Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KONTEN MALE GENDER ROLE DALAM FILM ANIMASI WALT DISNEY Amelia, Renny
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari apa saja male gender role yang terdapat di dalam film animasi Walt Disney. Male gender role  sendiri memiliki arti sebagai sebuah script yang digunakan sebagai “pedoman” bagaimana seharusnya, seorang pria berprilaku dalam kehidupan sehari-harinya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi dengan menggunakan 24 film animasi Walt Disney mulai tahun 1970 hingga 2012 sebagai recording unit. Peneliti menggunakan 24 male gender role yang diklasifikasikan dalam 5 kategori utama yaitu standard bearers, workers, lovers, bosses, dan rugged individuals. Hasil penelitian ini adalah male gender role yang dominan dalam film-film Disney adalah bosses, yang menunjukkan bahwa budaya patriarki pada masyarakat Amerika dan pada perusahaan Disney sendiri dapat mempengaruhi pembuatan tokoh dalam film. Selain itu, Disney juga lebih menonjolkan sosok tokoh pria yang memiliki peran baik dan meminimalkan penampilan tokoh pria dengan peran yang jahat/tidak baik. Hal ini dapat dilihat jumlah tokoh hero dan hero supporter yang lebih tinggi dibandingkan tokoh villain dan villain suporter.
Kelayakan Pengembangan Mobile Learning Berbasis Android pada Mata Pelajaran Seni Budaya Amelia, Renny; Hadi, Sumasno; Indriyani, Putri Dyah
Pelataran Seni Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.19560

Abstract

Intisari. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran yang berupa mobile learning yang berbasis android pada mata pelajaran seni budaya. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development) di mana langkah-langkah yang dilakukan menggunakan model pengembangan Plomp. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh 3 orang validator ahli diperoleh skor rata-rata sebesar 91,67% dengan kategori sangat valid. Kemudian pada tahap uji coba terbatas yang dilakukan pada 20 orang peserta didik kelas VIII dengan hasil penilaian seluruh responden dihitung sehingga mendapatkan nilai sebesar 84,67 dengan kategori sangat tinggi. Berdasarkan seluruh hasil tersebut maka penilaian peserta didik terhadap media pembelajaran mobile learning berbasis android dinilai cukup baik dan menarik untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Jadi dapat disimpulkan media pembelajaran mobile learning berbasis android valid dan memiliki nilai keaktifan yang sangat tinggi.Kata kunci: android, media pembelajaran, seni budaya, mobile learning Abstract. The purpose of this research is to produce a learning media in the form of mobile learning based on Android for the subject of cultural arts. This research is a research and development (R&D) study, where the steps are carried out using the Plomp development model. Based on the validation results conducted by three expert validators, an average score of 91.67% was obtained, categorized as "very valid." Then, in the limited trial phase conducted with 20 eighth-grade students, the assessment results from all respondents were calculated, resulting in a score of 84.67, categorized as "very high." Based on all these results, it can be concluded that students' assessment of the Android-based mobile learning media is quite good and attractive for use in learning activities. So, it can be concluded that the Android-based mobile learning media is valid and has a very high level of effectiveness.Keywords: android, learning media, arts culture, mobile learning
FORMULASI LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN KONSENTRASI 2%, 4%, DAN 6% Amelia, Renny; Susilo, Rinto
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava l.) mengandung senyawa flavonoid dan fenolik alami yang dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan lotion    menggunakan  zat  aktif  ekstrak  etanol  daun  jambu  biji  (Psidium  guajava  L.) konsentrasi 2%, 4%, dan 6% dan untuk mengetahui stabilitas lotion   ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Daun jambu biji diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.  Pengujian stabilitas metode cycling test dilakukan sebanyak 6 siklus (12 hari) pada suhu ± 4oC selama 24 jam dan ± 40oC selama 24 jam dengan parameter uji meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya sebar, viskositas, dan sifat alir. Hasil pengamatan menunjukan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji konsentrasi 2%, 4%, dan 6% stabil pada semua parameter yang diuji. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji konsentrasi 2%, 4%, dan 6% dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion.Kata kunci : Ekstrak daun jambu biji, lotion, cycling test.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS GEL EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) DENGAN PEMBENTUK GEL CARBOPOL 940 KONSENTRASI 0.5% & 0.75% dan HPMC Senja, Rima Yulia; Amelia, Renny
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memformulasikan  sediaan  gel  dari  ekstrak  etanol  daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dengan menggunakan pembentuk gel carbopol 940 dengan konsentrasi 0.5% dan 0.75% dan HPMC. Sediaan gel yang dibuat dengan 2 formula, sediaan gel  formula  1  menggunakan  carbopol  konsentrasi  0.5%  dan  formula  2  menggunakan carbopol  konsentrasi  0.75%.  Stabilitas  sediaan  gel  diuji  dengan  metode  cycling  test, sebanyak 6 siklus. Parameter  yang diamati adalah organoleptis (warna, bau, konsistensi), homogenitas, pH, daya sebar,viskositas, dan sifat alir. Selain itu uji stabilitas dilakukan dengan  uji syneresis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas yang dihasilkan sediaan gel ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dengan pembentuk gel carbopol 940 dengan konsentrasi 0.5% dan 0.75% dapat dikatakan stabil pada parameter organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar  sedangkan parameter yang lain tidak stabil. Uji syneresis menunjukkan bahwa sediaan tersebut tidak stabil. Kata kunci : Gel,  Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.), carbopol 940, stabilitas, cycling test.
FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) KONSENTRASI 5% DAN 10%: FORMULATION OF CHERRY LEAF ETHANOL EXTRACT CREAM (MUNTINGIA CALABURA L.) CONCENTRATION OF 5% AND 10% Supriyadi, Yadi; Amelia, Renny
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) mengandung senyawa flavonoid, tannin dansaponin yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaankrim menggunakan zat aktif ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calaburaL.) konsentrasi5% dan 10% serta untuk mengetahui stabilitasnya. Krim dibuat dalam 2 formula konsentrasiekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) yang berbeda. Formula I dengankonsentrasi 5% sedangkan Formula II dengan konsentrasi 10%. Krim yang dibuat diujistabilitasnya dengan menggunakan metode Cycling test yang dilakukan sebanyak 6 siklusataus elama 12 hari dengan parameter pengujian organoleptis, homogenitas, pH, daya sebardan tipe emulsi. Pengamatan dilakukan pada setiap siklus. Uji kesukaan dilakukan pada 30panelis perempuan dan laki-laki antara 15-25 tahun. Hasil Formula I dan Formula II darisiklus 0 sampai siklus 6 menunjukan parameter organoleptis yang relatif stabil yaitu tidakmengalami perubahan warna, aroma dan tekstur. Homogenitas dari kedua krim menunjukankondisi yang relatif stabil dan homogen. pH kedua krim menunjukan kondisi yang relatifstabil dengan nilai pH pada F1 5,24-5,66 dan F2 5,63-6,35. Daya sebar krim menunjukannkondisi yang relatif stabil dengan nilai daya sebar pada F1 5,07-5,49 dan F2 4,25-5,20. Ujitipe emulsi krim menunjukkan tipe emulsi m/a yang relatif stabil. Hasil Uji Kesukaanmenunjukan krim F1 lebih disukai panelis dengan persentase untuk bau 74%, warna 77%dan tekstur 80%.Kata Kunci : Ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.), krim, vanishing cream,cycling test, Uji kesukaan
FORMULASI BABY RICE CRACKER BEKATUL RASA PISANG AMBON (Musa paradisiaca) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL: FORMULATION OF BABY RICE CRACKER RICE BRAN TASTE OF AMBON BANANA (Musa paradisiaca) AS A FUNCTIONAL FOOD Amelia, Renny; Hizni, Alina
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekatul memiliki kandungan gizi yang tinggi, terutama serat makanan sebagai makananfungsional. Potensi komponen bioaktif ini mendorong pengembangan pengguna baby ricecracker dapat dimodifikasi dengan nasi dan pisang ambon sebagai varian rasa. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk dapat membuat formulasi baby rice cracker bekatul rasa pisangambon sebagai pangan fungsional. kombinasi bekatul 3%, 5%, dan 7% diinaktifkanenzimnya pada suhu 110?C. Evaluasi meliputi uji organoleptik, uji lumer, uji kerapuhan danuji hedonik. Formula 1, formula II, and formula III dalam uji organoleptik memiliki bau,rasa, warna dan tekstur yang sama. Kemudian pada uji kerapuhan persiapan produkinnovator dengan hasil 18%. Baby rice cracker formula I 10%, formula II 8%, dan formulaIII 6%. Pada uji lumer hasil produk innovator adalah 3 menit 56 detik, sedangkan formula I 4menit 15 detik, formula II 4 menit 37 detik, dan formula III 4 menit 50 detik. Uji hedonikbaby rice cracker dengan 30 panelis adalah netral.Kata kunci : Bekatul, Baby Rice Cracker, MPASI.
FORMULASI BABY RICE CRACKER BEKATUL RASA TARO (Colocasia esculenta L) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL: FORMUALTION OF BABY RICE CRACKER TARO (Colocasia esculenta. L) BRAN AS FUNCTIONAL FOOD Amelia, Renny; Kunaedi, Aan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekatul pada saat ini masih digunakan sebagai pakan ternak. Bekatul juga mempunyai nilaigizi yang mengandung karbohidrat, protein, mineral, lemak, vit B komleks. Tujuan daripenelitian ini adalah mampu membuat formulasi baby rice cracker yang memiliki rasa taro.Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan kombinasi 3%, 5%, dan 7%untuk menentukan konsentrasi bekatul yang sesuai. Pengujian meliputi uji organoleptik, ujilumer, uji kesukaan. Formula I, formula II, dan formula III pada uji organoleptis mempunyaihasil yang sama bau, rasa, warna, dan tekstur. Uji kerapuhan pada produk inovator denganhasil 18% sedangkan sediaan baby rice cracker formula I 10% formula II 8%, dan formulaIII 4%. Pada uji lumer mempunyai hasil pada produk inovator 3 menit 56 detik sedangkanpada sediaan baby rice cracker formula I 3 menit 5 detik, formula II 3 menit 53 detik,danformula III 3 menit 55 detik. Uji kesukaan dipilih 30 panelis kebanyakan panelis menilaibaby rice cracker dengan skala hedonik netral/biasa. Bekatul dengan konsentrasi 3%,5%,dan 7% dapat dijadikan sediaan baby rice cracker. Dari 12% panelis Baby rice crackerformula I lebih disukai berdasarkan parameter rasa, warna, dan tekstur, sedangkan untukkekerasan penalis lebih menyukai formula II.
FORMULATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY FACE MIST KOMBUCHA OF TELANG FLOWER (Clitoria ternatea L.) WITH DPPH METHOD (2,2 Difenyl-1-Piksryhidrazil) Yayan Rizikiyan; Sopiah, Sopi Siti; Amelia, Renny; Indriaty, Sulistiorini; Senja, Rima Yulia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i4.1644

Abstract

Telang flower (Clitoria ternatea L.) contains anthocyanins that are efficacious as natural antioxidants. Face mist with synthetic materials, such as tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ), has side effects that are carcinogenic and can cause tumors if used for a long time. Currently, many studies haveeinvestigated the conventional biotechnology product kombucha,, which is a drink made from tea fermented by bacteria and yeast (Scoby/Symbiotic Colony (Culture) Bacteria &Yeast,), as the initial culture of the tea produces an aroma or sour taste. Kombucha has various anti-inflammatory, antibacterial, and antioxidant activities of certain strains, which are expected to provide good antioxidant activity when combined with the natural ingredients of Telang flowers. In this study, telang flower simplicia was fermented for 6 days until telang flower kombucha tea was obtained, and face mist preparations in three concentrations (5%, 7,5%, and 10%) were prepared to determine the antioxidant activity using the DPPH method measured by UV-Vis spectrophotometry by looking at the % inhibition and IC50 values. Based on the results of the evaluation with the parameters of organoleptic testing, pH, homogeneity, spray dispersion, specific weight, viscosity, and drying time met the requirements. The result of the antioxidant activity test of vitamin C of 4,36 ppm, kombucha of telang flower of 14,19 ppm, and face mist of kombucha of telang flower with concentrations of 5%, 7,5% and 10% produced IC50 values of 21,19 ppm, 19,62 ppm, and 17,52 ppm and were included in the very strong category.  Keywords: Antioxidant, Telang flower, Face mist, DPPH, Kombucha
Local food-based education: Utilization of moringa leaves (Moringa oleifera, l.) for stunting prevention Amelia, Renny; Suharyani, Ine; Rizikiyan, Yayan; Lestari, Trisna; Sulastri, Lela; Supriyadi, Yadi; Azzahra, Siti; Ningsih, Widia; Mutmainah, Iin; Maryam, Diana Dwi; Shadrina, Ghesani Nur; Yasmin, Yasmin; Nurhidayah, Sri; Adiibah, Siti
Community Empowerment Vol 10 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12302

Abstract

Stunting, a condition of impaired growth in children due to chronic malnutrition, is a significant public health problem. This community service aimed to increase the knowledge of the community, particularly pregnant women, regarding the potential of Moringa oleifera leaves as a healthy snack alternative in stunting prevention. This activity employed a pre-test post-test design with an intervention of counseling and training on making chicken nuggets fortified with Moringa oleifera leaves. The target participants were pregnant women with low upper arm circumference and mothers with stunted children. Evaluation of participants' understanding of stunting and the benefits of Moringa oleifera leaves was conducted before and after the intervention. The evaluation results showed an increase in participants' understanding of stunting and the benefits of Moringa oleifera leaves, as indicated by an increase in the average score of correct answers in the post-test compared to the pre-test. A hedonic test on the chicken nuggets fortified with Moringa oleifera leaves showed a very high level of liking for taste and color, and a high level of liking for aroma and appearance. The texture of the nuggets was identified as an aspect requiring further improvement.
Analisis Efektivitas Biaya Antidiabetik Pada Pasien Diabetes Mellitus di RSU Bhayangkara TK III Indramayu Tomi, Tomi; Astuti, Enih Nindi; Hidayati, Nur Rahmi; Amelia, Renny; Nurhaini, Rahmi
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 1 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i1.1542

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang tidak bisa sembuh total, bahkan butuh perawatan lama dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu diperlukan analisis efektivitas biaya untuk memutuskan pemilihan obat yang efektif secara manfaat dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antidiabetik yang paling cost-effective di RSU Bhayangkara Indramayu dengan melihat karakteristik pasien, mengetahui persentase terapi yang efektif dan pemilihan terapi yang paling efisien menggunakan parameter ACER. Penelitian ini bersifat observasional (non-eksperimental) serta perolehan data secara retropektif dengan melihat dari data rekam medik pasien DM di RSU Bhayangkara Indramayus. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien DM dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 82 pasien. nalisis data dilakukan untuk mengetahui efektivitas biaya terapi pada pengobatan DM dengan menggunakan parameter ACER. Berdasarkan jenis kelamin pasien paling banyak menderita DM terjadi pada perempuan sebanyak 54 pasien (65,8%) sedangkan laki-laki terdapat 28 pasien (34,2%). Terapi antidiabetik yang paling cost-effective adalah kombinasi mentformin dan glimepirid dengan nilai efektivitas terapi 81,81%, nilai ACER sebesar Rp. 39.956. Terapi menggunakan metformin tunggal memiliki nilai efektivitas terapi 70%, nilai ACER sebesar Rp. 45.665.