Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis senyawa kimia dan uji antihiperglikemia daun petai cina (Leucaena leucocephala) dari kawasan geotermal Ie Seum Aceh Besar Noni Zakiah; Munira Munira; Berwi Fazri Pamudi; Muhammad Nasir; Frengki Frengki; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3A (2024): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3A.1848

Abstract

Background: Hyperglycemia can cause serious complications due to the side effects of synthetic drugs used. Traditional medicines, such as petai cina, which contain secondary metabolite compounds like flavonoids, saponins, and steroids, have antidiabetic potential.Objectives: Hyperglycemia can cause serious complications due to the side effects of synthetic drugs used. Traditional medicines, such as petai cina, which contain secondary metabolite compounds like flavonoids, saponins, and steroids, have antidiabetic potential.Methods: This experimental research used a Completely Randomized Design (CRD) with 11 treatments: Na CMC, glibenclamide, and ethanol, ethyl acetate, and N hexane extracts of petai cina leaves at doses of 200 mg/kg BW, 400 mg/kg BW, and 600 mg/kg BW each. Each treatment was repeated five times.Results: Phytochemical screening showed that petai cina leaf extract contains phenolics, flavonoids, steroids, and saponins. GC-MS tests identified antidiabetic compounds such as phytol, squalene, and octacosanol. The antihyperglycemic test showed a significant decrease in blood sugar levels in rats after administration of petai cina leaf extract (P = 0,00). The decrease in blood sugar levels increased over time after the extract was given.Conclusion: Chinese petai leaf extract sourced from the Ie Seum Aceh Besar geothermal area exhibits an antihyperglycemic effect on male rats. KeywordsAntihyperglycemic, Leucaena leucocephala, geothermal, Diabetes, Traditional medicine
Formulasi, Evaluasi Fisik, Iritasi, dan Hedonik Masker Clay Kombinasi Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica) dan Asam Salisilat Wiska Mailisa; Intan Maulida Nasma; Chairunnisa Chairunnisa; Munira Munira
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1052

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi akibat infeksi bakteri dan produksi sebum berlebih. Salah satu upaya pencegahan dan perawatannya adalah penggunaan masker clay berbahan aktif alami yang memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi, seperti ekstrak daun mimba (Azadirachta indica). Kombinasi dengan asam salisilat diharapkan meningkatkan efek pembersihan pori, mengurangi minyak, dan mengangkat sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan memformulasi dan mengevaluasi masker clay kombinasi ekstrak daun mimba dan asam salisilat. Penelitian bersifat eksperimental dengan kadar asam salisilat 0,5% dan variasi konsentrasi ekstrak daun mimba F1 (0,5%), F2 (1%), dan F3 (1,5%). Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, waktu pengeringan, daya sebar, uji iritasi kulit, dan uji kesukaan. Hasil menunjukkan seluruh formula memiliki bentuk pasta homogen berwarna hijau dengan aroma mint, pH 6,1–6,3, waktu pengeringan 15–18 menit, dan daya sebar 4,5–4,7 cm yang sesuai standar. Tidak ditemukan reaksi iritasi pada enam responden. Uji kesukaan menunjukkan formula F3 memperoleh nilai tertinggi pada parameter warna, aroma, dan tekstur. Dengan demikian, masker clay kombinasi ekstrak daun mimba dan asam salisilat dapat diformulasikan dengan karakteristik fisik yang baik, aman, dan disukai panelis.