Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Fasilitasi FGD Tokoh dan Seniman Musik Kalimantan Selatan dalam Perumusan Konsep Musik Lagu Banjar Sumasno Hadi; Novyandi Saputra
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.2302

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) para tokoh dan seniman musik Kalimantan Selatan dalam mengklarifikasi dan merumuskan konsep musik lagu Banjar. Kegiatan ini adalah salah satu program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Sendratasik FKIP Universitas Lambung Mangkurat 2020. Latar belakang kegiatan FGD ini berbasis realitas atau kenyataan musik yang ada di Kalimantan Selatan. Bahwa ada perbedaan dan ragam pandangan di kalangan tokoh dan seniman musik Kalimantan Selatan tentang definisi maupun konsep lagu Banjar. Hal ternyebut menyebabkan kerancuan pengetahuan bagi apresiasi musik masyarakat Kalimantan Selatan. Oleh karenanya, usaha mendiskusikan lagu Banjar secara fokus dan mendalam menjadi relevan untuk dilakukan. Kegiatan yang dianggap representatif dan relevan adalah FGD. FGD diikuti para tokoh, ahli, dan seniman musik di Kalimantan Selatan. Target FGD adalah diperoleh suatu klarifikasi dan rumusan tentang konsep musik lagu Banjar. This article describes the activities of a Focus Group Discussion (FGD) of South Kalimantan musical figures and artists in clarifying and formulating the concept of Banjar song music. This activity is one of the Community Service activities program of Sendratasik Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Lambung Mangkurat 2020. The background of this FGD activity is based on reality or music reality in South Kalimantan. Whereas there are differences and various views among figures and music artists of South Kalimantan regarding the definition and concept of the Banjar song. This confuses knowledge for the appreciation of the music of the people of South Kalimantan. Therefore, efforts to discuss the Banjar song in a focused and deep manner are relevant to be undertaken. The activity that is considered representative and relevant is FGD. The FGD was attended by figures, experts, and musical artists in South Kalimantan. The target of the FGD is to obtain clarification and formulation of the musical concept of the Banjar song.
PEMIKIRAN SUTAN TAKDIR ALISYAHBANA TENTANG NILAI, MANUSIA, DAN KEBUDAYAAN Sumasno Hadi
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 21, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.3118

Abstract

Sutan Takdir Alisyahbana is one of the Indonesian greatest intellectuals concerned with human and cultural issues.He is a man of letters, linguist, philosopher and social scientist.His background of knowledge is different from most sociologists, anthropologists and historians so that it is not surprise that his thought of culture has its own style.His thoughts are rooted in humanism which developed inEurope since Renaissance to the rise of neo-positivism. According to him, a reality is a result of intellect and a movement of values.He believes that ethics generally is the core of individual, social, and cultural life. Ethical relationships of value are the main core of cultural issue. Human, as a creator of culture, has a dual nature. One side, human is a natural creature and on the other side, human is an intellectual/ reason creature. As a natural creature, human is subjected to natural laws which control his/her birth and physical life. Meanwhile, as an intellectual/ reason creature, according to him, human obedience to the law of reason defines humanity and allows human creates a high culture.Keywords: Sutan Takdir Alisyahbana, value, human, culture.
KONSEP HUMANISME YUNANI KUNO DAN PERKEMBANGANNYA DALAM SEJARAH PEMIKIRAN FILSAFAT Sumasno Hadi
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 22, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.12990

Abstract

Humanism is a philosophical view that upholds values and positions of human and make it as a criterion of all things. Humanism has its main object that is human nature, its limits and natural tendencies. Humanism as a term in the intellectual history has always highlighted problems of humanity that is often used in the study of philosophy. Humanism as an intellectual movement emerged in the Renaissance era which roots in Ancient Greece. Two main points of the Ancient Greek civilization as sources of humanism concept are a philosophical development from problems of nature (cosmological) into discussion about problems of human (anthropological); and the concept of "paideia" as the Ancient Greek education system that becomes the beginning of human consciousness and intellectual, and also a reflection of human existence in the form of reason.
HUMANISME TEISTIK EMHA AINUN NADJIB DAN KONTRIBUSINYA BAGI KEHIDUPAN SOSIAL Sumasno Hadi
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.17206

Abstract

Emha Ainun Najib, or Emha, is a poet, artist, writer, thinker, and other populist designations that exist in Indonesian society. As a writer, his essays in the 1980s to the 1990s very coloring various mass media in Indonesia. There, many critical discourses and sharp in highlighting the social reality, religion, art and culture. The studies reviewed Emha thoughts in perspective philosophy of humanism. The result was found, that the thought Emha have a strong spirit in his defense to the humanitarian aspects (humanism). Spirit is supported by the value of spirituality and religiosity that leads to ethical purpose, namely a quality of “consciousness”. Humanism Emha is theistic humanism which has the potential to be used as a solution-critical reflections on the problems of social life.
Bibliografi Musik di Kalimantan Selataan (1978-2017) Sumasno Hadi
Pelataran Seni Vol 2, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v2i1.9257

Abstract

IntisariPenelitian ini bertujuan untuk memeroleh data bibliografis tentang kesenian musik di Kalimantan Selatan. Penelitian berjenis kualitatif-deskriptif ini menggunakan metode studi kepustakaan (literature research), dilakukan selama tiga bulan dari Maret hingga Mei 2017. Sumber data berupa bahan pustaka tentang musik di Kalimantan Selatan diperoleh dari berbagai perpustakaan di Kota Banjarmasin. Selain itu, dalam pengumpulan data, peneliti juga melakukan observasi, wawancara dan studi dokumen terkait subjek penelitian ini. Keabsahan data penelitian ini diperoleh melalui perpanjangan keikutsertaan peneliti, ketekunan pengamatan, triangulasi, diskusi sejawat/pakar, serta dengan kecukupan referensial.  Hasil penelitian yang diperoleh adalah tersusunnya sebuah bibliografi kesenian musik di Kalimantan Selatan dengan beberapa catatan berikut. Dalam kurun waktu hampir 40 tahun (1978—2017), tercatat sebanyak 17 terbitan dengan subjek musik di Kalimantan Selatan. Dari 15 terbitan yang dapat ditelusuri, diketahui bahwa sebagian besar masih menggarap khazanah musik tradisional di Kalimantan Selatan, seperti musik Gamelan, Panting, Kintung, dan lain-lain. Terbitan-terbitan lain yang membahas musik modern-populer belum banyak dilakukan. Selain itu, jumlah 17 terbitan dalam kurun waktu empat dasawarsa dapat dikatakan masih belum mencerminkan kondisi yang ideal dalam perkembangan ilmu musik di daerah Kalimantan Selatan. Kata kunci: bibliografi musik, musik Kalimantan, musik Kalimantan Selatan  AbstractThis study aims to obtain bibliographic data about music art in South Kalimantan. This descriptive qualitative research uses literature research method, conducted for three months from March to May 2017. Sources of data in the form of library materials about music in South Kalimantan obtained from various libraries in the city of Banjarmasin. In addition, in data collection, researchers also conducted observations, interviews and document studies related to this research subject. The validity of this research data is obtained through extension of researcher's participation, observational persistence, triangulation, peer/expert discussion, and with referential adequacy. The result of the research is the compilation of a bibliography of music art in South Kalimantan with the following notes. In the period of nearly 40 years (1978-2017), there were 17 publications with the subject of music in South Kalimantan. Of the 15 publications that can be traced, it is known that most are still working on the treasures of traditional music in South Kalimantan, such as Gamelan music, Panting, Kintung, and others. Other publications that discuss modern-popular music have not been widely practiced. In addition, the number of 17 publications within a period of four decades can be said still does not reflect the ideal conditions in the development of music science in the area of South Kalimantan.Keywords: music bibliography, Kalimantan music, South Kalimantan music
Kajian Estetika pada Jurus Seni Beladiri Pukulan Patikaman Banjarmasin Sumasno Hadi; Monika Karolina Mokolinug; Muhammad Budi Zakia Sani
Pelataran Seni Vol 6, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.11414

Abstract

Bibliografi Kesenian di Kalimantan Selatan (1978—2017) Sumasno Hadi; Maryanto Maryanto
Pelataran Seni Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v2i2.5209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh data bibliografis tentang kesenian di Kalimantan Selatan. Penelitian berjenis kualitatif-deskriptif ini menggunakan metode studi kepustakaan (literature research), dilakukan selama tiga bulan dari Juli hingga September 2017. Sumber data berupa bahan pustaka tentang musik di Kalimantan Selatan diperoleh dari berbagai perpustakaan di Kota Banjarmasin. Selain itu, dalam pengumpulan data, peneliti juga melakukan observasi, wawancara dan studi dokumen terkait subjek penelitian ini. Kebasahan data penelitian ini diperoleh melalui perpanjangan keikutsertaan peneliti, ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan anggota, diskusi sejawat/pakar, serta dengan kecukupan referensial.  Hasil penelitian Anotasi bibliografi kesenian di Kalimantan Selatan ini memiliki tiga catatan penting berikut. Pertama, terdapat 51 tulisan/buku tentang kesenian di Kalimantan Selatan, dengan catatan 5 judul tulisan tidak/belum ditemukan data fisiknya. Kedua, rincian dari data bibliografi tersebut adalah, 7 tulisan kesenian umum, 17 tulisan bidang musik (2 tulisan tidak/belum ditemukan data fisiknya), 6 tulisan bidang tari, dan 21 tulisan bidang teater/drama (3 tulisan tidak/belum ditemukan data fisiknya). Ketiga, diketahui data bibliografi kesenian di Kalimantan Selatan tersebut ditulis/diterbitkan sejak tahun 1978 hingga 2017.Kata kunci: bibliografi kesenian, musik, tari, drama, tetaer, Kalimantan, Selatan
Pengembangan Media Mobile Learning Seni Budaya Berbasis Android Lukman Hakim; Sumasno Hadi; Edlin Yanuar Nugraheni
Pelataran Seni Vol 6, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.11585

Abstract

Bentuk Penyajian Tari Jaranan Butho di Desa Danda Jaya Kabupaten Barito Kuala Fathur Rahman; Edlin Yanuar Nugraheni; Sumasno Hadi
Pelataran Seni Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5215

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk penyajian tari Jaranan Butho di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan analisis data lapangan, reduksi data, penarikan keseimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh simpulan, yaitu: (1) terdapat 10 ragam gerak dalam bentuk penyajian (2) terdapat 2 pokok pola lantai lurus ke samping kanan dan lingkaran serta 7 komposisi tari; (3) tata rias penari menggunakan rias karakter, busana tarian 11 bagian dan mengguakan 2 properti; (4) musik pengiring menggunakan 8 instrumen alat musik dan diiringi dengan syair; (5) tempat pertunjukan menggunakan bentuk tapal kuda.Kata kunci: jaranan butho, desa danda jaya, bentuk penyajian tari
Pengembangan Instrumen Virtual Gamelan Banjar Sumasno Hadi; Rezky Irfansyah
Pelataran Seni Vol 1, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v1i2.5199

Abstract

Di era teknologis ini, Gamelan Banjar dalam bentuk virtual sangat potensial untuk membantu para seniman Tradisional Banjar dalam berkesenian dan sekaligus memberikan media alternatif yang menunjang proses pembelajaran seni, khususnya dalam pembelajaran seni Tradisional. Penelitian berjenis R & D ini bertujuan untuk mengembangkan Gamelan Banjar virtual melalui teknik audio sampling. Penelitian ini dilakukan di Kota Banjarmasin dengan fokus pada studio musik JEF Music Production dengan menghasilkan sampel audio Gamelan Banjar (virtual instrument) yang berekstensi nki atau native kontakt instrument. Sampel audio sebagai hasil pengolahan instrumen virtual Gamelan Banjar tersebut dapat dikatakan baik karena memiliki kualitas suara/bunyi yang menyerupai atau mendekati bunyi instrumen aslinya (Gamelan Banjar). Instrumen virtual Gamelan Banjar ini menawarkan nilai fungsional bagi praktisi pendidikan seni dalam proses pembelajaran Gamelan Banjar. Selain itu, instrumen virtual Gamelan Banjar ini juga menawarkan nilai praktis (mempermudah) bagi seniman musik dalam membuat rekaman musik (Gamelan Banjar) sebagai iringan tari Tradisional BanjKatakunci: Gamelan Banjar, musik tradisional, instrumen virtual, rekaman