Articles
PENGENDALIAN KUALITAS DALAM UPAYA MENURUNKAN CACAT APPEARANCE DENGAN METODE PDCA DI PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR
Meri Prasetyawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Body Plant 1 Departemen merupakan salah satu divisi di PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) yangmerakit rangka kendaraan Xenia dan Avanza. Body Plant 1 departemen mempunyai beberapa jalurproduksi salah satunya adalah Main Body Line yang merakit Rangka Utama menggunakan weldinggun dan las co, yang terdiri dari rangka bawah (Under Bod), rangka bawah bagian depan (underfront), rangka bawah bagian belakang (under rear), rangka samping (Side Member) dan atap(Roof). Dalam produksinya Main Body Line mempunyai standar kualitas yang telah ditetapkan,akan tetapi masih ditemukan cacat yang cukup tinggi sehingga tidak mencapai target kualitas yangtelah ditetapkan, untuk jenis cacat Appearance, Perusahaan memiliki target yang ketat yaitu proseshanya mempunyai toleransi membuat kesalahan sebesar 0.02 defect per unit. Namun di dalamproses produksi Main Body Line masih terjadi cacat Appearance yang melebihi batas yangditetapkan yaitu 0.039 DPU (Data bulan April-Mei-juni 2013). Dari latar belakang masalahtersebut perusahaan memerlukan pengendalian kualitas yang berguna untuk mengurangi ataumenekan terjadinya cacat Appearance sehingga mencapai target kualitas sesuai dengan yangdiharapkan. Dan kegiatan pengendalian kualitas tersebut dilakukan dengan menggunakan metodepengendalian kualitas dengan alat bantu dasar pengendalian kualitas (QC 7 tools) dan siklus PlanDo-Check-Action(PDCA). Problem Appearance proses Main Body Line mengalami penurunansetelah cacat dominan yakni Front Door Opening RH dent dapat ditanggulangi dimana kondisiDPU sebelum perbaikan adalah 0.039 menjadi 0.031 setelah perbaikan.
USULAN PERBAIKAN LINI PRODUKSI MESIN CUCI DI PT. SHARP ELECTRONICS INDONESIA MENGGUNAKAN METODE LINE BALANCING
Meri Prasetyawati;
Agustin Damayanti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
PT. SHARP ELECTRONICS INDONESIA merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan beberapa macam alat elektronik yang salah satunya adalah mesin cuci. Keterlambatan pasok material di antara lini dan gudang menyebabkan tidak tercapainya target produksi perhari dan harus dilakukan overtime pada setiap akhir bulan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut maka diusulkan suatu sistem produksi tepat waktu dengan perancangan kartu Kanban untuk penyelesaiannya. Sebelum menerapkan sistem Kanban dilakukan pengujian keseimbangan lini awal sebagai salah satu syarat dalam penerapan sistem Kanban. Penyeimbangan lini dilakukan dengan menggunakan metode MALB, J-Wagon dan LCR. Berdasarkan hasil perhitungan keseimbangan lini dengan menggunakan 3 metode yaitu MALB, J-Wagon dan LCR dapat meningkatkan performance lini khususnya pada cell preparation. Metode MALB dan LCR memiliki efisiensi lini 84 % dan balance delay 16 % yang sama, sedangkan J-Wagon efisiensi lini 83 % dan BD 17 %. Metode MALB memiliki SI yang kecil 2,829611 dibandingkan dengan metode LCR 3,617637. Sehingga metode terbaik adalah metode MALB. Dengan begitu lini baru yang digunakan untuk penerapan perancangan sistem Kanban adalah lini baru dengan metode MALB. Selanjutnya dilakukan perancangan sistem P-Kanban dan C-Kanban pada lini produksi didapatkan hasil bahwa target produksi perhari dapat tercapai tepat waktu dengan rata-rata kebutuhan siklus pertukaran kartu Kanban adalah 10 siklus perhari. Dalam 1 siklus membutuhkan waktu 30 menit, dengan demikian dalam 1 hari membutuhkan waktu 300 menit atau 5 jam. Dari hasil tersebut dapat dilihat jika permintaan per hari sebanyak 740 dapat di selesaikan dalam waktu 5 jam. Dan target perhari akan tercapai bahkan melebihi target dikarenakan jam kerja produksi perhari yaitu 7 jam. Kata Kunci : Line Balancing, Kanban, Produksi
Peningkatan Kualitas Pelayanan Guna Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Dalam Melakukan Perawatan Kendaraan di AUTO2000 Pramuka Memakai Metode Service Quality
Rahmad Satriya Wijaya;
Meri Prasetyawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Auto2000 yaitu jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan, dan penyedia suku cadang Toyota terbesar di Indonesia dan Auto2000 Pramuka yaitu salah satu cabang terbesar dari Auto2000 yang berada di Jakarta Timur tepatnya di Jalan Pramuka No 146 Matraman. Penelitian dilakukan pada bulan Mei - Oktober 2020 yang bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan yang diberikan dari Auto2000 Pramuka kepada pelanggan sehingga didapat metode untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan untuk penelitian yaitu Servqual, dan 5W+1H. Dalam penelitian ini dapat diukur gap yaitu kesenjangan antara jasa yang dialami dan jasa yang diharapkan dari pelanggan. Metode ini memakai kuesioner dengan 23 pertanyaan (atribut) yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan. Hasil dari perhitungan gap didapatkan nilai gap tertinggi sebesar -1.37 yang kemudian dilakukan analisa perbaikan pelayanan untuk memberikan kepuasan terhadap pelanggan yaitu dengan memberikan pelatihan kepada bengkel dan manpower untuk dapat menganalisis masalah dengan tepat dan dapat berkomunikasi dengan baik kepada pelanggan, melakukan pengecekan harga dan jumlah sparepart secara berkala hingga membuat sekat pada tempat penyimpanan tools agar tertata rapih. Setelah dilakukannya implementasi tersebut didapatkan penurunan penilaian terhadap weak factor yang didalamnya berupa fasilitas bengkel, pelayanan petugas bengkel hingga lama waktu perawatan berkala sebesar 16% - 20%. Hal ini menunjukan bahwa pelayanan mendekati ideal dan pelanggan puas terhadap kualitas pelayanan jasa di Auto2000 Pramuka.
Peningkatan Kapasitas Produksi pada Line Assembling Baterai D-200 Dengan Menggunakan Metode Line Balancing
Meri Prasetyawati;
Septa Dwi Narastuti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang pembuatan baterai atau aki dalam proses perakitannya melalui delapan proses. Pada setiap tahapan memiliki waktu kerja yang berbeda-beda, waktu kerja yang tidak seimbang antar proses, inilah yang menjadi permasalahan timbulnya bottleneck sehingga menyebabkan tidak tercapainya target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Saat ini kapasitas aktual baterai tipe D-200 perharinya adalah 860 unit sedangkan permintaan pelanggan yaitu 1076 unit perhari, dari data ini dapat dilihat bahwa target produksi untuk memenuhi permintaan tidak tercapai. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi antara lain yaitu banyaknya waktu menganggur pada stasiun kerja, mesin mengalami trouble saat proses produksi, operator kurang memahami work instruction, dan tidak adanya waktu kerja optimal untuk menghasilkan produk. Metode untuk menyeimbangkan penugasan beberapa elemen kerja dari suatu lintasan perakitan ke stasiun kerja menggunakan metode Line Balancing. Untuk mengetahui efisiensi lini menggunakan metode J-Wagon, metode Largest Candidat Rule (LCR), metode Mansoor Aided Line Balancing (MALB), dan metode Killbridge Webster. Berdasarkan hasil perancangan didapatkan waktu baku atau waktu kerja optimal untuk pembuatan satu unit baterai sebesar 269,90 detik. Metode terbaik yaitu Metode Mansoor Aided Line Balancing (MALB) karena metode ini memiliki hasil efisiensi lini sebesar 90% yang berarti tingkat efisiensi meningkat dari kondisi awal sebesar 30% dan moothnees index sebesar 18,52 yang berarti metode tersebut baik digunakan karena nilai smoothnees index mendekati 0 (nol). Dari metode tersebut juga didapat peningkatan pada kapasitas produksi dari kondisi awal sebesar 860 unit/hari menjadi 1078 unit/hari.
MODEL PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF PEMULA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING MELALUI ANALISIS SWOT DAN KANVAS STRATEGY
Wiwik Sudarwati;
Meri Prasetyawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam rangka menunjang instruksi presiden no 6 tahun 2009 tentang pengembangan ekonomi kreatif tahun 2009 – 2015, Pemprov DKI Jakarta menjadikan budaya dan teknologi sebagai basis pengembangan ekonomi kreatif. DKI Jakarta khususnya di kecamatan kemayoran terdapat industri kreatif yang belum berkembang , bisa disebut sebagai pemula. Dalam upaya mendukung instruksi presiden dan membantu Pemprov DKI Jakarta untuk mencapai tujuannya maka perlu adanya pengembangan industry kreatif pemula sehingga industry kreatif ini mempunyai daya saing. Metode yang akan digunakan dalam mencapai tujuan penelitian ini adalah menggunakan analisis SWOT dan kanvas strategi. Dimana langkah dalam melakukan analisis SWOT ini adalah dengan memberikan kuisioner kepada Industri Kreatif Pemula. Isi dari kuisioner ini meliputi Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi oleh pengelola IKP selama ini. Kemudian data yang diperoleh dari kuisioner tersebut diolah dalam Matrik Internal dan Eksternal. Berdasarkan matrik tersebut dibuat Matrik SWOT dan diketahui posisi kuadran sehingga diperoleh strategi pengembanganindustri kreatif pemula. Strategi ini di jabarkan dalam 9 blok kanvas strategi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah strategi Strategi diversifikasi dimana sesuai dengan strategi ST yaitu meningkatkan marketshare dan inovasi produk.
UPAYA MEMINIMASI PEMBOROSAN DI DEPARTEMEN PRODUKSI PT. DANA PAINT INDONESIA MENGGUNAKAN METODE LEAN MANUFACTURING
Meri Prasetyawati;
Umi Marfuah;
Adi Rofi Rusydi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
PT Dana Paint Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri cat dan coating. Sistem produksi yang dilakukan oleh Dana paint adalah make to stock dimana memproduksi produk sebagai suatu persediaan sebelum pesanan dari konsumen diterima atau membuat suatu produk untuk disimpan dan kebutuhan untuk konsumen akan diambil dari persediaan gudang. Pada dasarnya proses pembuatan cat melalui empat tahapan. Pada setiap tahapan atau proses Dana paint memberikan target yang harus dicapai, tetapi untuk kenyataannya ada salah satu proses/bagian yang tidak bisa memenuhi target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Permasalahan yang diduga sebagai penyebab terjadinya target produksi tidak tercapai adalah pemborosan-pemborosan yang terjadi di dalam kegiatan produksi. Teori-teori yang digunakan untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut adalah tentang Seven Waste, Lean Manufacturing, value stream mapping, value stream analysis tools, Big Picture Mapping, process activity dan mapping. Data-data yang dikumpulkan adalah rencana produksi, lead time, jam kerja. Usulan perbaikan yang diberikan adalah dengan mengganti mesin pengepresan manual ke mesin pengepresan otomatis. Setelah dilakukannya perhitungan dan usulan perbaikan maka pemborosan dapat direduksi atau dihilangkan Sehingga perusahaan dapat menghilangkan waktu proses yang bersifat nonvalue adding activity dibagian filling sebesar 20 menit setiap satu kali proses. Dalam hal ini perusahaan melakukan empat kali proses produksi dalam waktu satu hari. Secara otomatis perusahaan dapat mengilangkan waktu proses non value adding activity selama 80 menit perhari sehingga dalam waktu satu bulan dapat mengilangkan waktu proses non value adding activity selama 1600 menit atau 27 jam.
ANALISIS PENGENDALIAN KEBUTUHAN PERSEDIAAN SUKU CADANG DI PT. INDOTRUCK UTAMA CABANG JAKARTA
Meri Prasetyawati;
Umi Marfuah;
gofan wijaya
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebijakan pengendalian dan pengadaan inventory sangat penting bagi pemenuhan permintaan pelanggan disaat diperlukan dengan tepat waktu serta pemanfaatan sumber dana secara hemat dan tepat guna. Oleh karena itu, sistem persediaan harus memiliki performansi yang baik. PT. Indotruck Utama Cabang Jakarta adalah sebuah perusahaan yang bergerak sebagai penyalur penjualan genuine spare part dan alat-alat berat (heavy equipment) berbagai jenis merek, juga tidak lepas dari masalah persediaan. PT. Indotruck Utama Cabang Jakarta perlu menjaga kelancaran proses bisnis perusahaan, agar tetap mampu bersaing dengan perusahaan sejenisnya. Hasil pengamatan menunjukan adanya pemborosan dalam biaya pengiriman dengan mode pengiriman air freight sepanjang tahun 2013-2014 sebesar $23,199.00. Atas dasar ini, maka perlu dilakukan review dan pengendalian sistem persediaan yang mampu menjamin kebutuhan pelanggan dengan tingkat biaya minimum. Dengan melakukan Forecasting (peramalan) untuk kebutuhan suku cadang untuk 1 tahun kedepan dan menghitung hasil peramalan tersebut dengan menggunakan Lot for lot (LFL), metode economic order quantity (EOQ), periodic order quantity (POQ) dan fixed order quantity (FOQ). Hasil evaluasi untuk memenuhi permintaan akan kebutuhan suku cadang oil filter ini diusulkan menggunakan metode periodic order quantity (POQ) dengan total biaya sebesar $ 36.880 dan jumlah pemesanan sebanyak 2 periode dengan mode pengiriman sea freight. Metode POQ ini bisa menjadi pilihan perusahaan sebagai metode untuk melakukan proses order dimana ada selisih sebesar $ 27.920 atau penghematan dari rencana pembelian perusahaan dan diharapkan mampu memenuhi permintaan suku cadang dengan biaya pengadaan yang ekonomis. Kata Kunci: Inventory, Forecasting, Periodic Order Quantity (POQ)
EVALUASI PENGEMBANGAN INDUSTRI KRETIF PEMULA DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING
wiwik sudarwati;
Meri Prasetyawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jumlah Industri kreatif pemula yang ada di DKI Jakarta cukup besar. Permasalahan industri kreatif pemula ini cukup banyak antara lain rata – rata industri kreatif ini belum dikelola secara optimal, belum banyak dikenal masyarakat karena pemasarannya bersifat tradisional yaitu dari mulut ke mulut, keterbatasan modal, keterbatasan koneksi dll. Berdasarkan model pengembangan industri kreatif pemula yang terdapat pada penelitian terdahulu maka perlu adanya strategi pemasaran melalui online. Perlu adanya pembuatan web site khusus untuk industri kreatif pemula ini dan dilakukan monitoring untuk pelaksanaannya. Monitoring akan dilakukan untuk mengetahui perkembangan tingkat permintaan produk setelah memasarkan melalui online. Target khusus yang ingin dicapai adalah peningkatan pendapatan industry kreatif pemula. Metode yang akan digunakan dalam mencapai tujuan penelitian ini adalah pengumpulan data yang akan digunakan untuk toko online, pembuatan web site, uji coba website serta pelatihan untuk operator, implementasi dan monitoring pemasaran online, serta melalukan evaluasi. Evaluasi yang dilakukan antara lain evaluasi berdasarkan aspek pemasaran, aspek produk , aspek keuangan dan evaluasi kemajuan usaha. Kata Kunci : industri kreatif , daya saing, evaluasi, monitring, online.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI DEFFECT DAN MENINGKATKAN KETEPATAN WAKTU DELIVERY PADA FINISH UNIT DI PT. XYZ
Meri Prasetyawati;
Fajrin Sunjaya
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
PT XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi commercial vehicle. PT XYZ mempunyai standard kualitas dan ketepatan waktu untuk delivery finish unit yang telah ditetapkan oleh pihak management, akan tetapi pada aktualnya masih terdapat cacat yang cukup tinggi pada finish unit sehingga tidak mencapai target kualitas yang ditetapkan dan menyebabkan ketidaktepatan waktu dalam proses delivery finish unit menjadi terlambat. PT XYZ mempunyai target yang ketat dalam kualitas dari produk yang dihasilkannya yaitu sebesar 0.001 deffect per unit (DPU). Namun pada aktualnya masih terdapat cacat pada finish unit sebesar 25.88% atau 384 Unit dari total produksi dengan nilai DPU 0.086, sehingga menyebabkan keterlambatan 20.65% atau 306 Unit dari total produksi. Cacat pada finish unit tersebut didominasi pada proses pemasangan aksesoris camera yang mana pada cacat ini memberikan kontribusi sebanyak 337 Unit dan menyebabkan keterlambatan 292 Unit. Perusahaan memerlukan pengendalian kualitas pada proses pemasangan aksesoris camera yang berguna untuk mengurangi atau menekan persentase cacat dan meningkatkan ketepatan waktu untuk proses delivery finish unit. Untuk mencapai target kualitas yang diharapkan dan tidak membuat keterlambatan dalam delivery finish unit, kegiatan pengendalian kualitas tersebut dilakukan dengan menggunakan metode dasar pengendalian kualitas (QC 7 Tools) dan siklus Plan - Do - Check - Action (PDCA).Problem cacat pada finish unit mengalami penurunan setelah cacat dominan yaitu pemasangan aksesoris camera dapat ditanggulangi yang sebelumnya sebesar 25.88% menjadi 2.59% setelah perbaikan dan memberikan hasil terhadap proses delivery finish unit yang sebelumnya mencapai 306 Unit menjadi 0 Unit (On Time Delivery).
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA GARMEN GARAGE EIGHT UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PADA MASA PANDEMI COVID 19
Meri Prasetyawati;
Mutmainah Mutmainah;
Rully Mujiastuti;
Annisa Tria Yuniana
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Industri garmen memiliki kontribusi yang besar dalam ekspor Indonesia. Kemampuan industri pakaian jadi untuk berkompetisi tidak hanya di pasar domestik namun terlebih dipasar internasional. Garmen juga menjadi salah satu penopang perkembangan industri tekstil di Indonesia, yang merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar ke-3 di Indonesia. Permintaan pakaian di masa pandemi mengalami penurunan seiring tutupnya pusat perbelanjaan hingga pusat tekstil. Usaha Garmen Garage Eight adalah salah satu dari sekian banyak pelaku IKM (Industri Kecil menengah) yang bertahan untuk tetep eksis dalam memproduksi kaos bordir, kaos sablon, totebag dan topi. Dari data penjualan terjadi penurunan penjualan sebanyak 90 persen. Penurunan penjualan disebabkan karena daya beli konsumen menurun dan mitra usaha seperti dinas pariwisata, korlantas, dinas perhubungan tidak melakukan pesanan. Usaha Garmen Garage Eight mengurangi jumlah produksi dan mengurangi jumlah tenaga kerja untuk bisa menutup biaya operasional yang ada. Oleh karena itu sangat dibutuhkan strategi yang tepat untuk perkembangan Usaha Garmen Garage Eight. Tujuan penelitian yaitu merumuskan strategi pengembangan usaha garmen agar bisa meningkatkan pendapatan pada masa pandemi covid 19. Adapun Metode yang digunakan yaitu observasi, wawancara, analisis dan identifikasi SWOT, pembobotan IFAS dan EFAS. Hasil dari pengolahan data didapatkan bahwa analisis SWOT yang diperoleh dari total skor matriks IFE sebesar 2,88 dan matriks EFE sebesar 2,96 menempatkan posisi Usaha Garmen Garage Eight pada posisi V matriks IE yaitu pertumbuhan dan stabilitas. Pada pengolahan matriks SWOT menghasilkan sebelas rumusan strategi alternatif.