNAKE -WORD GAME Delmayanti Delmayanti; Muhammad Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 3 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.186 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i3.1758

Abstract

Snake Word Game is a chain word game that teacher writes a letter, after that the firs student must write a word with that letter. The following student writes a word beginning with the last letter of previous word. Snake Word Game expected to help teacher in teaching English vocabulary and make students easier to memorize some vocabularies. ABSTRAK Snake word Game adalah sebuah permainan kata berantai yang mana guru menulis huruf,   kemudian siswa pertama harus menulis kata yang awalnya harus sama dengan kata yang di tulis guru. Siswa selanjutnya menulis kata yang awal katanya dimulai dari huruf akhir kata sebelumnya. Snake word game diharapkan  membantu guru dalam mengajar kosa kata bahasa Inggris dan membuat siswa mengingat kosa kata dengan lebih mudah. Permainan ini membutuhkan kerja sama kelompok.
USING THE WWH (WHAT-WHY-HOW) STRATEGY IN TEACHING WRITING AN ANALYTICAL EXPOSITION TEXT TO SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Rani Rumanda; Muhammad Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 3, No 1 (2014): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.415 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v3i1.4368

Abstract

Abstrak Paper ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas XI pada Sekolah Menengah Atas dalam menulis teks yang berbentuk analytical exposition dengan menggunakan strategi WWH (What-Why-How). Dalam mengimplementasikan strategi WWH, guru menggunakan sebuah tabel yang terdiri dari tiga kolom untuk mempermudah siswa dalam mengembangkan teks analytical exposition. Penggunaan strategi ini terbagi dalam beberapa tahap. Pertama siswa diminta untuk membuat sebuah tabel yang terdiri dari tiga kolom. Kolom pertama dinamakan What, kolom kedua dinamakan Why dan kolom terakhir dinamakan How. Selanjutnya, guru menjelaskan maksud dan memberikan contoh dari setiap kolom, agar siswa mengerti apa yang akan dikerjakan pada setiap kolom tersebut. Penerapan strategi WWH memiliki tiga keunggulan utama. Pertama, strategi WWH membantu siswa mengembangkan ide-ide siswa menjadi sebuah teks analytical exposition. Kedua, strategi WWH juga membantu siswa membuat teks analytical exposition tersusun dengan baik. Disamping itu, dengan menggunakan strategi WWH dapat membantu guru dalam mempermudah pengajaran menulis teks analytical exposition. Oleh karena itu, strategi WWH sangat sesuai diterapkan dalam pengajaran menulis teks analytical exposition di SMA. Kata Kunci: Strategi WWH (What-Why-How), teks analytical exposition, kemampuan menulis.
TEACHING WRITING A NARRATIVE TEXT TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS BY USING PROBABLE PASSAGE STRATEGY Masvani Marulafau; Muhammad Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 3 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.253 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i3.2364

Abstract

AbstrakMakalah ini bertujuan untuk memperkenalkan cara pengajaran writing narrative text dengan menggunakan probable passage strategy. Strategi probable passage merupakan cara yang komunikatif dalam pengajaran writing. Seorang guru membimbing siswa untuk memulai menulis teks naratif dengan memperkenalkan beberapa kosa kata inti yang terdiri dari kata kerja, kata sifat, tokoh, latar, masalah, penyelesaian masalah, dan akhir cerita. Guru menjelaskan setiap kata kunci yang diberikan, baik itu arti kata maupun penggunaannya dalam kalimat. Guru juga perlu mengelompokkan beberapa kata yang bisa digunakan dalam satu kalimat, seperti yang ada dalam teks naratif sebenarnya. Berdasarkan kata kunci tesebut, siswa mencoba menulis sebuah teks naratif berdasarkan apa yang mereka pahami dari kata kunci yang diberikan oleh guru. Dengan menggunakan strategi probable passage, siswa akan lebih mudah untuk menulis sebuah teks naratif.
USING MULTIMEDIA STORYBOARD IN TEACHING WRITING A DESCRIPTIVE TEXT Idolla Anastasia; Muhammad Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 2 (2013): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1803.19 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i2.1735

Abstract

This article is written to explain a teaching medium along with the selecting of the teaching writing a descriptive text material for junior high school students through using multimedia storyboard. Multimedia is a combination of some media like video/audio, animation, hyperlink, sound effect, and selected pictures related to the teaching topic. A storyboard here is a slide in power point presentations’ where the teacher can place those media in the slide. Thus, multimedia storyboard is a place for presenting the teaching material more interesting and effectively. In this article, the material is about teaching writing a descriptive text for the first grade of junior high school students in the second semester. The topic is to describe people. The teacher starts the lesson with showing a short video related to the topic of describing people to the students. Then, the teacher review about descriptive text itself and explain about the steps in describing someone. There are three points that have to be explained by the teacher related to the material of describing someone. They are about people’s physical features, their physical appearances, and their characters. The teacher explains those three parts together with the kinds of task given to the students. It can be done by grouping them or creating such a game. The strength of this media is to help the students in developing their ideas in writing a descriptive text through the series of pictures including the video/audio, text, animations, sound effect and hyperlink that are displayed from multimedia storyboard. Abstrak Artikel bertujuan memaparkan suatu media pembelajaran dan pemilihan materi pembelajaran menulis teks deskriptif  bahasa Inggris di sekolah menengah pertama dengan menggunakan multimedia storyboard. Multimedia merupakan penggabungan beberapa medium seperti video/audio, animasi,efek suara,  hyperlink, dan gambar-gambar pilihan sesuai dengan topik pembelajaran. Sedangkan storyboard di sini adalah slide yang ada pada tampilan Powerpoint sehingga guru dapat menempatkan beberapa media tersebut di dalamnya. Dalam artikel ini, materi yang dipilih adalah pembelajaran  monolog teks deskriptif untuk kelas tujuh semester dua. Tema yang dipilih adalah mendeskripsikan seseorang. Guru mengawali pembelajaran dengan menayangkan video sesuai dengan topik yang akan diajarkan. Setelah itu guru membahas tentang teks deskriptif dan menerangkan langkah-langkah dalam mendeskripsikan seseorang. Ada tiga hal pokok yang merupakan bagian dari mendeskripsikan seseorang yaitu; bentuk fisik, penampilan dan sifat. Guru menerangkan ke tiga hal tersebut disertai dengan penyediaan beberapa tugas yang dapat diberikan secara berkelompok atau melalui penciptaan permainan (game). Keunggulan dari media ini adalah siswa dibantu untuk mengembangkan ide-idenya dalam menulis teks deskriptif melalui serangkaian gambar yang ditambahkan dengan video/audio, teks, animasi, efek suara, dan hyperlink yang ditayangkan melaui multimedia storyboard. 
USING A SHARED WRITING STRATEGY IN TEACHING A RECOUNT TEXT TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Vany Mulianda Fitri; Muhammad Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 2 (2013): Serie C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.803 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i2.1959

Abstract

Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan prosedur penggunaan strategi shared writing dalam pengajaran menulis teks recount kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tujuan dari penggunaan strategi shared writing adalah untuk memodelkan proses berfikir yang terjadi ketika menulis dan strategi ini juga membuat siswa terlibat dalam proses pemodelan penulisan teks. Strategi shared writing digunakan pada kegiatan inti pengajaran (whilst-teaching activity). Guru memperkenlkan strategi shared writing pada tahapan eksplorasi. Selanjutnya, guru memodelkan menulis teks recount dengan menggunakan strategi ini pada tahapan elaborasi. Pada tahapan ini juga guru meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok untuk menulis teks recount dengan menggunakan strategi ini. Pada tahapan konfirmasi, guru menanyakan kesulitan siswa dalam proses menulis teks dan memberikan respon yang jelas. Dengan menggunakan strategi ini, siswa dapat menyaksikan bagaimana proses menulis teks recount dan bagaimana kesalahan dalam proses suatu penulisan merupakan hal yang biasa. Sehingga siswa tidak lagi merasa takut untuk menulis hanya karena takut melakukan kesalahan dalam penulisan.   Kata Kunci: shared writing strategy, teaching writing, recount text
TEACHING EXTENSIVE READING TO UNIVERSITY STUDENTS BY USING READING LOGS STRATEGY Nurul Rizqa; Muhammad Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 2 (2013): Serie C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.169 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i2.1950

Abstract

Abstrak   Tujuan makalah ini adalah untuk menjelaskan penerapan strategi Reading Logs didalam kelas Extensive Reading. Reading Logs digunakan untuk meningkatkan minat baca dan ketertarikan mahasiswa terhadap bacaan fiksi. Melalui Reading Logs mahasiswa dibantu untuk memahami sebuah bacaan karena Reading Logs adalah sebuah catatan yang akan mencatat segala kegiatan dan tebakan mahasiswa mengenai bacaan yang sedang dibacanya. Reading logs mempunyai empat aspek yang harus dimiliki untuk membuat mahasiswa bisa membangun dan menggambarkan dunia yang ada di dalam bacaan, yaitu anticipating/retrospecting, picturing, interacting dan evaluating. Keunggulan dari Reading Logs adalah, pertama dapat memotivasi dan memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam membaca, kedua, Reading Logs memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk memyampaikan argumen-argumen mereka dalam berdiskusi karena mereka telah menulisnya dalam Reading Logs dan terakhir, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman secara menyeluruh terhadap sebuah bacaan sehingga dapat meningkatkan kemampuan membaca mereka.   Kata kunci: Reading Logs, Extensive Reading, University students
TEACHING WRITING A HORTATORY EXPOSITION TEXT BY USING THE ROUNDTABLE TECHNIQUE TO SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Yuli Nelfita Hellen; Muhammad Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 3, No 1 (2014): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.898 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v3i1.4300

Abstract

Abstrak Menulis adalah salah satu kemampuan pokok yang harus dikuasai siswa dalam belajar. Ini merupakan salah satu keahliaan yang mendukung kesuksesan siswa dalam pembelajaran bahasa. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam menulis terutama dalam menulis hortatory exposition texts dimana teks ini bertujuan untuk mempengaruhi pendapat pembaca tentang masalah yang dikemukakan berdasarkan topik yang ada. Dalam teks ini terdapat isue-isue dan didukung oleh argumen-argumen untuk meyakinkan pembaca tentang isue yang diberikan berdasarkan topik. Kesulitan yang dialami siswa dalam menulis hortatory exposition texts adalah ketika menemukan isue yang tepat dan sesuai dengan masalah yang disampaikan berdasarkan topik. Mereka juga sulit untuk menemukan ide-ide yang akan dikembangkan menjadi sebuah paragraf dan mengungkapkan pendapat mereka mengenai isue yang akan dikembangkan. Selain itu, hal ini juga dapat disebabkan oleh teknik yang dipakai oleh guru dalam mengajar yang tidak efektif dan juga tidak kreatif sehingga membuat siswa tidak tertarik untuk belajar. Oleh sebab itu, penulis menggunakan metode pengajaran rountable technique agar siswa mampu menulis hortatory exposition text dengan baik melalui diskusi kelompok. Mereka akan lebih mudah untuk menemukan ide-ide pikiran yang akan dikembangkan berdasarkan topik yang ada dengan cara menggabungkan ide-ide atau gagasan yang muncul dari semua anggota kelompok dengan cara diskusi. Melaui teknik ini, siswa diharapkan dapat mempraktekkan kemampuan menulis paragraf berbahasa ingris sesuai dengan kemampuan mereka dengan benar serta dapat meningkatkan pembelajaran bahasa ingris dalam bidang menulis. Key word: teaching writing, a hortatory exposition text, the roundtable technique.
TEACHING WRITING A RECOUNT TEXT AT JUNIOR HIGH SCHOOL BY USING STORYBIRD MEDIA Gita Maydika Sari; Muhammad Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 3, No 1 (2014): Serie C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.54 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v3i1.4378

Abstract

Abstrak Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada umumnya mengalami kesulitan dalam menulis sebuah recount text. Hal ini disebabkan karena siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kesulitan mencari ide yang akan dikembangkan menjadi sebuah teks. Tidak adanya aktivitas dan media pembelajaran yang menuntun dan memotivasi siswa untuk menggunakan imajinasi dalam menemukan dan menyusun ide-ide tersebut juga menjadi penghalang dalam menulis recount text. Maka dari itu penulis mengusulkan penggunaan Storybird web 2.0 tool untuk membantu siswa mengumpulkan ide-ide dan meningkatkan motivasi siswa dalam menulis recount text. Storybird adalah salah satu media online yang difokuskan pada kegiatan membaca dan menulis. Storybird dilengkapi dengan gambar-gambar yang menarik sehingga siswa akan termotivasi untuk menulis. Dengan memanfaatkan Storybird sebagai media pembelajaran menulis recount text, siswa akan tertantang untuk membuat sebuah online story book berkolaborasi dengan siswa lain. Selain itu guru dapat membuat recount text sendiri sebagai materi pembelajaran dengan menggunakan Storybird sehingga pembelajaran akan lebih menarik. Storybird juga menyediakan virtual classroom sehingga guru dapat memantau kegiatan siswa, memberikan tugas dan menilai hasil kerja siswa. Kata kunci: Recount text, Storybird, Story book.