Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Filsafat Pendidikan Perenialisme dan Essensialisme Dalam Perspektif Pendidikan Pancasila Anita Rahma Munthe; Siti Zahara Saragih; Panggih Nur Adi; Zindan Baynal Hubi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.7172

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis filsafat pendidikan perenialisme dan filsafat pendidikan essensialisme dalam perspektif Pendidikan Pancasila. Metode penelitian ini menggunakan literature review yaitu suatu metode dengan mengumpulkan, membaca, dan menganalisis literatur yang relevan. Hail penelitian ini menunjukan bahwa filsafat pendidikan perenialisme merupakan landasan berpikir pendidikan yang berpatronase kapada nilai-nilai budaya masa lampau yang terbukti dapat menumbuhkan karakter baik bagi peserta didik. Filsafat pendidikan essensialisme ialah perpaduan dari ajaran kuno dan pertengahan yang ditambahkan dengan modernitas dan nilai-nilai budaya yang mampu tumbuh dan berkembang ditengah distrupsi zaman. Tujuan pendidikan dalam pandangan filsafat essensialisme ialah mengakomodir potensi peserta didik yang direlevansikan menggunakan budaya dan tersubstansikan dalam nilai-nilai spiritualitas. Komparasi filsafat pendidikan perenialisme dengan Pendidikan Pancasila termaktub dalam kesamaan pendidikan karakter, penanaman budaya, serta kemampuan berpikir rasionalitas, sedangkan komprasi filsafat pendidikan essensialisme dengan Pendidikan Pancasila termaktub dalam kesamaan nilai spiritualitas, kemampuan peserta didik dalam pengetahuan, kreativitas, budaya, dan kepribadian. Kata Kunci: Filsafat, Perenialisme, Essensialisme, Pendidikan Pancasila
Ethics and Responsibility in Political Demagogy: A Conceptual Review and Practical Implications Cici Kumalasari; Muhammad David; Panggih Nur Adi; Siti Zahara Saragih
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 4 No 4 (2025): IJHESS FEBRUARY 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v4i4.1520

Abstract

This research examines ethics and responsibility in the practice of political demagogy with the aim of understanding the conceptual and practical impact of this phenomenon. Political demagogy is defined as a practice in which leaders use manipulative rhetoric to influence the masses in favour of specific political interests. This research found that demagogy is characterised by emotional manipulation, distortion of facts, and populist rhetoric that exacerbates the polarisation of society. From an ethical perspective, demagogy violates the principles of honesty and transparency and exploits public fear and discontent, which can undermine trust in democratic institutions and increase social instability. The responsibility of political leaders is crucial in this context. Leaders are expected to maintain integrity, put the public interest first, and encourage constructive dialogue, as well as protect democratic institutions from the damage caused by demagogy. The research also identifies several practical steps needed, including improved political education and media literacy, as well as strengthened regulation against disinformation. Overall, this research emphasises the importance of a deep understanding of ethics and responsibility in politics to prevent the misuse of demagogy and ensure the health of democracy. With a comprehensive approach, society can be protected from the negative impacts of demagogy, and democracy can be better sustained.
Cultural Responsibility Teaching Sebagai Pondasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Mayang Sari Hasibuan; Panggih Nur Adi; Siti Zahara Saragih; Zindan Baynal Hubi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.7145

Abstract

Cultural Responsive Teaching (CRT) merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya, menerapkan pembelajaran yang gotong-royong, dan adaptif. Pembelajaran yang terkoneksi dengan nilai budaya menjadi salah-satu manifestasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang mengajarkan nilai karakter. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan cara mengumpulkan berbagai macam sumber literatur yang relevan dengan topik. Studi literatur merupakan proses mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai sumber bacaan. Hasil dari penelitian ini ialah bahwa nilai-nilai budaya sebagai filsafat pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dihasilkan melalui perenungan dan berpikir secara bijaksana dapat memberikan pemikiran yang kritis dan logis terhadap aspek kehidupan yang berkembang dalam masyarakat, termasuk nilai-nilai budaya yang merupakan hasil pemikiran masyarakat hakikatnya ialah diproduksi melalui rangkaian pemikiran dan kausalitas masyarakat dalam melaksanakan interaksi. Nilai budaya sebagai landasan karakter peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan terelaborasikan melalui berbagai macam budaya-budaya nusantara yang menjunjung tinggi nilai kerukunan dan gotong-royong. Kata Kunci: CRT, Karakter, PPKn
Tinjauan Peran Pendidikan Politik Dalam Kehidupan Demokrasi Generasi Z Siti Kholiza Aulia; Siti Zahara Saragih; Panggih Nur Adi; Zindan Baynal Hubi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.7146

Abstract

Gen-Z merupakan agent of change atau garda perubahan politik bangsa Indonesia agar menuju kehidupan demokrasi yang relevan. Pendidikan politik merupakan langkah fundamental untuk mengubah cara pandang Gen-Z agar tidak terkontaminasi sifat apatis dan berpikir kritis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka atau literature review dengan mengumpulkan berbagai literatur yang relevan dengan topik. Tahapan penelitian meliputi kegiatan membaca, menganalisis, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai literatur relevan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas Gen-Z menganggap bahwa politik merupakan sesuatu yang bersifat kotor, kejam, dan koruptor, Sensivitas Gen-Z terkait politik muncul karena hegemoni eksternal diri yaitu media sosial. Pendidikan politik dikalangan Generasi Z menjadi suatu kewajiban agar mereka yang merupakan lumbung bonus demografi Indonesia tahun 2024 menjadi partisipasi politik yang cerdas, aktif, dan mampu berpikir secara kritis, bukan hanya bersifat apatis atau kapitalistik. Langkah pendidikan politik bagi generasi Z salah satunya ialah tauladan yang positif dari pejabat politik yang memegang kebijakan. Hal itu untuk menunjukan budaya kehidupan yang baik sebagai suri tauladan atau contoh baik kepada masyarakat. Langkah selanjutnya ialah pelaksanaan sosialisasi pendidikan politik bagi generasi Z yang dilaksanakan oleh Bawaslu, KPU, maupun instansi lainya. Selain itu, pendidikan politik yang bernuansa menghibur dan menghindari isu agama, SARA digelorakan melalui media sosial. Kata Kunci: Gen-Z, Demokrasi, Pendidikan Politik
Filsafat Pendidikan Perenialisme dan Essensialisme Dalam Perspektif Pendidikan Pancasila Anita Rahma Munthe; Siti Zahara Saragih; Panggih Nur Adi; Zindan Baynal Hubi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.7172

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis filsafat pendidikan perenialisme dan filsafat pendidikan essensialisme dalam perspektif Pendidikan Pancasila. Metode penelitian ini menggunakan literature review yaitu suatu metode dengan mengumpulkan, membaca, dan menganalisis literatur yang relevan. Hail penelitian ini menunjukan bahwa filsafat pendidikan perenialisme merupakan landasan berpikir pendidikan yang berpatronase kapada nilai-nilai budaya masa lampau yang terbukti dapat menumbuhkan karakter baik bagi peserta didik. Filsafat pendidikan essensialisme ialah perpaduan dari ajaran kuno dan pertengahan yang ditambahkan dengan modernitas dan nilai-nilai budaya yang mampu tumbuh dan berkembang ditengah distrupsi zaman. Tujuan pendidikan dalam pandangan filsafat essensialisme ialah mengakomodir potensi peserta didik yang direlevansikan menggunakan budaya dan tersubstansikan dalam nilai-nilai spiritualitas. Komparasi filsafat pendidikan perenialisme dengan Pendidikan Pancasila termaktub dalam kesamaan pendidikan karakter, penanaman budaya, serta kemampuan berpikir rasionalitas, sedangkan komprasi filsafat pendidikan essensialisme dengan Pendidikan Pancasila termaktub dalam kesamaan nilai spiritualitas, kemampuan peserta didik dalam pengetahuan, kreativitas, budaya, dan kepribadian. Kata Kunci: Filsafat, Perenialisme, Essensialisme, Pendidikan Pancasila