Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tingkat Kenakalan Remaja dalam Kaitannya dengan Perkembangan Teknologi Hakim, Abd.
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2023): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An important element of living in community is the ability to manage emotions well. Goleman's research shows that only about 20% of the remaining 80% of IQ success is determined by a related factor called emotional intelligence. In fact, today we see that a high IQ does not necessarily mean success or a happy life. People with high IQ but are emotionally unstable and angry often cannot identify and solve problems in life due to their inability to concentrate. Emotions do not develop, do not become overwhelming, often make changes when faced with problems and treat others with too much conflict. Emotions are less processed, easily controlled by others, sometimes enthusiastically agree to something but in a short time turn to refusal, which hinders the agreed cooperation with others other. In Islamic education, people pay great attention to this issue. The mission of Islamic education is to guide and direct the growth and human development of students from one stage of life to another to achieve optimal achievement scores. Pay attention to Islamic education in terms of IQ and EI, because Islamic education has a great impact on the development of education, knowledge and intelligence.
SOSIALISASI BANTUAN HUKUM BAGI MASYARAKAT MISKIN DALAM MENDAPATKAN KEADILAN DI PENGADILAN Pakpahan, Zainal Abidin; Risdalina, Risdalina; Hakim, Abd.; Junus, Nasran; Tambunan, Haris Nixon
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.19893

Abstract

Secara legal standing Pemerintah telah memberikan bantuan secara prodeo atau gratis kepada masyarakat miskin, hal ini tertulis pada UU Nomor 16 tahun 2011 tentang Bantuan hukum dengan turunannya yakni Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2013 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberi Bantuan Hukum dan Penyaluran Dana Bantuan Hukum melalu pemerintah yang berkeawjiban untuk memfasilitasi masyarakat miskin dalam mencari keadilan di Pengadilan, hal ini tingkat kemiskinan semangkin meningkat pada tahun 2023 ini terbukti melalui data yang telah dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik jumlah penduduk kategori miskin pada Maret 2023 sebesar 25,90 juta orang lebih besar dari pada tahun sebelumnya sehingga dari jumlah tersebut bisa dipastikan hanya sedikit masyarakat yang mengetahui hak-haknya sebagai warga negara salah satunya hak persamaan didepan hukum untuk mendapatkan keadilan melalui peran serta pemerintah dalam memberikan fasilitas bantuan hukum secara cuma-cuma bagi masyarakat yang kurang mampu bukan hanya diperhatikan oleh Pemerintah Pusat melainkan pemerintah daerah provinsi khusunya pada provinsi Sumatera Utara yang justru telah mengeluarkan Pergub Nomor 03 tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 1 tahun 2022 tentang Penyelenggara Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin, dengan ini mestinya disosialisasikan oleh pemerintah daerah khusunya Kabupaten/Kota yang berada di wilayah Sumatera Utara, bahwa masyarakat miskin bisa mendapatkan bantuan hukum di Pengadilan. Mitra dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan institusi karyawan Berastagi Supermarket Rantauprapat, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu dan dosen beserta mahasiswa pada Program Studi Hukum Program Magister Universitas Labuhanbatu. Permasalahan mitra yaitu kurangnya pemahaman para karyawan berastagi dalam mendapatkan keadilan secara cuma-cuma di Pengadilan, dimana karyawan berastagi supermarket masih banyak dari kalangan orang miskin yang justru perlu untuk diperhatikan dalam mendapatkan keadilan secara gratis sebagai bahagain mengakomodir dari kepentingan karyawan tersebut ketika berhadapan dengan hukum. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan metode ceramah, diskusi dan dilaksanakan secara tatap muka. Peserta pada pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berjumlah 15 orang berupa Karyawan, Meneger, hingga pengunjung yang berada di supermarket berastagi rantauprapat pengetahuan tentang mendapatkan bantuan hukum secara prodeo semangkin meningkat sehingga mendapatkan ilmu dari sosialisasi tersebut.
Quality of Academic Services: A Phenomenological Study at the Bureau of Academic and Student Affairs Munari, Munari; Mufti, Mohamad Irfan; Hakim, Abd.; Badollahi, Muh. Zainuddin; Kondoj, Telly Hetty Isje
Journal La Edusci Vol. 6 No. 6 (2025): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v6i6.2858

Abstract

This study investigates the quality of academic services at the Bureau of Academic, Student Affairs, and Planning (BAKP) of Tadulako University in Palu. The research uses a qualitative phenomenological approach to explore how academic services are delivered and perceived by students, focusing on five key dimensions: reliability, assurance, physical evidence (tangibles), empathy, and responsiveness. Data were collected through interviews, observations, and documentation from both students and administrative staff. The findings reveal a range of issues that hinder optimal service delivery, including long waiting times, lack of punctuality, inadequate infrastructure, insufficient responsiveness, and undertrained personnel. Students often face delays and miscommunications due to bureaucratic inefficiencies and limited access to information. Moreover, the physical environment, such as cramped waiting areas and poor air conditioning, contributes to user dissatisfaction. Although Standard Operating Procedures (SOPs) are in place, they are not consistently implemented or publicly displayed, further complicating the service process. Officers acknowledge constraints such as understaffing and technical challenges, including frequent network disruptions. Despite efforts to improve services via online platforms, many processes still require manual handling, reducing efficiency and service satisfaction. The study concludes that academic service quality at BAKP requires strategic improvements in human resources, infrastructure, and digital integration to meet students’ expectations and support the university’s academic reputation.
Perencanaan Sistem Pembelajaran PAI Berbasis Human-Centered Learning dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Hakim, Abd.
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of modern educational paradigms requires transformation in the learning planning system so that it becomes more oriented toward the needs of students. One of the approaches that has developed in the field of education is the human-centered learning approach, which is a learning model that places students as the center of the learning process. This approach has become increasingly relevant in the context of Islamic Religious Education (PAI) because the primary objective of Islamic education is not only to emphasize cognitive aspects but also to foster character development, moral values, and the spirituality of students. This study aims to analyze the concept of planning the Islamic Religious Education learning system based on human-centered learning and its implications for improving the quality of learning. This research uses a qualitative method with a library research approach. The data were obtained from various literature sources such as books, scientific journals, and academic documents relevant to the research topic. The results of the study indicate that the implementation of human-centered learning-based learning planning can increase students' active participation, strengthen their understanding of Islamic values, and create a more dialogical and reflective learning process. In addition, this approach is also able to encourage the holistic development of students' potential, including intellectual, emotional, and spiritual aspects. Therefore, planning an Islamic Religious Education learning system based on human-centered learning can be an important strategy in improving the quality of Islamic Religious Education learning in educational institutions. Abstrak Perkembangan paradigma pendidikan modern menuntut adanya transformasi dalam sistem perencanaan pembelajaran agar lebih berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Salah satu pendekatan yang berkembang dalam dunia pendidikan adalah pendekatan human-centered learning, yaitu model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses pembelajaran. Pendekatan ini menjadi semakin relevan dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) karena tujuan utama pendidikan Islam tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, nilai moral, dan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep perencanaan sistem pembelajaran PAI berbasis human-centered learning serta implikasinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, serta dokumen akademik yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perencanaan pembelajaran berbasis human-centered learning dapat meningkatkan partisipasi aktif peserta didik, memperkuat pemahaman nilai-nilai keislaman, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih dialogis dan reflektif. Selain itu, pendekatan ini juga mampu mendorong pengembangan potensi peserta didik secara holistik, baik dalam aspek intelektual, emosional, maupun spiritual. Dengan demikian, perencanaan sistem pembelajaran PAI berbasis human-centered learning dapat menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di lembaga pendidikan.