Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum Linn), Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Dan Kunyit (Curcuma domestica Val) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli munira munira; Dewi Sarfica; noni zakiah; nunung sri mulyani
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri merupakan salah satu mikroorganisme penyebab infeksi. Pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi dapat dilakukan menggunakan tanaman obat, antara lain bawang putih dan jahe serta kunyit. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 8 perlakuan dalam 3 kali ulangan yaitu aquades, perbandingan 3:3:3, 3:2:1, 3:1:2, 1:2:3, 2:1:3, 1:3:2, dan 3:2:1. Uji mikrobiologi menggunakan metode difusi cakram. Hasil Anova menunjukkan bahwa ekstrak kombinasi bawang putih, jahe dan kunyit sangat berpengaruh terhadap aktivitas pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Rata-rata diameter zona hambat yang terbesar adalah ekstrak kombinasi Bawang putih, jahe dan kunyit pada perbandingan 1:2:3 sebesar 16,67 mm dan yang terkecil pada perbandingan 2:3:1 sebesar 12,50 mm dalam menghambat Staphylococcus aureus. Rata-rata diameter zona hambat yang terbesar adalah ekstrak kombinasi Bawang putih, jahe dan kunyit pada perbandingan 3:3:3 sebesar 10,16 mm dan yang terkecil pada perbandingan 2:3:1 sebesar 8,66 mm dalam menghambat Eschericia coli. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kombinasi bawang putih, jahe dan kunyit sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus dan Eschericia coli pada perbandingan 1:2:3 sebesar 16,67 mm dan perbandingan 3:3:3 sebesar 10,16 mm.
Uji Aktivitas Antibakteri Jus Umbi Gadung Ungu (Dioscorea alata) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus munira munira; ferissa safira
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umbi gadung ungu merupakan salah satu tanaman yang kaya akan senyawa kimia yang berfungsi sebagai antibakteri yaitu alkaloid, saponin, tanin, kuinon, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya hambat jus umbi gadung ungu (Dioscorea alata) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi dalam 4 perlakuan yaitu P0 (aquadest sebagai kontrol), P1 (jus umbi gadung ungu 100%), P2 (jus umbi gadung ungu 50%), dan P3 (jus umbi gadung ungu 25%) dengan 5 kali pengulangan. Hasil uji anova menunjukkan jus umbi gadung ungu sangat berpengaruh (P=0,000) dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat terbesar adalah P1 (14,16 mm) dan berbeda nyata (P>0,05) dengan P2 (11,02 mm) dan P3 (0 mm) dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Begitu juga terhadap Staphylococcus aureus rata-rata diameter zona hambat terbesar adalah P1 (16,92mm) dan berbeda nyata (P>0,05) dengan P2 (11,52 mm) dan P3 (7,92 mm). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jus umbi gadung ungu dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
Analisis senyawa kimia dan uji antihiperglikemia daun petai cina (Leucaena leucocephala) dari kawasan geotermal Ie Seum Aceh Besar Noni Zakiah; Munira Munira; Berwi Fazri Pamudi; Muhammad Nasir; Frengki Frengki; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3A (2024): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3A.1848

Abstract

Background: Hyperglycemia can cause serious complications due to the side effects of synthetic drugs used. Traditional medicines, such as petai cina, which contain secondary metabolite compounds like flavonoids, saponins, and steroids, have antidiabetic potential.Objectives: Hyperglycemia can cause serious complications due to the side effects of synthetic drugs used. Traditional medicines, such as petai cina, which contain secondary metabolite compounds like flavonoids, saponins, and steroids, have antidiabetic potential.Methods: This experimental research used a Completely Randomized Design (CRD) with 11 treatments: Na CMC, glibenclamide, and ethanol, ethyl acetate, and N hexane extracts of petai cina leaves at doses of 200 mg/kg BW, 400 mg/kg BW, and 600 mg/kg BW each. Each treatment was repeated five times.Results: Phytochemical screening showed that petai cina leaf extract contains phenolics, flavonoids, steroids, and saponins. GC-MS tests identified antidiabetic compounds such as phytol, squalene, and octacosanol. The antihyperglycemic test showed a significant decrease in blood sugar levels in rats after administration of petai cina leaf extract (P = 0,00). The decrease in blood sugar levels increased over time after the extract was given.Conclusion: Chinese petai leaf extract sourced from the Ie Seum Aceh Besar geothermal area exhibits an antihyperglycemic effect on male rats. KeywordsAntihyperglycemic, Leucaena leucocephala, geothermal, Diabetes, Traditional medicine